
Al kini mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk memukul orang-orang yang sudah mengurung pergerakan Yura sekarang.
Hingga matanya tak sengaja menatap kesalah satu kayu yang lumayan besar. Al kini menatap sekilas kearah kerumunan orang-orang tersebut bahkan suara Yura yang terus memohon untuk tidak disakiti pun masuk kedalam pendengaran Al yang membuat anak laki-laki itu semakin tak tega dengan gadis malang itu. Dan karena ia tak ingin mengulur waktu lagi, Al kini berlari kearah kayu tadi dan setelah mendapatkannya, Al kembali berlari menuju ke gerombolan orang-orang tadi yang ternyata satu-persatu sudah mulai tumbang karena terkena bogeman dari dua bodyguard Al.
"Tuan muda menjauh!" teriak Doni saat ia melihat Al yang justru semakin mendekati bahaya itu.
"Bukan saatnya untuk menjauh Om. Om fokus saja, Al bisa melindungi diri Al sendiri," ucap Al sembari mengayunkan tangannya yang membawa kayu tadi ke orang-orang yang tengah menghadang jalannya.
Doni dan Toni yang melihat Al semakin banyak yang menyerang pun hanya bisa mendoakan keselamatan Al karena mereka berdua juga tengah melawan orang-orang yang tak kalah banyaknya dengan orang yang menyerang Al.
Dan saat mereka berusaha untuk menolong Al, pasti ada saja yang menggagalkannya.
"Tuan muda tetap hati-hati dan waspada!" teriak Toni.
Al yang mendengar teriakan demi teriakan dari bodyguardnya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Al terus mengayunkan tangannya itu hingga orang-orang yang menyerangnya mulai menipis dan tumbang. Hal itu membuat Al kini bergerak mendekati Yura yang kini tengah disandera oleh salah satu kawanan penjahat tadi bahkan tepat di leher Yura terdapat pisau yang sewaktu-waktu bisa melukai Yura. Sedangkan Yura tenaganya sudah habis terbuang karena tadi sempat lari-larian pun gadis itu hanya bisa menangis dengan mata yang menatap kearah Al, seakan-akan tatapan mata itu mengisyaratkan agar Al menolongnya.
"Jangan mendekat. Kalau kamu mendekat jangan salahkan aku jika leher gadis kecil ini akan putus nanti," ancam laki-laki tersebut yang membuat Al menghentikan langkahnya.
"Taruh kayu itu!" Perintahnya yang langsung di turuti oleh Al. Tapi walaupun begitu otaknya terus berjalan untuk memikirkan cara agar Yura menjauh dari laki-laki tersebut.
"Kesini kamu!" perintahnya lagi. Dan perlahan Al melangkahkan kakinya mendekati orang tadi.
Dan saat dirinya sudah mengikis jarak antara dirinya, Yura dan laki-laki tadi. Tanpa laki-laki itu duga, Al ternyata sudah menyiapkan tubuhnya untuk menyerang laki-laki tersebut dengan cara menendang lengan laki-laki itu hingga tangan tersebut menjauh dari leher Yura bahkan pisau yang orang itu genggaman kini sudah terjatuh ke jalanan. Dan disaat yang bersamaan, Al langsung menyerat lengan Yura. Hingga tubuh Yura kini berada di belakang tubuh Al.
Sedangkan laki-laki tersebut kini menatap nyalang kearah Al.
"Lumayan juga tendangan kamu, bocah," ucap laki-laki tersebut dengan senyum smriknya.
Dan tanpa Al ketahui dalam diam, laki-laki tersebut memberikan kode ke temannya untuk menyerang Al.
"Tuan muda awas di belakang!" teriak Doni yang membuat Al langsung menoleh ke belakang. Dan dengan reflek ia menghidari serangan tersebut tapi sayangnya, pisau yang dibawa orang itu yang awalnya mengarah ke Yura, mengenai lengannya hingga membuat darah segar mulai mengalir.
"Tuan muda!" teriak Toni dan Doni secara bersamaan.
"Fokus ke diri kalian masing-masing!" teriak Al saat kedua bodyguardnya itu sudah mulai tak fokus dengan orang-orang yang menyerangnya.
"Kamu bisa aku ajak kerja sama kan?" tanya Al kepada Yura dengan berbisik.
Yura yang tengah gemetar pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Saat aku nanti menyerang mereka, kamu cari kesempatan untuk mengambil senjata apapun yang dibawa orang-orang ini. Dan setelah kamu memegang senjata itu, panggil namaku. Aku nanti akan mulai melawan mereka untuk mengecoh pergerakan mereka dan jangan lupa kamu juga harus memberikan senjata untukku. Dan satu lagi beranikan diri kamu untuk membantuku melawan mereka. Kamu mengerti?" Lagi-lagi Yura hanya menganggukkan kepalanya.
Setalah mendapatkan jawaban dari Yura, Al kini kembali fokus kearah orang-orang tadi. Kemudian dengan lantang ia mulai angkat suara.
"Biarkan dia pergi dari sini dan jadikan aku sebagai penggantinya," ujar Al.
"Tuan muda apa yang kamu lakukan. Arkkhhhhhhh," ucap Toni diakhiri dengan rintihan karena dirinya berhasil mendapatkan pukulan dari lawannya.
"Sudah Al bilang, fokus ke diri kalian masing-masing!" geram Al yang ucapannya tadi tak dihiraukan oleh kedua bodyguardnya itu.
"Cih, anak bayi baru lahir kemarin sok-sokan mau jadi pahlawan," cibir salah satu orang itu.
"Tapi jika dilihat-lihat lagi dia sepertinya juga anak orang kaya dan mungkin salah satu anak dari pembisnis yang menjadi lawan bos. Kalau kita menangkap anak ini, juga tak sia-sia. Pasti bos juga akan senang," ucap yang lainnya.
"Lepaskan anak perempuan itu dan kita turuti apa yang dia mau," tutur laki-laki yang tadi menyandera Yura sembari menunjuk kearah Al. Dan setelahnya mereka semua bergerak mendekati Al tanpa menghiraukan Yura lagi.
Al yang sudah menjadi tawanan dari orang-orang tersebut kini ia menyempatkan dirinya untuk melirik kearah Yura yang sudah aman dan saat tatapan keduanya bertemu, Al langsung memberikan kode kepada Yura, agar sang empu segera melakukan apa yang ia minta tadi. Yura yang paham akan kode tersebut pun ia mengangguk kepalanya. Lalu setelahnya dengan penuh kehati-hatian ia bergerak untuk mencari senjata tersebut dari orang-orang yang sudah tak sadarkan diri.
Dan saat dirinya sudah menemukan senjata yang mungkin akan membantu Al, dengan cepat ia kini berlari kearah orang-orang yang akan membawa Al masuk kedalam mobil itu.
"Al!" teriak Yura yang membuat semua orang kini menolehkan kepalanya kearah Yura. Al yang melihat ada kesempatan dirinya untuk menyerang pun dengan cepat ia menendang aset berharga mereka hingga membuat semua orang yang terkena tendangan Al itu meringis kesakitan.
"Tangkap!" teriak Yura sembari melemparkan sebuah pistol kearah Al yang untungnya dengan sigap Al menangkapnya.
Dan setelah mendapatkan senjata tersebut Al langsung bergerak menembaki orang-orang tadi saat ingin kembali mendekati Al. Sedangkan Yura yang membawa sebuah belati pun dengan asal-asalan ia mengayunkan belati tadi kearah orang yang ingin mendekatinya.
"Hiyaaaaaa. Rasakan ini!" teriak Yura sembari mengarahkan belati tadi kearah aset berharga laki-laki di depannya. Dan dengan sekali ayunan, Yura berhasil melukai aset berharga itu hingga membuat sang empu menjerit keras.
"Arkhhhh!" teriak orang tersebut yang membuat Yura yang tadinya menutup mata kini mata itu kembali terbuka.
"Eh, kok celana om basah. Om ngompol?" tanya Yura dengan polosnya. Tak tau saja dirinya sekarang, kalau orang itu tengah sekarat karena ulahnya.