Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
64. Ternyata Keduanya ...?


Setelah melakukan prosesi lamaran diantara kedua gadis oleh pasangan mereka masing-masing, kini keduanya sudah diikat dengan sebuah pertunangan hingga menanti pernikahan mereka yang sudah ditentukan oleh kedua belah pihak keluarga masing-masing. Antara Reno dan Celia dan begitu pula Nadin dan Arland. Bagi kedua pasangan itu, merasa setengah kebahagiaan mereka sudah didepan mata, hanya menunggu satu langkah lagi menuju pintu halal.


Tiga bulan menanti hari bahagia itu, pasti dirasakan mereka seperti tiga tahun lamanya. Karena sudah menjadi milik mereka, kedua pangeran ini sangat protektif terhadap kedua gadis itu. Arland selalu ingin tahu ke mana saja Nadin pergi baik itu urusan bisnis maupun urusan pribadi. Jika sudah berurusan dengan pribadi, Arland selalu memaksa ingin ikut. Kalau Reno, selalu menjemput Celia pulang kuliah. Makanya Celia berangkat kuliah diantar sopir pribadi kakeknya dan pulangnya sang kekasih yang jemput. Jika kedua pasangan itu bahagia menjalani hubungan mereka, tidak dengan Wira yang masih penasaran dengan kekasih Lira.


Ia sedikit memaksa Nabilla untuk mengorek informasi tentang Lira dengan begitu mudah baginya untuk mengetahui kekasih dari gadis yang masih ia incar. Istilahnya sebelum janur kuning melengkung, kesempatan itu masih ada untuknya. Berbekal informasi dari Nabilla, Wira harus meninggalkan perusahaannya menunju New York untuk menyelidiki kekasih Lira yang bernama Darren. Itu juga harus melibatkan Nabilla yang mampu meretas kediaman Darren dan ponsel Darren karena itu mudah bagi Nabilla.


Kebetulan posisi Darren yang saat ini sedang makan malam disebuah restoran membuat Wira leluasa menyelidiki pria tampan yang usianya di atas 3 tahun lebih tua dari Lira. Dan kebetulan sekali Darren datang dengan seorang gadis bule yang terlihat sangat mesra.


"Darren. Sebentar lagi kamu akan kembali ke Indonesia, apakah kamu berencana untuk menikahi kekasihmu?" tanya Nicole pada Darren yang sedang memotong daging stiknya.


"Aku tidak akan menikahi gadis itu. Aku hanya memanfaatkan dirinya agar aku bisa masuk ke jajaran dewan mahkamah agung. Kalau tidak dengan menggunakan koneksi sulit bagiku untuk masuk ke tempat bergensi itu," ucap Darren.


"Jadi kamu hanya ingin mendapatkan tempat itu dan setelah itu kamu mencampakkan gadis itu?" Nicole memastikan lagi ucapan Darren.


"Begitulah," ucap Darren enteng.


"Tapi, aku pernah membaca artikel yang berhubungan dengan ayahnya yang pernah menangani kasus seorang tersangka peretasan dokumen negara dan ternyata dia adalah kakak tiri Lira berarti ayah Lira seorang Milioner, apakah kamu tidak tertarik dengan kekayaan ayahnya?" lanjut Nicole.


"Aku sudah tahu ayahnya itu adalah putra seorang konglomerat berdasarkan informasi dari ibuku yang merupakan sahabat ibunya Lira. Jika ibunya Lira saja tidak mendapatkan kekayaan suaminya, bagaimana denganku? Lira itu cucu yang tidak diakui oleh keluarganya dan aku tidak berharap itu. Aku hanya ingin sesuatu yang jelas bisa masuk ke mahkamah agung," jelas Darren.


"Berarti, akulah wanita yang akan kamu nikahi Darren? kita sudah sering tidur bersama. Dan aku sudah dua kali harus melakukan aborsi karena mengandung anakmu sekarang karena kamu tidak pernah mau memakai pengaman. Dan kali ini aku sedang hamil lagi dan dokter sudah melarang aku untuk melakukan aborsi atau rahimku akan diangkat. Bagaimana ini Darren?" tanya Nicole cemas.


"Aku tidak mungkin menikahimu Nicole karena keyakinan kita berbeda. Kalau kamu ingin melahirkan bayi itu, silahkan saja. Lagian negaramu tidak mempermasalahkan anak yang lahir tanpa ayah. Aku akan membiayainya dan kita akan tetap tinggal bersama selama aku masih di sini," ucap Darren tanpa beban. Keduanya berciuman begitu mesra dan Wira merekam adegan itu.


"Benar kata orang, jodoh tak akan lari ke mana. Lira tetap menjadi milikku. rekaman suara percakapan ini dan adegan ciuman ini sudah cukup untuk membuktikan pria berengsek itu yang tega mempermainkan perasaan gadis lugu itu," lirih Wira yang harus minta tolong pelayan tadi untuk memasang penyadap di bawah meja makan yang ditempati oleh Darren dan Nicole.


Wira segera kembali lagi ke Jakarta malam itu juga dengan jet pribadi miliknya. Wajahnya tampak sumringah karena kebahagiaannya ada di depan mata kini.


...----------------...


Jika Wira sudah siap dengan misinya untuk mendekati Lira dengan caranya, namun kini giliran Devan yang juga berjuang untuk mendapat wanitanya dengan caranya sendiri, yaitu Lea.


Gadis polos itu memang tidak memiliki kekasih. Hanya saja dia memiliki dua sahabat yang tidak baik yang berpura-pura baik pada Lea namun mereka justru memanfaatkan keluguan gadis itu.


Ketika pulang kuliah, Mirna dan Happy mengajak Lea berkunjung ke sebuah cafe yang menjadi tongkrongan anak muda. Rupanya keduanya ingin menjebak Lea untuk dijual kepada salah satu mahasiswa yang merupakan putra sultan yang memang ingin mendapatkan kesuciannya gadis itu.


Mirna yang sudah siapkan obat perangsang untuk dimasukkan ke minuman Lea. " Kenapa kita harus ke kafe itu. Sepertinya cafe itu kurang sehat karena banyak yang bebas merokok dan ada minuman beralkohol lagi. Kita pindah ke cafe lain saja yuk. Malu saya dengan hijab saya karena harus masuk ke cafe itu," tolak Lea.


"Emang kalau kita hanya makan dan minum di situ langsung menjadi gadis ja**Ng, gitu?" sindir Mirna.


"Ya tidak sih. Tapi sudah menjurus ke situ bagi yang mengenal kita," nasehat Lea.


"Jadi kamu meragukan persahabatan kita nih?" tanya Happy.


"Ok nggak masalah. Ayo kita masuk! habis makan dan minum kita langsung cabut," ucap Mirna.


Ketiganya sudah masuk ke dalam cafe anak muda itu. Ketiganya memilih menu pilihan mereka masing-masing dan pelayan mencatatnya dengan cermat.


"Lea. Temani aku ke toilet yuk! Mumpung makanannya belum nyampe," ucap happy untuk mengalihkan perhatian Lea agar Mirna sebagai bagian eksekusi untuk melumpuhkan otak Lea dengan minuman yang sudah bercampur dengan obat haram itu.


"Baiklah. Ayuk!" Lea dengan senang hati mengantar Happy ke toilet. Happy mengedipkan matanya ke Mirna yang menjawab dengan mengacungkan jempolnya.


Permainan kedua gadis nakal itu tidak terlepas dari pengawasan Devan yang sejak tadi merekam aksi Mirna dan Happy yang ingin menjebak Lea.


Ketika pesanan mereka tiba, kebetulan ketiganya memesan jenis minuman yang sama yaitu milk shake. Mirna diam-diam memasukkan obat perangsang itu ke minumannya sendiri. Lalu pelan-pelan mendorong minumannya itu agar bertukar tempat dengan milik Lea.


Devan bangkit dari tempat duduknya menuju ke tempat Mirna." Hai cantik! boleh aku duduk di sini?" tanya Devan.


Mirna yang terkesiap dengan ketampanan Devan tentu saja tidak ingin menolak begitu saja permintaan Devan padanya.


"Silahkan Tuan!" ucap Mirna sambil menggeser bokongnya agar Devan duduk di sebelahnya.


Devan menarik tengkuk Mirna lalu membisikkan sesuatu pada Mirna sementara tangan yang satunya bekerja untuk menukar lagi minuman milik Lea menjadi milik Mirna lagi.


"Apakah kamu mau bercinta denganku cantik. Ini tidak gratis. Aku akan membayarmu lima ratus juta aku menunggumu dan hubungi aku di nomor ini dan sopirku akan menjemputmu, bagaimana tawaranku?" bisik Devan yang sudah menyelipkan kartu namanya ke tangan Mirna.


"Iya Tuan. Dengan senang hati," ucap Mirna berbunga-bunga.


Devan kembali ke tempat duduknya. Untuk mengatasi kegugupannya setelah diajak Devan berkencan, Mirna menyedot minumannya yang ia taburkan obat perangsang.Tidak lama Lea dan Happy sudah duduk di tempat mereka masing-masing.


"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Lea.


"Tidak apa Lea. Aku baru saja berkenalan dengan cowok ganteng. Ayo silahkan diminum dulu minumannya sebelum kita makan!" pinta Mirna yang juga menyedot minumannya sendiri sambil melirik Happy yang merasa rencana mereka berhasil menjebak Lea, saat melihat gadis itu menyedot minumannya.


Devan yang sudah mengirim foto Mirna dan Happy ke Nabilla agar kakaknya itu bisa mencaritahu identitas kedua gadis nakal yang sudah menjebak Lea.


Nabilla dengan cekatan membuka identitas kedua gadis itu dan mencari tahu silsilah keduanya dan saat melihat hubungan kedua gadis itu dari silsilah keluarga mereka, tubuh Nabilla bergetar hebat.


"Innalilahi wa innailaihi rojiuuun ternyata kedua gadis itu adalah...?"


Amran penasaran dengan ucapan istrinya yang terlihat syok." Kenapa baby..?" tanya Amran.


.....


Vote dan like nya cinta, please! jangan pelit sama author ya ..he...he..