Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
181. Hampir Tertembak


Saat memasuki tempat acara konser nyanyi milik Syakira, gadis ini terlihat makin gugup. Biasanya dia tidak pernah mengalami hal seperti ini saat mulai melakukan go internasional untuk menghibur fansnya dibelahan negara manapun. Tapi kali ini entah mengapa jantungnya terasa makin menari disko di dalam sana.


Pengawalan ketat oleh pihak berwajib di negara yang mereka datangi cukup sempurna. Apa lagi Adam meminta tim sneaker berada di setiap sudut saat acara Koser tunggal itu berlangsung.


Adam merangkul pundak Syakira terlihat posesif menuju arah panggung. Itulah sebabnya, mengapa Syakira menjadi gugup saat ini karena ini pertama kalinya ia berada dalam dekapan tangan kekar milik Adam.


Alih-alih mau menyapa para fans, menelan ludahnya saja rasanya sangat sulit. Antara haru, bingung dan bangga berada dalam dekapan Adam yang saat ini mengenakan topi, kacamata hitam dan masker menutupi pahatan sempurna itu agar dirinya tidak mudah dikenali oleh orang lain. Apalagi menjadi sorotan media yang sedari tadi mengarahkan kamera ke arah mereka sambil membisikkan kamera mereka untuk mengambil gambar terbaik dari wajah sang penyanyi cantik itu.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Adam sambil membetulkan rambut Syakira yang terlihat berantakan karena ulahnya.


"Belum. Aku takut gagal. Aku seperti kehilangan magnetku," ucap Syakira terdengar ambigu dikuping Adam.


"Sini...!" Adam menarik pinggang Syakira lalu masuk dalam pelukannya untuk memberikan kekuatan pada Syakira yang hampir tak percaya Adam begitu perhatian dan sangat romantis padanya.


"Apakah sudah lebih baik?" tanya Adam yang masih memeluk tubuh Syakira.


"Belum," bohong Syakira karena ia sudah nyaman dalam pelukan Adam." Aku rela tidak usah tampil di acara konser ini karena aku ingin berada dalam pelukanmu Adam," batin Syakira yang hampir menangis karena terlampau bahagia dalam pelukan Adam.


MC acara sudah memanggil nama Syakira berkali-kali dan gadis ini malah asyik dalam pelukan Adam." Masuklah ke panggung. Jangan membuat para fansmu menunggu terlalu lama. Mereka sudah membayar tiket konsermu hanya untuk menikmati suara indah milikmu.


Aku akan mendoakan atas kesuksesan konser tunggalmu ini. Aku ada di dekatmu. Ingat...! Putrimu Cherry menantimu di mobil dengan sang sopir," ucap Adam membuat Syakira tergelak.


"Aku sudah lebih baik sekarang. Aku siap untuk konserku. Doakan aku pada Tuhanmu yang kamu percaya Dia selalu menolong penduduk bumi ini," pinta Syakira pada Adam lalu berbalik dan berlari ke panggung sambil menyapa penggemarnya.


"Selamat malam...! Apa kabar semuanya...!" sapa Syakira sambil bersiap mengikuti alunan musik yang mengiringi lagu yang akan dinyanyikannya.


"Di kala rindu hanya ada namamu...!


Di kala sepi ku ingat wajahmu..


Kau datang mengisi ruang kosong yang menunggu untuk diisi bunga cinta. Tapi, akankah itu terjadi? Aku berharap yang kau berikan saat ini bukanlah mimpi. Jika itu terjadi, jiwaku akan kembali hampa.


Kasih ...! Aku memang bukan pilihan hatimu. Tapi, aku berharap hanya aku yang saat ini kamu pikirkan. Jangan biarkan aku menunggu terlalu lama. Karena hatiku tidak cukup kuat untuk memendam kata indah yang ingin kudengar darimu bahwa kau mencintaiku..! Katakan sekali saja bahwa kau mencintaiku.


Lagu itu kembali diulang bagian reff-nya hingga selesai. Syakira sengaja menciptakan lagu itu untuk Adam. Hanya saja Adam tidak merasa gadis itu menyanyikan lagu itu untuknya.


Syakira yang takut mengungkapkan perasaannya pada Adam, hanya bisa mengutarakannya lewat lagu. Dan dia berharap jika Adam mengetahui perasaannya saat ini.


Syakira menyanyikan beberapa lagu hits-nya. Saat menyanyikan lagu yang terakhir, Adam yang sedang mengawasi para penonton itu melalui layar ponselnya, melihat ada seorang pria yang sedang membawa buket bunga.


Merasa posisi Syakira tidak aman, Adam berdiri lebih dekat dengan Syakira. Adam memberitahukan timnya bahwa Syakira dalam bahaya.


"Tolong amankan pria yang membawa buket bunga di arah pukul sebelas!" titah Adam melalui alat penghubung.


"Siap bos. Tim-nya bergerak cepat untuk mengamankan pria pembawa buket bunga itu.


"Syakiraaaa ....! Aku mencintaimu....!" pekik pria itu melemparkan buket bunga itu ke atas panggung yang di dalamnya ada bom.


Syakira masih saja menyanyi karena durasinya sudah hampir habis. Adam melompat menangkap tubuh Syakira menjauhi bom itu yang bisa meledak jika ditekan remote oleh pengendalinya.


Buket itu segera diamankan oleh petugas kepolisian, sementara Adam menjauhkan Syakira dari para fans yang ingin meminta tanda tangan darinya.


"Adam. Apakah aku boleh melayani mereka?" tanya Syakira saat fansnya berteriak ke arahnya untuk meminta tanda tangannya.


"Syakira. Please..! Tolong tandatangani buku ini...!"


"Abaikan saja! keselamatanmu lebih penting daripada permintaan mereka. Tidak semua penggemarmu menyayangi kamu. Bisa jadi mereka akan membunuhmu karena terlalu mencintaimu atau membencimu," ucap Adam sambil merangkul tubuh Syakira menjauhi penggemarnya gadis itu.


"Baiklah. Aku turuti apa katamu, prince!" ucap Syakira membuat Adam hanya bisa tersenyum samar.


Mobil milik Syakira langsung berhenti di depan gadis itu dengan Adam yang berdiri masih memeluk pundak Syakira. Baru saja mereka ingin masuk ke mobil tiba-tiba perlu meleset tepat di samping kuping Syakira membuat Adam menarik tubuh gadis itu hingga keduanya jatuh saling bertindihan di mana tubuh Syakira berada di atas Adam.


Tatapan keduanya beradu mengikis jarak antara mereka. Sebagai pria normal Adam tak munafik saat melihat bibir sensual milik Syakira yang bergetar ketakutan tepat di atas wajahnya. Adam hanya bisa menatap bibir pink segar menawan itu.


Syakira terlalu berharap Adam menciumnya namun mengingat Adam begitu taat pada agamanya, Syakira cukup tahu diri lalu menarik dirinya untuk bangkit dari tubuh Adam.


Adam salut dengan pengendalian diri Syakira yang tidak memanfaatkan situasi tegang itu untuk mencium bibirnya. Keduanya sama-sama malu dan tidak lama baru sadar kalau masih ada yang mengincar mereka.


"Cepat masuk ke mobil, Syakira!" titah Adam.


Syakira merangkak naik ke dalam mobil anti peluru itu, diikuti oleh Adam. Sopir langsung bergerak meninggalkan gedung konser itu. Tubuh Syakira masih gemetaran membayangi dirinya yang hampir tertembak hanya sedikit saja ia bergerak, maka wajahnya langsung bolong.


Lagi-lagi, Adam menarik tubuh gadis itu masuk ke dalam pelukannya untuk menenangkan Syakira yang lama-kelamaan menangis juga.


"Menangislah! Biar hatimu lega dan ketakutanmu akan berkurang. Kamu hanya boleh menangis dibelakang musuhmu. Dan jangan pernah memperlihatkan kelemahanmu di depan orang lain! Jadilah dirimu sendiri seperti pertama kali kita bertemu. Angkuh dan kasar. Maafkan aku karena baru mengetahui sifat keibuanmu melalui Cherry," ucap Adam.


Bukannya tenang setelah mendengar nasehat Adam, justru tangis Syakira makin kuat karena ia merasa baru menemukan lelaki terhormat yang sangat menjaga dirinya. Apalagi kesabaran Adam yang tidak peduli dengan sikap angkuh dan manja dirinya.


Tidak seperti pria lain yang bersabar untuknya namun punya tujuan lain. Entah mengincar kekayaan ayahnya atau tubuhnya. Tidak dengan Adam. Terlihat sangar dan kaku namun hati pria ini sangat penyayang dan lembut.


"Wahai Engkau yang bernama Tuhannya pria ini...! Sentuhlah hatiku untuk mengenalMu. Jika aku meminta sesuatu kepadaMu agar dia menjadi milikku, apakah Engkau mau memberikan pria ini untukku? Bolehkah seorang pendosa sepertiku yang tidak mengenal kebesaranMu meminta salah satu hamba terbaikMu untuk menjadi milikku?" tanya Syakira dalam tangisnya yang terus mengguncang dadanya.


"Ssssttt....! Semuanya akan berlalu Syakira. Percayalah kepadaku bahwa setiap manusia akan melalui ujiannya masing-masing karena tidak ada satu orangpun yang luput dari ujian hidup, apapun agamanya dan yang tidak beragama sekalipun seperti dirimu tidak akan terlewatkan dengan ujian itu," ucap Adam.


"Tidak penting ujian yang sekarang aku terima, Adam. Justru ujian terbesarku adalah melawan perasaanku sendiri karena telah jatuh cinta padamu dalam dua pekan ini. Mengapa Tuhan mengirim kamu padaku jika suatu hari nanti dia akan membawa pergi dirimu dariku.


Dan aku hanya salah satu gadis tempat persinggahanmu, Adam," batin Syakira makin kalut dengan pertemuan ini.


Bertemu hanya untuk kembali berpisah, jika ada hati yang tersangkut pada tamu yang hanya datang sesaat dalam hidup kita, bukankah itu adalah bagian yang paling sakit? Itu yang ada dalam pikiran Syakira.


......................


Mohon dukungannya untuk novel terbaru karyaku, "Si kembar Yang Tak Diakui"


Insya Allah seru