Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
185. Kata Terakhir


Luka di lengan Adam sudah semakin membaik. Pria ini harus mendapatkan perawatan sampai pulih sebelum kembali ke Indonesia. Sementara Syakira masih tenggelam dalam kesedihannya karena merasa hidupnya kini sebatang kara.


Teman satu-satunya saat ini hanyalah Chery, di mana ia bisa berbagi apa saja walaupun kucing itu hanya bisa menjawabnya dengan mengeong, menciumnya bahkan mengibaskan ekornya untuk menghibur majikannya yaitu Syakira.


"Cherry. Apakah kamu tidak merindukan, Adam, hmm?!" tanya Syakira pada binatang peliharaannya.


"Meong...!"


"Apakah dia tidak ingin menemui kita lagi, hanya untuk mengatakan salam perpisahan pada kita?" Syakira mengelus lembut kepala Cherry yang hanya bisa memejamkan matanya merasakan sentuhan kasih sayang dari Syakira.


"Jangan terlalu berharap sesuatu yang terlalu tinggi mommy! Itu hanya akan membuatmu kecewa dan terluka," ucap Chery dalam hatinya.


"Apakah kita harus mulai bekerja di perusahaan daddyku, sekarang? Tapi, rasanya tidak sama lagi seperti hari kemarin, Chery. Apakah aku yang salah atau waktu yang salah karena telah mempertemukan kami berdua?" lagi-lagi Syakira hanya bisa menarik nafas berat.


Walaupun Syakira seorang penyanyi, namun ia juga merupakan lulusan sarjana manajemen bisnis. Jadi, gadis ini tidak buta dengan dunia bisnis.


Tapi, untuk sekarang ini ia memilih orang kepercayaannya yang merupakan asisten ayahnya dulu yang sudah disingkirkan oleh tuan Stainer ke California. Syakira meminta lagi Tuan Alex mengambil alih perusahaan itu dibawah pengawasan langsung oleh Syakira.


Di perusahaan besar itu, di mana Syakira saat ini menjadi satu-satunya pemilik perusahaan kilang minyak milik keluarga ibunya dan sekarang ia yang harus meneruskan kerajaan bisnis itu.


"Nona Syakira! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, nona!" ucap sekertaris Nicole melalui sambungan interkom.


"Siapa?" tanya Syakira.


"Dia tidak ingin menyebutkan namanya, nona," sahut Nicole.


"Apa jangan-jangan tamu itu adalah Adam..," tebak Syakira tersenyum dengan raut wajah berbinar cerah.


"Suruh dia masuk!" titah Syakira sambil merapikan lagi penampilannya agar terlihat menarik. Sejak Adam menegurnya untuk mengenakan pakaian yang sopan dan riasan wajah dengan make-up yang lembut, Syakira tidak pernah melupakan saran baik dari Adam demi kebaikannya itu. Ia benar-benar menjaga tampilannya agar terlihat seperti seorang wanita terhormat.


Adam mengetuk pintu itu terlebih dahulu lalu membuka pintu itu dengan sekali sentak. " Selamat siang Syakira!" sapa Adam hangat.


Wajah cantik Syakira terlihat salah tingkah namun ia berusaha mengendalikan perasaannya agar tidak terlihat konyol di depan Adam.


"Siang Adam. Aku kira kamu sudah melupakan aku dan sudah kembali ke tanah airmu," ucap Syakira apa adanya.


"Tamu yang sopan itu harus mengutamakan adab. Datang dengan baik dan pulang juga harus pamit dengan baik. Apakah aku tidak diijinkan untuk bertemu denganmu?" tanya Adam terlihat bersahabat, namun Syakira menginginkan lebih dari itu.


"Wah...!aku tersanjung sekali dengan ucapanmu itu, Adam. Apakah itu bagian dari ajaran agamamu?" tanya Syakira sambil menggerakkan tangannya untuk mempersilahkan Adam duduk di sofa di ruang kerjanya saat ini.


"Kami mengamalkan adab terlebih dahulu daripada ilmu. Saat seseorang menjaga adabnya dengan baik, maka ilmu pengetahuan yang ia dapatkan menjadi bermanfaat untuknya karena dia tahu cara mengamalkan ilmu itu dengan penuh rasa syukur," jelas Adam.


"Adam. Bersama denganmu hampir satu bulan ini, aku selalu memperhatikan sikap dan juga tutur katamu yang sangat santun. Aku merasa ketenangan setiap kali kamu menyanyi di pagi hari(mengaji). Suaramu lebih merdu dari suaraku. Nyanyianmu lebih menyentuh hatiku hingga menyusup ke dalam jiwaku.


"Itu adalah bahasa Al-Quran. Siapa yang tidak tersentuh dengan kalimat indah yang Allah ucapkan sendiri untuk kekasihnya Rasulullah melalui malaikat Jibril agar bisa di sampaikan ke seluruh umat manusia di dunia ini. Jika ada manusia yang tidak tersentuh dengan ayat Alqur'an, itu berarti hidayah belum hadir di dalam hatinya," sahut Adam.


"Apa itu agama Islam, Adam? Bolehkah kamu menjelaskan sedikit tentang agamamu padaku?" tanya Syakira.


"Islam artinya tunduk dan patuh pada ajaran Allah yang disampaikan kepada Rasullullah untuk diamalkan secara sempurna oleh umat Islam. Agama ini hanya percaya satu Tuhan yaitu Allah, tidak ada yang lainnya. Dan kami juga percaya pada pembawa agama ini yaitu RosulNya adalah Mohammad Saw. Itu bisa dibuktikan dalam(QS. Al-imran ayat 18)


Orang yang memeluk agama Islam di sebut muslim dan muslimah. Jadi, ada orang Islam yang salah mengamalkan agamanya berarti salahkan pelakunya bukan ajaran agamanya," jelas Adam.


Satu pertanyaan yang diajukan oleh Syakira dijelaskan panjang lebar oleh Adam. Gadis ini nampak manggut-manggut merasa setiap kalimat yang disampaikan oleh Adam tidak asal bicara namun bisa dibuktikan dengan dalil-dalil yang tercantum dalam Al-Qur'an maupun hadits. Dari situ, Syakira mulai jatuh cinta dengan Islam melalui lisan Adam.


"Apakah Allah itu mengampuni dosa setiap hambaNya? Apakah Allah benci dengan orang yang melakukan dosa?" tanya Syakira.


"Allah mengampuni dosa hambaNya walaupun dosa itu sebanyak buih di lautan, jika hambaNya datang dengan segala kerendahan dirinya meminta ampunan dariNya, maka Allah akan ampuni.


Allah tidak membenci pada pelaku dosa. Justru Allah marah manusia tidak melakukan dosa. Karena dengan dosa manusia menyadari betapa hina dirinya dan mau mendatangi Allah dalam keadaan hatinya terhimpit karena takut akan azab neraka.


Justru Allah murka pada orang yang sombong dengan amal baiknya, menganggap dia yang paling bersih dari dosanya. Dan senang menghina para pendosa," ujar Adam.


"Apakah itulah sebabnya kamu tidak membenciku dan juga tidak menyukai aku, Adam?" tanya Syakira.


Ditanya seperti itu membuat Adam tidak tega pada Syakira. Tapi ia juga tidak ingin memberi harapan kosong pada gadis ini.


"Syakira. Ada kalanya kita membangun sebuah hubungan penuh dengan perjuangan dan air mata untuk memastikan apakah kita benar-benar mencintai orang itu atau hanya sebuah obsesi semata. Itulah mengapa orang selalu bercerai ketika usia pernikahannya yang hanya sebentar karena dia hanya mengikuti nafsunya saja bukan nalurinya. Dan aku tidak mau hubungan kita itu hanya terbawa suasana bukan karena cinta sesungguhnya," ujar Adam bijak.


"Apakah kita harus memastikan dulu perasaan cinta kita dengan seiringnya waktu?" tanya Syakira.


"Hmmm!"


Adam membenarkan rambut Syakira dan menatap mata abu milik Syakira.


"Jika ada lelaki baik yang datang kepadamu dan melamarmu, mintalah petunjuk pada Tuhan yang memberikan belaian jiwamu untuk menemani hari tuamu. Insya Allah, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kamu miliki. Hanya Tuhan, sebaik-baiknya pemberi janji. Itu yang dijanjikan Tuhanku Allah pada hambaNya yang memohon siapa pemilik hatinya," imbuh Adam.


"Apakah jawaban doamu tentang jodoh dari Tuhanmu itu, bukan aku orangnya, Adam?" tanya Syakira membuat adam terperangah.


Duaaarrr...


"Ya Allah. Kenapa gadis ini cerewet sekali? Kenapa dia menanyakan sesuatu yang sulit aku jawab? Tolong aku ya Allah! Agar lisanku ini tidak membuat kesalahan dalam berucap," batin Adam sambil memejamkan matanya sementara Syakira menunggu jawaban Adam.


......................


Vote dan likenya cinta please!