
Ruang rahasia presiden langsung terhubung dengan jalan utama kota melalui terowongan khusus. Mobil yang membawa tuan presiden tentu saja di kendarai oleh Nabilla. Sementara Amran harus melindungi tuan presiden dari serangan dari luar jika ada musuh yang siap mengincar mereka.
"Kita mau ke mana Nabilla?" tanya Amran sambil terus mengawasi area sekitarnya.
"Markas FBI karena di sana lebih aman," sahut Nabilla.
"Tapi, apakah mobil ini akan di ketahui oleh mereka jika melewati jalan utama?"
"Tenang saja, baby! Mobil ini sudah di rancang khusus oleh agen 2 sebelumnya saat aku baru bergabung dengan FBI. Cari kerjanya aku tahu. Mobil ini dilengkapi dengan mesin turbo dengan memiliki pelek mobilnya bisa mengeluarkan peluru dalam melakukan tembakan pada mobil musuh yang ingin mengejar mobil kita. Mobil ini dinamakan The Beast oleh penciptanya.
Desain mobil satu ini tentunya dibuat seaman dan senyaman mungkin. Ban mobil dibuat sedemikian rupa sehingga jika tertembak peluru, ban akan langsung mengisi angin kembali. Bagian atap dari mobil ini juga sudah dilengkapi oleh suplai oksigen agar bisa bertahan dari serangan kimia. Jika dihargai mobil ini dalam angka rupiah sekitar 23 miliar. Jika bisa, tolong belikan mobil ini untukku juga," ucap Nabilla.
"Apa sih yang aku nggak bisa untuk kamu, baby?" timpal Amran penuh cinta pada wanitanya.
"Terimakasih, hubby. Aku akan menagih janjimu setelah urusan kita selesai," ucap Nabilla yang masih menggunakan bahasa Inggris membuat tuan presiden hanya bisa senyum mendengar obrolan pasangan ini.
"Nona Nabilla. Mengapa anda menolak mengajari ilmu anda pada agen terpilih untuk menggantikanmu nanti?" tanya presiden saat mereka masih menempuh perjalanan menuju markas besar FBI.
"Karena ilmu pengetahuan yang aku kuasai akan membawa malapetaka bagi dunia jika aku ajarkan pada orang yang tidak tepat. Mereka akan memanfaatkan ilmu itu untuk kepentingan pribadi bukan untuk kemaslahatan umat.
Dengan mengusai ilmu ini, orang tidak perlu lagi mengabdi pada negara karena ia akan mendapatkan uang dengan mudah. Asal bisa meretas bank dunia, uang akan mengalir sendiri ke rekening pribadinya. Itulah sebabnya, jika orang yang ajarkan tidak amanah maka keseimbangan moral akan terkikis karena keserakahan pemilik ilmu itu sendiri," sahut Nabilla.
"Kenapa anda tidak mencoba melakukannya untuk bisa menguasai dunia ini?" pancing tuan presiden seakan ingin menguji iman Nabilla.
"Aku lebih tertarik janji Tuhanku di mana surga tertinggi yang insya Allah aku dan keluargaku akan tempati lebih mulia dibandingkan dunia ini dengan seisinya yang tidak lebih berharga daripada sebelah sayap nyamuk. Itu adalah salah satu hadis Rosulullah, nabi terakhir kami umat Islam.
Karena surga yang di janjikan Allah untuk kami, yaitu surga yang tidak bisa dikhayalkan dengan rasio manusia karena saking indah dan nikmatnya, tuan presiden pasti mengetahuinya," ucap Nabilla yang tahu jika presiden mengenyam pendidikan misionaris Kristen yang taat, di mana semua agama dipelajari mereka sebagai bagian dari ilmu.
Presiden nampak tertegun. Setiap kalimat yang terucap dari Nabilla syarat dengan makna hikmah. Ia tidak menafikan keyakinan seseorang karena itu adalah hak manusia bagaimana hubungan dirinya dengan Tuhan penciptanya.
Memasuki area FBI, mobil mewah milik kepresidenan itu di sambut langsung anggota FBI. Tanpa banyak obrolan, presiden langsung turun dari mobil bersama dengan Amran dan Nabilla. Beruntunglah Mr. M sudah berada di antara mereka.
"Anda cepat sekali ke sini Mr. M?" tanya Nabilla.
"Sebenarnya hanya beberapa orang pejabat pengkhianat yang ikut permainan tuan Almero. Jadi situasi bisa langsung di amankan oleh anggota kita," ujar Mr. M sambil melangkah masuk ke gedung FBI bersama tuan presiden, Nabilla dan Amran.
"Apakah anda yakin seperti itu, Mr. M?" Nabilla terlihat ragu atas kecerobohan Mr. M yang tidak bisa memilah mana lawan dan mana kawan.
"Bukankah kamu selalu menyisakan satu atau dua penjahat amatir untuk mendapatkan jaringan mafia lainnya, agen dua?" tanya Mr. M.
"Memang itu strateginya. Tapi, membiarkan beberapa penghianat itu berada di sekitar presiden, itu yang aku kuatirkan," cemas Nabilla.
"Anda bisa memeriksa kembali data mereka secara personal, apakah ada keterlibatan mereka yang akan membahayakan keselamatan presiden!" tutur Mr. M.
"Benar juga. Kalau begitu, berikan ruang istirahat untuk presiden di sini! Jika keadaan gedung putih sudah kondusif, kita bisa mengantarkan lagi presiden dengan helikopter ke gedung putih," pinta Nabilla.
"Baik. Silahkan tuan presiden! kita ke ruang istirahat kepresidenan agar anda..-"
"Tidak..! saya ingin melihat tempat persembunyian pencuri yang telah membuat kekacauan saat ini. Bukan tidak mungkin media akan mengacaukan keadaan untuk menghembuskan isu politik ke ruang publik dengan tujuan tertentu," ucap presiden menolak untuk beristirahat.
Keempatnya segera masuk ke ruang komputer raksasa tersebut. Komputer itu dalam keadaan tetap on semenjak Nabilla nyalakan. Nabilla memasukkan kode sandi tertentu dengan kecepatan jemarinya yang tidak mampu terbaca oleh siapapun. Nabilla begitu lihai menjaga rahasia kehebatannya hingga presiden mengulum senyumnya.
"Gadis ini benar-benar cekatan dalam memasukkan kode rahasianya hingga tidak bisa terbaca oleh siapapun," batin presiden yang sempat fokus memperhatikan gerakan jemari lentik Nabilla di atas keyboard raksasa itu, namun sulit untuk terbaca olehnya yaitu angka atau huruf apa yang Nabilla masukkan.
"Tuan presiden. Target kita sudah membawa benda berharga itu ke negara Makau saat ini," ucap Nabilla.
"Apakah mereka akan melakukan transaksi sekarang, Nabilla? bagaimana kalau barang itu sudah berpindah ke tangan negara lain?" tanya presiden cemas.
"Kita bisa merebutnya kembali dari pembelinya tuan presiden. Bukankah mereka dapatkan dengan cara mencuri? bagaimana kalau kita mencuri lagi dari mereka? walaupun itu barang milik negara ini?" ucap Nabilla sambil tersenyum.
"Berarti agen satu harus mencuri lagi agen rahasia mereka, Nabilla?" tanya presiden memastikan saran Nabilla.
"Benar sekali Tuan presiden," ucap Nabilla membenarkan kesimpulan presiden.
"Kalau begitu, kamu sendiri yang harus mengambil benda berharga itu dari pembelinya Nabilla!" titah tuan presiden membuat Nabilla dan Amran tersentak bersamaan.
"Hahh....?"
"Aku sangat kuatir jika agen rahasia mereka sulit dibedakan saat mengambil benda itu. Mereka punya alat sendiri untuk memalsukan benda serupa dengan milik kita maksudku sebelum benda asli milik kita yang mereka bawa ke negara mereka, mereka sudah menduplikat benda kita itu untuk mengecokan agen rahasia kita. Sementara tugas agen rahasia kita hanya mengambil benda berharga itu tanpa mengetahui keaslian benda itu dari agen rahasia mereka," tutur tuan presiden.
"Maafkan saya tuan presiden! hal-hal yang menjadi kekuatiran tuan presiden sudah saya pikirkan jauh sebelumnya karena musuh punya seribu cara untuk memanipulasi agen kita karena mereka mengetahui jika kita saat ini mengincar lagi benda milik negara ini," imbuh Nabilla membuat tuan presiden terkesima dengan kecerdasan gadis bercadar ini.
"Bagaimana caranya agen satu bisa mengetahui bahwa benda yang dia ambil lagi itu adalah benda asli milik negara ini?" tanya tuan presiden.
"Baiklah. Kita ke ruang bengkel sekarang!" pinta Nabilla mengajak tuan presiden ke ruang di mana alat-alat canggih yang sudah ia ciptakan tadi siang dan saat ia tinggalkan sedang berproses.
Ketika sudah berada di ruang bengkel itu, Nabilla mengambil beberapa alat canggih ciptaannya. Sekitar tiga alat canggih ciptaannya itu ia tunjukkan kepada presiden. Salah satunya adalah sebentuk cincin kawin pria yang memiliki mata kecil sebagai pendeteksi keaslian benda.
"Saya sengaja menciptakan alat pendeteksi ini serupa cincin pernikahan milik pria agar musuh tidak curiga," ucap Nabilla.
"Wow.. amazing!" puji tuan presiden.
Tuan preseden hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebagai bentuk apresiasinya pada kejeniusan Nabilla. Sementara Amran ingin sekali memeluk dan mencium bibir wanitanya saat ini karena kemampuan otak Nabilla dengan kekuatan intuisinya bisa memikirkan permainan licik musuh.
"Baby. Setelah misi ini berakhir, aku ingin sekali memperkosamu," batin Amran gregetan dengan kecerdasan istrinya.
"Tuan Presiden. Cincin ini bisa membaca hologram di benda milik kita yang cetakannya asli milik kita. Jika di arahkan ke hologramnya, mata cincin ini akan mengeluarkan sinar berwarna hijau karena bisa membaca barcode di hologram itu. Jika benda itu palsu, mata cincin ini tidak akan berfungsi sama sekali," lanjut Nabilla.
"Kalau begitu, aku putuskan kalau kamu sendiri yang akan mengambil benda berharga itu yang akan dibantu oleh agen satu!" titah presiden.
"Whatt....?"
Vote dan like nya Cinta, please..!"
Terimakasih untuk semua komentar baiknya say, author jadi semangat karena idenya ngalir terus karena apresiasi kalian pembaca setiaku, walaupun novelnya masih recehan. Hanya sayang yang kasih like sedikit tidak imbang dengan jumlah favoritnya, sedih aku.