Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
53. Strategi Yang Mencengangkan


Kejeniusan Nabilla saat memaparkan rencananya untuk membiarkan pengacara Dito menikmati pelariannya, tentu saja tidak dilakukan oleh dirinya sendiri. Ia juga harus bekerjasama dengan polisi dunia dan itu juga harus tetap waspada karena rumitnya kejahatan di dunia ini bak jamur di musim penghujan yang tidak akan seluruhnya patah namun akan terus tumbuh hilang berganti. Karena semua kejahatan yang dilakukan oleh para penjahat sekelas mafia punya motif berbeda berdasarkan pandangan kerdil mereka dalam menyikapi kehidupan.


"Nabilla. Mengapa kamu masih punya ide seberlian itu nak?" tanya hakim Recky.


"Karena hati manusia merasa tidak akan pernah puas dengan apa yang ia dapatkan jika didalam hatinya ada secuil niat kejahatan, maka jalan instan akan menjadi peluang baginya untuk meraup keuntungan besar tanpa bersusah payah dengan pekerjaan yang penuh kejujuran dan banyak tuntutan persyaratan yang membuat mereka kesulitan menggapai sesuatu yang mereka impikan," ucap Nabilla.


"Mengapa kamu berpandangan seperti itu pada mereka Nabilla?" tanya kakek Abdullah.


"Karena keserakahan dalam diri mereka timbul karena terus-menerus diiming-imingi oleh bisikan setan sebagai pengikutnya kelak. Makin mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka upayakan dari hasil kejahatannya semakin pula solusi yang ditunjuk setan untuk terus berkolerasi dengan perbuatan mereka yang bertentangan dengan palung hukum.


Jadi singkat katanya, kejahatan akan terus merebak jika sifat manusia tetap serakah akan kemewahan dunia. Setan tidak akan pernah puas menyesatkan anak cucu Adam dengan kenikmatan duniawi didapatkannya dengan cara yang salah.


Makanya kenapa zinah itu dijadikan faktor utama untuk ditawarkan kepada manusia sebagai landasan kejahatan terselubung tanpa orang banyak tahu setiap perilaku manusia tetap terlihat baik-baik saja padahal dia baru saja melakukan zinah. Zinah yang sulit terdeksi saat ini adalah zinah hati melalui niat dan zinah mata melalui tayangan," ucap Nabilla.


Otomatis para lelaki yang pernah bersentuhan dengan dunia imaginasi liar itu, wajah mereka sontak bersemu merah termasuk Amran yang saat ini dilirik oleh istrinya penuh intimidasi.


"Yang ...itu bagian terkenaknya tanpa bisa ditangkap radar kamu kan?" ledek Amran.


"Tentu saja aku tidak bisa mengetahuinya karena itu adalah tugas malaikat yang akan mencatatnya dibawah pengawasan Allah dan dosamu terhitung tak terkira jumlahnya seperti argo meter. Tapi, kamu harus tahu sekecil apapun dosa yang dilakukan oleh manusia tetap saja ada balasannya, walaupun itu adalah balasan yang ringan namun akan melumpuhkan syaraf kerja otakmu," ujar Nabilla sambil berbisik pada suaminya.


"Contohnya apa itu apa, sayang?" tanya Amran dengan berbisik pula.


"Lupa dan malas," ucap Nabilla.


"Maksudmu?"


"Contoh kecilnya adalah seorang penghafal Al-Qur'an, ia harus menjaga dirinya dari kemaksiatan kecil agar hafalannya tetap terjaga. Jadi kalau kamu dibuat lupa akan sesuatu, ingatlah dosa kecil apa yang telah kamu perbuat dan buru-burulah untuk beristighfar. Itulah sebabnya kenapa orang terantuk batu itu harus spontan mengucapkan istighfar karena setan telah menghalangi langkahnya karena kemaksiatannya," jelas Nabilla.


"Nabilla. Apa yang akan terjadi pada Dito jika ia mati atau ia tertangkap dan chips itu bisa terdeksi dalam tubuhnya?" tanya Wira membuat Nabilla tersentak sesaat karena sedari tadi terus menerus bisik-bisikan dengan suaminya. Nabilla kembali ke mode serius untuk menjawab pertanyaan Wira.


"Cara kerja chips kecil itu seperti cara kerja jantung di mana aliran darah yang akan mengalir ke jantung dengan memompa darah menuju otak untuk mendapatkan pasokan oksigen dan darah itu akan kembali mengalir ke seluruh tubuh.


Alat itu tidak akan bekerja lagi jika aliran darah terhenti mengalir ke otak karena jantung berhenti bekerja karena alat itu bekerja bagaimana otak bekerja. Di saat itu kita sudah mengetahui Dito sudah meninggal yang mungkin dalam keadaan yang sangat mengenaskan.


Kadang pengkhianat seperti Dito, hukuman untuknya tidak perlu berakhir di penjara karena dia harus membayar kejahatannya di mana tempat ia mengabdi pada orang yang mengajaknya untuk berkhianat, bukankah itu terdengar lebih menyenangkan, tuan Wira?" imbuh Nabilla membuat mata para pengagumnya di meja itu hanya bisa berdecak kagum dan tidak sedikit yang menelan salivanya dengan susah payah bagaimana melihat kehebatan istrinya Amran ini menghukum seorang pengkhianat dengan caranya sendiri.


Amran yang ikut bengong menatap mata indah istrinya dan berhasil digoda oleh Nabilla dengan mengerlingkan mata genitnya pada sang kekasih.


"Baby. Jangan nakal! atau kamu tidak akan bisa berjalan besok!" ancam Amran sambil berbisik.


Nabilla mampu memposisikan dirinya sendiri sebagai pelacur di depan suaminya. Itulah yang membuat Amran diberi suprise setiap saat jika bersama dengan Bu mil ini sejak keduanya bersatu kembali pasca 3 tahun berpisah dengan Nabilla. Walaupun pernah terjadi lagi salah paham diantara mereka.


"Ehmmm....ehmm..!" Reno berdehem berkali-kali untuk mengingatkan Amran agar tidak kebablasan memamerkan kemesraannya di depan mereka yang masih belum mendapatkan kenikmatan yang sama dengannya, tentunya dengan cara yang halal.


Nabilla tersipu malu lalu meminta Amran untuk membawanya bergabung bersama para orang tua yang sudah berkumpul di ruang keluarga yang masih butuh penjelasan darinya karena Nabilla seperti panglima perang yang membuat banyak jebakan untuk menjatuhkan musuh tanpa membuat mereka terluka.


Di saat semuanya berkumpul, ada pemandangan lain yang saat ini sedang ada CLBK yang tentunya datangnya dari Arland yang sejak tadi memperhatikan Nadin. Rasanya ini kesempatan untuk dirinya mendekati wanita pujaannya itu. Nadin dan Celia yang sedang membantu pelayan untuk membereskan meja makan, harus terhenti karena Arland ingin bicara dengan Nadin, begitu pula dengan Reno yang masih saja usilin Celia yang tampak merengut.


"Apakah kamu tidak punya pekerjaan lain selain datang menggodaku? kenapa tidak duduk bersama dengan kak Nabilla agar kamu sedikit lebih pintar darinya," sarkas Celia.


"Aku lebih hebat dari kakak iparmu itu Celia," ujar Reno sambil mengintil Celia ke manapun gadis itu bergerak.


"Hebat apanya? dari tadi kamu juga hanya menjadi pendengar setianya kak Nabilla penuh dengan decak kagum padanya," imbuh Celia.


"Hebat membuat anak," sahut Reno frontal justru Celia lebih mengerti dengan bahasa harafiah ketimbang bahasa penuh istilah yang tidak mampu dicernanya.


Ia terdiam beberapa saat karena tubuhnya langsung menegang." Kenapa sayang? apakah kamu baru mengerti melihat tanda polkadot merah pada kakak iparmu itu yang artinya mereka sedang melakukan ritual hubungan intim," jelas Reno lagi dan kali ini tubuh Celia terhuyung ke belakang dengan nafas memburu diikuti dadanya kembang kempis tak karuan.


Pasalnya ia mulai mengerti arti kata main itu adalah hubungan suami-istri di atas ranjang atau melakukan penyatuan tubuh. Karena selama di pesantren saat duduk di bangku SMA kelas 12 di materi agama ada penjelasan tentang hubungan suami-istri dijelaskan tanpa ada kata main di dalamnya.


"Pergilah! menjauh dariku! kamu saat ini sedang berpikiran mesum padaku dan aku bukan obyek fantasi liarmu itu.


Terimakasih, sudah memberitahuku arti sebenarnya kata main untuk suami istri, jadi aku tidak terlihat memalukan di depan orang dewasa saat membahas yang begituan. Permisi...!" ucap Celia tegas dengan raut wajah yang sudah tak sepolos tadi membuat Reno kalang kabut sendiri mendekati gadis itu yang sudah membuatnya jatuh cinta.


"Maafkan aku Celia! aku hanya menggodamu saja bukan berniat buruk padamu," ucap Reno mode serius.


Celia yang tidak ingin berurusan lagi dengan Reno, meninggalkan Reno di ruang makan dan segera kembali ke kamarnya. Sementara Arland sedang duduk berdua di pinggir kolam renang sambil sesekali mencuri pandang pada Nadin.


"Apakah kamu sudah punya pacar Nadin?" tanya Arland.


"Belum Arlan," jawab Nadin.


"Berarti aku punya kesempatan untuk kembali lagi padamu?" tanya Arland.


"Emangnya kamu sudah punya nyali untuk berhadapan dengan bang Reno dan bang Wira?" ledek Nadin karena Arland tidak berani menjalin hubungan serius dengan Nadin karena nyalinya tidak cukup untuk menghadapi dua Abangnya Nadin yang merupakan sahabatnya sendiri.


Degggg....