
Happy reading guys 🥰
🌟🌟🌟🌟
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setelah diberi peringatan oleh Aisha.
"Awas Al!" seru Aisha, setelah tiba-tiba. Ada sepeda motor memutar arah tanpa memberikan tanda terlebih dahulu, dengan sigap Alana mengemudikan kendaraannya dengan menghentikan mobil. Sehingga tidak terjadi tabrakan.
Alana membuka kaca mobil, dan meneriaki orang yang naik sepeda motor tersebut.
"Wow..! mau ke neraka kau ya !" seru Alana kepada orang tersebut.
"Al, pelan-pelan" kata Aisha.
"Kita sudah pelan, orang itu saja main putar arah tanpa kasih lampu sein. Awas..! kalau sampai ketemu" ngedumel Alana.
"Aduh.." rintih Jessie.
Alana melajukan mobilnya kembali dengan pelan, dan matanya awas melihat kendaraan didepannya. Takut ia dengan kejadian sepeda motor tadi.
"Mom, baju Jessie basah" beritahu Jessie, setelah dia merasa ada air yang membasahi pakaian dalamnya dan tembus ke bajunya.
"Apa ketubannya bocor?" tanya Alana.
"Jangan panik, sebentar lagi kita sampai kerumah sakit" kata Aisha.
"Tante kecil, hubungi dokter" kata Alana.
"Hubungi pakai apa? aku lupa bawa ponsel" kata Aisha.
"Aku juga lupa" kata Alana.
"Sudah banyak keluar?" tanya Alana.
"Belum" sahut Jessie setelah meraba area bokongnya.
"Ini baby, kenapa mau keluar saat semua yang berjenis kelamin tidak dirumah" kata Alana.
Setelah menempuh waktu setengah jam, akhirnya mereka tiba dirumah sakit. Ketika mereka tiba di sana, ternyata Rodrick dan Umar sudah berada didepan rumah sakit. Karena klinik hewan Rodrick tidak jauh dari lokasi rumah sakit.
"Jesay!" begitu mobil berhenti, Rodrick langsung membuka pintu bagian penumpang dan mengangkat Jessie. Dan meletakkannya keatas brankar yang sudah menunggu kedatangan Jessie.
"Hati-hati Drick" kata Aisha.
"Mas Rosay, sakit " rintih Jessie, ketika merasakan sakit pada perutnya datang lagi.
"Sabar ya, baby. Jangan salto..salto didalam perut mommy ya" ucap Rodrick seraya mengelus-elus perut Jessie, saat Jessie didorong masuk kedalam ruang bersalin.
Sampai depan pintu ruang bersalin, Rodrick berhenti. Dia menatap Jessie didorong masuk kedalam ruang bersalin.
"Tunggu!" seru Jessie.
"Mas, ayo temani Jessie" ucap Jessie kepada Rodrick.
"Temani Drick, biar Jessie tenang" kata Aisha.
"Boleh suster?" tanya Rodrick pada suster yang mendorong brankar.
"Boleh Pak, jika bapak mau nemani istri" kata suster tersebut.
"Masuk sana" titah Aisha.
Ruang bersalin menutup, begitu brankar dan Rodrick masuk kedalam.
Aisha menunggu dengan perasaan yang cemas, Aisha jalan mondar-mandir di depan ruang bersalin.
"Tante kecil, bagaimana?" tanya Alana yang baru masuk kedalam rumah sakit, setelah tadi memarkirkan mobilnya.
"Didalam"'Aisha menunjuk kearah ruang operasi.
"Asay!" terdengar suara Richard yang datang bersama dengan Keane.
"Kenapa? ini belum waktunya kan?" tanya Richard.
"Tidak ada insiden apapun juga, mereka lagi berada gazebo belakang. Perut Jessie sakit "
Aisha dan Alana cerita secara bergantian, menurut apa yang mereka ketahui.
"Keane, nanti konsultasi dengan dokter. Jika sudah bisa dilahirkan, operasi saja. Jangan sampai sakit seperti ini" titah Richard, saat berkata. Wajah Richard terlihat khawatir.
Dari kejauhan terlihat, Dama datang bersama dengan Kenway.
"Apa Vely tidak kerumah sakit?" tanya Dama.
"Mereka dirumah, salah satu dari kalian pulang. Dirumah tidak ada laki-laki" kata Aisha.
"Al, kau juga pulang" kata Richard kepada Alana.
"Siapa yang pulang?" tanya Keane.
"Kau saja Dam, prediksi dokter dua Minggu lagi. Jangan seperti Jessie" kata Richard.
"Baik Dad" sahut Dama.
****
"Bagaimana?" semua mata memandang kearahnya.
"Princess Dad! dua princess!" seru Rodrick dengan perasaan gembira.
Rodrick senang, begitu mengetahui bahwa dia mendapatkan dua princess.
Rodrick dan Jessie sengaja tidak ingin tahu jenis kelamin anaknya, biar menjadi kejutan kata Rodrick.
"Selamat Drick, kau duluan menjadi Daddy" ucap keane seraya menepuk pundak Rodrick.
"Daddy muda, hati-hati. Akan banyak kumbang mengitari princess" kata Kenway.
"Tangan ini akan menghajar para kumbang!" seru Rodrick sambil menunjukkan otot bisep nya.
Aisha dan Richard tertawa melihat tingkah ketiga putranya, yang sudah memasuki masa menjadi orang tua.
"Asay, kita sudah tua " bisik Richard.
"Iya mas, masa kita akan berakhir. Masa anak-anak kita yang baru mulai" balas Aisha.
"Drick, bagaimana kondisi Jessie?" tanya Aisha.
"Alhamdulillah, Jessie baik-baik saja. Sebentar lagi akan masuk keruangan, aduh.. lupakan. Aku mau ngurus kamar dulu" kata Rodrick.
"Biar aku saja" kata Kenway.
🌟🌟🌟
"Imutnya" ucap Aisha, begitu dua princess Rodrick. Untuk pertama sekali dibawa keruangan.
Aisha mengangkat dari box bayi dan memberikannya kepada Richard dan yang satu Aisha yang mengendong nya.
Gambar dicomot dari pinterest.
"Siapa namanya?" tanya Richard.
"Baru Rodrick buat, saat tahu bahwa keduanya princess. Ayyana Hutama dan Anthea Hutama " kata Rodrick.
"Apa perbedaan mereka, sepertinya keduanya ini kembar identik" kata Richard, setelah mengamati kedua cucunya.
"Ayyana ini, ada tahi lalat di dagu" Rodrick menunjukkan perbedaan Ayyana dan Anthea.
"Hai Ayyana, hai Anthea. Ini Daddy Keane, welcome kekeluarga Hutama" ujar Keane sambil mengusap pucuk kepala baby Ayyana dan baby Anthea.
"Jahat sekali lalat, baru lahir lalat sudah buang kotoran di wajah keponakanku" ujar Kenway.
"Kenapa Jessie belum sadar juga, apa tadi operasi bius total?" tanya Keane.
"Tidak, Jessie letih saja. Dia ketiduran, bukan karena bius" kata Rodrick.
"Drick, kau mandi dulu. Tadi dari klinik kau langsung kerumah sakit kan" kata Aisha.
"Kenapa lupa, tapi Drick tidak ada baju ganti" kata Rodrick.
"Sebentar lagi datang, mommy sudah suruh Mamat hantarkan baju dan makanan untuk kita. Sudah jam berapa ini"
"Baby, Daddy mandi dulu ya. Nanti Daddy akan mengendong kalian" ucap Rodrick kepada kedua putrinya.
🌟🌟🌟
Hari kedua dirumah sakit, Vely. dan Mada mengunjungi Jessie. Sedangkan Vania tidak, karena tiba-tiba Vania merasa tidak sehat. sehingga membatalkan niatnya untuk menjenguk Jessie dan baby-nya.
Vely dan Mada kerumah sakit juga sekaligus memeriksa kandungannya, karena Vely sering merasa keram diperutnya.
"Vely, jadi mau periksa hari ini?" tanya Jessie.
"Jadi kak, perut Vely sering kram belakangan ini" kata Vely.
"Perutmu terlihat turun Vely, jangan seperti aku. Belum waktunya, si dedek bayi sudah mau keluar saja " kata Jessie.
"Dia ini, lasak sekali. Sudah diingatkan oleh dokter, jangan terlalu sibuk" kata mada.
"Bosan kan, kalau kurung terus dalam kamar" kata Vely.
"Sesekali boleh, ini tidak. Pakai pergi ke Mall lagi" omel Mada.
"Aku mau beli perlengkapan untuk bayiku"
"Nanti sudah lahiran juga bisa beli Vely, sekarang. Kram perut kan?" kata Jessie.
"Nanti tanya dokter, jika sudah bisa. Operasi saja Vely" kata Jessie.
"Jangan sampai kejadian seperti aku" sambung Jessie.
🌟🌟🌟🌟
Bersambung...
Memasuki ending...