Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
209. Dia...?


Rasa penasaran Amran dan Nabilla mendesak dokter Albert yang masih menyembunyikan identitas pendonor ginjal untuk Syakira.


"Kami tidak akan membiarkan menantu kami menerima donor ginjal dari orang itu begitu saja, sebelum kami memastikan siapa dia!" ancam Amran.


"Tapi tuan. Ini adalah permintaan terakhir gadis itu karena dia rela menyumbangkan ginjalnya pada nona Syakira hanya karena dia mengenal tuan Adam," ucap dokter Albert.


"Terimakasih banyak atas tawaran kebaikan gadis itu. Tapi, kami tidak mau berhutang nyawa padanya," imbuh Nabilla.


"Astaga. Apa kalian masih menolak ginjal bagus milik gadis itu untuk orang lain? Setidaknya, dia adalah gadis sebangsa dan seagama dengan kalian yang tidak pernah tersentuh dengan alkohol. Ginjalnya sangat bagus," tutur tuan Albert sedikit kesal juga dengan pasangan ini.


"Baiklah. Silahkan meminta tuan Adam untuk ikut dengan kami ke kamar jenazah untuk melihat gadis itu. Kami sedang menghubungi keluarganya untuk mengambil jenasahnya," ucap dokter Albert akhirnya mengalah juga pada pasangan ini.


Nabilla ke kamarnya Syakira yang saat ini sudah dipindahkan ke kamar inap VVIP. Di dalam sana sudah ada ketiga putrinya bergabung dengan Adam yang mengajak ngobrol Syakira yang tampak sudah lebih baik.


Cek... lek...


"Maaf sayang! Mommy menganggu kalian. Apakah mommy bisa bicara dengan Adam sebentar Syakira?" pinta Nabilla.


"Silahkan mommy!" ucap Syakira yang sudah bebas bicara karena selang inkubasi sudah di cabut dari rongga mulutnya.


"Sebentar ya sayang...! aku tinggal dulu!" ucap Adam mengecup bibir istrinya membuat Syakira seakan terbang melayang.


"Dia menciumi bibirku?" batin Syakira tersenyum sendiri.


Bersamaan dengan itu, Gress masuk membawa Cherry bersamanya untuk di berikan kepada Syakira.


"Hai mommy..! Apakah kamu sudah lebih baik setelah menikah dengan pangeran tampan itu?" tanya Cherry yang langsung mencium wajah Syakira.


"Sayang. Kamu makin cantik dan sehat. Apakah Tante Gress sangat memanjakan kamu?" tanya Syakira sembari membelai kucing kesayangannya itu.


"Apakah kami boleh menjaganya Syakira?" tawar Bunga membuat Chery sangat senang.


"Wow...! Apakah aku akan bertemu dengan si kembar tampan?" tanya Cherry yang sudah mengenal Raffa dan Raffi.


"Apakah kamu mau menginap di rumah Tante Nada, Cherry?" tanya Syakira.


"Meong...!" jawab Cherry lalu turun dari brangkar Syakira menghampiri Bunga.


"Bawalah aku bertemu dengan si kembar tampan ibu mertua," ucap Cherry.


Semua yang ada di kamar itu cekikikan melihat tingkah Cherry yang sangat lucu.


Gress akhirnya pamit pulang pada Syakira dan juga kelurganya Adam. Walaupun sebelumnya mereka sudah saling mengenal satu sama lain sebelum Syakira sadar, namun Gress masih sungkan berada di tengah keluarga hebat ini. Bukan hebat secara materi karena Gress juga putri seorang konglomerat sama seperti Syakira hanya saja kejeniusan yang di miliki kelurga Adam kalau bicara keluarnya daging semua itu yang membuat Gress agak minder.


"Syakira. Aku pamit dulu. Aku ada janji dengan kekasihku. Sudah lama kami tidak ngedate," ucap Gress canggung sendiri di tengah kelurga Alim.


Sementara dirinya sudah biasa dengan hubungan bebas. Walaupun sikap Gress seperti itu namun Syakira tidak pernah menjauhi gadis itu karena negaranya menganut sistem liberal. Liang bersama asal puas begitulah kira-kira.


"Aku pamit ya sayang. Kamu sudah punya banyak ipar yang menunggumu di sini. Nanti aku datang lagi untuk melihat keadaanmu," ucap Gress mencium pipi sahabatnya itu.


"Hati-hati, sayang. Salam untuk Kevin," ujar Syakira penuh kasih pada sahabatnya yang sudah seperti saudaranya itu.


"Ok." Gress juga menyalami ketiga saudaranya Adam.


...----------------...


Sementara di luar sana dokter Albert, kedua orangtuanya Adam dan juga Adam sendiri saat ini sedang berdebat tentang seorang gadis yang rela menyumbangkan ginjalnya pada Syakira. Adam yang sependapat dengan kedua orangtuanya yang tidak ingin menerima ginjal orang itu begitu saja tanpa mengetahui siapa dirinya.


Kini ketiganya sudah berada di kamar mayat yang terlihat sangat rapi dan bersih. Mereka harus menghampiri satu kotak yang tersimpan tubuh mayat itu.


"Ayolah cepat! Kami bukan kelurga penakut!" titah Adam yang sangat penasaran dengan mayat itu.


Kotak besi itu ditarik secara perlahan hingga memperlihatkan setengah tubuh milik gadis itu yang masih terlihat segar dan berbau harum. Saat penutup wajahnya dibuka, betapa kagetnya ketiganya.


"Nadia...!" seru Nabilla dan Amran kompak.


"Dia bukan Nadia mommy, Daddy! Tapi, dia adalah saudara kembarnya Nadia yaitu Hanadia Zhafara. Dialah gadis yang pertama kali Adam temui. Dan saat itu, Adam ingin melamarnya tapi malah Nadia yang lebih dulu yang dijodohkan dengan Adam," ungkap Adam lalu menceritakan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Hanadia pada kedua orangtuanya.


"Bukankah dia sudah menikah? Dan bagaimana bisa dia mengenalmu bahkan kalian saja bertemu secara kebetulan karena kecelakaan kecil itu?" cecar Nabilla yang belum mengerti akan semua ini.


"Itukan baru pengakuan dari tuan Dwiyanto, mommy. Kita belum tahu sebelumnya dan bagaimana kita bisa tahu alasan Hanadia memberikan ginjalnya untuk Syakira?" tanya Adam.


"Mungkin ada petunjuk untuk kita berupa barang pribadinya yang sudah di amankan oleh pihak rumah sakit," ucap Amran.


"Oh iya. Kami punya rekaman saat gadis itu bicara menjelang ajalnya," ucap dokter Albert yang sengaja meminta merekam pesan terakhir Hanadia yang ingin memberikan ginjalnya pada Syakira untuk berjaga-jaga jika kelurga gadis itu menuntut.


Adam dan kedua orangtuanya keluar dari kamar mayat itu. Namun sebelumnya mereka meminta jenasah Hanadia agar mereka yang mengurus jenasah Hanadia karena berkaitan dengan agama Islam yang tidak diperbolehkan menyimpan jenasah dalam waktu yang lama.


"Apakah kami boleh mengurus proses pemakaman gadis ini sesuai dengan ajaran agama kami Islam, Dokter?" tanya Amran yang ingin bertanggungjawab pada jenasah Hanadia.


"Silahkan..! Yang penting kalian harus mendapatkan ijin dari kelurganya," ucap dokter Albert.


"Terimakasih dokter!" ucap Amran.


Beberapa menit kemudian, Adam mendengar pesan yang disampaikan oleh Hanadiah pada dokter yang menanganinya.


Percakapan Hanadia dan dokter Caroline beberapa jam yang lalu


"Dokter...!"


"Iya nona!"


"Saya tidak punya banyak waktu. Saya ingin meminta tolong kepada dokter agar dokter mau mengambil ginjal saya untuk artis penyanyi terkenal yaitu Syakira," ucap Hanadia.


"Benarkah? Apakah anda salah satu fansnya?" tanya dokter Caroline.


"Iya. Saya salah satu fansnya. Lagu-lagu ciptaannya sangat indah dan sangat menyentuh. Saya dengar dia menderita gagal ginjal. Saya ingin memberikan ginjal saya itu pada saudara saya yang sesama muslim itu. Saya bangga padanya bukan karena dia artis. Tapi, dia mau mengenal Islam menjadi agamanya. Jadi, saya...-"


"Tapi, kami harus meminta ijin pada suaminya terlebih dahulu karena baru saja mereka melangsungkan pernikahan. Sepertinya suaminya nona Syakira berasal dari negara yang sama dengan anda, nona," ucap dokter Caroline yang sudah membaca datanya Hanadia.


"Benarkah? Apakah dokter mengenal orangnya?" tanya Hanadia.


"Sebentar nona! Aku baru dapat foto suami dari penyanyi Syakira dari rekanku. Nah, ini dia?" ucap dokter Caroline seraya memperlihatkan foto Adam pada Hanadia.


"Astaga. Bukankah dia adalah pria yang pernah menabrak mobilku? Pria yang selalu ada dalam doaku. Pria yang ku ceritakan kepada ibuku yang tega menjodohkan pria ini dengan saudara kembarku? Hingga aku dinikahkan dengan pria yang awalnya untuk Nadia malah berganti menjadi suamiku. Pria yang sangat kejam padaku dengan membawaku ke Amerika untuk di jadikan pelacur. Untunglah aku tidak masuk dalam jebakan terkutuk itu," batin Hanadia menangis sedih.


"Dokter. Aku lebih yakin lagi memberikan ginjalku pada Syakira karena aku mengenal suaminya, Adam. Aku rela dokter. Lakukan dengan cepat!" pinta Hanadia dengan nafas yang tersendat sambil melafazkan kalimat tahlil.


Adam menutup matanya karena tidak kuat menahan rasa harunya. Ia tidak menyangka gadis yang pernah diincarnya ternyata berhati mulia.


"Mommy...! tolong cari pembunuh Hanadia dan bunuh mereka semua yang telah membuat Hanadia seperti ini..!" pinta Adam yang begitu geram pada orang yang tega menusuk Hanadia hingga tidak bisa bertahan hidup.


......................


Vote dan likenya cinta please!