
Happy reading guys ❤️
****
Pelukan dua sahabat seperti sudah lama tidak ketemu, terjadi dihadapan tiga pasang mata yang terheran-heran melihatnya.
Aisha dan Alana saling berpelukan dan berloncat-loncat, seperti anak-anak kecil( walaupun umur sudah dewasa, setiap orang ada sisi kekanak-kanakan didalam diri.😀🤭)
"Seperti sudah berpuluh-puluh tahun kalian tidak bertemu ." tegur mama Alana.
"Asay, jangan loncat-loncatan. Nanti calon anak kita berguguran ." ucapan Richard membuat Abang ipar dan kakaknya terkejut.
"Aisha hamil ?"
"Tambah anggota kita ," ujar papa Alana dan melirik Alana yang ribut minta adek bayi.
"Apa ?" bingung Aisha, ketika mama dan papa Alana melihat kearahnya.
"Hamil Aish ?" ulang kakak Richard, Chintya. kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama, yaitu kehamilan Aisha.
"Apa ? Tante kecil hamil ?" kali ini pertanyaan datang dari mulut Alana.
"Mas say..!!" malu Aisha, dan mendelik menatap Richard.
Tiga pasang mata menatap Aisha, menunggu apa jawaban Aisha.
"Rich ?" tanya kakaknya.
"Belum kak, tapi mengharapkannya kan boleh ." ngekeh Richard.
"Huh..kamu ini, hampir buat senang ." gerutu kakaknya dan masuk kedalam rumah.
"Lagi pula, aku juga bodo. Baru seminggu kok sudah percaya saja Aisha hamil ." ngedumel Chintya terus berlanjut.
"Ada apa ngedumel sendiri ?" tanya mamanya.
"Nggak apa-apa maa, nih maa Chintya bawakan opor ayam ." Chintya memberikan masakan yang dibawanya kepada maid .
Diluar Alana masih dengan versi ngambek gaya Alana, yaitu tidak melihat keberadaan Richard disekitarnya.
"Hai keponakan Om yang paling cantik !" sapa Richard.
"Ais, apa kau mendengar suara laki-laki selain papa super ganteng ku itu ?" tanya Alana .
"Ada, tuh suami super ganteng ku ." balas Aisha.
"Hih.. dibandingkan dengan papaku, kalah jauh lah ." sindir Alana.
"Rich, keponakanmu ngambek parah. Dia menganggap dirimu tidak ada ." bisik papa Alana.
"Iya bang, tapi sebentar saja itu bang . Nanti dikasih oleh-oleh kesukaannya, langsung lengket kembali ." balas Richard.
Richard menghampiri Aisha dan Alana, Richard berdiri diantara keduanya.
"Ayo dua wanita kesayangan Richard, mari kita masuk." Richard merangkul bahu Alana dan Aisha.
"Lepaskan Tuan Richard Hutama, kita tidak saling kenal !" ujar Alana dengan suara yang dibuat-buat seperti marah.
"Haha..sudah ya, jangan marah lagi. Nanti kita bisa pergi bersama ," ujar Richard.
"Al, bukan ingin ikut !" seru Alana.
"Iya..iya maaf please !"
"Tiada maaf untukmu Richard Hutama !" kemudian Alana melepaskan rangkulan tangan Richard ke pundaknya, dan menarik Aisha masuk kedalam rumah.
"Hehe... tu lah, kau terlalu memanjakannya ," ucap Abang iparnya, dan menepuk pundak Richard.
Richard memang sangat memanjakan Alana, karena sedari kecil. Sampai umur 15 tahun. Alana tinggal dengan Oma dan opa nya, karena Chintya dan suaminya tinggal di luar negeri. Untuk melanjutkan kuliah S2 nya.
Alana kecil lebih sering bersama dengan Richard dirumah, karena Oma nya juga seorang Dokter.
Richard berhenti menjaga Alana, ketika Richard pindah kuliah keluar negeri.
***
Kita lihat Gaby dulu guys, apa yang terjadi dengannya.
Setelah kejadian yang menimpanya, Gaby menjadi berubah. Dia hanya berkurung dikamar, gaya hidupnya berubah. Diwaktu malam, Gaby sulit untuk memejamkan matanya. Tetapi begitu hari siang, dengan kedatangan kedua temannya. Gaby dapat tidur dengan pulasnya.
Kedua temannya, menyarankan Gaby untuk menemui psikiater.
Mendengar saran kedua temannya, Gaby sedikit marah.
"Kalian kira aku gila !" Gaby menatap wajah kedua teman dengan pandangan matanya yang kosong, beda dengan Gaby biasanya.
"Gaby, kalau ke psikiater. Bukan karena gila !" kata Lily.
"Sudah..sudah ! jangan kalian bicara lagi, pergi kalian !" Gaby mengusir keduanya.
"Ayo Eline ." Lily dan Eline meninggalkan rumah Gaby.
" Sabar Lily, mungkin karena keadaannya begitu. Dia merasa tertekan ," kata Eline.
"Ayo kita nonton, pusing kepalaku. cari hiburan kita ." Lily dan Eline pergi dari halaman rumah Gaby, dan sepasang mata mengintip kepergian Lily dan Eline.
***
Dua kelompok dengan perbincangan masing-masing.
Kelompok pria dengan perbincangan dari otomotif sampai membahas perusahaan.
Kelompok wanita, tidak jauh-jauh dari fashion. Dan kehebohan terjadi, begitu Alana memberikan oleh-oleh dari bulan madu .
Yang paling heboh siapa lagi kalau bukan Alana, seperti yang dikatakan Richard. Ngambek Alana akan mencair begitu melihat apa yang dibelikan untuknya.
"OMG ! thanks Tante kecil !" seru Alana sembari memeluk Aisha.
"Jangan ucapkan terimakasih kepadaku, tetapi kepada Om Richard," kata Aisha.
"Apa ini semua Om Richard yang membelinya ?" tanya Alana setengah berbisik.
"Iya ," jawab Aisha.
"Sana, ucapkan terimakasih kepada." Aisha mendorong Alana.
Alana bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Richard.
Setelah dekat, Alana berdiri di belakang Richard duduk . Dan mencari perhatian dari Om nya tersebut dengan cara menusuk-nusuk pundak Richard.
"Rich ." Papa Alana, memberikan petunjuk kepada Richard mengenai keberadaan putrinya.
"Ada apa bang ? Apakah ada yang mau bicara ?" Richard pura-pura tidak tahu keberadaan Alana dibelakangnya.
"Om, teman ya ?" kata Alana.
"Pa, apakah papa mendengar ada suara ?" tanya Richard kepada papanya.
Papanya hanya mengangkat bahunya sedikit.
"Ommmm...!"
"Haha...memang enak dicuekin !" seru Richard.
"Om jahat sih, kenapa waktu pergi honeymoon. Al tidak dikasih tahu, padahal Al cuma ingin pesan oleh-oleh. Kalau di ajak Al juga mau sih !" kata Alana dengan bergelayut dilengan Richard.
"Tuh..kan, waktu itu Om tidak ada rencana mau pergi jauh. Tapi karena Om juga sudah ngambil cuti, dan Aisha juga masih ada izin. Langsung saja pesan tiket dan wuuss..terbang.," kata Richard.
"Al, nanti Alana pergi honeymoon kesana juga ," kata opanya.
"Honeymoon dengan siapa, Dony tidak mau Al lamar ," ujar Alana.
Opa dan Om Richard kaget mendengar ucapan Alana.
"Al yang ngelamar Dony ?" tanya Richard.
Alana menganggukkan kepalanya.
"Ternyata, kau benar-benar cucu Oma mu Al ," kata opanya terus tertawa.
"Apa ada cerita yang belum papa beritahu kepada kami ?" tanya Richard.
"Cerita ini jangan kalian beritahu Oma ya" kata Opa kepada Richard, Alana dan menantunya papa Alana.
"Sifat Alana ini, sama dengan Oma waktu muda. Manja dan ceplas-ceplos, dan lagi. Apa yang dilakukan Alana itu, Oma juga lakukan. Tapi opa Nerima lamaran Oma, karena opa dulu takut melamar Oma, karena kami itu tidak berpacaran. Kami hanya bersahabat dari jaman abu-abu sampai kuliah, tetapi tidak satu jurusan." cerita Opa.
"Keren Oma !" seru Alana dan menatap Oma yang sedang duduk bersama putri dan menantunya.
"Hei.. jangan ikuti jejak Oma !" kata Richard.
"Sudah, tapi ditolak ." tertawa Alana menatap Richard.
"Huh....!" tangan Richard mengajak-acak rambut Alana.
Opa dan papanya hanya dapat tertawa.
***
Hampir setengah jam, Mayang pingsan.
Sebenarnya, Mayang sudah sadar. Tetapi kembali pingsan, setelah tanpa sengaja melihat David telanjang bulat didepannya.
Waktu itu David berganti pakaian didalam kamar, karena Mayang masih pingsan. David langsung berganti pakaian didepan Mayang.
Anak perawan melihat bazoka David, langsung semaput kembali.
Bersambung guys..
Bersambung guys.....