
Nada baru bisa mengenali wajah yang sangat mirip dengan Ghaishan. Gadis cantik itu tersenyum merekah.
"Apakah kamu yang bernama Nada, sayang?" Tanya nyonya Rosella penuh keakraban.
"Iya Tante. Nama saya Nada," ujar Nada seraya mencium tangan calon ibu mertuanya itu.
Amran langsung menyalami tuan Luciano Alkadrie sambil menyebutkan nama mereka masing-masing. Sekarang giliran nyonya Rosella yang akan menyalami saudara sepupunya Nabilla.
"Nabilla. Kita ini adalah saudara sepupu karena nenekku adalah saudara sepupunya kakek Salim. Sama seperti kamu dan Mariam," nyonya Rosella menyebutkan silsilah keluarga agar Nabilla mengetahui hubungan dirinya dan ibu dari Nada itu.
"Iya aku tahu kak. Sebelum kakek meninggal, beliau sudah menceritakan siapa Ghaishan. Aku makin senang mendengarnya karena aku masih punya banyak saudara dari bagian ibuku dari pihak kakek Salim," ucap Nabilla tersenyum lega. Lalu keduanya kembali berpelukan sebagai kerabat dekat.
"Putrimu sangat cantik. Pantas saja putraku Ghaishan tergila-gila saat bertemu pertama kali dengan Nada," puji Rosella.
"Semua keputusan ada pada Nada. Siapa yang menjadi pilihan hatinya selama itu seiman dan bukan keturunan pengkhianat negara, kami selalu mendukung hubungan ketiga putri kami ," ucap Nabilla.
"Sepertinya kita harus mempercepat pernikahan mereka supaya terhindar dari fitnah. Aku sangat suka dengan putrimu. Cantik dan jenius di tambah lagi dia seorang gadis pemberani dan itu yang paling penting saat ini karena menjadi seorang wanita itu harus kuat dan tahan banting," ucap mantan pilot itu.
Yah, nyonya Rosella adalah mantan pilot pesawat komersial saat masih tinggal di Turki. Sejak menikah dengan Luciano pria tampan berprofesi mafia IT itu kini ia harus merelakan karirnya demi membesarkan putranya Ghaishan.
"Mereka sudah terdidik dengan kesiapan mental dan fisik yang kuat. Rohani kita butuh agama yang menjadi landasan kuat sebagai pegangan hidup selebihnya fisik adalah karunia Allah yang patut kita jaga karena Allah telah memberikan berkah yang luar biasa untuk kita agar kita tidak mengkhianati apa yang sudah diamanahkan Allah dengan cara menjaga kehormatan kita sebagai wanita terhormat.
Apa artinya wanita yang tidak bisa menjaga kehormatannya jika dia hanya memikirkan kesenangan sesaat (zinah) jadi menjaga kehormatan itu penting atas nama Tuhannya, Allah SWT," timpal Nabilla.
Tidak lama kemudian, terdengar pengumuman melalui pengeras suara di area pelabuhan bandariksa yang disampaikan oleh seorang operator.
"Kepada keluarga para astronot NASA agar bersiap untuk menyambut pahlawan kita yang sesaat lagi akan siap mendarat lagi ke bumi!" ucap operator itu membuat suara gemuruh dari lautan manusia yang memenuhi ruangan besar bandariksa itu.
Bukan hanya dari keluarga para astronot saja yang hadir di tempat itu, tapi ada juga warga sekitarnya yang ingin menyaksikan langsung pesawat yang membawa pulang para astronot itu kembali ke bumi dengan selamat.
Dari titik putih yang sudah muncul di balik awan biru membuat mata para penonton menyaksikan benda putih itu memperlihatkan keperkasaannya yang turun perlahan mendaratkan tubuhnya.
Jika yang lain bersorak kegirangan menyambut kedatangan para astronot itu, namun tidak dengan keluarga Amran yang langsung sujud syukur kepada Allah atas kebesaran Allah yang mengijinkan pahlawan angkasa itu kembali dengan selamat.
Nyonya Rosella dan suaminya terharu melihat kelurga Amran yang begitu religius. Empati mereka pada calon menantu dan besan mereka makin besar.
"Papi. Ghaishan berada di tangan yang tepat. Aku rasa kita harus memiliki menantu mahal itu secepatnya. Kapan lagi kita menemukan gadis yang hampir sempurna ini," ucap Rosella tampak kagum pada saudaranya Nabilla yang mendidik putrinya Nada.
Awak media nampak siap dengan kamera terbaik mereka. Entah mau membidik gambar astronot NASA itu atau merekam momen bersejarah itu.
Namun pihak misi ruang angkasa melarang keras agar tidak ada konferensi pers saat ini karena mereka memproritaskan kelurga para astronot itu terlebih dahulu melepaskan kerinduan mereka setelah hampir sepuluh bulan berada di luar angkasa.
Berbagai macam panggilan yang disematkan kepada para astronot NASA itu dari keluarga mereka. Ada yang memanggil ayah bagi yang sudah berkeluarga dan ada juga yang memanggil putra atau putriku. Dan tidak sedikit yang masih lajang menjadi kekasih para astronot itu seperti dirinya kini.
Semuanya sudah turun dari pesawat. Hanya saja Ben yang langsung di bawa dengan brangkar oleh pihak medis yang tadi sudah datang dengan mobil ambulans. Kelurga Ben menangis haru saat mendapati Ben selamat dari misi itu walaupun keadaannya tidak baik-baik saja saat ini.
Jika semua astronot NASA itu sudah menemui keluarganya, bagaimana dengan Ghaishan yang tidak muncul juga dari balik pintu kaca tebal itu.
"Ya Allah. Mana dia? kenapa dia tidak keluar juga? apa yang terjadi?" kesal Nada yang sangat penasaran dengan sosok Ghaishan.
"Mengapa bintang utamanya belum muncul juga?" wartawan juga terlihat menanti kehadiran Ghaishan karena pria ini yang akan menjadi topik hangat yang akan mereka viralkan sebentar lagi.
"Ghaishan...!" serak Nada dengan bibir bergetar menahan bulir beningnya yang hampir luruh.
Tuan Craig yang menghampiri pintu kaca itu di tarik oleh Nada dengan kasar." Hei tuan yang terhormat..! di mana kekasihku? bukankah kau sendiri yang mengundang aku ke sini untuk menyambut kedatangannya? di mana dia, hah?!" bentak Nada berapi-api pada tuan Craig yang terlihat sedikit memundurkan kepalanya karena bentakan singa betina di hadapannya ini.
"Sabar dulu nona..!" ucap tuan Craig sambil mengangkat kedua tangannya untuk menenangkan Nada yang terlihat histeris.
"Cepat katakan! atau ku potong alat produksi keturunanmu itu!" frontal Nada jengkel.
"Lihatlah di belakangmu, nona!" pinta tuan Craig pada Nada yang tidak kuat menahan kerinduannya pada sang kekasih.
Deggggg....
Awalnya berapi-api menguar wajah kelamnya pada tuan Craig namun dalam sekejap gadis cantik itu menelan salivanya gugup kala mendengar degup langkah sepatu sang kekasih membuat Nada perlahan-lahan membalikkan tubuhnya dan tidak sabar lagi merangkul ingin merangkul sosok tampan yang nampak tersenyum padanya sambil memainkan telunjuknya naik turun dengan lirikan mata nakalnya menggoda sang kekasih.
Nada meminta ijin kepada ayahnya dengan mengatup kedua tangannya agar bisa memeluk Ghaishan saat ini. Tapi melihat wajah calon ibu mertuanya yang tak henti menatap putranya penuh kerinduan membuat Nada tidak tega pada nyonya Rosella. Ia menghampiri ibu kandungnya Ghaishan itu.
"Dibandingkan dengan aku yang akan menggantikan tugasmu sebagai ibu dari calon suamiku sebentar lagi, sepertinya Tante lebih berhak atas putramu Ghaishan karena doamu yang lebih diijabah Allah untuk keselamatan putramu.
Engkaulah yang telah mengandung dan melahirkannya. Perjuanganmu lebih dramatis untuk menghadirkan Ghaishan di bumi ini, maka sambutlah putramu Tante!" ucap Nada yang harus mengalah demi seorang ibu yang bangga atas upaya putranya menyelamatkan satelit bumi yang berada di ruang angkasa itu.
"Terimakasih putriku, Nada. Aku bangga pada Ghaishan yang begitu jeli memilih pasangan hidupnya. Wanita yang menghargai ibu mertuanya adalah wanita sukses yang akan melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia," tutur Nyonya Rosella lalu mengecup pipi Nada penuh kasih sayang.
Seakan mengerti apa yang Nada inginkan, Ghaishan memanggil nama ibunya terlebih dahulu." Mamiii...!" pekik Ghaishan begitu pintu kaca itu dibuka.
Nyonya Rosella menghamburkan tubuhnya dalam pelukan sang putra yang langsung menggendong tubuh wanita yang melahirkannya.
Momen haru itu diabadikan oleh awak media di mana jarang terjadi pria barat mau memeluk ibu mereka terlebih dahulu jika mencapai kesuksesan dalam suatu ajang pertandingan maupun keberhasilan mereka menjalankan misi mulia seperti para astronot sebelumnya.
Amran memeluk putrinya lalu berbisik.
"Suatu saat nanti kamu juga akan menjadi ibu mertua. Insya Allah. Apa yang kita tanam dari awal dengan akhlak mulia suatu saat nanti kebaikan yang sama akan kita dapatkan di hari tua kelak," nasehat bijak Amran pada putrinya.
Puas memeluk ibunya, Ghaishan memeluk ayahnya lalu Amran, kemudian mencium tangan Nabilla. Kini giliran Nada yang salah tingkah sendiri karena semua anggota keluarga sudah melepaskan kerinduan mereka pada Ghaishan. Kini gilirannya.
"Silahkan ngobrol, sayang! kami menunggumu di luar!" bisik Amran pada putrinya.
Ghaishan yang masih nakal dengan cepat memeluk Nada dari belakang saat gadis itu lengah." Apakah kamu tidak merindukan aku, hmm?" bisik Ghaishan.
"Halalkan aku dulu!" Ucap Nada yang langsung menurunkan kedua tangannya Ghaishan dari perutnya.
"Cihh...! katanya rindu tapi masih angkuh juga. Dasar... pikiranmu sulit sekali aku tebak," sungut Ghaishan membuat Nada tersenyum.
"Bolehnya cuman begini saja dulu," ucap Nada menautkan jemarinya pada jemari pangerannya.
"Sekarang saja halalnya karena aku sudah tidak sabar ingin mengigit bibirmu itu," gerutu Ghaishan membuat Nada terkekeh.
"Tuh..! minta sama pemiliknya! karena aku adalah salah satu benih unggulannya," timpal Nada sambil memberi isyarat dengan wajahnya yang mengarah pada ayahnya.
......................
Vote dan likenya, cinta please!