
Jumpa lagi dengan Aisha, apa lagi yang terjadi dengan Aisha. Apakah dia..??
***
Sudah tiga hari teman-temannya Aisha menghubungi Aisha, tetapi Aisha tidak diketahui keberadaanya.
Dirumah neneknya, Aisha hanya duduk dan tidur sepanjang hari. Sepertinya Aisha lupa untuk berbicara dengan sekitarnya, pandangan mata Aisha kosong menatap orang yang berbicara dengan dirinya. Hal itu membuat orang yang berada disekitarnya merasa sedih.
"Nek, Wisnu ingin kekota ," kata Wisnu saat mereka sedang sarapan pagi.
"Apa ada kerjaan kesana ?" tanya nenek, yang khawatir Wisnu melaksanakan niatnya untuk menyelidiki siapa yang telah menyakiti Aisha.
"Wisnu, tidak bisa hanya duduk berpangku tangan disini nek. Sedangkan orang yang menyakiti Aisha pasti masih tertawa senang diluaran sana." terdengar dari suara Wisnu yang marah.
"Apa yang kita harus lakukan, kita sama sekali tidak tahu siapa yang melakukannya. Apa kerjaan orang yang mengenalnya atau hanya kejahatan yang asal korbannya," kata nenek kepada Wisnu.
Percakapan mereka terhenti saat Laras keluar dari dalam kamarnya.
"Bagaimana Aisha malam ini Bu, apa bisa tidur ?" tanya Wisnu.
"Masih seperti semalam juga, terkadang duduk dan menatap kedepan," ucap Ibu Aisha dan mengambil kopi yang ada diatas meja dan menyesapnya.
"Jangan terlalu banyak minum kopi Laras, lihat badanmu. Baru tiga hari saja sudah kurus, apalagi kamu hanya mengisi perut dengan roti kering dan kopi " kata nenek yang melihat Larasati hanya mengambil roti kering dan mencelupkannya kedalam kopi yang diminumnya.
"Laras tidak selera makan Bu, hanya ingin kopi saja. Biar mata tahan melek untuk menjaga Aisha saat malam ." karena malam Aisha sering terbangun dan berteriak sembari menangis, membuat ibunya tidak tidur untuk menjaga Aisha.
"Mulai hari ini kita harus manggil perawat untuk bergantian menjaga Aisha, kita tidak tahu sampai kapan hal ini terjadi. Kita tidak boleh tumbang, Aisha masih membutuhkan kita," ucap nenek.
"Apa tidak lebih bagus, jika Aisha kita bawa ke Yayasan saja ." usul Wisnu membuat ibu dan nenek saling pandang.
"Bukan karena Wisnu tidak mau menjaga Aisha disini, tapi disana ada Dokter yang selalu standby ditempat ," ucap Wisnu.
"Bagaimana pendapat ibu ?" tanya Laras kepada ibunya.
"Aisha bukan orang gila ," kata Nenek.
"Nek, disana juga bukan tempat orang gila nek ," kata Wisnu.
"Tapi disana hampir semuanya orang yang mengalami gangguan ," kata nenek.
"Ya Wisnu, bagaimana jika nanti Aisha takut. Saat mendengar teriakkan dan tangisan pasien yang belum normal, bisa saja Aisha makin parah ," kata ibu Aisha.
"Hal itu yang yang menjadi pertimbangan ibu Laras, disana itu orang-orang masih ada yang masih teriak-teriak saat malam. Tidak..! ibu tidak mau meninggalkan Aisha disana, kita ambil saja perawat. Nenek masih bisa mengaji 10 perawat untuk menjaga Aisha," ucap nenek.
"Bukan masalah menggaji nek.," kata Wisnu.
"Cukup..! nenek tetap ingin Aisha dirawat disini." nenek bangkit dan meninggalkan meja makan dan masuk kedalam kamar Aisha.
Nenek duduk dan mengusap rambut Aisha.
"Masa mereka mau menyatukan kamu dengan orang tidak waras, kamu itu kuat. Aisha cucu nenek yang cantik dan kuat ya ." air mata nenek jatuh membasahi pipinya, sesekali tangannya saling bergantian mengelus rambut Aisha dan mengusap pipinya yang basah oleh air matanya.
"Mereka tidak akan nenek biarkan untuk memisahkan kita ," kata nenek Aisha.
"Nek, maafkan Wisnu ya. Maksudnya Wisnu bukan untuk mengirim Aisha jauh dari kita, ini juga untuk kebaikannya nek. Disana ada orang-orang yang menjaga dirinya, kasihan ibu nek. semalaman dia tidak tidur," kata Wisnu yang mendatangi nenek kedalam kamar Aisha.
"Kan sudah nenek katakan, nenek akan menyewa perawat untuk membantu menjaganya. Aisha tidak akan selamanya dalam keadaan begini." nenek tetap kekeuh untuk tidak mengizinkan Wisnu untuk membawa Aisha tinggal di Yayasan.
"Nek, tempat Yayasan juga tidak jauh dari rumah. tidak lebih dari 200 meter dari rumah ini ," ucap Wisnu.
"Apapun kamu bilang, nenek tidak akan mengizinkan Aisha tinggal disana ."
"Baiklah Bu, nanti Wisnu akan cari beberapa perawat untuk secara bergantian untuk menjaga Aisha. Biar ibu juga bisa beristirahat, lihat mata itu cekung begitu." kemudian Wisnu keluar dari kamar.
"Apa kamu juga tega, melihat Aisha tinggal dengan orang-orang yang stres itu?" tanya Nenek kepada Larasati.
"Kalau disana nanti, Aisha bisa sembuh. Laras akan setuju Bu, lihat keadaannya sekarang Bu. tidur dan melamun saja, makan tidak. Hanya infus yang masuk kedalam tubuhnya ."
"Tapi ibu tidak tega melihat dua dikelilingi orang-orang yang stres, disini juga dia bisa ditangani oleh Dokter ," kata nenek sambil sesenggukan.
"Sudahlah Bu, jangan nangis lagi. Kita jaga Aisha disini ya ," Larasati merengkuh pundak ibunya dari belakang.
****
Lily dan Eline sedang berada di kantin.
"Hei, kemana saja kalian. Sepertinya kalian menghindari aku ya ?" tepukan di pundaknya dari belakang membuat Eline dan Lily kaget, dan secara bersamaan menoleh keasal suara.
"Gaby !" seru keduanya, karena sudah empat hari mereka tidak bertemu dengan Gaby.
"Kalian menghindari aku ?" tanya Gaby sambil menatap kedua temannya dengan insten.
"Nggak, kami dikampus terus. Kau saja yang tidak berada dikampus, kemana saja kau ?" tanya Lily.
"Iya Gaby, kenapa kau bolos ?" tanya Eline.
"Untuk apa masuk, masuk tidak kekampus. Aku sudah kaya juga ," kata Gaby dengan sombongnya.
"Dasar sombong, awas kalau nanti jatuh miskin. Baru tahu rasa ." monolog dalam benaknya Lily, yang tidak suka mendengarkan perkataan Gaby.
Mata Gaby terlihat bersinar cerah, saat melihat kearah pintu masuk kantin.
Eline dan Lily melihat kearah pandangan mata Gaby, mereka melihat apa yang membuat Gaby terlihat gembira. Mereka melihat David berjalan masuk dan menuju ketempat mereka duduk.
"Apa kalian melihat Aisha ?" tanya David, begitu dia sampai ke meja tempat Gaby dan kedua temannya berada.
"Nggak ada ," jawab Eline.
"Sudah dua hari dia tidak mengikuti perkuliahan, apa dia sakit ?" tanya Lily kepada David.
"Aku juga tidak tahu, Gaby. Apa kau ada menganggu dirinya lagi ?" tanya David kepada Gaby yang sedari hanya diam saja, dan asik menatap wajah David sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Kau kira aku orang yang tidak ada kerjaan, hanya mencari musuh ," kata Gaby.
"Itukan keahlian dirimu, untuk menganggu kehidupan orang." ejekan keluar dari mulut David.
"David, kau sudah menghubungi ponselnya ?" tanya Lily.
"Tidak tersambung ," jawab David.
"Mungkin saja ponselnya sudah terblokir, dia kan orang miskin. Mungkin dia nggak ada uang untuk mengaktifkan ponselnya," ucap Gaby.
"Mulut mu itu Gaby, sudah bisa dicuci pakai sianida. Biar mati semua kuman yang berada dalam mulutmu," ucap David dengan sinis.
Selesai berkata, dan tanpa permisi. David meninggalkan Gaby dan kedua temannya.
"Hih.. datang-datang, yang ditanyakan anak tak jelas itu ," ucap Gaby, dan terlihat senyum dibibirnya.
**Bersambung...
Pasti heran nih judul ganti-ganti terus๐ , setelah rembung dengan client terpilih judul ini. mungkin juga ini belum permanen ๐**