Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
60. Kesedihan Arsen


Semua anggota keluarga inti sudah mengambil tempat mereka masing-masing. Ketiga bayi milik pasangan Amran dan Nabilla, nampak tenang dalam dekapan tiga laki-laki tampan yang tak lain adalah Amran, kakek Abdullah dan tuan Rusli. Hanya tuan Recky yang tidak bisa menyentuh salah satu cucunya karena ia tadi terjebak macet jadi terlambat bergabung diantara King itu.


Diantara para ratu yang duduk bersama adalah Nabilla, nyonya Ambar, nenek Anisa, dokter Mariska, Nadin dan Celia yang mulai menyimak ayat suci yang sesaat lagi akan dilantunkan oleh Arsen, putra semata wayangnya tuan Wira.


Lantunan ayat suci yang baru diawali dengan ta'auz saja sudah membuat para tamu undangan itu begitu terkesima. Pria kecil nan tampan berusia 9 tahun itu merupakan anak didiknya Nabilla yang telah membimbing langsung Arsen saat itu. Kini Arsen sudah menjadi seorang hafidz.


Bukan hanya Hafizh, tapi dia juga sudah menghafal tafsir 30 juz Alquran karena belajar nahu shorof dan juga bahasa Arab karena Nabilla sengaja melakukan interaksi dengan Arsen menggunakan bahasa Arab saat masih bersama dulu. Arsen yang juga seorang anak yang jenius tentu saja cepat memahami apa yang diajarkan Nabilla.


Surah yang dibacakan oleh Arsen saat ini adalah (Q.S Luqman ayat 10-20). Ketika usai membaca surah yang ke 14, Arsen yang memahami arti surat itu berhenti sesaat karena kerongkongannya tiba-tiba terasa tercekat karena air matanya tidak mampu lagi ia bendung saat mengingatkan dia pada mendiang ibu kandungnya. Yang mana arti ayat itu adalah sebagai berikut :


"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.


Semua tamu yang mengerti tangis Arsen karena setiap ayat yang dibacakannya itu langsung diartikan oleh Celia. Melihat anak piatu yang selama ini sangat merindukan sosok ibu, membuat Nabilla sangat mengerti perasaan Arsen saat ini.


Nabilla beringsut berdiri menghampiri putra angkatnya itu dengan perasaan yang sudah tidak karuan. Arsen yang tadi tertunduk sibuk mengemas air matanya mengangkat wajahnya saat Nabilla sudah ada di sampingnya.


"Mamiii....! Arsen kangen sama bunda," ucap Arsen sambil terisak dengan suara bergetar hebat.


Nabilla yang juga baru bertemu dengan ibunya walaupun hanya melalui mimpi, sontak makin terenyuh dan memeluk Arsen ketika pria kecil itu menjadikan dirinya untuk menumpahkan kepedihannya karena rindu pada mendiang ibunya.


Adegan haru itu mampu menghipnotis para tamu undangan yang menangis berjamaah tanpa kenal usia dan gender. Siapa manusia di dunia ini yang tidak akan tersentuh hatinya bila mengenang sosok seorang ibu. Pasti semua orang akan meneteskan air matanya jika berkaitan dengan ibu, baik yang masih ada maupun yang sudah meninggal karena mereka berasal dari rahim seorang ibu.


"Sayang. Teruskan bacaanmu dan nikmatilah tiap ayatnya sebagai penghiburmu. Bundamu pasti bangga melihat kamu menjadi anak yang Sholeh," ucap Nabilla dengan suara yang juga ikut bergetar.


Percakapan keduanya terdengar langsung oleh tamu karena mikrofon saat ini masih dalam keadaan on." Mau baca berdua sama mami?" tawar Nabilla yang langsung diangguki oleh Arsen karena dulu mereka suka melakukannya bersama.


Jadilah hari itu seperti perlombaan MTQ tingkat internasional. Pembagian suara satu dan dua oleh Nabilla dan Arsen menciptakan atmosfer menakjubkan tersendiri yang mampu membuat para tamu dan anggota keluarga merinding dengan suara merdu keduanya yang menyentuh hati dan jiwa.


Wajah Amran yang terkesiap mendengar suara istrinya yang sangat merdu yang mampu mengundang awan sekitar area itu tiba-tiba mendung yang sebelumnya cukup terik dengan membawa angin berhembus lembut membelai wajah-wajah bersih nan suci diantara para anak yatim-piatu yang ikut menangis karena hidup mereka yang lebih malang daripada Arsen.


Jika menjumpai saat orang membaca Alquran dan melihat awan yang tiba-tiba mendung, yakinlah bahwa malaikat sedang turun berbondong-bondong untuk ikut mendengarkan manusia yang sedang membaca Alquran penuh penghayatan.


Begitu pula dengan Wira yang sedari tadi tertunduk sedih sambil mengusap wajahnya yang sedang ditenangkan oleh Arland dengan mengusap punggung Wira tanpa mengucapkan sepatah katapun pada duda tampan itu.


"Masya Allah baby," desis Amran penuh kekaguman setelah Nabilla dan Arsen menyelesaikan bacaan mereka dan Celia langsung mengartikan ayat ke 20 yang dibacakan keduanya.


Arsen dan Nabilla saling menatap setelah menyelesaikan bacaan mereka dan Arsen mengambil tangan kanan Nabilla lalu menciumnya penuh takzim.


"Terimakasih mami! sudah mengenalkan cinta Allah pada Arsen melalui surat cintanya yang selalu mengobati kerinduan Arsen pada Allah dan Rasulullah yang sudah berjuang membawa firman Allah ke dunia ini sebagai petunjuk bagi manusia untuk diamalkan manusia di dunia ini," bisik Arsen ditengah isakannya.


"Jadikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah karena engkau akan selamat di dunia ini, sayang," nasehat Nabilla mengulangi hadist Rosulullah untuk umatnya.


Namun sayang, masih banyak diantara kita yang lalai akan kewajiban itu. Merasa paling hebat apa yang dia upayakan di dunia ini. Padahal dengan kita membaca Alqur'an itu setiap hurufnya sudah mengugurkan dosa. Tapi sangat sedikit yang tahu manfaatnya.


Bagaimana mungkin manusia yang mengaku cintanya pada Allah tapi tidak satu ayat pun yang ingin ia bacakan di dalam Al-Qur'an itu.


Setelah menenangkan Arsen dan suasana haru berangsur membaik, Nadin melanjutkan dengan membacakan acara lain yaitu ceramah yang akan di sampaikan oleh seorang penceramah yang tentu saja hadir di tengah mereka seorang ustadz kondang yang sengaja diundang oleh tuan Abdullah yang merupakan salah satu jamaahnya ustadz tersebut. Ceramah yang membedah tafsir 10 ayat dari surah Luqman yang tadi di bacakan oleh Arsen.


Setelah sekian rangkaian acara itu dilalui oleh pengisi acara, kini ketiga bayi Amran siap di aqiqah dengan memotong rambut mereka sebagai syarat untuk digunduli secara bersamaan nantinya. Usai acara para tamu dipersilahkan menikmati hidangan bersama anak yatim.


Arsen menghampiri ayahnya yang sedang tafakur sendirian disudut taman sambil melihat ikan yang berebutan plankton di dalam kolam ikan itu sebagai makanan tambahan mereka.


"Baby...!" Wira melebarkan lengannya agar putranya masuk ke dalam pelukannya. Keduanya menangis bersama karena merindukan sosok wanita anggun yang telah meninggalkan mereka untuk selamanya.


Sementara itu, Nabilla juga yang melihat ayahnya duduk sendirian di atas balkon lantai dua, setelah memberikan cucunya pada istrinya Mariska, membuat gadis ini menghampiri ayahnya yang saat ini berdiri membelakanginya.


"Ayah....!" panggil Nabilla lirih.


Tuan Rusli tersentak sambil memejamkan matanya karena ia sudah kenal suara merdu putrinya. Ia lalu membalikkan tubuhnya secara perlahan untuk memberanikan dirinya berhadapan dengan putrinya.


Nabilla yang sengaja melepaskan cadarnya agar ayahnya bisa melihat ekspresi wajahnya saat ini yang sedang terbalut sendu." Nabilla..!" sapa tuan Rusli mencoba untuk menarik kedua sudut bibirnya dengan mata yang sudah terasa sangat panas saat ini.


Hawa haru dari bacaan Alquran yang dilantunkan Nabilla dan Arsen tadi masih membekas di hati setiap orang termasuk tuan Rusli.


"Suaramu sangat bagus Nabilla. Suara mu Itu mengingatkan ayah pada ibu mu saat pertama kali ayah bertemu dengan ibumu di sebuah acara yang digelar oleh kedutaan Indonesia di Amerika. Karena saat itu ibumu yang ditunjuk sebagai Qoriah. Ayah jatuh cinta pertama kali padanya melalui suaranya.


Saat itu, tidak ada pria manapun yang melirik ibumu di acara itu karena mereka merasa wanita bercadar itu hanya menutup wajahnya yang buruk. Itulah satu kemenangan ayah yang tidak perlu bersaing dengan pria lain karena memperebutkan ibumu karena ayah tidak memikirkan wajah ibumu tapi ayah jatuh cinta dengan suaranya.


Saat ayah melamarnya pada paman dan tantenya, ibumu baru memperlihatkan wajahnya karena itu sah sebagai syarat lamaran agar seorang calon suami tidak terjebak seperti membeli kucing dalam karung.


Kami akhirnya menikah siri karena ingin menghindari zinah di negara adidaya itu. Pernikahan kami berlangsung tiga tahun karena saat itu ayah dan ibumu masih sama-sama mahasiswa. Ayah kuliah S3 dan ibumu S2," ungkap tuan Rusli menceritakan kisah cintanya dengan Hilda.


Seorang gadis keturunan blasteran Indo Arab Turki. Gadis yang juga ditolak Keluarga kakek neneknya dari pihak ayah karena alasan klise yang tidak ingin punya menantu dari negara lain.


"Lantas mengapa ayah meninggalkan ibu? apa yang terjadi?" tanya Nabilla.


Saat itu, kakeknya ayah sedang sakit parah. Ayah di suruh pulang ke Indonesia. Saat itu ayah ingin membawa ibumu serta untuk diperkenalkan kepada keluarga ayah, namun sayangnya, ibu hari itu tiba-tiba pingsan dan membuat ayah kuatir. Ternyata ibumu pingsan karena sedang mengandungmu dua bulan.


Karena wanita hamil muda tidak boleh melakukan perjalanan jauh dengan pesawat terbang, akhirnya ayah memutuskan untuk pulang sendiri dan berjanji akan kembali secepatnya untuk menjemputnya jika usia kandungannya cukup untuk melakukan perjalanan jauh ke Indonesia," lanjut tuan Rusli.


"Apakah itu adalah pertemuan kalian yang terakhir kalinya, ayah?" tanya Nabilla.


"Iya nak. Itu pertemuan kami yang terakhir kalinya. Ayah memintanya agar kelak kamu lahir akan diberikan nama Nabilla karena kami sepakat kalau bayi perempuan yang lahir, ayah yang akan memberikan nama dan sebaliknya ibumu yang akan memberikan nama jika bayi kami laki-laki," tutur tuan Rusli.


"Siapa nama yang diberikan ibu jika bayinya laki-laki?" tanya Nabilla.


"Adam. Nama yang sama kamu berikan pada putramu, nak," sahut tuan Rusli membuat Nabilla tersentak.


"Masya Allah. Ini adalah suatu kebetulan yang nyata. Aku memberikan nama putraku seperti yang diinginkan ibu kandungku," desis Nabilla haru.


Mohammad King Adam Malik.


Queenara Cintami Magnolia.


Cantika Bunga Nor Azlin.


....


like dan vote nya, cinta, please!