
**Hai jumpa lagi dengan author receh nih 🥰
Happy reading guys**.
***
Karena rengekan Alana, Aisha tidak pulang. Dia menginap di rumah Alana.
"Aisha !" Alana merentangkan tangannya untuk memeluk Aisha.
"Alana !" balas Aisha, dan mereka saling berpelukan.
"Sudah berapa lama kalian tidak bertemu ?" tanya Richard yang heran melihat kelakuan Alana dan Aisha.
"Baru seminggu Om, tapi Al sudah sangat rindu dengan Aisha ," ujar Alana.
"Al, kau harus memanggil Aisha dengan panggilan Tante ." tegur mamanya.
"He..he.. lupa maa ," ujar Alana.
"Aish, dibawa kemana oleh Richard. Dia tidak buat macam-macam kan ?" tanya Chintya kepada Aisha, dan matanya melirik Richard yang sedang asik mengutak-atik ponselnya.
"Tidak Tante ," jawab Aisha.
"Aish, jangan panggil Tante. Aku ini kakak Richard ," kata Chintya sembari tertawa.
"Aish, aku manggil kau Tante. Dan kau manggil mama kakak," kata Alana.
"Aish, waktu kakak menikah itu seumuran dengan dirimu. Cuma Richard saja yang nikah sudah mau uzur ," ledek Chintya, tetapi Richard tidak mendengar dirinya sedang di ledek oleh kakaknya.
"Rich, apa yang ada diponsel mu. Sehingga matamu terus menatap ponsel itu ?" tanya Chintya, tetapi Richard tidak menjawab. karena Dia tidak mendengar pertanyaan kakaknya.
"Rich..!" Chintya mengambil ponsel Richard.
"Kak !"
"Kau terlalu fokus dengan ponselmu sehingga tidak mendengar apa yang kakak katakan ," kata Chintya.
"Apa ? Rich lagi sibuk membalas email, sinikan ponselnya kak ." Richard mengadahkan tangannya, untuk meminta ponselnya dikembalikan.
"Rich, istirahat. Jangan sibuk kerja terus," kata kakaknya, dan mengembalikan ponsel nya.
"Kalau Richard tidak kerja, mau pakai apa Richard ngasih makan anak dan istri Richard nanti ," kata Richard.
"Om, Aisha juga akan cari kerja nanti ," ucap Aisha.
"Kerja, untuk apa kau kerja Aish. Uang Richard cukup membiayai hidup mu tujuh turunan ," kata Chintya.
"Tapi uang itu hasil kerja keras Om diluar negeri, kita tahu berapa hasil TKI disana," kata Aisha.
"TKI ? siapa yang jadi TKI ?" Chintya memandang wajah Aisha dan Richard.
Sedangkan Alana hanya dapat tertawa kecil, dia menutup mulutnya. Agar tidak ada yang melihat dirinya tertawa.
Richard mengedipkan matanya kepada kakaknya, untuk memberi tanda agar jangan mengatakan apapun juga.
"Apa ?" tanya kakaknya.
Richard hanya tersenyum menatap Aisha.
"Mata kuliah Aisha sudah tidak banyak lagi, Aish bisa cari kerja ," ujar Aisha.
"Aish, kau tidak boleh kerja. Kerja kita itu menghabiskan uang suami saja, ya kan Rich ?" tanya Chintya kepada Richard.
"Betul kak, biar Richard yang bekerja. Aisha hanya duduk manis dan jalan-jalan ke Mall bersama dengan sahabatmu itu ." Richard menunjuk Alana.
"Siap Om, kalau soal belanja itu Alana paling pintar. Jika ada mata kuliah soal belanja, mungkin nilai Alana paling bagus. Sedangkan Aisha pasti dapat nilai D ," kata Alana dengan tertawa senang.
"Bahagianya jadi suami Aisha, tidak suka belanja. Yang menjadi suami Alana pasti sial, istri lama-lama dipusat perbelanjaan." Richard meledek Alana.
Wajah Aisha merona merah.
"Om sangat jahat !" Alana mencebikkan bibirnya.
"Ngambek nih.." Richard menghampiri Alana dan mengucek-ngucek rambut Alana.
"Om, kusut rambut Alana !"
"Om mau pulang dulu, jagakan istri Om ya. Jangan sampai badannya lecet digigit nyamuk ," ujar Richard.
"Kau kira rumah kakak hutan, banyak nyamuknya," ujar Chintya.
Richard beranjak keluar, dan menarik Aisha agar mengantarkan dirinya ke mobil.
"Richard, Aisha mau dibawa kemana ?" tanya Chintya.
"Om, nggak sampai seminggu lagi. Aisha sudah jadi milik Om selama."
"Ada yang mau Om bicarakan dengan Aisha."
Richard membawa Aisha, dan Aisha hanya mengikuti kemana dia dibawa Richard.
"Om, kita mau kemana ?" tanya Aisha, karena Richard membawanya kesamping mobil.
Richard membuka bagasi mobilnya, dan mengeluarkan boneka hello Kitty yang besar.
Mata Aisha terbelalak menatap boneka tersebut, karena Dia pengumpul segala jenis yang berbau hello Kitty.
"Untuk Aish..?" Richard memberikan boneka tersebut kepada Aisha.
"Iya, tidak mungkin boneka ini untuk anak kita. karena anak kita masih ada dalam angan-angan kita, sementara boneka ini untuk mamanya anak-anak saja dulu ," kata Richard.
Aisha memeluk boneka tersebut, dan menciumnya.
"Sepertinya, menjadi boneka hello Kitty sangat menyenangkan. Bisa mendapatkan ciuman, oh..boneka. Nasibmu sungguh beruntung, ingin rasanya aku bertukar tempat dengan dirimu ," ujar Richard dengan gaya bahasa seperti orang membaca puisi cinta.
Aisha tertawa melihat tingkah Richard.
"Sudah sana Om, ini sudah malam."
"Selamat malam sweet heart, besok aku tidak bisa mengantar ya ." elusan tangan Richard dipipi Aisha.
"Nggak pa-pa Om ," jawab Aisha.
"Ahh.. sampai kapan ucapan Om itu berhenti keluar dari bibirmu Aisha, ingat itu PR. Dan malam pengantin kita nanti, hasil PR itu sudah ada ."
Lagi-lagi ucapan yang keluar dari mulut Richard membuat wajah Aisha merona merah, membuat Richard semakin suka menggoda Aisha.
"Ingat ya sayang ,"ucap Richard sebelum masuk kedalam mobilnya dan kemudian mobil tersebut keluar dari dalam pekarangan rumah Alana.
"Ah.. Om Richard ada-ada saja, dengan panggilan apa harus dipanggil. Om say ? ih.. kenapa alay sekali." Aisha berbicara sendiri dengan memeluk Boneka hello Kitty nya.
"Ah..pusing !"
Dalam perjalanan, Richard menjadi tertawa sendiri. Mengingat tingkah konyolnya setiap berada didepan Aisha, Dia merasa seperti ABG yang baru saja jatuh cinta. Saat bersama dengan Jeslyn Richard merasa dirinya tidak seperti sekarang ini, mereka selalu ngobrol dengan serius. Tidak ada candaan yang keluar dari mulut Richard. Sedangkan dengan Aisha, bibirnya lancar berkata-kata yang belum pernah dilakukannya.
"kenapa aku seperti ABG, saat berada dihadapan Aisha. Mulut ini selalu ingin menggodanya ." Richard berbicara sendiri.
"Apa karena Aisha masih muda, sehingga diriku ingin menyesuaikan diri dengan dirinya?" tanya Richard kepada dirinya sendiri.
"Walaupun dia masih muda tapi pemikirannya sudah matang, Dia ingin bekerja. Aisha.. Aisha ." Richard tertawa sendiri membayangkan Aisha yang ingin bekerja untuk membantunya.
***
Aisha masuk kedalam, dengan memeluk boneka hello Kitty yang besar. Sehingga tubuhnya tidak kelihatan dari depan.
"Aish..!" Alana kaget melihat boneka yang dipeluk Aisha.
"Aduh.! berat sekali ." Aisha meletakkan boneka tersebut ke sofa, dan duduk disamping boneka tersebut.
"Dari mana kau mendapatkannya ?" tanya Alana.
"Om Richard ," ujar Aisha.
"Om Richard, sungguh romantis sekali !" Alana memegang wajah boneka hello Kitty Aisha, dan mentowel-towelnya dengan gemasnya.
"Alana ! jangan dibuat begitu, nanti rusak ." Aisha menyingkirkan tangan Alana dari wajah hello Kitty.
"Hih..pelit, baru ditowel-towel begitu ." Alana mencebikkan bibirnya.
"Kau minta Dony ?" ujar Aisha, dan mengangkat bonekanya keatas pangkuannya.
"Boneka siapa itu ?" tanya mama Alana, ketika melihat boneka yang dipangku Aisha.
"Adik mama itu yang ngasih pada calon istrinya ," kata Alana.
"Richard ?"
"Adek mama hanya itu saja kan," kata Alana.
"So sweet, Richard sungguh romantis," ujar mama Alana.
"Alana tidak dibelikan ," ujar Alana dengan memanyunkan bibirnya.
"Minta pada pacarmu, lagi pula Al tidak suka hello Kitty ," kata mamanya.
***
Bersambung..