
"Haish anak itu," grutu Olive setelah itu ia melangkahkan kakinya mendekati Devano yang tengah menatap 10 testpack di tangannya. Begitu juga dengan Dea yang sama-sama mendekati Devano.
"Udah ada hasilnya belum?" Tanya Olive.
Devano menggedikkan bahunya.
"Aku gak tau cara baca testpack beginian," ucap Devano.
Olive memutar bola matanya malas.
"Ck, kamu dulu dikasih tau soal kehamilan Ciara waktu dia hamil Al gak sih?" Devano mengangguk.
"Terus hasil testpacknya di kasih ke kamu gak?"
"Dikasih tapi kan dulu Cia juga kasih aku hasil USG jadi aku fokus ke hasil USG itu dari pada testpacknya," jawab Devano.
Olive berdecak kemudian merebut hasil testpack tadi dari tangan Devano. Dan saat dirinya ingin melihat hasilnya. Teriakan Kiara menggelegar nyaring ke telinga semua orang dirumah tersebut.
"Assalamualaikum. Aku udah bawa dokter kesini ini!" Teriak Kiara sembari masuk kedalam rumah tersebut.
"Ya Allah kenapa pakai ngundang dokter segala sih. Hasilnya aja belum tentu positif," ucap Ciara.
"Aku gak peduli sama penolakan kamu Kak. Yang penting aku udah bawa dokter buat jaga-jaga. Oh ya gimana hasil testpacknya?" Tanya Kiara sembari berlari menuju kearah Devano, Olive dan Dea meninggalkan dokter tersebut di ambang pintu.
Sementara itu Al kini mendekati dokter tadi.
"Silahkan masuk aunty dokter," ucap Al dengan sopan. Dokter tersebut tersenyum.
"Terimakasih," jawabnya kemudian ia mengikuti langkah Al yang menuju ke ruang tamu.
Sedangkan Ciara, ia memilih untuk membuatkan minuman untuk Dokter tadi.
Sementara disisi lain, diperkumpulan orang kepo yang tengah menantikan hasil dari testpack Ciara.
"Sepertinya sekarang udah muncul hasilnya," ucap Kiara. Saat sesampainya tadi di hadapan ketiga orang itu, ia diberitahu oleh Olive jika hasilnya belum juga muncul dan mereka memutuskan untuk menunggunya lagi.
"Udahlah. Hasilnya akan tetap sama. Karena setahuku dulu untuk mengetahui hasil dari testpack hanya menunggu beberapa detik aja bukan beberapa menit," ucap Devano sembari beranjak menyusul Ciara diruang tamu.
"Kata siapa nunggu hasil testpack beberapa detik aja. Kurang literasi tuh orang. Padahal nunggu hasilnya harus 2 sampai 5 menit," gerutu Olive.
"Ngaco tuh emang Kakak ipar," timpal Kiara.
Saat Olive dan Kiara ngedumel tak karuhan, Dea hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa berniat mengikuti mereka berdua. Ia sekarang hanya akan fokus ke satu testpack yang tadi sempat ia ambil dari tangan Olive.
Dan kini ia membelalakkan matanya saat melihat testpack ditangannya menunjukan sebuah perubahan.
"Kak kak kak. Hasilnya udah keluar!" Teriak Dea heboh. Yang membuat orang disana menoleh kearahnya kecuali dengan Ciara yang justru menutup mata dan telinganya. Takut-takut jika mereka semua akan kecewa dengan hasilnya.
Tapi siapa sangka jika hasilnya adalah...
"Garis dua. Positif!" ucap Olive bersorak gembira.
"Yes yuhuuuuuu ponakan baru otw," teriak Kiara sembari berjingkrak-jingkrak riang.
Sedangkan Dea, ia langsung berlari menuju kearah Ciara dan memeluk Kakak angkatnya itu yang masih menutup telinga juga matanya.
"Kakak udah bilang kan hasilnya gak bakal positif," ucap Ciara lesu.
Dea melepaskan pelukannya dan menatap kearah Ciara dengan senyum merekahnya.
"Kata siapa? Coba Kakak lihat sendiri hasilnya." Dea memberikan satu testpack tadi kearah Ciara yang langsung melihat hasil tersebut.
"Ini pasti salah deh, De," tutur Ciara yang masih saja tak percaya.
"Ck, mana ada salah. Orang dari 10 testpack hasilnya sama semua. Kalau gak percaya buktikan langsung sama Bu dokter yang udah disini," ucap Dea.
"Dok, tolong periksa Kakak saya sekarang juga ya dok. Dan kasih tau dia biar dia yakin akan kehamilannya saat ini." Dokter pun mengangguk kemudian ia menghampiri Ciara.
"Maaf. Tapi ini mau diperiksanya dimana ya?" Tanya dokter tersebut.
"Disini aja gak papa kan Dok?" Tanya Dea.
"Eh kok disini," tolak Ciara.
"Emangnya mau dimana? Dikamar kamu? kelamaan. Harus naik dan turun lagi nanti. Mending disini sekalian toh disini juga cuma ada kita-kita doang. Suami kamu juga Al yang notabenenya berjenis kelamin laki-laki udah gak kelihatan batang hidungnya. Toh kalau mereka berdua ada disini juga gak papa, mereka berdua udah tau luar dalam kamu," timpal Olive yang seperti sudah puas berteriak dan lompat kegirangannya.
"Haish terserah kalian aja lah," tutur Ciara final.
Kini dokter tersebut segera memerintahkan Ciara rebahan di sofa. Lalu dengan lihai dokter itu memeriksa keadaan Ciara.
Setelah melewati beberapa pemeriksaan, Dokter tersebut tersenyum kearah Ciara.
"Selamat untuk nyonya karena nyonya sekarang tengah mengandung dan hasil dari testpack tadi memang benar. Tak ada kesalahan sama sekali," ucap dokter tersebut sembari membereskan peralatan yang ia tadi keluarkan.
Ciara mengerjabkan matanya beberapa kali dan sesaat setelahnya ia tersenyum, lalu dengan reflek ia mengelus perutnya yang masih rata.
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut diharap nyonya segera ke rumah sakit," tutur dokter tersebut sembari berdiri dari duduknya.
"Kalau begitu saya pamit undur diri. Perbanyak makan buah dan sayurnya nyonya. Untuk vitamin dan sebagainya saya sudah tulis di kertas itu," sambung dokter tadi.
Ciara ikut menegakkan tubuhnya dan mengangguk kearah dokter tersebut.
"Terimakasih Dok," ucap Ciara yang dijawab anggukan kepala.
Bertepatan saat dokter tadi keluar dari rumah itu di antar oleh Kiara karena dia harus bertanggungjawab mengantar dokter tersebut kembali ke rumah sakit, Devano dan Al baru masuk kedalam rumahnya.
Dan baru saja Devano ingin bertanya, Ciara sudah lebih dulu berlari kearahnya dan berhamburan kepelukannya. Untuk saja Devano sudah siap dengan serangan tiba-tiba dari Ciara tadi. Jika tidak ia bisa jatuh telentang. Kalau dia sendiri sih tidak masalah tapi jatuhnya dengan Ciara yang selalu ia lindungi dan tidak boleh terluka sedikitpun.
"Hey kenapa?" tanya Devano karena Ciara sudah menangis didalam pelukannya.
Sedangkan Al, ia hanya menatap kedua orangtuanya itu sembari menikmati eskrim ditangannya.
"A---Aku hiks."
"Iya kamu kenapa? yang jelas dong Ci. Jangan bikin aku khawatir. Kalau hasilnya gak sesuai yang kita semua harapkan juga gak papa. Aku gak bakal marah atau gimana-gimana sama kamu. Udah ya cup cup cup jangan nangis lagi. Belum rezeki kita dan masih banyak kesempatan untuk kita kok asalkan kita gak pantang menyerah. Udah ya sayang jangan nangis lagi. Toh kita udah punya Al. Anak tunggal juga gak masalah buat aku. Asalkan kita selalu kompak dan dijauhkan dari godaan setan aja," ucap Devano menenangkan Ciara. Padahal dia belum tau yang sebenarnya. Pasalnya dia tadi menemani Al yang merengek minta dibelikan eskrim olehnya. Alhasil ia menuruti Al yang membuat dirinya ketinggalan berita menggembirakan itu.
"Hiks, dengerin dulu ih. Kita gak gagal lagi untuk kali ini. Kita berhasil Dev, berhasil. Adik Al udah berkembang di perutku. Hiks," tutur Ciara.