Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 187 Menolak


Tetap menjaga kesehatan dan selalu menjaga jarak aman, virus itu benar-benar ada.


Happy reading guys ❤️


*


*


Di bandara, Kenway hilir mudik mencari keberadaan Rodrick yang menjemputnya seperti biasa. Jika Kenway kembali ke Indonesia.


"Kemana anak itu ?" mata Kenway jelalatan mencari keberadaan orang yang menjemputnya.


"Apa dia menganggu para gadis lagi, mau jadi playboy dia." Kenway berkacak pinggang, sembari fokus mencari keberadaan Rodrick.


"Ken !" terdengar suara seseorang yang memanggil namanya.


Kenway menoleh melihat kearah suara yang memanggilnya, seorang pria memakai baju pilot menghampiri Kenway.


"Marco! apa kabar." sapa Kenway, kepada orang yang memanggilnya tadi.


"Baik, kau hebat sekarang. Bisa bekerja di maskapai asing ." puji Marco.


"Biasa saja, kau yang hebat. Bekerja disini ." balas Kenway memuji Marco.


"Bro, aku biasa saja. Kau itu, bisa menembus maskapai luar. Gajinya pasti fantastis!" kata Marco.


"Aku tidak mengharapkan gaji yang besar," kata Kenway.


"Ah..aku lupa, kau tidak bekerja juga tidak apa-apa. Daddy mu sultan" kata Marco.


"Sultan dari mana? kalau sultan itu. Duduk dirumah saja, tidak perlu mencari klien untuk bekerja sama. Kehidupan kami itu jauh dari kehidupan kaum Borjuis!" seru Kenway.


"Ya..ya..kau tidak kaum sultan." Marco tertawa, Kenway tidak mau dikatakan anak sultan. Marco tahu, sejak dari kuliah pilot diluar negeri. Kehidupan Kenway tidak glamor, Kenway juga sering ikutan dengan Marco kerja sambilan di restoran yang merekrut para mahasiswa yang sedang libur kuliah. Jika tidak pulang ke negaranya masing-masing.


Perbincangan keduanya berhenti, ketika mobil berhenti didepan mereka. Dan suara wanita memanggil Marco.


Marco melihat kearah yang memanggilnya.


"Aku sudah dijemput, jemputan mu mana ?" tanya Marco.


"Belum datang, mungkin dia telat. Banyak pasien ." Kenway membicarakan Rodrick yang belum terlihat batang hidungnya.


"Van, turun dulu ." titah Marco kepada adiknya Vania.


Vania menuruti Marco, Vania turun dari dalam mobilnya. Vania kaget, ketika melihat Kenway yang berbicara dengan Marco.


"Kak Kenway ." batin Vania.


Jantung Vania berdetak kencang, karena sejak Marco tamat sekolah pilot. Vania tidak pernah bertemu dengan Kenway, pria yang disukainya sejak dia melihatnya. Jika Vania mengunjungi kakaknya ke luar negeri.


"Ayo sini, kenapa bengong disitu ," kata Marco kepada Vania yang masih berada disamping pintu mobilnya.


"Iya kak ." Vania menutup pintu dan beranjak mendekati Marco.


"Masih ingat kan, dengan Kenway?" tanya Marco pada Vania.


"Masih kak ," sahut Vania.


"Ken, Ini adik kecilku yang suka ganggu kita dulu. Setiap dia liburan selalu ke USA mencari kita ," kata Marco.


"Dulu masih putih abu-abu ya " kata Kenway.


"Sekarang dia sudah tidak putih abu-abu lagi." balas Marco.


"Adikmu Corrie, dimana ?" tanya Kenway.


"Kau naksir dengan adikku itu ya, setiap ketemu. Yang kau tanyakan selalu Corrie ?" goda Marco.


Wajah Kenway bersemu merah, tetapi wajah Vania terlihat muram. Begitu mendengar ucapan Marco mengenai kakaknya yang tanyakan kabarnya oleh Kenway.


"Nanya kabar tidak apa-apa kan ," kata Kenway.


"Dia sudah kerja, datanglah kerumah. Biar tahu kabar dia ," kata Marco.


"Kak, masih lama ?" tanya Vania.


"Apa kabar Van?" tanya Kenway, setelah mendengar suara Vania.


"Baik " jawab singkat Vania.


Marco melihat kearah Vania, begitu mendengar suara Vania yang datar dan wajahnya tanpa ekspresi.


"Bro balik ya, kapan-kapan kita temuan. Mungkin kau minat pindah kerja kesini ," kata Marco.


"Oke, kalau ada lowongan ," ucap Kenway.


"Aku akan cari informasi ditempat ku kerja," jawab Marco.


Marco masuk kedalam mobil dan tak lama kemudian mobil yang membawa Marco meninggalkan Kenway secara perlahan.


Mobil Marco pergi, mobil Rodrick tiba.


Kenway masuk kedalam mobil.


"Lama sekali, sudah jamuran aku disini menunggu mu ." gerutu Kenway.


"Ei.. nggak sopan! panggil kakak ." titah Kenway kepada Rodrick.


"Hih..selisih kita hanya satu menit," kata Rodrick.


"Satu menit juga, aku lebih tua ," kata Kenway.


"Iya kakak Ken! sudah puas ?"


"Puas!" balas Kenway.


"Kak, kenapa tidak kerja disini saja. Disini banyak maskapai penerbangan, lamar sini saja. Apa tidak capek sebulan sekali pulang." kata Rodrick.


"Tadi ada teman yang menawarkan untuk kerja disini, aku akan masukkan lamaran," kata Kenway.


"Baguslah, kita bisa berkumpul bertiga lagi ," kata Rodrick.


"Bertiga? apa kau melupakan Vely?"


"Vely kan cewek," sahut Rodrick.


****


Hubungan Keane tidak seperti yang diharapkan David dan Richard, Keane yang terlalu workaholic. Sedangkan Mada asik dengan dunia kuliahnya, sehingga waktu bertemu keduanya tidak ada.


Sedangkan hubungan Mada dan Leo semakin dekat, walaupun hanya sebatas teman. Mada sering diantar Leo pulang, dan David tidak mengetahuinya. Karena David terlalu sibuk dengan restorannya yang baru buka cabang diluar daerah.


"Da, besok aku jemput ya ?" tanya Leo.


"Ok, aku tunggu jam tujuh. Tidak boleh lambat ," kata Mada .


"Baik sayang !" seru Leo.


"Sayang...sayang! jaga tu mulut !"


"Mada, serius! aku.."


"Stop..! jangan merayu ," ujar Mada, sehingga Leo belum menyelesaikan apa yang ingin disampaikannya.


"Sana balik ." Mada masuk kedalam rumah, tanpa menunggu Leo pergi.


"Siapa yang ngantar ?" tanya Mayang kepada Mada.


"Teman kuliah Ma ," jawab Mada.


"Ingat! hanya teman ," kata Mayang.


"Kalau lebih dari teman, nggak apa-apa kan Ma?" tanya Mada.


"Mada, ingat! Papa itu tidak suka lihat Mada pacaran," kata Mayang.


"Kenapa Ma ? teman-teman Mada semua sudah punya pacar, kenapa Mada dilarang ?" kesal Mada.


"Jangan bilang, apa yang Mada sering dengar. Bawa Mada akan dijodohkan dengan anak Om Richard, apa benar?" Mada menatap wajah Mamanya.


Mayang diam, tidak menjawab pertanyaan Mada .


"Mada sudah menurut, tidak pergi kuliah keluar negeri. Apa Mada harus tunduk juga mengenai siapa yang harus Mada cintai ?" tanya Mada .


"Mada ." Mayang mendekati Mada dan membawanya untuk duduk.


"Apa hubungan mu dengan orang yang mengantar tadi ?" tanya Mayang.


"Tidak ada hubungan apa-apa Ma, hanya teman satu jurusan," jawab Mada.


"Apa Mada suka?" selidik Mayang.


"Dia baik," jawab Mada.


"Apa anak itu suka dengan Mada ?" tanya Mayang.


"Nggak tahu, dia tidak pernah bilang. Kami hanya baru sebatas teman," kata Mada.


"Maa, apa benar. Mada di jodohkan dengan anak Om Richard, bukannya kak Dama dengan Vely ?" tanya Mada.


"Kenapa? apa Mada tidak suka dengan anak-anak Tante Aish?" tanya Mayang.


"Maa, dengan siapa? Keane, atau Kenway. Apa Rodrick?" tanya Mada


"Keane ," jawab Mayang.


"Apa!? dengan pria kaku itu, yang hanya tahu memerintah orang. Tamat riwayat ku jika menikah dengan kak Keane !" seru Mada.


"Keane baik, dan Mama tahu. Dia pekerja keras, dan tidak pernah dekat dengan wanita. Tidak seperti Rodrick dan Kenway, waktu SMA saja. Sering datang cewek kerumah, yang mengaku sebagai pacarnya," kata Mayang.


"Tapi Ma, kak Keane itu sangat menyebalkan. Sifatnya sama dengan Papa !"


"Bilang Papa, Mama nggak mau ikutan." Mayang meninggalkan Mada yang duduk didepan.


*


*


Bersambung...