Young Mother

Young Mother
Jalan-jalan Al dengan Maimo


Ketika kedua orangtuanya tengah ke rumah sakit, Al malah tengah asik jalan-jalan di salah satu mall terbesar di kota tersebut hanya berdua dengan Mommy Nina saja.


"Al makan dulu yuk," ajak Mommy Nina yang sedari tadi mengikuti kemanapun langkah Al berada, yang dimana setiap toko di dalam mall tersebut selalu saja Al masuki walaupun tak membeli barang di toko itu sama sekali. Mungkin ia sengaja menguji kesabaran dan kekuatan tubuh Mommy Nina saat ini.


Al yang baru melihat-lihat mainan di depannya kini mendongak kearah Mommy Nina.


"Mai lapar?" tanya Al yang dijawab dengan anggukan memelas Mommy Nina. Sebenarnya ia tak terlalu lapar hanya saja ia sudah merasa capek mengitari mall tersebut sedari tadi tanpa di izinkan cucu tampannya itu untuk istirahat sedetikpun.


"Ya udah Mai makan dulu sana. Al mau lihat-lihat lagi," ucap Al.


"Maksud Al, Mai makan terus Al masih disini sendiri gitu?" Al mengangguk.


"Al sudah besar Mai. Al juga belum lapar. Jadi kalau Mai mau makan ya makan saja asalkan Al dikasih uang dulu supaya saat Al menginginkan sesuatu langsung bisa membayarnya tanpa mencari Mai terlebih dahulu," tutur Al.


"Gak. Mai gak akan tinggalin Al sendirian. Mai akan temani Al," ucap Mommy Nina. Jika ia mensetujui ide dari Al bisa-bisa cucunya yang paling tampan itu di culik tante-tante untuk di jadikan baby gula lagi. Gak, gak akan Mommy Nina biarkan.


"Tapi bukanya Mai tadi bilang kalau Mai tengah lapar? Tak apa Mai. Al bisa jaga diri Al sendiri, percayalah," tutur Al meyakinkan Mommy Nina.


Dengan cepat Mommy Nina menggelengkan kepalanya.


"Gak jadi. Mai udah kenyang sekarang."


"Baiklah kalau begitu. Tapi kalau Mai sudah tak tahan lagi, Mai harus segera makan, oke."


Mommy Nina tampak menghela nafas dan segera menganggukkan kepalanya sembari memaksakan senyumnya.


Kini Al kembali melangkahkan kakinya untuk melihat-lihat deretan mobil-mobilan didepannya diikuti oleh Mommy Nina yang mengerucutkan bibirnya.


30 menit kemudian, Mommy Nina sudah benar-benar kecapekan mengikuti Al yang belum juga mendapatkan mainan yang ia mau.


"Al apakan masih belum menemukan mainan yang kamu suka?" tanya Mommy Nina dengan lesu.


Dengan polos dan tanpa rasa bersalah sedikitpun, Al menggelengkan kepalanya.


"Al sudah punya semua mainan disini. Sepertinya kita harus ganti toko yang lainnya, Mai," ucap Al sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Mommy Nina begitu saja, cucunya itu tak tau apa jika kakinya saat ini terasa seperti ingin copot dari tempatnya. Tapi mau bagaimana lagi, Mommy Nina harus segera menyusul Al yang entah sudah sampai dimana anak itu sekarang. Kesalahannya sendiri tadi yang tak mengajak salah satu art dirumahnya untuk membantunya mengawasi Al. Jadinya ia kewalahan sendiri sekarang.


Disisi lain saat Al berlari keluar dan baru sampai di depan pintu toko, tak sengaja dirinya menabrak seseorang.


"Auhhhhh," rintih Al karena dirinya jatuh ke lantai.


"Astaga, anak siapa sih ini. Bisa-bisanya di biarkan main lari-larian di sini. Nabrak orang kan jadinya," geram seorang wanita yang Al tadi tabrak.


"Maaf aunty Al tidak sengaja," ucap Al sembari berusaha berdiri dari duduknya dan menatap kearah wanita tadi yang membuat wanita itu sedikit membelalakkan matanya saat melihat wajah Al yang tak asing baginya.


Tapi sesaat setelahnya ia menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu tau, kalau kamu hampir saja mencelakaiku huh? kamu harusnya tau situasi dimana kamu harus berlari dan berjalan seperti orang normal. Emang kamu pikir mall ini milik orangtua kamu? sampai kamu seenaknya main lari-larian seperti tadi huh?" sentak wanita tersebut dengan menunjuk-nunjuk wajah Al. Padahal jika dipikir-pikir, tak ada hal yang membahayakan wanita itu jika Al menabraknya. Terlihat dari postur tubuh saja sudah tau pihak mana yang akan dirugikan dan mendapat ancaman bahaya.


"Kau ini anak yang pintar sekali menjawab perkataan dari orangtua. Dimana orangtua kamu yang tidak becus mendidik kamu hah? dimana dia katakan!" bentak wanita tersebut cukup keras yang membuat Al ketakutan. Bahkan pengunjung mall kini berhenti dan menatap kesumber keributan di depan mereka.


"Cepat katakan dimana orangtua kamu, anak kecil yang tak tau sopan santun!"


"Mama sama Papa tidak disini," jawab Al yang tak berani menatap wajah wanita tersebut.


"Maaf, ada apa ya ini?" tanya seorang wanita yang terlihat seumuran dengan Ciara yang kini mendekati Al juga wanita yang ditabrak Al tadi.


"Lihat anak ini, dia tadi menabrakku karena lari-lari seenak hatinya. Bahkan dia juga sempat membahayakan keselamatanku," jelasnya.


"Al sudah minta maaf aunty," tutur Al.


"Diam kamu!" bentaknya.


"Maaf nona. Mungkin anak ini memang salah tapi dia sudah meminta maaf dan mengakuinya kepada anda. Dan jika dilihat-lihat dari ujung rambut hingga ujung kaki, anda terlihat baik-baik saja, tak ada lecet sama sekali. Baju, celana dan riasan anda juga masih sangat rapi. Jadi dari mana anak ini bisa membahayakan diri anda jika postur tubuh saja sangat jauh berbeda. Jika postur tubuh anak ini lebih gemuk dan lebih tinggi dari anda kemungkinan apa yang anda katakan tadi memang benar adanya. Tapi tinggi anak ini hanya sebatas perut anda juga tubuh anak ini tak gemuk sama sekali," bela wanita cantik itu yang membuat wanita yang ditabrak Al menatapnya dengan tajam.


"Siapa kamu hah, sampai membela anak sialan ini? Jika tak ada hubungannya sama kamu, mending kamu pergi dari sini," geramnya.


"Saya memang bukan siapa-siapanya anak ini. Tapi ucapan anda tadi sangat tak masuk diakal. Dan harusnya jika anda ingin menasehati anak kecil, saya mohon dengan suara yang halus bukan dengan teriak dan membentaknya. Tak baik buat mental anak," ucap wanita cantik tadi sembari mengelus kepala Al dengan lembut untuk memberikan ketenangan didiri Al.


Saat keributan tadi terus terjadi, Mommy Nina baru saja keluar dari toko mainan yang luas dari tempat mobil-mobilan tadi hingga pintu keluar hampir membuat dirinya lumpuh di dalam toko tersebut.


Saat menatap ke luar toko tadi, mata Mommy Nina langsung membelalak saat menatap Al tengah tertunduk takut dengan dua orang wanita di depan dan sampingnya tak lupa banyaknya orang yang hanya mengerubungi ketiga orang tersebut.


"Al," ucap Mommy Nina. Kemudian ia berlari kencang menuju tempat keramaian tersebut mengabaikan sakit dikakinya saat ini.


"Al!" teriak Mommy Nina yang membuat seluruh pasang mata di sekelilingnya menatap kearahnya tak terkecuali dengan Al dan kedua wanita tadi.


"Mai," gumam Al. Saat Mommy Nina sampai dihadapan Al, ia langsung memeluk tubuh cucu kesayangannya itu.


"Apa yang terjadi sayang?" tanya Mommy Nina sembari mengelus punggung Al.


"Maafkan Al, Mai. Al hari ini menyusahkan banyak orang," ucap Al menyesali perbuatannya.


"Tidak sayang, Al tidak menyusahkan siapapun. Katakan apa yang sebenarnya terjadi," tutur Mommy Nina sembari melepaskan pelukannya dan menatap wajah Al dengan lekat.


Al kembali menundukkan kepalanya sembari memainkan ujung bajunya.


"Al tadi tidak sengaja menabrak aunty baju pink itu saat Al tengah berlari keluar dari toko mainan. Al sudah minta maaf tapi aunty itu terus saja marah sama Al. Al tau Al salah Mai, Al mengakuinya," tutur Al.


Mommy Nina kini tersenyum sesaat kearah Al sebelum senyumannya itu hilang saat ingin menatap wajah wanita yang dimaksud sang cucu tadi.


Dan ketika tatapan Mama Nina dan wanita yang ditabrak Al tadi saling beradu, lalu beberapa saat setelah melihatnya, Mommy Nina tampak menghela nafas dan memutar bola matanya malas.


Sedangkan wanita yang ditabrak Al tadi kini terkejut saat melihat wajah Mommy Nina.