
Selalu dalam keadaan sehat semua, virus itu nyata. Dan tetap mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak aman. Hindari gerombolan.
Selesai baca, jangan lupa untuk menekan like ya kakak-kakak.
Happy reading ❤️
**
Setelah dari rumah sakit, Rodrick langsung menuju ketempat kerjanya. Yaitu klinik hewan, karena mendapatkan panggilan urgent.
Setiba di kliniknya, Rodrick melihat seorang laki-laki sedang menunggu kedatangannya.
"Maaf, saya tadi terjebak macet," ujar Rodrick kepada orang yang menunggunya.
"Apa kita langsung berangkat saja pak dokter?" tanya pria tersebut.
"Iya, lebih cepat lebih baik" sahut Rodrick seraya berjalan masuk kedalam ruangannya, untuk mengambil tas kerja berisi peralatannya.
"Mar, berapa hari Jessie libur?" tanya Rodrick.
"Tidak tahu dokter, dia nelpon bilang hanya bilang mau libur. Untuk menyampaikan kepada dokter," jawab Umar.
"Dasar! enak saja main libur, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu." dumel Rodrick.
"Umar, nanti kalau Jessie datang. Tolong suruh untuk memandikan Numos." titah Rodrick kepada Umar.
"Baik Dokter," sahut Umar.
Rodrick dan orang yang menunggunya tadi pergi dengan menaiki mobil masing-masing.
Begitu mobil Rodrick meninggalkan klinik, Jessie tiba dengan menaiki kendaraan favoritnya. Yaitu sepeda.
Setelah menyimpan sepeda dibelakang klinik, Jessie masuk kedalam dari pintu belakang.
"Mas Umar !" suara cempreng Jessie membuat Umar kaget, dan memegang dadanya.
"Neng..!" teriak Umar.
"Siapa Neng? apa ada karyawan baru? apa Pak dokter telah memecat Jessie?" pertanyaan beruntun keluar dari bibir Jessie.
"Kalau sampai besok nggak masuk, kau pasti dipecat !" seru Umar pada Jessi.
"Maaf mas, nenekku sakit. Aku terpaksa menjaga nenek" ujar Jessie.
"Untung Pak dokter baik, kau kerja setengah hari diterima. Kalau aku yang menjadi pemilik klinik ini, sudah ku pecat. Sebelum diterima kerja."
"Kak Umar...mas Umar, jangan marah-marah ya. Apa yang harus Jessie kerjakan hari ini ?" tanya Jessie.
"Tuh.. mandikan Numos ." titah Umar.
"What..! OMG..!" Jessie memegang kedua pipinya, dia tidak mengira. Rodrick menyuruhnya untuk memandikan doggy besar.
"Mas Umar, apa betul Pak dokter menyuruh aku memandikan hewan besar itu ?" Jessie ingat, terakhir dia memandikan Numos. Dia juga ikut kecebur kedalam kolam mandi doggy, karena Numos tiba-tiba langsung terjun kedalam kolam. Dan tali leher Numos dikaitkan Jessie ke tangannya, sehingga Jessie terseret kedalam kolam.
"Betul, sana mandikan Numos." Umar pergi meninggalkan Jessie yang sedang meratapi kesialannya hari ini.
"Tahu begini, aku libur saja dulu." gumam Jessie.
***
Pintu kamar terbuka, Mada langsung berlari memeluk David sambil menangis.
"Papa !" Mada memeluk David, dan meletakkan kepalanya di dada David.
"Sayang..! dada Papa jangan ditekan!" seru Mayang kepada Mada.
Sontak Mada melepaskan pelukannya, dan menatap area dada Papa. Baru ingat Mada, Papanya baru saja selesai operasi.
"Maaf Papa," ujar Mada.
"Kenapa nangis? apa Keane jahat?" tanya David.
"Tidak pa," jawab Mada.
"Hei..anakku anak baik ya !" seru Richard mendengar perkataan David.
"Hehe...peace mas besan!" nyengir David.
"Maaf ya Keane, kau terpaksa menikah dengan Mada dirumah sakit" kata David kepada Mada.
"Keane tidak mempermasalahkan hal itu ," jawab Keane .
"Kau memang anak baik ," ujar David.
"Anak siapa dulu!" Richard membanggakan putranya Keane.
"Menantu siapa dulu?" David membanggakan Keane sebagai menantunya.
"Asay, mas kekantor dulu ya. Keane kau disini saja, urusan kantor biar Daddy yang handle," ucap Richard.
"Baik Dad " sahut Keane.
"Mas besan, nanti datang lagi ya. Kita belum selesai negosiasi masalah anak-anak kita!" seru David.
"Tidak ada discount, anakku bukan Mall. Ada masa discount akhir tahun." balas Richard sebelum keluar dari dalam kamar David.
"Mas ini, suka sekali menganggu mas Rich," ujar Mayang.
"Biar kita awet muda, kita harus gembira. Gembira ku itu, hanya mengganggu mas besan ," ucap David.
"Terserah mas saja ," ujar Mayang dan kembali duduk disamping Aisha.
Mata David mengitari sekitar ruangan kamarnya, matanya seperti sedang mencari-cari.
"Papa mau apa?" tanya Mada.
"Mana menantu Papa yang satu lagi ?" David menanyakan keberadaan Vely.
"Oh.. Vely, tadi kami ketemu kak Dama didepan. Kak Dama membawa Vely ke kantin rumah sakit." beritahu Mada.
"Keane, jika ada pekerjaan yang mendesak. Pergilah, tidak perlu temani Papa disini. Disini ada Mada, ada Mayang dan juga mommy mu. Sebentar lagi Dony dan Alana juga pasti muncul" kata David.
Karena David sedari tadi terus menerima telepon dari asistennya Jack.
"Iya Pa, ada klien yang memajukan pertemuan. Sedangkan Daddy sedang sibuk juga." beritahu Keane.
"Pergilah, cari uang. Tetapi jangan lupa, tetap menjaga kesehatan, Papa ingin cepat-cepat punya cucu" ujar David.
Keane hanya menganggukkan kepalanya.
Keane Pergi, Dama dan Vely masuk kedalam kamar rawat David.
"Nah...itu menantu Papa datang!" seru David melihat Vely masuk.
"Bagaimana pa, sudah bisa naik gunung kita ?" goda Vely, karena sebelum David terkena serangan jantung. David mengatakan, setelah pesta pernikahan anak-anaknya. Dia ingin membawa Mayang naik gunung, untuk mengenang masa muda.
"Anak nakal, kenapa mengingatkan apa yang tidak bisa Papa lakukan lagi?"
"Maaf Papa." Vely mengatupkan kedua tangannya didadanya.
"Sudah ! tidak apa-apa, Papa tidak akan sedih. Papa tidak bisa naik gunung, papa naik gunung dirumah saja dengan Mama ." ucapan David membuat Mayang mendelikkan matanya menatap David, untuk tidak ada yang sadar apa yang dikatakan oleh David.
Hanya Aisha yang tahu apa yang dikatakan oleh David, dia melirik Mayang yang melotot melihat David.
***
Kamar David, penuh dengan pengunjung yang silih berganti. Walaupun suster sudah mengatakan bahwa David belum boleh terlalu letih, bukan David namanya jika tidak melanggar titah dokter.
Begitu orang yang mengunjunginya pulang, Mayang langsung meminta suster untuk tidak mengatakan jika ada yang menanyakan kamar tempat David dirawat.
Sekarang didalam kamar hanya ada Mayang dan David.
"May, tidak boleh menolak tamu," ujar David.
"Mas itu baru diobrak-abrik jantungnya kemarin ya, Minggu depan pesta pernikahan anak-anak kita! apa mas mau terus berada dirumah sakit, tidak menghadiri resepsi pernikahan putra-putri kita. Kalau mau, baguslah. Terus terima tamu !" Mayang kesal karena David sangat keras kepala.
"Maaf Yang, jangan marah ya. Baiklah, aku akan istirahat." David memejamkan matanya.
***
Pernikahan Kenway seminggu lagi, kedua calon pengantin sudah merasa siap lahir batin.
David juga sudah keluar dari rumah sakit, karena David belum diberi izin untuk kembali bekerja. David terus ngedumel, jika dia merasa bosan dirumah. David selalu mengunjungi kantor Dony, dan kantor Richard. Hanya sekedar untuk mencari teman bicara.
Hari ini, David tidak menganggu Richard maupun Dony. David tiba-tiba datang ketempat Rodrick.
"Angin apa yang membawa Om kesini ?" tanya Rodrick.
"Angin ribut," sahut David seraya melihat hewan-hewan yang berada didalam kandang.
"Drick, hewan apa yang bisa Om pelihara. Om suntuk dirumah?" tanya David.
"Ikan saja Om," jawab Rodrick.
"Pak Dokter, apa mau titip. Jessie mau beli makan ?" Jessie bertanya dari depan pintu ruang kerja Rodrick.
"Tidak, terima kasih" sahut Rodrick.
"Benar, dokter tidak lapar?" tanya Jessie.
"Saya sudah kenyang mendengar suara mu ," sahut Rodrick.
"Ya sudah" Jessie menutup pintu.
"Hemhh..! siapa itu?" selidik David.
"Pegawai"
"Sepertinya ada yang jatuh cinta?" goda David .
*
*
"
Bersambung 😘
Jangan lupa like ya kakak-kakak.tims