Young Mother

Young Mother
Curhatan Mommy Nina


Sampai sore hari Ciara dan Al menghabiskan waktu mereka berada di rumah Devano. Kecanggungan yang tadi sempat melanda diri Ciara kini perlahan hilang dan terganti dengan keakraban.


"Kalian tidur disini aja ya malam ini," ucap Mommy Nina yang sepertinya tak ingin berpisah dengan cucu tampannya itu dan juga calon menantunya.


Ciara yang tengah membereskan mainan Al yang terlalu berserakan di lantai pun kini menghentikan aktivitasnya dan mendekati Mommy Nina yang masih menemani Al bermain.


"Lain kali ya Mom. Kalau ada waktu yang cukup senggang, Cia dan Al insyaallah pasti nginap disini," tutur Ciara yang sudah terlatih memanggil Mommy Nina dengan sebutan Mommy bukan lagi Tante karena ia tadi sempat di marahin dan diprotes oleh Mommy Nina karena masalah panggilannya kepada orangtua Devano itu.


"Huh, kamu nikah sama Devano secepatnya deh Ci. Biar Mom ada temannya di rumah kalau Dev sama Daddy lagi kerja." Ciara tersenyum.


"Cia belum mau mikir ke situ Mom. Tapi Cia janji kalau Mom kesepian dirumah sendiri, Mom bisa telefon Cia dan kalau Cia gak ada urusan yang lain Cia janji akan ke sini nemenin Mommy." Mommy Nina tampak berbinar dan langsung memeluk tubuh Ciara.


"Mom bersyukur, Devano mengenal kamu. Wanita yang penuh kesabaran, kelembutan dan paras kecantikan yang sama lah sama Mommy." Ciara terkekeh kecil.


"Mommy bisa aja." Mommy Nina kini melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ciara.


"Tapi emang benar lho Ci, apa yang Mommy katakan tadi. Kamu tuh seperti malaikat Devano, menolong pria brengsek itu untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Dulu sepertinya sebelum mengenalmu, Devano sangat brutal bahkan urusan kantor dan kuliah dulu selalu dia abaikan. Kerjaannya hanya mabuk-mabukan, ngerokok 1 bungkus setengah hari, kebut-kebutan dijalan, tawuran, balap liar sampai dia juga pernah ditangkap polisi gara-gara hal itu dan dia juga pernah mengendarai mobil dalam keadaan mabuk dan berakhir dia nabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang untung tuh mobil nyangkut di pohon bambu coba kalau gak mungkin dia udah nauzubillah inalillahi kali. Tapi walaupun begitu dia juga sempat koma karena pendarahan di kepalanya bahkan amnesia 1 bulan dan dia ingat semuanya itu gara-gara lihat satu foto di kamarnya yang ia sembunyikan di laci nakas kamarnya. Tapi sayang Mom gak boleh lihat foto itu waktu itu, tapi bukan Mom namanya kalau dilarang harus berhenti cari tau alhasil Mom bisa lihat foto itu dan kamu tau foto itu adalah foto wajah kamu. Saat itu Mom bertanya-tanya dengan diri Mom sendiri. Siapa gadis di foto itu yang bisa mengembalikan ingatan Devano begitu cepat? Tapi ketika Mom ingin cari tahu, lagi-lagi Devano tak mengizinkan Mom buat tau tentang kamu sebelum beberapa hari yang lalu Dev jujur kalau dia hamilin anak orang yang bikin Mom kaget setengah mati ditambah dia juga berkata jujur bahwa kamu lah si gadis dalam foto yang menyembuhkan amnesia Devano dan juga orang yang dia hamili. Waktu itu Mom sangat terpukul, kecewa dengan Devano tapi setelah dia mendapatkan luka lebam di seluruh tubuhnya oleh Daddy dan juga teman-temannya mungkin, Mom jadi merasa kasihan. Terlebih saat Devano bercerita tentang semuanya dari awal dia bertemu denganmu sampai dia berubah 180° saat kehilanganmu dan saat dia sempat mengalami depresi juga frustasi karena mencari keberadaanmu yang tak kunjung ia temukan. Tapi itu semua hanya ia pendam sendiri, tanpa berbagi cerita dengan orang lain," cerita Mommy Nina penjang lebar.


Sedangkan Ciara, ia terdiam sembari mendengarkan setiap cerita yang mungkin selama ini Mommy Nina pendam sendiri. Bahkan ia sempat tertegun saat mendengar kenyataan bahwa Devano sempat mengalami kecelakaan, amnesia sampai mengalami depresiasi karena dirinya. Ia merasa bersalah sekarang, Ciara dulu berfikir saat Devano menolaknya, dia sudah tak peduli tapi kenyataannya Devano masih sangat peduli dan mencoba mencarinya.


"Terimakasih ya Ci, kamu udah merubah Devano menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah bertemu denganmu dan Mom juga berterimakasih karena kamu masih mau bertemu dengan Devano walaupun Devano masih memiliki kesalahan yang cukup besar kepadamu. Mom sempat tak percaya saat kamu dengan legowo mengijinkan Devano berada di dekat Al dan juga kamu. Maafin semua kesalahan Devano, Mommy dan Daddy ya nak. Maaf Mommy belum bisa didik Devano jadi pribadi yang baik waktu itu hingga menyakiti kamu, wanita yang sangat baik hati dan penuh kelembutan. Bahkan Mom gak menemani kamu disaat terpuruk. Maafin Mommy ya nak," tutur Mommy Nina dengan air mata yang tak bisa ia pendam lagi. Ia tak bisa membayangkan bagaimana Ciara menjalankan hidupnya dulu.


Ciara tersenyum dan memeluk tubuh Mommy Nina.


"Itu sudah jadi masa lalu Mom. Masa lalu yang cukup pahit tak perlu di ingat lagi. Sekarang waktunya menatap masa depan. Cia di terima dengan lapang dada oleh keluarga ini dan Al juga diakui, Cia udah sangat bersyukur dan Cia juga sangat berterimakasih, Mom," tutur Ciara sembari mengelus punggung Mommy Nina.


"Al tidak diajak berpelukan?" Ciara dan juga Mommy Nina melepaskan pelukannya dan terkekeh kecil melihat kepolosan dari Al.


"Sini-sini Al ditengah Mama sama Maimo sini." Al berlari dan duduk diatara Ciara dan Mommy Nina kemudian mereka berdua berpelukan dengan ditengah-tengah terdapat Al yang tertawa bahagia.


Disisi lain, diruangan kerja Daddy Tian, Devano tengah duduk dan berdiskusi dengan sang Daddy.


"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Daddy Tian.


"Apa kamu tidak punya keinginan buat nemuin orangtua Ciara? Minta maaf atas kelakuanmu dulu? Dan mohon ampun kepada mereka karena gara-gara ulah kamu dulu yang sangat bejat itu menyebabkan renggang bahkan menghancurkan tali kekeluargaan diantara Ciara dan keluarganya terlebih kamu juga yang pisahkan mereka," sambung Daddy Tian.


"Tenang Dad. Dev berencana setelah dari sini Dev akan ke rumah Ciara. Mengatakan semua yang Devano lakukan ke Ciara dulu. Dev tidak peduli jika tubuh Dev nantinya akan hancur terkena pukulan atau bahkan nyawa Dev melayang ditangan keluarga Ciara. Dev tidak peduli itu semua yang terpenting mereka tau kebenarannya dan jika itu semua bisa buat mereka lega dan bisa menebus kesalahan Dev, Dev tidak akan pernah menyesal. Dev akan berusaha meminta maaf kepada mereka walaupun Dev yakin mereka tak akan langsung memaafkan kesalahan Dev yang benar-benar sangat memalukan ini," tutur Devano dengan tegas walaupun ia belum siap berpisah selamanya dengan Ciara atau Al nantinya jika keluarga Ciara tak melepaskan nyawanya untuk tetap berada didalam raganya.


Daddy Tian yang melihat keseriusan dari wajah Devano pun mengangguk.


"Mau Dad temani?" Devano menggelengkan kepalanya.


"Tak perlu Dad. Dev tidak ingin mereka merasa segan memukul Dev jika tau Dev anak Daddy. Biarkan Dev menemui mereka sendiri karena dulu saat Dev melakukan kesalahan tidak mengajak siapapun. Jadi biarkan Dev menanggung semuanya sendiri," tutur Devano yakin.


Daddy Tian kini tersenyum kemudian menghampiri Devano lalu menepuk pundak Devano.


"Ini baru anak Daddy. Berani berbuat berarti berani bertanggungjawab," ucap Daddy Tian. Devano menoleh kearah Daddy Tian dan tersenyum, ia merasa kekuatannya untuk menghadapi keluarga Ciara nanti bertambah karena dukungan dari sang Daddy.