Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
226. Harus Dimusnahkan!


Cukup dua hamburger double meat, cukup mengembalikan energi mereka dengan air mineral sebagai pemberi kehidupan baru yang sudah mengalir di dalam usus besar sana untuk berproses dan mengalir menjadi darah.


Adam menatap wajah istrinya dengan bibir belepotan saus membuatnya ingin membersihkan dengan bibirnya juga.


"Cih ...! Kau menggodaku di situasi yang tidak tepat. Kalau tidak melihat banyak orang di mobil ini, ingin rasanya memperkosamu," batin Adam terlihat mesum menatap lekat bibir Syakira yang membuat adiknya beraksi lain.


"Diamlah kau dibawah sana ...! sopan sedikit denganku...! Situasinya tidak mendukung. Perang ke dua kita setelah perang dunia ini berakhir. Sabar ya ..! mangsa kita memang menggairahkan," hibur Adam gelisah sendiri dengan adiknya yang sulit dijinakkan.


Dengan sabar ia mengambil tisu untuk membersihkan bibir sang istri dengan lembut. Syakira meliriknya sekilas dengan senyum terlihat makin menggoda Adam yang makin frustasi. Tangan Syakira masih sempat meremas kecil paha sang suami entah apa maksud sang biduanita itu. Hanya dirinya dan Tuhannya yang tahu.


El sudah membawa kelurganya menuju ke arah pantai. Jika mobil ini tidak di lengkapi dengan anti peluru, mungkin sedari tadi sudah meledak tanpa sisa. Tanpa mereka sadari mobil yang mereka tumpangi sebenarnya sudah tidak terlihat oleh musuh.


Mobil ciptaan Nabilla ini sudah berubah bening seperti butiran air yang terlihat tetap melaju di atas aspal. Nabilla mendeteksi perubahan body mobil itu tersenyum penuh kemenangan.


Amran yang melihat perubahan raut wajah istrinya merasa curiga dengan mainan baru Nabilla. Pria yang masih terlihat tampan dan gagah diusianya yang tidak muda lagi sudah bisa menebak apa lagi yang direncanakan oleh bidadarinya ini.


"Apakah kamu sedang merayakan sesuatu, baby?" tanya Amran memiringkan kepalanya ke belakang saat bicara dengan Nabilla yang memperhatikan layar ponselnya.


"Ciptaanku berhasil, sayang. Mobil ini berubah menjadi gelembung air saat menempuh jarak jauh dalam kecepatan 170km/ jam," ucap Nabilla membuat semuanya tercengang kecuali Ghaishan yang juga ahli dalam menciptakan sesuatu. Karena mobil hasil rancangan Nabilla juga tidak terlepas dengan perannya yang mengatur bagaimana bisa tercetus ide itu. Mobil mereka yang tidak bisa terlihat oleh musuh karena menyamarkan body mobil dengan gelembung air.


"Pantas saja kita tidak lagi di ikuti oleh mereka namun bagaimana dengan helikopter di atas sana?" tanya Amran.


"Biarkan saja dia mengejar kita karena dia yang akan menjadi target pertama kita nanti," ucap Nabilla yang sudah siap mengeluarkan senjata yang berupa rudal kecil yang bisa meluncur mendeteksi musuh dari bawah kenalpot mobilnya.


"Wah kerennn mommy! Apakah mommy bisa membuat satu lagi untukku yang lebih canggih dari mobil ini?" tanya Syakira terlihat seperti anak kecil yang ingin mainan baru.


"Mommy akan membuatkan untukmu kalau kamu bisa memberikan mommy cucu dalam waktu dekat ini," seloroh Nabilla namun penuh penekanan.


"Beres mommy. Itu gampang diatur," ucap Syakira enteng karena kepalanya sedang diisi dengan sesuatu yang dianggap baru dengan mobil buatan ibu mertuanya.


Rasanya Bunga ingin ngakak melihat keluguan Syakira yang berinteraksi dengan ibunya. Ia hanya menggelengkan kepala sambil melihat rudal kecil yang tembakkan Nabilla sudah berhasil meledakkan helikopter di atas sana. Sekarang tinggal dua helikopter lagi dari dua sisi yang berbeda yang masih menembaki mobil mereka walaupun tidak tampak dari atas sana.


"Mommy. Dua helikopter lagi yang tersisa. Bolehkah aku mencobanya?" tanya Bunga yang ingin menembak satu helikopter seraya mengambil ponsel ibunya. Nabilla menyerahkan ponselnya pada putrinya itu.


Syakira memperhatikan gerakan jemari lentiknya Bunga yang siap meluncurkan rudal kendali jarak jauh untuk meledakkan helikopter yang sudah masuk area pantai. Dalam beberapa detik helikopter ke 2 sudah meledak lalu terbang tak terkendali dan akhirnya terjun bebas di atas permukaan laut.


Itulah yang direncanakan Nabilla , jika helikopter itu jatuh, bagusnya di atas laut lepas agar tidak mengorbankan kehidupan yang ada di darat.


Kali ini Syakira meminta pada Bunga karena ia ingin melakukannya juga setelah memahami cara kerjanya.


"Mommy. Ijinkan aku mencobanya! Helikopter terakhir itu menjadi bagianku," pinta Syakira seakan sedang bermain game saat ini karena bisa mengendalikan rudal imut dengan ponsel milik mertuanya.


Nabilla tersenyum melihat tingkah kocak Syakira yang terlihat polos dan menggemaskan.


"Lakukan dengan baik, baby! Atau aku akan menghukum mu!" ancam Adam setengah berbisik pada istrinya yang mengangguk cepat disertai raut wajah binar.


Syakira melirik wajah suaminya lalu berucap." Aku salah atau benar, hukumanmu sama saja," celetuknya memancing yang lain ingin tertawa.


Amran jadi ingat masa mudanya melihat tingkah Adam pada istrinya.


"Kau benar-benar keturunanku, baby dalam menaklukkan hati wanita," batin Amran memuji jagoannya itu.


Duarr....


"Baby...! Jangan lakukan itu lagi...!" ucap Adam dengan wajah bersemu merah.


"Kenapa?" tanya Syakira bingung.


Belum juga Adam menjawab pertanyaan istrinya, datang rombongan mobil dan motor para penjahat yang sudah memenuhi area pantai mengepung mobil Nabilla yang sudah memperlihatkan lagi wujudnya karena posisi mobil sudah berhenti.


Nabila mengambil alih kemudi karena mobil itu adalah hasil rancangan terbarunya bersama sang menantu Ghaishan.


"Bersiaplah..! Kita akan melenyapkan mereka semua," ucap Nabilla lalu menginjak gas mobil dengan kecepatan tinggi melaju lurus ke depan lalu di sambut tembakan bombardir oleh para penjahat untuk melumpuhkan mobilnya Nabilla.


Dengan anggunnya, Nabilla melakukan manuver ajaib dengan gerakan memutarkan mobilnya sambil mengeluarkan senjata yang terdapat di pelek dari 4 ban mobilnya sekaligus untuk menembak sasaran yang seketika tumbang satu persatu.


Ada yang berusaha menyelamatkan diri dengan mobil mereka, namun peluru kendali yang ditembakkan Nabilla dari bawah kenalpot mobilnya melumpuhkan ban mobil penjahat yang seketika terpental secara beruntun menimpa kendaraan lainnya. Baik itu mobil maupun motor yang tidak luput dari amukan peluru yang ditembakkan Nabilla.


"Kalian harus di musnahkan semua di muka bumi ini...!" teriak Nabilla membabat habis mobil dan motor penjahat yang berusaha kabur dari incarannya.


"Kenapa lari...? Bukankah tadi kalian yang ingin membunuh kami...?" ucap Nabilla setelah tidak ada lagi pergerakan dari musuh di setiap sisi yang menghadangnya tadi.


Sementara itu, anggota keluarganya di dalam mobil itu harus menahan nafas mereka dengan pandangan berputar lagi pucat setelah melakukan komedi putar yang dimainkan oleh Nabilla dengan mobil super canggihnya.


Nabilla benar-benar memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan beberapa inovasi baru untuk menyempurnakan hasil karyanya berdasarkan petunjuk Allah bukan kejeniusannya.


Semuanya menghembuskan nafas mereka secara serentak. Syakira yang baru pertama kali mengikuti petualangan misi hebat ini tidak kuat menahan gejolak perutnya untuk dimuntahkan. Dengan cepat ia membuka pintu mobil itu dan berlari cukup jauh agar bisa muntah.


Adam harus mengambil kotak obat untuk memberikan penyegaran pada Syakira dengan air minum.


"Jangan mendekatiku! Ini sangat menjijikkan!" sungkan Syakira melarang suaminya yang tidak peduli dengan larangannya.


"Sini sayang ..! Wajahmu sudah seperti mayat hidup," ucap Adam menggendong tubuh Syakira dan mencari tempat yang cukup nyaman untuk mereka duduk.


Syakira bersandar di dada suaminya dengan nafas terengah-engah dan tubuh yang terasa sangat lemas.


"Rasanya aku mau mati," keluh Syakira menerima usapan hangat tangan kekar suaminya pada perutnya yang rata.


Rasanya sangat nyaman dan hangat menjalar dalam tubuhnya dari aroma minyak kayu putih yang menyeruak ke permukaan hidungnya. Adam memberikan pijatan pada tengkuk, pelipis dan punggung Syakira.


"Tanganmu sangat ajaib, sayang. Kamu pemijat yang sangat ulung," puji Syakira pada Adam yang makin semangat memberikan pijatan ringan pada istrinya.


"Ini tidak gratis, nyonya! Kau harus membayar mahal pijatanku," pinta Adam terdengar pamrih pada istrinya.


"Aku akan membayarmu beserta bonusnya, sayang. Tenang saja tuan Adam!" timpal Syakira acuh.


Seperti biasa, anggota FBI dan polisi sudah tiba di area pantai itu untuk mengevakuasi para korban yang tidak lain adalah penjahat. Di samping itu juga, anggota FBI harus menjaga keluarga agen rahasia dari paparazi yang ingin mengabadikan momen keluarga Nabilla yang tampak cuek berjalan ke arah bibir pantai untuk merasakan dinginnya air laut di kaki mereka yang saat ini mengambil air wudhu.


Tidak terasa hari sudah menjelang senja. Mereka memutuskan untuk melakukan sholat ashar berjamaah di tepi pantai itu untuk mengucapkan syukur pada kebesaran Allah yang telah melindungi mereka dalam menumpas kejahatan.


Kalau sudah begini Mr.M tidak berani menganggu induk singa betina itu dan memilih meninggalkan area pantai agar Nabilla bisa bercengkrama dengan kelurganya.


Usai sholat ashar, sambil menunggu matahari terbenam, Nabilla mengeluarkan kontak makanan dari kontainer boks dan dibagikan kepada anggota keluarganya. Untuk menghilangkan rasa mual, ia juga menyiapkan minuman segar dari buah-buahan segar agar bisa menikmati makanan mereka yang berupa spaghetti.


Misi selesai...!