
Setelah berkemah semalam di tempat itu, rupanya ke lima anak Amran ini belum ingin pulang. Mereka ingin menikmati panorama alam khususnya di tengah hutan di salah satu kaki gunung Moscow Russia itu.
Sementara Nabilla yang ingin memburu penjahat dalang dari penculikan mahasiswa berprestasi itu pamit kepada anak dan menantunya untuk ke kota.
"Mommy. Kami belum puas untuk bermain-main dengan salju di sini," pinta Nada manja.
"Di Turki juga sedang turun salju sayang. Kenapa harus di sini?" bujuk Nabilla.
"Yah kepingin saja mommy. Emangnya nggak boleh?" rajuk Bunga.
"Yah jelas boleh sayang," timpal Amran yang tidak ingin mengecewakan si bontot.
"Tidak apa mommy, Daddy. Kami juga masih ingin di sini," imbuh Bunga.
"Baiklah. Kita harus kompak untuk menginap lagi semalam di sini," ujar Adam.
"Ok. Kalau begitu, kalian tunggu di sini, mommy dan Daddy ada urusan di kota. Daffa, Arsen dan Adam. Kalian bertiga harus menjaga mereka hingga mommy dan Daddy kembali ke sini menjemput kalian," ucap Nabilla yang punya rencana tersendiri bertemu dengan para petinggi pejabat pemerintah negara tersebut.
"Terimakasih mommy ku sayang...! Nada sayanggg....banget sama mommy," ucap Nada memeluk erat tubuh ibunya.
"Uhhhh....! kalau lagi ada maunya saja, pasti ngomongnya gitu. Dasar tukang ngerayu!" ledek El pada saudara kembarnya.
"Wekkk...! syirik aja jadi manusia," Nada menjulurkan lidahnya pada El yang menatapnya kesal.
"El....!" Adam melarang adik bungsunya beradu mulut dengan kembarnya.
Tidak lama helikopter sudah tiba menjemput pasangan itu. Amran dan Nabilla meninggalkan keluarga kecilnya itu dan masuk ke dalam helikopter. Jadilah lima sekawan ini berpetualang di bukit salju itu bersama dua pria tampan yang tidak lain adalah Daffa dan Arsen.
"Bagaimana kalau hari ini kita berburu, Adam?" ajak Daffa.
"Mau berburu apa?" tanya Arsen.
"Rusa. Daging rusa sangat enak jika di masak dan dijadikan seperti kambing guling untuk buat api unggun nanti malam," ucap Daffa.
"Kalau mau berburu harus semuanya ikut," ucap Cintami.
"Baiklah. Biar saja temannya Daddy yang jaga tempat ini," imbuh Bunga.
"Ok. Ide yang menarik," celetuk Nada.
Mereka mempersiapkan diri untuk berangkat berburu dengan menggunakan kendaraan motor itu. Udara dingin tidak menjadi penghalang untuk ketujuh orang itu menikmati alam negara tersebut.
Sementara helikopter yang membawa Amran dan Nabila sudah mendarat di atas hotel mewah karena Nabilla harus mengubah penampilannya untuk memasuki area pemerintahan.
Kebetulan ada pertemuan kenegaraan di salah satu taman di kota besar itu.
Nabilla yang sudah membooking hotel dan memesan gaun mewah ikut hadir di acara kenegaraan itu saat ia meminta Mr. M untuk mengurus kepentingannya sebagai tamu istimewa di acara kenegaraan tersebut.
"Sayang. Apakah kamu bisa menjelaskan apa rencanamu kali ini di acara kenegaraan nanti?" tanya Amran.
"Untuk menjatuhkan seseorang atau lebih. Aku ingin mereka membayar atas perbuatan mereka yang telah bermain-main dengan hidup orang lain demi mewujudkan ambisi berbalut keserakahan yang sudah menutupi mata batin mereka untuk menguasai dunia ini. Dunia tidak bisa direkayasa sesuai dengan kemauan mereka karena keseimbangan alam ini sudah diatur sedemikian rupa pada tempatnya dalam kuasanya Allah," ucap Nabilla.
"Baiklah. Untuk memberikan keadilan pada makhluk berhati batu perlu sedikit trik menjatuhkan mereka. Aku mendukungmu, baby," ucap Amran.
Beberapa saat kemudian, Nabilla dan Amran sudah berangkat ke tempat acara yang dimaksud. Gaun indah berwarna hitam dan tak lupa cadar yang tetap menutupi wajahnya yang cantik membuat penampilan ibu lima anak ini tetap terlihat elegan.
...----------------...
Di hutan bersalju. Semua anggota keluarga Amran sengaja berpencar untuk mencari binatang buruan mereka. Semuanya membawa senjata yang di gantung di pundak mereka masing-masing.
Sialnya, motor Nada tiba-tiba mati mendadak membuat wajah cantik itu memerah. Ia turun dari motornya untuk memeriksa apa permasalahannya.
"Kamu ini sangat tidak mendukungku, baby. Merusak kesenanganku dan membuat moodku berkurang kualitasnya," gerutu Nada pada motornya.
Nada mengambil ponselnya di dalam ranselnya. Ia mengacak isi ranselnya dan ternyata." Astaga...! kenapa aku juga lupa memasukkan lagi ponselnya ke dalam ranselku? Ahh...! gara-gara pingin lihat berita pagi ini jadi lupa memasukkan lagi ponselnya kedalam tas," Nada kesal dengan kecerobohannya.
Tanpa di sadari Nada, seekor beruang sudah berdiri di belakang punggungnya. Ia mengira jika saudaranya datang menjemputnya. Dengan cepat ia membalikkan tubuhnya.
"Alhamdulillah...! akhirnya kamu datang ...? akhhhhhhhkkkkkkkk....!" pekik Nada ketakutan setengah mati saat beruang coklat itu memeluknya dengan erat tapi tidak menyakitinya.
Justru binatang bertubuh tinggi besar itu mengusap punggung Nada dengan lembut membuat tubuh gadis ini meremang ketakutan. Nada berusaha mendorong, malah tubuhnya dipeluk dengan kuat bahkan kepala gadis itu dibenamkan ke dadanya seperti seorang pria yang sedang menenangkan kekasihnya.
"Tidak ...tidak... tidak...! lepaskan aku! kamu bisa membuatku pingsan," pinta Nada pada beruang itu yang tetap membelai punggungnya.
"Lepaskan dia Molly...!" teriak seorang pria tampan pada binatang peliharaannya itu.
Molly melepaskan pelukannya pada tubuh Nada yang langsung berbalik melihat wajah pria itu.
"Hah...? kenapa mereka terlihat sangat akrab? heran Nada menatap keduanya saling bergantian.
"Maaf nona ..! itu sahabatku. Maaf dia sudah membuatmu takut. Tenang saja dia sangat jinak dan baik hati. Dia tidak pernah memeluk tubuh orang asing. Berarti dia sangat suka padamu," ucap pria tampan itu.
"Apa...? kau bersahabat dengan binatang liar ini? sentak Nada masih dengan tubuh gemetar.
"Iya. Maafkan kami...! Oh iya. Kenapa kamu bisa berada di tengah hutan ini dan apa yang terjadi dengan motormu?" tanya pria tampan itu.
"Aku sedang berburu dan motorku kehabisan bensin. Mengapa kamu ada di sini? apakah kamu tinggal di sini?" tanya Nada.
"Aku punya rumah peristirahatan di sini. Kami juga sedang berburu," ujar pria tampan itu.
"Alhamdulillah. Mereka bukan orang jahat," batin Nada lega.
"Boleh berkenalan?" tanya pria itu.
"A..iya. Aku Denada. Asalku dari Indonesia. Aku dan keluargaku sedang mengadakan kemping di sini. Aku ketinggalan rombongan. Beruntunglah ada kamu. Apakah aku bisa minta tolong padamu?" tanya Nada.
"Apa yang bisa aku bantu, Nada. Ah iya. Namaku Dillon," ucap Dillon mengulurkan tangannya namun Nada mengatupkan kedua tangannya sebagai wanita muslim.
"Apakah kamu seorang muslim?" tanya Dillon.
"Hmm!" Nada mengangguk.
"Aku tidak bisa menolongmu karena rumah peristirahatan milikku juga jauh dari sini. Sebut saja letak kemah kalian. Aku akan mengantarmu ke sana," tawar Dillon.
"Kemahku di balik bukit itu. Kalau jalan kaki, pasti sangat lelah untuk mencapai ke sana. Aku tidak sanggup," ucap Nada.
"Bukan jalan kaki. Tapi, kita akan naik motormu berdua dan Molly akan mendorong motor ini. Bagaimana...?" tawar pria yang berusia 21 tahun ini.
"Ok. Idemu tidak buruk. Kalau begitu aku terima tawaranmu. Aku harap kamu orang baik Dillon. Jika kamu macam-macam denganku, aku tidak segan membunuhmu," ucap Nada sedikit ketus.
"Apa untungnya bagiku melukaimu. Lagi pula aku ke sini hanya berlibur. Rumahku di kota. Jika tidak percaya, aku bisa membawamu ke kotaku dan berkenalan dengan keluargaku. Lagi pula, Molly sebagai jaminan ku. Jika dia suka sama orang asing, itu berarti kamu orang baik," imbuh Dillon.
Keduanya sudah berada di atas motor. Molly mendorong motor itu menuju kemah milk kelurga Nada.
Sementara di acara kenegaraan itu, banyak tamu sudah berkerumun di tempat itu. Setiap tamu di periksa dengan ketat oleh penjaga karena ada presiden yang juga hadir di acara tersebut.
Beruntunglah Nabilla memiliki alat untuk meloloskan dirinya dari pemeriksaan karena ia sedang membawa bom walaupun belum di pasang lagi hulu ledaknya pada bom itu. Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan, Amran dan Nabilla diijinkan masuk setelah melihat nama mereka sudah terdaftar di buku tamu.
Nabilla mengarahkan ponselnya mencari seseorang yang membawa remote pengendali bom.
"Nah. Itu dia di sana. Aku akan membuat tubuhmu meledak setelah membuka aibmu di depan semua orang, bajingan!" umpat Nabilla.
........
Vote dan likenya cinta please!