Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
249. Kenekatan Nada


Teriakan para jamaah umroh di dalam bus itu meraung tak karuan. Rasa panik dan juga tak rela pasrah jika hidup mereka akan berakhir tragis dalam bus yang mereka tumpangi itu.


Mereka juga bingung harus berteriak minta tolong pada siapa saat ini karena mereka sedang berada diantara gurun batu yang hanya terlihat unta-unta liar yang sedang berkeliaran dari kejauhan tanpa pemilik maupun pengembala nya. Hanya Allah satu-satunya yang mereka minta pertolongan.


Ada yang sudah tidak sadarkan diri karena syok bercampur pingsan disebabkan laju bus menukik tajam mengikuti alur jalan yang tak berkelok untuk membuat bus itu berhenti.


Padahal bus yang lain sudah menghindar dan memilih berhenti, takut terkena imbas dari bus yang mengalami rem blong itu. Hanya bus-nya rombongan kelurga Amran yang di pinta Nada untuk terus mengikuti bus naas itu.


Semua jagoan Amran nampak berdiri di depan bus itu untuk melihat bus naas yang terus saja melaju. Adam, El, Daffa, Ghaishan dan Amran sedang berpikir keras untuk menyelamatkan bus itu dengan bus mereka tapi itu tidak mungkin karena mereka membawa orangtua jompo dan bayi serta anak-anak.


Nada perlahan turun menuju pintu keluar sambil meminta sang sopir untuk membuka pintu. Wanita cantik ini siap melakukan misi berbahaya tanpa meminta ijin pada suaminya yang tidak begitu memperhatikan istrinya karena sibuk menatap bus yang melaju kencang itu.


"Biar aku yang menyelamatkan bus naas itu...!" ucap Nada seraya berdoa memohon pertolongan Allah.


"Nada....!" pekik Nabilla dan Amran bersamaan kala melihat putrinya bisa melayang ke udara seperti pendekar wanita Cina di film-film laga yang mereka tonton.


Beruntunglah kelurga yang lain nampak terlelap dalam mimpi indah mereka karena itu yang diinginkan Nada agar keluarganya yang lain tidak banyak tahu tentang kekuatan barunya.


"Sayang...! Bagaimana bisa Nada bisa terbang dengan lari ke atas udara?" tanya Amran syok seakan sedang berada di alam mimpi.


"Wallahu a'lam...!" sahut Nabilla yang masih belum mengerti dengan kekuatan baru putrinya itu entah dari siapa dan bagaimana bisa dimiliki oleh Nada.


Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan apa yang dilakukan Nada untuk menghentikan bus naas itu. Sementara bus milik mereka terus mengikuti dari belakang agar tidak ketinggalan jejak dan juga ingin mengetahui kelanjutan adegan yang mendebarkan itu.


Dengan secepat kilat, kini Nada sudah mendahului bus naas itu untuk menahan bus itu dengan kekuatan super yang ia miliki. Dengan kedua tangannya ia menahan Bus itu sambil membaca doa dan memohon pertolongan Allah.


"Ya Robb. Jangan biarkan mereka mati terhina dalam bus naas ini...! Dan ijinkan hamba untuk menyelamatkan nyawa mereka...!" pinta Nada seraya mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menghentikan laju bus.


Tiba-tiba saja bus berhenti seketika. Dalam waktu bersamaan, penumpang bus yang terdiri dari jamaah umroh itu bergeming dengan nafas memburu lagi pucat. Rasa syok itu tergantikan dengan rasa nyaman dan aman.


"Hah....?! Bagaimana bisa bus-nya berhenti?" tanya mereka bersamaan. Sang sopir segera mematikan mesin mobil dan menarik rem tangan walaupun ia tak yakin busnya akan berhenti begitu saja dengan apa yang ia lakukan.


Untuk mengelabui para penumpang bus itu, bus dari keluarga Amran sudah tiba di situ dan para pangeran pemberani turun dari bus dan menahan bus itu menggantikan Nada yang langsung di peluk oleh suaminya.


"Turunlah....!" titah sang sopir pada penumpangnya.


Mereka berbondong-bondong turun dari bus itu dengan tenaga yang tersisa, tapi hati terasa lega. Sang sopir turun bersama rekannya. Dua orang muthowif memastikan dulu jamaah umroh yang masih sehat dan sangat syok.


Rata-rata dari mereka adalah orangtua yang sudah sepuh yang harus mendapatkan perawatan serius. Ada dua orang dokter di rombongan itu yang siap melakukan tugas mereka memeriksa keadaan jamaah yang syok berat itu terlebih dahulu sebelum di evakuasi keluar.


Mobil ambulans dan bus pengganti dari armada yang sama tiba juga di lokasi tersebut. Nabilla dan Amran menghampiri Nada yang sedang di peluk oleh Ghaishan.


"Saya baik-baik saja mommy! Aku ingin ke bus sekarang..!" pinta Nada yang terlihat tenang seakan tidak terjadi apa-apa pada dirinya.


"Sayang. Kamu berhutang penjelasan pada mommy dan Daddy. Jelaskan semuanya nanti setelah kita tiba di Madinah. Kamu paham?" tekan Amran.


"Iya dad."


Setelah bus itu ditangani oleh otoritas setempat, keluarga besar Amran melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju Madinah yang tinggal dua jam lagi. Ghaishan tidak ingin menganggu istrinya yang sedari tadi masih terdiam seakan sedang merenung.


"Apakah kamu tahu sesuatu tentang putri bungsu kita?" tanya Amran yang masih penasaran dengan kekuatan super yang dimiliki oleh Nada.


"Bagaimana aku mau tahu, jika putrimu sendiri tidak memahami dirinya yang memiliki kekuatan. Dia juga butuh waktu untuk menemukan jawabannya sendiri bagaimana kekuatan itu ia miliki," ucap Nabilla.


Jauh di dalam hati kecilnya Amran, ia sangat bangga dengan keberanian putrinya yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menolong orang lain dengan kekuatannya entah itu berasal dari mana.


"Ya Allah. Terimakasih atas Anugerah Mu yang tak terhingga untukku karena di karuniai semua anak yang super hebat. Entah kebaikan apa yang aku perbuat hingga aku bisa mendapatkan hak istimewa itu dari Engkau.


Aku hanya bisa bersyukur kepadaMu ya Allah dengan rasa syukur ku yang tak terhingga kepada-Mu. Semoga kekuatan putriku di manfaatkan olehnya untuk kemaslahatan umat di dunia ini," batin Amran sambil menahan tangis harunya untuk kebahagiaan mereka hari ini karena bisa menolong para jamaah umroh yang ada di bus naas itu.


Walaupun menegangkan namun mereka merasa sangat lega bisa melihat jamaah umroh itu semuanya selamat.


Sang sopir yang tadi menyaksikan juga kehebatan Nada, ingin sekali bertanya pada kedua orangtuanya Nada namun mulutnya seakan terkunci. Sepertinya ia di suruh untuk bungkam kepada semua orang.


Sementara jamaah umroh yang tadi selamat menanyakan kepada sopir mereka bagaimana bisa mereka tumpangi bisa berhenti tiba-tiba.


"Tuan. Bagaimana anda mengendalikan bus itu hingga bisa berhenti?"


"Semuanya atas kehendak Allah jika ajal kita belum datang. Pertolongan Allah selalu datang di waktu yang tepat. Jadi, perbanyaklah amal shalih agar kita selalu mendapatkan rahmat-Nya," ujar sang sopir dengan pemikirannya yang logis agar jamaah umroh itu kembalikan keselamatan mereka tadi kepada Allah SWT.


"Benar juga ya Tuan. Semua yang terjadi hari ini atas kehendak Allah. Hanya saja, kenapa bus ini mengalami rem blong? Apakah tuan tidak memeriksa dulu keadaan mesin mobil sebelum kita berangkat?" tanya salah satu jamaah umroh.


"Itu sudah pasti tuan. Saya tidak mungkin membawa bus yang akan mencelakakan penumpangnya. Kalau ini memang sudah bagian dari musibah, saya bisa apa?" balas sang sopir yang tidak ingin disalahkan.


"Baiklah. Kami mau melanjutkan perjalanan kami ke Madinah."


Tiba di kota Madinah, rombongan keluarga Amran menempati kamar mereka masing-masing karena harus beristirahat. Nada mengambil bayi kembarnya dari keluarganya untuk disusui-nya.


Ghaishan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya apa yang terjadi kepada istrinya. Nada menjelaskan semuanya dari awal ia bertemu molly lalu bermimpi tentang Molly dan sempat bertemu lagi dengan Molly walaupun hanya delusi.


Ghaishan berusaha memahami cerita istrinya walaupun terasa tidak masuk akal tapi kenyataannya ia melihat sendiri bagaimana istrinya menjadi super Hero yang tidak hanya menjadi bagian agen rahasia FBI yang mengandalkan kekuatan dan kecerdasan dalam menumpas kejahatan. Tapi, dia juga memiliki kekuatan supranatural yang tidak bisa diterima oleh nalar manusia biasa.