
Cerita hanyalah untuk hiburan, diwaktu kita berada dirumah.
Happy reading guys ❤️
***
Tangan Mada tiba-tiba mencubit lengan Keane, ekspresi wajah Mada terlihat gemas.
"Aduh..! kenapa dicubit!" tangan Keane melepaskan cubitan Mada, dan menggenggam jemari tangan Mada dengan satu tangan, satu tangan lagi berada di setir kemudi mobil.
"Sebel ! lepas. Jangan pegang-pegang!" Mada menarik jemarinya dari genggaman tangan Keane.
Keane melepaskan genggamannya, tetapi terlebih dahulu. Dia memberikan kecupan di jemari Mada.
"Hih..! kak Keane, main nyosor saja!" seru Mada.
"Baru tangan, belum yang itu ," ucap Keane dengan ekspresi wajah yang biasa saja.
"Itu apa ?" waspada Mada.
"Itu !" Keane memonyongkan bibirnya.
"Kak Keane !" seru Mada, begitu menyadari apa yang dikatakan oleh Keane.
"Siapa yang membawa virus mesum kepada kakak? tidak biasanya kak Keane begini?" lirik Mada.
"Kakak sudah dapat izin om David ," kata Keane.
"Izin nyosor begitu ?" tanya Mada.
"Lebih dari itu ," sahut Keane.
"Bohong !" seru Mada.
"Tanya Om David," ujar Keane.
"Kak Keane temu papa?"
"Iya" sahut Keane.
"Papa ngadu apa kepada kak Keane?" tanya Mada.
Keane menceritakan, sebelum dia menjemput Mada dikampus. Dia terlebih dahulu bertemu dengan David.
🌟Flashback 🌟
Keane sedang berjalan masuk kedalam gedung perusahaannya bersama dengan Jack sang asisten, setelah mengadakan pertemuan dengan investor asing.
"Keane !" suara memanggilnya, membuat Keane menghentikan langkahnya. Keane menoleh kearah asal suara dan melihat David.
"Om David." Keane mendekati David.
"Keane, apa Om bisa ganggu sebentar," kata David.
"Ada apa ya Om ?" tanya Keane .
"Ada yang ingin Om bicarakan," jawab David.
"Jack, kau kembali dulu. Kita tidak ada pertemuan lagi kan ?" Keane menanyakan jadwalnya.
"Tidak ada," sahut Jack.
"Ayo Om kita ke cafe depan saja, atau kita keruangan Daddy. Atau ruangan Keane ?" tanya Keane .
"Cafe depan saja, mas besan baru keluar," kata David.
"Daddy keluar ?" tanya Keane .
"Baru saja, pergi dengan Aisha." beritahu David.
"Ayo Om."
David dan Keane mengambil lokasi tempat duduk disudut, agar dapat berbicara dengan tenang.
David menyesap minuman yang dipesannya, begitu juga dengan Keane.
"Ada apa Om, apa ada masalah?" Keane membuka percakapan.
"Keane, apa kau mau menikah dengan Mada?" tanya David secara gamblang.
Keane tidak kaget dengan apa yang dikatakan oleh David.
"Kenapa Om menanyakan itu? apa ada yang menganggu pikiran Om?" tanya Keane .
"Om takut, kejadian yang dialami Vely menimpa Mada. Om tidak bisa tidur Keane, ada Om lihat Berita di televisi. Mayat gadis di mutilasi, melihat itu. Om satu malam ini tidak bisa memejamkan mata Keane, Tantemu menertawai ketakutan Om itu." cerita David.
"Keane sarankan Om, jangan lihat berita. Om tambah pusing dan tidak tenang," kata Keane .
"Apa Om terlalu mengkhawatirkan yang tidak perlu dikhawatirkan?"
David kembali menyesap minumannya, lalu meletakkannya kembali ke atas meja.
"Betul Keane, apa Om terlalu mengkhawatirkan Mada. Apa Om ini orang tua yang terlalu overprotektif terhadap anaknya?" tanya David kepada Keane.
Keane hanya dapat menjadi pendengar, karena dia merasa. Dia belum layak untuk memberikan masukan kepada David.
"Keane, jika kau punya anak nanti. Apa kau akan seperti Om ini, terlalu was-was dengan pergaulan anak sekarang ini ?"
"Kau belum punya anak, tapi kau punya adik perempuan. Apa kau tidak khawatir dengan adikmu?" tanya David.
"Khawatir Om, kejadian yang dialami Vely. Membuat kami khawatir, tetapi sekarang sudah lebih tenang. Karena ada Dama yang akan mengawasinya," kata Keane.
"Nah..itu yang Om ingin katakan!" seru David sembari memukul meja.
Keane sontak kaget melihat David secara spontan mengeprak meja.
"Maaf Keane, kau kaget ya?" tertawa David.
"Sedikit Om ," jawab Keane.
"Vely sudah aman, Om khawatir dengan Mada," ujar David.
"Apa yang Om khawatirkan? apa ada yang menganggunya?"
"Tidak ada yang menganggunya, tapi Om yang merasa terganggu dengan keakrabannya dengan teman kuliahnya yang pria. Mada sering diantar oleh teman kampusnya." cerita David.
"Hanya berteman, tidak apa-apa kan Om" kata Keane.
"Pria dan wanita itu tidak bisa berteman biasa, lama-lama pasti membawa perasaan" kata David.
"Apa Om khawatir, Mada ada hubungan dengan pria itu?" tanya Keane.
"Ya, om sangat khawatir ," jawab David.
"Apa yang bisa Keane bantu?" tanya Keane.
"Bagaimana tanggapan mu mengenai Mada ? kau tahukan, bahwa kalian itu sudah kami Jodohkan. Bukan kami, sebenarnya hanya Om. Tetapi mas besan tidak menolak juga ," kata David.
"Mada, gadis yang baik ," ucap Keane
"Kalau itu juga Om tahu, Om yang membesarkannya," kata David.
"Apa kau ada rasa sedikit tertarik dengan Mada ?" tanya David.
"Saya akan menjawab pertanyaan Om, saya suka dengan Mada. Karena saya tahu, dia gadis yang mandiri dan tidak manja. Saya tidak suka gadis yang mau terima siap, dan tidak mau berusaha untuk dirinya sendiri ," kata Keane dengan tegas.
"Good boy, Om suka dengan ketegasan mu !" David senang mendengar ucapan Keane.
"Om harapkan, kau bisa mengambil hati Mada. Kau itu jangan terus berada didalam gedung perusahaan, sesekali keluar, bawa Mada jalan-jalan. Jangan kalah dengan Vely, yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri " kata David.
"Iya Om" jawab Keane.
🌟Flashback end 🌟
Mada mencerna apa yang dikatakan oleh Keane, mengenai ketakutan Papanya.
"Mada tidak menjalin hubungan dengan sesiapapun, Papa terlalu khawatir" kata Mada.
"Om takut, kejadian yang dialami oleh Vely. Terjadi kepadamu " kata Keane.
"Leo tidak anak jahat, dan Mada juga tidak ada memberikan harapan kepada teman laki-laki yang Mada kenal. Termasuk kepada Leo ," kata Mada .
"Benar ?" tanya Keane.
"Hih..! kak Keane. Mada serius, kalau di curigai terus. Mada pacaran saja dengan Leo ." jengkel Mada.
"Lakukanlah, biar langsung di nikahkan oleh Om David." seloroh Keane.
Plak...
Tangan Mada memukul lengan Keane.
"Eh..berani mukul-mukul ya" goda Keane .
"Kak Keane ini salah makan obat ya!" cetus Mada, karena melihat perubahan dari sikap Keane. Yang biasanya dikit bicara dan pelit senyum, saat bersamanya saat ini. Hal itu hilang, Keane yang sekarang sudah bisa mengeluarkan senyum dibibirnya.
"kak Keane tersenyum terlihat manis juga, dan wajahnya yang jutek hilang" batin Mada, sembari menampilkan senyum diwajahnya sendiri.
"Kenapa menatap wajah kakak sambil tersenyum? apa yang ada dalam pikiran Mada ?" tanya Keane, dan jari telunjuknya mengarah ke kepala Mada.
"Mada heran, kenapa kak Keane banyak bicara sekarang ini? dulu. Kak Keane itu, setiap bertemu Mada itu. Selalu irit bicara, bicara seperlunya saja?" kata Mada.
"Dulu kan Mada masih kecil, dan kakak belum dapat izin. Sekarang ini, Om David sendiri yang datang. Izin untuk menikahi Mada sudah turun" kata Keane.
"Siapa yang mau nikah dengan kak Keane!" Mada mencebikkan bibirnya.
"Ada, tetangga depan rumah !" jawab Keane.
*
*
*
Bersambung 😘
Jangan lupa untuk selalu menekan tombol like ya.
Maaf ya kakak-kakak, satu hari hanya dapat update satu bab.
Satu bab itu seribu lebih kata, pegal juga jari kakak😀🙏