
Happy reading guys ❤️
***
Setelah kepulangan Jeslyn, Richard kembali sibuk dengan rencana anehnya.
"Mas..!" Aisha menepuk pundak Richard yang sedang menggambar dilaptopnya.
"Hemh.." jawab singkat Richard.
"Kak Jeslyn cantik ya ?" tanya Aisha.
"Iya ," jawab Richard, masih fokus dengan gambar desain di laptopnya.
"Mas rindu dengan kak Jeslyn ?" tanya Aisha.
"Rindu ?" Richard menghentikan pekerjaannya dan menarik Aisha, untuk duduk diatas pangkuannya dan menarik dagu Aisha agar bisa melihat kearah wajah Richard.
"Mas rindu dengan kak Jeslyn ?" wajah Aisha sudah berubah menjadi mendung.
"Siapa yang rindu ?" tanya Richard.
"Tadi mas katakan rindu !"
"Maksudnya bukan rindu dengan Jeslyn, mas mau tanya kenapa Asay menanyakan itu ?" Richard menarik hidung Aisha.
"Mommy lagi sensi ini ." batin Richard.
"Ingat ya, mas tidak pernah rindu dengan perempuan manapun. Mas hanya rindu dengan perempuan yang ada diatas pangkuan mas, yang lagi termakan cemburu !" goda Richard.
"Hih.. siapa yang cemburu !" elak Aisha mengenai cemburu yang menyerang dirinya.
"Mas senang Asay cemburu!" goda Richard lagi.
"Nggak ! Aish nggak cemburu !" Aisha mencebikkan bibirnya.
"Kalau mas, mas akui mas cemburu dengan pria-pria yang mendekati Aisha. Apalagi dengan David ," kata Richard.
"David bukan mantan mas !" seru Aisha.
"Kalau nggak mas lamar Aisha dengan cepat mungkin jadi mantan kan bocah tengil itu?" kata Richard.
"Nggak juga, mungkin sudah jadi suami Aish David," kata Aisha.
"Apa ? mau buat mas cemburu ya ?" Richard pura-pura galak.
"Mas cemburu ?"
"Nggak ! mas nggak cemburu, tapi sudah sampai ke ubun-ubun tingkat cemburunya!"
"Uhu..uhu..!" Aisha menangkup wajah Richard dan memberikan kecupan yang cukup lama dibibir Richard.
"Ehemmm.. mancing singa tidur ya !" Richard menggendong Aisha dan membawanya kedalam kamar.
"Mas...! mau apa kita kedalam kamar?"
"Mas mau bertamu, sudah rindu bertamu ." Richard membuka pintu kamarnya dengan sulit, karena Aisha berada dalam gendongannya.
Setelah berhasil membuka pintu, Richard menutup dengan sekali tendangan dari kakinya.
Akhirnya apa yang terjadi dalam kamar, para reader tahukan ? silakan traveling sendiri daya halu para reader 🤭✌️.
****
Larasati sedang berjalan kembali menuju rumah, setelah seharian berada dalam Yayasan.
Tin..tin..
Suara klakson mobil, membuat Laras menghentikan perjalanannya.
Kaca mobil terbuka, terdengar suara Sony menyuruh Larasati untuk masuk kedalam mobil.
"Ayo Laras " kata Sony.
Laras masuk kedalam mobil.
"Laras kira mobil siapa mas ," kata Laras.
"Mas hari ini tidak ada jadwal kegiatan di Yayasan kan ?" tanya Laras kepada Sony.
"Tidak, mas mau tanya besok kita berangkat bersama saja ya ?" tanya Sony .
"Wisnu juga ikut mas ," kata Laras .
"Makin bagus, biar bawa mobilnya bergantian. Tidak letih nanti sampai ke kota ," kata Sony.
"Kalau begitu, biar Laras katakan kepada ibu nanti mas," kata Laras.
***
Hari ini Aisha, Mayang. Tidur dirumah Alana, karena Alana mengadakan pesta lajang.
"Aku dulu nggak ada buat pesta lajang ," kata Mayang.
"Bagaimana mau buat pesta lajang, nikahnya saja nikah terciduk ." ledek Alana.
Aisha dan Alana tertawa lebar, sedangkan Mayang hanya menundukkan wajahnya yang masam.
"Sudah puas !" delik mata Mayang.
"Cukup ." balas Alana.
"Hei.. hampir aku lupa ." Alana turun dari ranjang, dan mengambil surat Gaby. Untuk diberikan kepada Aisha.
"Apa ini, apa kau ngirim surat minta maaf kepada kami ?" tanya Aisha.
"Untuk apa minta maaf, apa aku ada salah ?" tanya Alana.
" Buka saja !" titah Alana.
"Gaby !" Aisha dongak memandang wajah Mayang dan Alana.
"Dia orang aneh, baca saja !" kata Alana.
Aisha membaca surat dari Gaby.
"Ada apa dengannya ?" begitu selesai membacanya dan memberikannya kepada Mayang.
"Aneh kan ? apa anak itu benar-benar akan tobat, atau hanya pura-pura saja !" seru Alana.
"Kau harus hati-hati, apa lagi kau itu lagi hamil muda ," kata Mayang.
"Selagi aku tidak ada, kau jangan ke kampus !" wanti-wanti Alana.
"Jangan sampai sepupu seorang ku ini kenapa-kenapa !" kata Alana.
"Maaf ya, kalian belum tahu," kata Aisha.
"Belum tahu apa ?" tanya Alana.
"Ada apa ?" tanya Mayang.
"Sebenarnya, aku mengandung kembar tiga ," kata Aisha.
Wajah Alana dan Mayang bengong, matanya melebar.
Ketika keterkejutan mereka berakhir, Mayang dan Alana langsung menyerbu Aisha.
"OMG..! Om Richard memang tokcer !" seru Alana.
"Bagaimana caranya, biar dapat baby kembar tiga. Bagaimana Aisha, apa kau dulu mencetak dengan cara nungging. Jumpalitan atau berdiri ?" pertanyaan asal dari dalam mulut Alana membuat wajah Aisha bersemburat merah merona.
"Kau ini !" seru Mayang.
"Kenapa? kita sudah menikah, tidak tabu untuk bertanya. Mungkin aku mau praktekkan dengan Dony nanti ," kata Alana.
"Kau juga harus praktekkan dengan David, biar nanti kalian dapat baby kembar empat !" ngekeh Alana.
"Hei..Nona ! kau belum menikah !" seru Mayang kepada Alana.
"Tinggal satu hari lagi, lusa aku sudah melepaskan masa lajang ," sahut Alana.
"Bagaimana Aisha, ayo beritahu kami cara buatnya. Apa harus Honeymoon ke Inggris juga ," kata Alana .
"Mana ku tahu, yang buat adonannya mas say. Aku hanya menunggu saja," kata Aisha.
Mayang tertawa mendengar ucapan Aisha yang nyeleneh.
"Kau tidak ingat, bagaimana goyangan Om Richard. Apa Om Richard saat membuatnya goyang kiri-kanan, atau goyang undur-undur ?" tanya Alana dengan mempraktekkan goyangan yang dikatakannya tadi.
"Hahaha..!" Aisha tertawa ngakak sambil memegang perutnya, begitu juga dengan Mayang.
"Kau ini, tanya saja dengan Om Richard. Jika kau ingin tahu sekali ," kata Aisha.
"Boleh juga !" kata Alana sambil memegang dagunya.
"Mayang, kau bagaimana waktu pertama dengan David ?" tanya Alana kepada Mayang.
"Aku !" tunjuk Mayang kedirinya sendiri.
"Iya, jangan bilang bahwa kau belum memulai mencetak pipi atau bibir calon anakmu ?" tanya Alana.
Aisha dan Alana menatap wajah Mayang dengan insten.
"Apa betul, kau belum ehemm.. ehem dengan David ?" tanya Alana.
"Hihh...!" Mayang mengambil bantal untuk menutupi wajahnya.
"Kalau melihat tingkahnya, Sepertinya David sudah gol ini !" goda Alana.
"Cukup..! apa kau mengumpulkan kami disini untuk bertanya mengenai itu saja ?" tanya Mayang.
"Iya, kalian sudah duluan Menikah. Aku harus belajar dari gurunya, bagaimana cara menggoyang adonan. Biar nanti anakku cakep ," kata Alana.
"Tanya mamamu ," kata Mayang.
"Mama dan papaku tidak canggih, contohnya, aku ini hanya satu-satunya hasil yang di cetak mama dan papaku ," kata Alana.
"Iya juga, itu juga otakmu sedikit bergeser !" ledek Mayang .
"Kau meledekku ya !" cemberut Alana.
"Aish, kau tidak mau meledek Alana ?" tanya Mayang.
"Nggak, nanti anakku mirip Alana ," jawab Aisha sembari tertawa.
"Hei..apa salahnya mirip denganku, aku ini limited edition !" seru Alana.
Akhirnya mereka bertiga tertawa dengan gembiranya, sampai mereka tidak mendengar ada yang membuka pintu kamarnya.
"Hemhh..! mereka tertawa senang." gumam Richard, dan kembali menutup pintu kamar Alana.
*
*
*
*
Bersambung 😘..