
Kehadiran Syakira pagi itu menjadi makin meriah ditengah kelurga Adam. Bahkan Nada tidak segan memamerkan kebersamaan mereka dengan Syakira di status medsos miliknya.
Sontak saja semua keluarga besar di sana terutama sepupunya yang ada di Jakarta menjerit histeris karena tidak semua orang bisa berdekatan dengan penyanyi terkenal itu.
Mereka bahkan ingin terbang ke Amerika untuk bisa mendapatkan tanda tangan Syakira dan bisa foto bersama.
"Apakah dia menginap di rumahmu, Nada?" tanya Kirana.
"Aku belum tawarkan itu. Maunya bisa bermalam dengannya karena keponakan kita sedang lengket dengannya saat ini. Apalagi Syakira membawa kucing kesayangannya," ucap Nada sambil memainkan ujung rambutnya.
"Si Cherry?" tanya Kirana yang juga mengenal kucing cantik itu karena Syakira selalu posting bersama kucing kesayangannya.
"Iya. Cherry. Kalau kamu mau ke sini bilang saja sama paman Wira dan Tante Lira. Mereka pasti mengijinkan kamu main ke rumahku. Pakai jet pribadi milik ayahmu saja jadi tidak perlu capek transit dan berurusan dengan cek-in tiket pesawat," Nada sedang memprovokasi Kirana agar berlibur ke Amerika.
Saat ini Syakira sedang membantu Nabila membuat kue nastar bersama keponakan Adam.
"Aunty Syakira. Nyanyi dong..!" pinta Dinar yang ingin menyaksikan Syakira bernyanyi.
"Aunty Syakira nyanyi dan aku yang akan mengiringinya dengan piano," ucap Raffi yang mahir dengan benda tuts itu.
"Boleh. Siapa takut...!" angkuh Syakira dengan dagu terangkat sambil tersenyum pada Audrey dan Dinar untuk memperlihatkan sisi wanita ningrat seorang Syakira.
Dinar dan Audrey saling menatap lalu melakukan tos sambil tersenyum bahagia. Musik di mainkan saat Syakira memberitahukan di nada C pada Raffi dengan lagu barunya yang sedang hits.
Permainan piano Raffi yang begitu lembut mulai menggiring Syakira bernyanyi. Syakira mulai menjiwai setiap makna lagunya untuk melantunkan suara indahnya di depan kelurga Adam.
LAGU
"Dulu hidupku tak punya arah...
Dulu aku teronggok di jalanan gelap seperti debu yang tak terlihat...
Aku mulai menyusuri jalanan itu hingga seberkas cahaya mulai terlihat..
Aku mengejar cahaya itu dengan cinta yang kau bawa untukku.
Aku terlena dalam hangatnya kasihmu hingga terbuai dalam pesonamu. Tanpa aku sadari kalau aku hanya mengukir kenangan yang akan meninggalkan luka dan kesedihan.
Aku merana..aku meratap... pangeranku akan menjemput seorang putri dan itu bukan aku...
Bagaimana harus ku jelaskan padamu kalau cintaku yang ku punya untukmu terlalu dalam. Aku tidak bisa berpaling pada yang lainnya lagi karena cintaku sudah terpatri di hatimu...."
Lagu itu di ulang kembali di bagian reff-nya dan semuanya ikut menyanyikan lagu Syakira yang sudah mereka hafal.
Sementara Adam yang ikut hanyut dalam suara indah Syakira tanpa sadar meneteskan air mata dan itu tertangkap oleh Syakira. Melihat itu Syakira beranjak ke kamar mandi untuk melepaskan sesak di hatinya karena kembali menangis.
Betapa tidak, hadirnya dia di sini hanya sebagai penghibur untuk kelurga Adam sementara pria yang ia harapkan akan meninggalkan dirinya. Raffi menghentikan permainan pianonya dan melihat semua orang terdiam. Sebagai wanita Nabilla merasakan ada kedekatan emosional antara Adam dan Syakira.
Nada menunggu Syakira di depan kamar mandi lalu mengajak gadis itu ke kamar tamu.
"Apakah kamu baik-baik saja Syakira?" tanya Nada seraya memberikan tisu pada Syakira.
"Hmm..!" Syakira mengangguk.
"Maafkan aku, Nada! Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku karena setiap lagu ciptaanku sendiri diciptakan dengan hatiku.
Hatiku yang bicara dan aku hanya melantunkan dalam nada yang indah. Apa lagi Raffi sangat cerdas menggantikan tempo nadanya hingga lagu itu menjadi lebih menyentuh," ujar Syakira.
"Apakah kamu yakin itu karena lagu?" tanya Nada memastikan tangis Syakira.
"Yah, karena lagu," tegas Syakira untuk menutupi perasaannya.
"Apakah kamu mencintai abangku Adam?" selidik Nada sambil menggenggam tangan Syakira membuat Syakira terdiam.
"Apakah abangku tahu kamu mencintainya?" lanjut Nada.
"Iya. Dia tahu. Tapi, dia tidak pernah membalas cintaku dan aku terus berharap pada Allah agar dia mencintaiku. Namun itu sudah terlambat karena Adam akan menikah sebentar lagi dengan wanita yang sangat dicintainya," ucap Syakira kembali menangis.
"Apakah kamu yakin dengan Agama Islam?" tanya Nada dan Syakira mengiyakan itu.
Nada mengurai pelukannya lalu memegang kedua lengan Syakira yang tertunduk dengan air mata yang masih mengalir di pipinya yang bening.
"Dengar Syakira! Jika kamu sangat yakin dengan Tuhan kita, merengeklah pada Allah. Karena tidak ada yang mustahil di dunia ini sampai pengharapan kita akan terwujud jika Allah ridho padamu. Aku memang tidak bisa membujuk kakakku karena semuanya sudah diatur oleh keluarga dan itu adalah bagian dari kehormatan kami sebagai kelurga yang cukup terpandang di jakarta.
Tapi, kamu bisa membujuk Allah agar pernikahan itu batal atas ijin Allah. Lakukan sampai akhir. Jangan menyerah, hmm!" hibur Nada yang juga ingin memiliki Syakira yang menjadi kakak iparnya.
"Bagaimana kamu bisa seyakin itu?" tanya Syakira.
"Karena suami gilaku pernah membuat aku jadi ikutan gila di detik-detik terakhirnya ia melakukan perjalanan ke bulan yang resikonya adalah mati. Dan aku yang tadi sangat membencinya namun hatiku terbujuk saat kami harus berpisah.
Begitu pula cintanya kak Bunga yang penuh dengan air mata dan berakhir bahagia. Dan itu semua karena kedua suami kami membujuk Allah agar kami menjadi milik mereka.
Coba lakukan seperti kak Daffa dan Ghaishan melakukannya untuk kami berdua. Siapa tahu keajaiban itu datang padamu juga," lanjut Nada meyakinkan Syakira yang terlihat tersenyum malu sambil mengangguk menerima saran Nada.
"Wah...! Hei lihat...! Saljunya mulai turun!" teriak si kembar yang langsung keluar untuk menyambut salju.
"Masya Allah. Terimakasih ya Robb, kami diberikan keberkahan yang luar biasa ini," ucap Nabila.
Amran mengecup bibir istrinya lalu merangkul tubuh Nabilla yang masih terlihat ramping. Cinta dan Bunga sudah menyiapkan makan siang untuk mereka semua berupa makanan laut yang disukai kelurga mereka karena Nada sangat menyukainya.
Yah, seafood adalah salah satu unsur DHA yang merupakan pembentuk kecerdasan otak manusia. Lebih banyak makan ikan laut insya Allah kecerdasan anak makin meningkat.
"Hei...! Semuanya ayo makan siang dulu!" teriak Bunga pada anaknya dan keponakannya. Dalam sekejap keluarga itu sudah berkumpul di meja makan di taman belakang sambil menikmati turunnya salju. Sementara Adam dan Syakira sedang berduaan saat ini.
Saat Nabilla ingin memanggil keduanya, Amran menahan lengan istrinya." Biarkan mereka bicara berdua dari hati ke hati, istriku!" cegah Amran dan Nabilla hanya bisa mengalah dan menikmati makan siang mereka.
"Syakira...!" panggil Adam yang melihat Syakira terpaku menatap salju yang turun dengan lebatnya.
"Iya Adam!" Syakira agak menjauh dari Adam yang terlalu dekat padanya.
"Apakah kamu sangat mencintaiku, Syakira?" tanya Adam membuat Syakira hanya bisa tersenyum kecut.
"Urusan hatiku tidak bisa lagi dibenahi jika kamu sendiri tidak membalas perasaanku. Dan pertanyaanmu itu hanya percuma bagiku," balas Syakira ketus yang tidak ingin ditanya oleh Adam tapi dinyatakan.
Syakira segera menemui keluarga Adam dan ikut makan siang bersama keluarga itu yang mulai menyukainya. Adam mengekori langkah Syakira.
"Aunty Syakira. Duduk di sini, dekat aku!" pinta Dinar.
Syakira menuruti keponakannya Adam itu dan duduk diantara Dinar dan Audrey.
"Makanlah sayang..! Ini olahan seafood berdasarkan resep Indonesia. Semoga kamu menyukainya," ucap Nabilla menggeserkan ikan bakar dan juga kepiting saus padang di hadapan Syakira yang menerimanya dengan senang hati.
Sementara Adam mengambil udang saus tiram dan juga kerang saus asam manis. Semuanya menikmati makan siang itu. Raffa yang sedari tadi memperhatikan pamannya Adam yang selalu mencuri pandang pada Syakira akhirnya membuka suara.
"Uncle Adam!"
"Hmm!"
"Kenapa uncle tidak menikah saja dengan aunty Syakira? Kenapa harus aunty Nadia?" tanya Raffa dengan polosnya membuat semuanya tersentak. Syakira dan Adam yang sempat tersedak mendengar pertanyaan Raffa yang begitu frontal.
Uhuk....uhuk ..uhuk...
Ghaishan memberikan minum pada Adam dan Nada pada Syakira.
"Iya uncle. Sepertinya uncle lebih cinta aunty Syakira daripada aunty Nadia," timpal Raffi.
Deggggg.....
......................
mohon like dan vote nya cinta please!"