Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
217. Saatnya Pembalasan


Usai acara konser selesai, Syakira tidak diperkenankan untuk melayani permintaan fans, baik itu tanda tangan maupun foto bersama. Syakira hanya bisa melambaikan tangannya saat berjalan menuju mobilnya yang dikawal ketat oleh Cintami.


Walaupun Cintami sendiri mengenakan kaca mata dan masker, namun masih bisa dikenali oleh orang-orang terdekatnya termasuk Nadia. Nadia yang saat ini sedang melambaikan tangannya ingin memastikan sendiri kalau itu adalah Cintami.


"Kak Cintami...!" panggil Nadia membuat Cintami reflek menengok ke arah Nadia.


Nadia yang lupa akan dirinya yang tadi sudah mengaku Hanadiah menyodorkan tangannya ke arah Cintami.


"Kak Cintami. Ijinkan aku salaman dengan Syakira...!" pinta Nadia sambil mengatupkan kedua tangannya pada Cintami yang nampak cuek.


Dirinya merasa jika dia mendapatkan perlakuan istimewa dari Cintami sebagai bodyguardnya Syakira.


"Cepat Syakira kita ke mobil...!" titah Cintami saat mereka sudah hampir dekat dengan mobil yang dikendarai oleh Adam sendiri yang juga ikut menyamar.


Akhirnya Syakira dan Cintami sudah berhasil masuk ke dalam mobil. Syakira belum menyadari siapa yang menyetir mobil saat ini.


"Wah...! Penontonnya heboh banget kak. Mereka sampai sehisteris itu menonton konser ku. Dan mereka hafal semua laguku. Sangat keren," ucap Syakira antusias.


"Begitulah kehidupan kami di Indonesia Syakira. Kami selalu mengidolakan penyanyi luar negeri. Dan belum tentu penyanyi hebat kami dari Indonesia diterima oleh kalian dunia barat sana kecuali warga Indonesia yang bermukim di Amerika," ujar Cintami sedikit miris pada negara luar terhadap penyanyi Indonesia.


"Ehmmm...ehmm..!" tegur Adam dengan suara dehemannya.


"Perasaan aku kenal dengan suara ini. Jangan-jangan..baby..!" pekik Syakira kegirangan saat sudah mengenali suaminya.


Ia sampai melompat ke jok depan hanya ingin memeluk suaminya yang sibuk menyetir.


"Kenapa diam saja kalau ada kamu di sini, baby?" rengek Syakira manja sambil bergelayutan di lengan Adam.


"Sengaja aja. Aku mau tahu, istriku lebih senang bahas para fansnya atau aku?" ucap Adam pura-pura ngambek.


"Ya tentu saja aku selalu ingat suamiku," ucap Syakira.


Adam menepikan mobilnya agar Cintami bisa kembali ke mobil suaminya Arsen. Sementara Adam ingin membawa istrinya ke mansion nya sendiri. Para pengawal Syakira ikut turun untuk menanyakan keadaan Syakira.


"Maaf bos...! Kami harus mengawal nona Syakira sampai hotel," ucap pengawal syakira selain Cintami.


"Cukup aku sendiri yang menjaga istriku. Sekarang kalian boleh kembali ke tempat kalian....! Dan jangan menganggu Istriku lagi..! Dia aman bersamaku," ucap Adam tegas.


"Baik tuan...!"


Perjalanan dilanjutkan lagi. Syakira terlihat bahagia karena bisa bersama lagi dengan suaminya menuju mansion milik Adam.


"Apakah kamu sangat merindukan aku hingga tidak sabar menanti hari kesepakatan kita?" tanya Syakira.


"Tuh. Kamu sudah tahu jawabannya. adikku tidak kuat berjauhan dengan rumahnya," imbuh Adam membuat Syakira memukul lengan suaminya gemas.


"Cih...kau ini. Kenapa jadi makin mesum?" decih Syakira.


"Sama istri sendiri itu halal kalau ngomong mesum. Tapi kalau sama wanita lain ganjen. Dan sama wanita baik-baik dianggap pelecehan," ucap Adam membuat Syakira paham.


Setibanya di mansion, pelayan sudah menyiapkan makan malam untuk pasangan pengantin baru ini. Para pelayan begitu senang mempunyai majikan seorang penyanyi terkenal.


"Ya Allah Gusti..! Mimpi apa aku semalam bisa bertemu langsung dengan neng Syakira," ujar pelayan Mila.


"Masya Allah. Cantiknya....!" puji pelayan lain.


"Waalaikumuslam nona Syakira. Apakah kami boleh salaman dengan nona?" tanya salah satu pelayan itu.


"Tentu saja boleh. Jangan sungkan denganku. Kita ini sama di hadapan Allah. Yang membedakan kita hanya iman dan takwanya," ucap Syakira.


"Kamu ngerti dia ngomong apa?" tanya pelayan yang tadi sempat bicara dengan Syakira yang langsung di artikan Adam. Adam terpaksa menjadi penerjemah dadakan untuk pelayannya dan istrinya.


Setelah urusan perkenalan selesai, kini saatnya keduanya makan malam berdua di meja makan yang terlihat sangat romantis.


...----------------...


Hari bahagia yang dinantikan keluarga Dwiyanto akhirnya datang juga. Keluarga besar itu ingin melangsungkan pernikahan itu di hotel mewah sekaligus dengan resepsinya.


Hotel mewah milik Reno ini, sengaja tidak menerima tamu lain kecuali berhubungan dengan Amran dan Nabilla karena akan ada peristiwa bersejarah untuk kelurga Dwiyanto dan juga keluarga besar Amran.


Para wartawan yang sejak semalam sudah menginap di hotel itu dan dilayani dengan baik oleh petugas hotel atas perintah Reno. Sebagai wali nikahnya Nadia, pak Abidzar datang bersama dengan putri bungsunya Fitri yang terlihat bahagia bukan karena pernikahan Nadia tapi ingin melihat kehancuran kakak dan ibunya yang sangat serakah itu.


Semua tamu undangan dari kedua belah pihak sudah menempati tempat duduk mereka masing-masing untuk menyaksikan pernikahan itu. Amran dan Nabila tetap memerankan sandiwara mereka pagi itu dengan sangat sempurna.


"Sayang. Cepatlah..! Pak penghulunya sudah datang. Pengantin prianya juga sudah duduk bersama dengan pak penghulu," ucap nyonya Della di ruang make-up putrinya.


"Ok ibu. Aku sudah siap kok. Tapi percuma dandan cantik malah di suruh pakai cadar," protes Nadia sambil berjalan menuju tempat penghulu namun di cegah oleh Nabilla.


"Mau ke mana kamu Nadia?" tanya Nabilla.


"Ya duduk di sebelah Adam Tante. Kan mau mengikuti proses ijab qobul-nya," sahut Nadia sedikit kesal dengan Nabilla.


"Pengantin wanita tidak diperkenankan untuk duduk bersama dengan pengantin pria karena kamu menggunakan cadar!" sarkas Nabilla sinis.


"Terus. Aku harus duduk di mana, Tante?" tanya Nadia gusar.


"Di sini bersama ibumu. Lakukan dengan tenang dan dengarkan pembacaan ijab qobul itu dengan baik. Ingat dengan baik, kau mengerti Nadia?" ucap Nabilla dengan penuh intimidasi membuat Nadia dan ibunya saling menatap.


"Kenapa dia tiba-tiba jutek begini? Baru mau jadi besan sudah sekasar ini sama putri gue. Bagaimana nanti kalau sudah menjadi mertuanya putriku," batin nyonya Della tepaksa menuruti permintaan Nabilla mengajak duduk putrinya.


Acara pembacaan ijab qobul di mulai. Adam duduk dengan tenang lalu penghulu membacakan ijab qobul itu sambil menjabat tangan Adam dengan erat.


"Kepada Ananda Mohammad King Adam Malik bin Mohamad Amran Abdullah saya nikahkan dan kawinkan saudari Khadijah Syakira binti Sean Paul Middleton dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan seperangkat perhiasan berlian di bayar tunai,"


"Saya terima nikah dan kawinnya Khadijah Syakira binti Sean Paul Middleton dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Adam dalam satu tarikan nafas langsung di sambut oleh saksi dengan menjawab sah.


Rasa syok Nadia dan keluarganya saat Adam menyebut nama wanita lain dan bukan nama Nadia memancing emosi kelurga itu terutama tuan Dwiyanto yang merasa sangat terhina.


"Apa-apaan ini tuan Amran ..? Lelucon seperti apa ini? Kenapa menyebutkan nama wanita lain dan bukan putriku?!" hardik tuan Dwiyanto dengan wajah terlihat murka.


"Lelucon? Lelucon yang mana ya, tuan Dwiyanto yang terhormat? atau lebih tepatnya seorang penipu yang telah menggunakan berbagai cara untuk mencari keuntungan dari keluargaku supaya bisa melunasi hutangmu?" sarkas Amran membuat tuan Dwiyanto tersentak namun buru-buru menepis tuduhan Amran padanya.


"Fitnah keji apa yang sedang anda tuduhkan kepadaku? hutang itu urusanku tidak ada sangkut pautnya dengan pernikahan ini. Dan saya tidak akan melibatkan keluarga kalian untuk urusan pribadiku," ucap tuan Dwiyanto berusaha mengelak.


"Benarkah. Kalau begitu sangat bagus jika tuduhan saya adalah salah. Tapi bagaimanapun juga saya tidak akan sudi menerima putri kalian itu menjadi menantu di rumah saya.


Lebih baik mencegah sejak dini dari pada keluarga saya menjadi tumbal kalian seperti yang kalian lakukan kepada putri kalian Hanadiah yang mati terbunuh karena di jual oleh suaminya sendiri di Amerika hingga kami harus mengurus proses pemakaman nya dan satu hal lagi putraku sudah milik orang lain. Dia sudah menikah dengan wanita cantik, kaya dan berbakat. Syakira...! Masuklah nak! terima mas kawin dari suamimu Adam!" ucap Amran tegas.


"Hahh....?"