Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
224. Keberanian Syakira


Mengetahui jika dirinya menjadi incaran seorang senator karena hartanya, membuat Syakira ingin bertemu dengan orang itu secara terang-terangan. Keinginannya itu di sampaikan kepada suaminya ketika sedang menyantap sarapan pagi.


"Sayang."


"Hmm."


"Apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?" tanya Syakira.


"Katakan...! Apa yang kamu inginkan, sayang? Akan aku penuhi asalkan itu permintaan yang logis," ucap Adam.


"Sederhana tapi penuh resiko. Dan itu yang kuinginkan," sahut Syakira.


Adam memelankan kunyahannya lalu menatap wajah istrinya yang tampak serius." Apa itu?" tanya Adam berharap Syakira tidak meminta hal yang aneh-aneh padanya.


"Bertemu dengan senator," tegas Syakira.


Hampir saja Adam tercekik dengan makanan yang baru lolos di tenggorokannya. Namun sekilas kemudian ia ingin tahu lebih lanjut niat gila istrinya.


"Dia menginginkan nyawaku untuk mendapatkan tujuannya. Bagaimana kalau aku muncul di depannya dan menanti reaksinya. Aku ingin menantangnya dan aku tidak ingin menunggu kematianku seperti seorang pengecut," ucap Syakira.


"Baiklah. Tapi, aku harus menyampaikannya pada daddy dan mommy. Mommy pasti lebih tahu apa yang harus kita lakukan," ucap Adam.


"Baiklah. Semoga mommy menyetujuinya. Aku ingin mendatanginya saat dia sedang melakukan orasi di tengah para pejabat publik. Aku rasa dia tidak berdiri sendiri untuk melenyapkan aku. Pasti ada pejabat yang lain mendukung keinginannya untuk menghabisi aku," ucap Syakira.


"Itu sudah pasti sayang. Sebenarnya banyak sekali pemimpin dunia yang tampil bak pahlawan untuk merebut hati rakyatnya, tapi kita tidak tahu dibalik wajah lugu dan kharismatik mereka tidak lebih dari seekor binatang buas yang habis-habisan memburu para mangsanya yang tidak bersalah lalu tampil di depan rakyatnya dengan senyum tulusnya sebagai pencitraan," ucap Adam.


"Bagaimana kalau kita buka kedoknya. Bukankah kalian memiliki rekaman pengakuan pembunuh bayaran itu?" tanya Syakira seraya mengambil gelas minumannya.


"Bagaimana kamu bisa memiliki ide brilian itu?" bangga Adam pada istrinya.


"Menikah dengan keluarga agen rahasia, aku jadi tertular untuk melakukan sesuatu yang berguna selain dengan uangku. Selama ini aku hanya bersembunyi di balik para bodyguard, petugas polisi dan orang-orang yang rela mati demi diriku.


Tapi, aku sedikitpun tidak memikirkan caraku untuk bisa berhadapan dengan musuhku. Jika takdir hidup kita ditangan Allah, kenapa kita tidak mencoba untuk mendapatkan cara yang layak untuk mati?" ucap Syakira percaya diri.


"Sayang. Untuk membuatmu hidup saja, ada yang rela memberikan ginjalnya padamu. Dan sekarang kamu ingin mengantarkan nyawamu sendiri padanya?" keluh Adam.


"Apakah dia berani membunuhku di depan banyak orang? Tidak usah kuatir suamiku. Semakin kita bersembunyi, dia akan terus menerus menteror hidup kita. Uang lebih berkuasa daripada pemilik kekuasaan.


Aku bisa saja meminta orang lain untuk membunuhnya dengan bayaran tertinggi karena uangku mampu menyelesaikan segalanya," ucap Syakira dengan darahnya makin mendidih.


"Apakah kamu sekarang sudah menjadi seorang istri psikopat?" ledek Adam.


"Karena mommy yang mengajariku seperti itu. Lingkaran hidup kita pasti ada saja kedengkian dari penguasa jika kita memiliki sesuatu yang tidak ia punya. Segala cara akan ia tempuh untuk mendapatkan milik kita.


Mempertahankan apapun yang kita miliki hingga titik darah penghabisan jauh lebih terhormat daripada mengalah seperti seorang pecundang. Termasuk mempertahankan suamiku dari incaran wanita lain," ucap Syakira membuat Adam menyeringai.


"Baiklah. Pasti mommyku setuju dengan niatmu itu. Mari kita berpetualang istriku!" ajak Adam optimis.


...----------------...


Setelah berdiskusi dengan kelurga besar, Adam mendapat dukungan penuh dari keluarganya yang ikut ambil bagian dari misi ini. Mereka semuanya berangkat kecuali Nada dan Cintami yang harus menjaga si kembarnya Bunga.


Keluarga itu berangkat ke Amerika dan menginap di kediaman Nada. Kebetulan Ghaishan juga ikut. Hanya Daffa dan Arsen tetap stay di Jakarta. Nabilla sudah menghubungi Mr. M untuk mendapatkan ijin dari kesatuannya itu untuk menjalankan misi. Begitu pula dengan Adam yang sudah mengantongi izin dari bosnya Tuan Roy.


"Dua hari lagi senator Ferguson akan kampanye di salah satu lapangan terbuka di Amerika," ucap El yang meretas jadwal kegiatan senator Ferguson.


"Sepertinya lebih menarik jika aku ikut dalam acara itu sebagai bintang tamunya," ucap Syakira.


"Apakah kamu yakin sayang bisa melalui ini semua?" tanya Adam ragu.


"Sudah sejauh ini, mana mungkin aku mundur," ucap Syakira.


Dua hari kemudian, Nabilla mempersiapkan Syakira agar gadis ini harus memiliki mental baja dengan perlengkapan baju anti peluru.


"Tetap tenang dan jangan merasa terancam. Lakukan seperti yang mommy ajarkan. Jangan memperlihatkan kelemahanmu di depan musuh sekalipun kamu terjebak karena ketakutan kita menjadi kekuatan baginya. Bunuh dia jika dia yang memulai duluan. Jika kamu duluan bertindak kamu dianggap pembunuh," nasehat Nabilla disanggupi oleh Syakira.


"Siap mommy."


"Kamu dan Adam masuk duluan menemui tuan Ferguson. Kami akan mengawasi kalian. Fokus pada tujuan dan jangan terperdaya dengan fans kamu karena penjahat lebih mudah membunuhmu.


Jangan menerima apapun yang diberikan fans bisa jadi ada sesuatu yang ada di dalamnya dan itu bisa membuat kamu terbunuh," ucap Nabilla mewanti-wanti menantu pertamanya itu.


"Baik mommy. Syakira ingat semua nasehat mommy," ucap Syakira dengan penampilan barunya yang terlihat sangat anggun karena mengenakan hijab ditutupi lagi dengan topi fashion.


Jalanan terlihat sangat ramai karena kota itu sedang dilanda kampanye pemilu yang akan disampaikan oleh setiap perwakilan partai yang terpilih untuk maju di periode kepempimpinan negara yang akan datang.


Terlihat senator Ferguson sedang melakukan orasi dengan berbagai programnya yang akan menjadi janji manisnya demi mendapatkan suara rakyat nantinya.


Syakira menemui tim kampanye yang sedang menyelenggarakan acara lain seperti menghadirkan penyanyi terkenal untuk menghibur penonton. Beberapa diantara mereka sangat kaget melihat kedatangan Syakira dengan penampilan yang berbeda.


"Syakira..? Benar kamu Syakira-kan?" tanya panitia acara.


"Benar ini aku Syakira. Aku ingin memberikan kejutan untuk senator Ferguson. Apakah aku boleh tampil setelah artis Emily menyanyi?" tanya Syakira.


"Tentu saja boleh. Senator pasti senang karena kamu bisa ikut partisipasi di acara akbarnya ini," timpal ketua panitia yang tidak tahu tentang permainan Syakira.


"Selamat sore semuanya....! Selamat sore tuan Ferguson..!" ucap Syakira pada senator yang belum menyadari adanya Syakira yang sedang tampil di atas panggung saat ini adalah Syakira.


"Apa kabar tuan senator kita yang hebat...! Mana tepuk tangannya...?" ucap Syakira yang membuat histeris penonton yang sudah lama kehilangan sosok Syakira pasca sembuh dari sakit.


"Bos. Itu penyanyi Syakira bos!" ucap asistennya tuan Ferguson yang seketika syok.


"Apaa...? Dia ada di sini..?" tanya tuan Ferguson hampir tidak percaya.


"Tuan Ferguson. Saya dengar anda sedang mencari saya hingga ke Jakarta. Apakah sebegitu rindunya anda pada saya hingga menyuruh orang lain untuk menjemput saya?" sarkas Syakira ingin mempermalukan tuan Ferguson yang terperangah.


"Apakah tuan sedang membutuhkan dukunganku berupa materi demi menjadi penguasa?" tanya Syakira lagi dengan kata-kata menohok.


"Apa yang kalian tunggu? Bunuh wanita itu dan orang akan mengira yang membunuhnya bukan kita melainkan orang lain yang sedang memburu wanita itu!" titah tuan Ferguson.