Young Mother

Young Mother
S2_Story MK Al, Kiya Part 1


Kini usia Al sudah memasuki angka ke 9 tahun sedangkan Kiya, gadis kecil itu sekarang sudah menginjak umur 4 tahun. Tak berbeda dengan Al, Kiya juga termasuk anak jenius bahkan ketajaman ingatan anak itu lebih tajam dari Al dulu. Tapi walaupun begitu, sifat Kiya sudah sangat jelas berbeda dengan sang Kakak. Jika Al sedari kecil memiliki sifat yang cenderung menjaga jarak kepada orang lain dan selalu menampilkan wajah datar juga tatapan dinginnya, Kiya justru sebaliknya. Gadis kecil itu justru pintar sekali berbaur dengan orang lain, tak ada rasa takut sama sekali dan juga selalu happy jika bertemu dengan orang lain. Bahkan kecentilan Kiya juga sudah dapat dilihat dengan selalu ingin tampil perfect dalam urusan pakaian dan jika Kiya berada di kamar orangtuanya, hal pertama yang ia cari adalah makeup sang Mama.


Sama seperti sekarang ini, gadis kecil itu tengah diam-diam ingin menyelinap masuk kedalam kamar orangtuanya saat Ciara tengah menyirami tanaman di belakang rumah dan Devano sudah pergi bekerja.


Setelah dirinya sudah berada didepan pintu kamar tersebut, dengan susah payah Kiya berusaha untuk membuka pintu itu hingga akhirnya usahanya tak sia-sia. Pintu tersebut kini telah terbuka lebar dan sebelum masuk kedalam, Kiya lebih dulu melihat ke kanan dan ke kiri, takut-takut jika sang Mama sudah menyadari jika dirinya telah kabur dari halaman belakang. Setelah ia lihat tak ada orang sama sekali disekelilingnya barulah kiya masuk kedalam kamar tersebut.


Matanya kini berbinar saat melihat beberapa alat makeup tertata rapi diatas meja rias dikamar tersebut. Ia berjingkrak kegirangan sembari bertepuk tangan. Dan sebelum dirinya menuju meja rias tadi, Kiya lebih dulu menutup rapat-rapat pintu kamar tersebut lalu barulah dia berlari hingga sekarang dia sudah menghadap langsung ke alat makeup tersebut.


Senyum Kiya semakin melebar, kemudian ia kini dengan bersusah payah naik ke kursi rias dan setelah berhasil ia segera melakukan apa yang ia inginkan.


Sedangkan di halaman belakang, Ciara masih aja sibuk dengan aktivitasnya dengan sesekali ia melontarkan sebuah cerita kepada Kiya yang ia pikir anaknya itu masih bermain di ayunan yang tak jauh darinya.


"Kiya kan sekarang sudah sekolah bahkan Kiya murid paling muda diantara teman-teman Kiya yang lainnya. Jadi Mama mau tanya dong, apa teman Kiya ada yang jahat sama Kiya? atau Kiya sekarang tengah kesusahan mengimbangi pelajaran disekolah? jika Kiya kesusahan, Kiya gak usah sekolah dulu ya nunggu umur Kiya 5 tahun dulu aja ya nak. Mama sama Papa juga setuju kalau Kiya berhenti sekolah dulu sampai umur Kiya cukup. Kiya mau kan berhenti sekolah untuk sementara waktu?" tanya Ciara tanpa menolehkan kepalanya kearah ayunan dibelakangnya.


Memang benar Kiya sekarang sudah masuk ke taman kanak-kanak diusianya yang masih terbilang sangat muda. Dan itu semua atas keinginannya sendiri. Dulu Devano dan Ciara sudah memberikan penjelasan bahkan sudah memberikan pilihan yang lain seperti masuk kedalam sekolah PAUD terlebih dahulu tapi anak itu menolak mentah-mentah tawaran dari kedua orangtuanya itu dan tetap kekeuh untuk masuk kedalam taman kanak-kanak dengan tangisan yang hampir 5 jam ia lakukan hanya untuk mendapatkan persetujuan dari orangtuanya itu.


Dan karena Devano juga Ciara yang sudah tak tega melihat anaknya terus menangis, lebih tepatnya mereka sudah menyerah untuk membujuk Kiya, alhasil dengan terpaksa mereka memenuhi keinginan Kiya untuk masuk ke taman kanak-kanak. Tapi walaupun keinginannya sudah tercapai, sifat anak-anak didiri Kiya masih sangat melekat. Dan hal itu membuat sekolahnya jadi berantakan. Karena Kiya hanya mau masuk sekolah saat mood dia tengah bagus saja jika tidak jangan harap dia menampakkan dirinya disekolah, ia akan membolos dan akan masuk kembali dikemudian hari setelah mood anak itu kembali baik.


Dan untungnya Devano maupun Ciara sudah berbicara dengan guru disekolah Kiya sebelumnya. Jadi masalah masuk dan tidaknya Kiya, guru-guru disana sudah sangat maklum dengan hal itu.


Sama seperti saat ini, Kiya pagi tadi moodnya tengah jelek dan berakhir dirinya meliburkan diri dari sekolahnya hari ini. Dan sepertinya anak itu sebentar lagi akan membuat darah Ciara naik saat sang empu melihat apa yang tengah dilakukan putri tercintanya itu.


...****************...


Ciara kini menghentikkan aktivitasnya saat tak mendengar jawaban dari Kiya. Dan kini ia menolehkan kepalanya kearah ayunan yang sebelumnya terdapat Kiya disana.


"Lho kok gak ada? kemana anak itu pergi?" gumamnya sembari melihat ke sekitarnya. Siapa tau Kiya tengah memetik bunga atau tengah bermain-main di tempat yang masih kosong di halaman tersebut. Tapi sayang, matanya tak dapat menangkap keberadaan Kiya dihalaman tersebut. Dan hal itu mampu membuat Ciara kalangan kabut.


"Kemana sih tuh anak? kalau sampai hilang matilah aku. Pasti nantinya akan kena amukan singa jantan dan singa muda. Duh punya anak perempuan satu aja hobinya ilang-ilangan mulu," gemas Ciara sembari mendudukkan tubuhnya disalah satu kursi dapurnya lalu ia segera meneguk segelas air putih yang berada didepannya.


Dan setelah membasahi tenggorokannya, Ciara kembali mencari keberadaan anaknya itu yang ia yakini jika dia masih berada dilingkungan rumah tersebut. Karena tak mungkin Kiya berhasil keluar rumah sendiri sedangkan di lingkungan rumah tersebut penuh dengan anak buah Devano yang 24 jam menjaga keluarga tersebut.


Kini langkah Ciara terhenti saat dirinya baru ingat jika ia belum mencari keberadaan putrinya dilantai atas rumah tersebut. Mungkin saja Kiya sekarang tengah bermain di kamarnya atau malah tengah tertidur mengingat jika sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah 11 siang dimana sebentar lagi adalah waktu tidur siang untuk Kiya.


Tapi sayangnya saat Ciara sudah berada di kamar Kiya dan menelusuri setiap sudut kamar tersebut, tetap saja ia tak menemukan keberadaan Kiya.


"Dia tau tidak sih kalau Mamanya ini sudah tak muda lagi. Kalau diajak main petak umpet gini yang pusing Mama, nak," gumamnya sembari memijit pangkal hidungnya.


"Atau jangan-jangan tuh bocil masuk dikamar Al lagi. Ya ampun jangan sampai dah, bisa-bisa Al nanti ngamuk gara-gara kamarnya diacak-acak Kiya. Arkhhhh," jerit Ciara tertahan dan kini kakinya kembali melangkah menuju kamar Al dan saat dirinya sudah sampai di depan pintu kamar tersebut tangan Ciara mulai menggerakkan knop pintu.


"Terkunci. Huh berati aman terkendali. Tapi jika dia tidak ada di kedua kamar ini lalu dia sekarang dimana?" ucapnya sembari berusaha menebak-nebak keberadaan Kiya saat ini hingga pikirannya itu buyar saat telinganya mendengar pecahan sesuatu yang mengarah ke kamarnya.


Dan tanpa pikir panjang, Ciara kini berlari menuju kamarnya dan saat pintu kamar tersebut ia buka. Matanya langsung melebar sempurna saat melihat pemandangan di dalam kamarnya itu.


"Ups ketahuan," ucap Kiya dengan senyum manisnya saat melihat Ciara yang sudah masuk kedalam kamar tersebut.


...****************...


Ekstra Part di cerita ini author ganti menjadi Season 2 yang hanya menceritakan kisah Al dan Kiya semasa kecilnya saja tanpa konflik yang berat.


Dan Author ucapan terimakasih atas dukungan kalian semua. Jangan luka Like, Vote, komen dan kasih hadiah. See you next eps bye 👋