Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
100. Terkepung


Entah dari mana mobil mafia itu datang dan kejar-kejaran dengan mobil Amran, Wira, Nabilla, Devan dan tidak kalah mengejutkan adalah Nadin dan Celia nekat ikut dalam aksi brutal itu. Mengetahui jika istri mereka turut serta dalam aksi itu, tentu saja Reno dan Arland tidak merasa tenang lagi.


Apalagi saat ini Reno sedang membawa mobil untuk menyusul mobil Wira dan Nabilla yang sedang mengejar mobil Dito. Pikirannya tidak fokus lagi dengan tujuan utamanya mengingat kucing kecilnya itu yang paling sok tahu ikut partisipasi dalam acara kebut-kebutan itu.


Belum lagi mobil para penjahat itu mengepung mobil mereka, dari segala sisi. Arland yang juga ikut panik, segera menghubungi istrinya.


"Sayang. Tolong balik lagi ke villa! ini bukan ranah kalian berdua untuk ikut menumpas kejahatan ini. Kalau tidak menjadi mangsa penjahat, pasti kalian akan mengalami kecelakaan lalu lintas," cegah Arland.


"Tidak hubby! Jika kita datang bersama, pulang juga sama-sama. Bila kau mati aku juga mati. Tak ada cinta sehidup semati," cecar Nadin.


"Aiss...! itu bait lagu baby," gerutu Arland antara kesal dan juga menahan geli mendengar celotehan istrinya.


"Iya aku lagi pinjam lirik lagunya untuk mengungkapkan perasaanku saat ini padamu, sayang," ucap Nadin tetap fokus mengendarai mobilnya.


"Aku juga kak Reno, cinta mati sama yayang aku, cintaku selalu abadi, walau takdir tak pasti, kau selalu dihati, cinta matiku. I love you, my baby Reno," imbuh Celia membuat Reno tersenyum mendengar ocehan jiwa muda Celia yang selalu membuatnya mabuk mendengar suara syahdu itu.


Saat tadi hatinya dipenuhi dengan kecemasan dengan jantung berdegup kencang hingga dadanya terasa sesak, namun kini ia telah mendengar untaian kata-kata indah istrinya bagaikan tetesan oase dari bidadari untuk musafir yang tersesat di tengah gurun pasir, kini berganti menjadi energi pembakar adrenalinnya untuk menghabisi para penjahat yang saat ini sedang menghalau pergerakan mereka menyusul mobil Nabilla.


"Thanks baby. I love you more. See you again in our bed, honey! muaach..!" sahut Reno penuh cinta pada istri.


Reno melirik mobil di sampingnya sambil menarik sudut bibirnya." Rasakan penderitaanmu, bangsat!" maki Reno dengan jiwa mafianya mulai muncul.


Usai mengatakan cintanya pada istrinya, Reno membanting setir mobilnya menggeser mobil yang berada disebelah kanannya hingga mobil penjahat itu terjun bebas ke jurang sana setelah menabrak pagar pembatas bahu jalan.


Kini mobil Nabilla yang di kejar oleh ketiga mobil penjahat yang ada di depan, samping kanan kirinya membuat Nabilla mengatur lagi strategi penyerangannya pada penjahat itu.


"Cih... dua gadis itu tidak kreatif banget harus menjiplak karya orang lain," ledek Lea membuat Devan tersenyum.


"Apakah kamu bisa mengukir untaian puisi indah untukku, baby?" tantang Devan.


"Nanti saja kalau misi ini sudah selesai, honey," ujar Lea.


"Aku tunggu janjimu Baby," Devan meminta istrinya untuk berganti membawa mobil saat mobil sedang melaju kencang.


"Kamu yang bawa sayang! Aku ingin menembak mobil- mobil penguntit itu!" titah Devan yang sudah tidak sabar melumpuhkan lawan. Devan merebahkan kursinya ke belakang agar Lea berpindah ke kursi pengemudi. Rasanya saat ini jiwa Lea keluar dari raganya menerima permintaan suaminya.


Devan membuka kap atap mobil lalu mengeluarkan senjatanya dan menembak secara beruntun mobil yang ada di belakangnya membuat kaca mobil penjahat itu seketika pecah dikuti sang sopir yang juga ikut tertembak membuat laju mobil itu terombang- ambing di jalan itu hingga terjungkal dan terseret begitu jauh lalu jatuh di dalam jurang.


"Alhamdullilah," ucap Lea saat melihat suaminya bisa menjatuhkan mobil lawan.


Sekarang mobil Nabilla sedang melakukan trik mencengangkan yang disaksikan secara live oleh suaminya yang sudah hampir mendekati mobilnya. Nabilla menambahkan laju kecepatan mobilnya makin tinggi yang dikejar oleh dua mobil penjahat yang mengapit mobilnya dari samping kiri-kanannya dan juga di depan dan di belakang. Ia juga mengingatkan suaminya untuk mengurangi kecepatan mobil mereka.


"Sayang. Kurangi kecepatan laju mobil kalian agar tidak kena imbasnya dan tetap jaga jarak!" ingat Nabilla.


"Emang kenapa sayang?" tanya Amran cemas.


"Ikutin saja saran aku, hubby!" titah Nabilla.


Tanpa banyak kata Reno mengikuti saran Nabilla. Sementara Arland memperhatikan aksi Nabilla melalui rekaman visual dalam laptopnya bersama Amran.


"Ya Allah. Apa yang di lakukan oleh Nabilla?" tanya Amran pada Tuhannya dengan dada terasa sangat sakit saat ini.


"Berdoa saja, kakak ipar! jangan terlalu cemas begitu. Jika kamu cemas, Nabilla malah terganggu juga hatinya. Ikatan batin antara suami istri sangat kuat saat ini," nasehat Reno mengurangi sambil laju kendaraannya.


"Sudah cukup bermain-main denganku, anjing-anjing liar. Kalian tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini. Kalian salah memilih lawan, bajingan. Kembalilah kalian ke neraka!" Pekik


Nabilla terus menambah kecepatan mobilnya hingga mencapai angka


250 km/ jam. Mobil itu seakan sedang terbang di atas aspal mulus itu. Mobil lawan yang mengapitnya mengikuti kecepatan laju mobilnya Nabilla.


Sementara mobil penjahat yang ada di belakang mobil Nabilla gelagapan sendiri hingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya membuat mobil mereka menabrak mobil Nabilla. Seketika mobil mereka yang menabrak mobil Nabilla barusan terjengkang lalu terbalik kemudian terseret belasan meter hampir mengenai mobil yang ditumpangi Amran.


Reno harus memutar setirnya mengambil manuver mengerikan dengan posisi mobil itu memalang. Sementara mobil Nabilla sempat terseret menuju pagar pembatas jalan namun tidak sempat jatuh.


Di belakang sana Wira dan Devan akhirnya melumpuhkan semua mobil lawan yang saat ini sedang mengalami kecelakaan naas. Karena sudah memasuki pukul 4 pagi, jadi, jalanan di sepanjang area pantai itu nampak sepi dari pengandara lain. Yang ada kendaraan Pandawa dan Srikandi ini yang selamat dari aksi kejar-kejaran itu.


Amran membuka pintu mobilnya berlari mengejar mobil istrinya yang mundur menghampiri Amran. Begitu juga Reno dan Arland menghampiri mobil Celia dan Nadin. Ketiga gadis ini turun dari mobil mereka dan saling berlari menghampiri pasangan mereka masing-masing.


"Nabillaaaaa.....!" teriak Amran sambil berlari mengejar istrinya yang ikut berlari ke arahnya.


"Mas Amrannnn....!" pekik Nabilla tidak kalah serunya.


"Celiaaaa....!" Kejar Reno sambil merentangkan kedua tangannya.


"Kak Renoooo.....!" jerit Celia tidak kalah histeris.


"Nadiinnnn....!" panggil Arland menyongsong isterinya yang berlari ke arahnya.


"Mas Arlannnnnndd....!" pekik Nadin sambil menangis haru.


Ketiga gadis itu melompat ke tubuh kekar suami-suami mereka yang menggendong mereka secara bersamaan. Posisi tubuh istri mereka lebih tinggi dari mereka. Ketiga pasangan itu tertawa riang penuh keharuan.


Amran tidak bisa berkata-kata lagi karena saat ini ia benar-benar menangis menyaksikan adegan menegangkan yang dilakukan oleh istrinya. Ia menurunkan tubuh istrinya hingga keduanya berdiri sejajar. Amran membenamkan bibirnya pada bibir bidadarinya yang terasa kenyal itu. Keduanya saling berpagutan dan tidak sungkan saling mengisap lidah. Begitu juga pasangan yang lainnya sibuk berciuman di jalanan itu.


Kakek Abdullah dan tuan Rusli menutupi laptop mereka secara kompak karena tidak ingin melihat adegan itu. Keduanya saling bertatapan lalu terkekeh sambil menggelengkan kepala mereka.


"Ayo kakek kita sholat subuh berjamaah!" ajak tuan Rusli yang saat ini menunggu di villa sekaligus mengawasi Alif yang masih tertidur pulas.


Kembali lagi di jalanan pinggir pantai, ketika kelima pasangan itu sedang bercumbu, tiba-tiba terdengar ledakan yang maha dahsyat. Mereka tersentak bersamaan dan menghentikan ciuman panas mereka.


"Apa itu..?" tanya Amran pada istrinya karena merasa kaget.


"Itu ledakan dari mobil Dito, sayang," sahut Nabilla lalu memeluk tubuh suaminya.


"Alhamdullilah. Misi kita akhirnya selesai, sayang," ucap Amran penuh syukur.


"Tapi misi kemanusiaanku tetap berlanjut, hubby," ucap Nabilla.


Kelima pasangan itu saling merapat satu sama lain. Mereka saling mengucapkan selamat dan bersalaman. Hanya Nabilla saja yang tidak boleh tersentuh oleh ketiga pria tampan itu. Hanya Devan yang memeluk kakak kandungnya itu penuh rasa bangga.


Karena fajar telah tiba Wira berinisiatif untuk mengajak pulang semuanya kembali ke villa.


"Ayo kita segera tinggalkan tempat ini sebelum polisi lokal datang melihat keadaan para penjahat itu!" pinta Wira.


"Tunggu....! Aku ingin kita sholat subuh berjamaah di area cukup luas di pinggir tebing itu!" pinta Nabilla dan semuanya setuju karena membawa mukena mereka masing-masing.


"Kita akan sarapan di pantai ini. Aku membawa makanan karena takut ada yang lapar setelah menguras energi dan menguji adrenalin di aksi gila kita ini," ucap Nabila.


"Terimakasih kak Nabilla. Ini adalah hari yang terburuk dalam hidupku sekaligus terindah yang akan aku kenang seumur hidupku," ucap Celia yang hampir mati ketakutan.


Reno mengecup bibir istrinya dan mereka kembali ke mobil dengan pasangan mereka masing-masing untuk mencapai tebing yang di maksud Nabila.


........


Vote dan like nya cinta, please!