
Tidak bosan author mengingatkan kakak-kakak reader, tetap menjaga kesehatan. Patuhi protokol kesehatan, agar kita terhindar dari virus dan keluarga kita tetap dalam keadaan sehat selalu.
Happy reading guys ❤️.
***
Setelah berhasil meminta izin dengan orang tua mereka masing-masing, akhirnya Mada dan Vely diizinkan untuk pergi menonton film.
Didepan teather 22, keduanya menatap kepromo film yang akan tayang. Vely dan Mada asik menatap film apa yang ingin mereka lihat hari ini.
"Mada Film apa yang mau kita lihat?" tanya Vely.
"Nggak tahu " sahut Mada.
"Bagaimana, kalau film. Beranak dalam kubur." terdengar suara yang sangat familiar dibelakangnya.
Vely dan Mada secara bersamaan menoleh kearah belakang dan, kaget melihat dua wajah dibelakang mereka.
"Kak Dama!" seru Vely.
"Kak Keane!" seru Mada juga.
"Hai..!" Dama dan Keane melambaikan tangannya didepan wajah Vely dan Mada.
"Mada, apa mereka ini asli ?" tanya Vely kepada Mada, yang tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
"Sepertinya asli, kita tidak halusinasi," sahut Mada.
"Kami diperintahkan Daddy untuk mengawasi kalian berdua," kata Keane.
Mendengar suara Keane, Mada dan Vely langsung lesu. Apa yang ada didepannya ternyata adalah asli, tidak halusinasi.
"Kenapa kami harus diawasi, kami tidak nakal ," kata Mada.
Sedangkan Vely memundurkan tubuhnya, dan bersembunyi dibelakang Mada. Pipinya merona merah, mengingat kejadian yang dialaminya tadi malam.
Bibir Dama menampilkan senyum kecil disudut bibirnya, dia tahu. Vely masih malu bertemu dengannya.
"Kak Keane, kami mau nonton. Jangan ikuti kami !" protes Vely.
"Bilang ke mommy." titah Keane.
"Hih..!" Vely menghentak-hentakkan kakinya, dan mulutnya manyun.
"Ayo, kita lihat film itu saja." Dama menunjuk ke film animasi.
"Apa ! kami disuruh nonton film kartun ?" mendelik sempurna mata Vely menatap Dama.
"Kalian mau nonton apa ?" tanya Keane.
"Hemhh..! itu !" Vely dan Mada menunjukkan film bertema romantis.
"Ok, kalian tunggu disini." titah Keane dan Dama, kedua menuju ketempat penjualan tiket.
Tidak lama kemudian, keduanya kembali. Dengan membawa popcorn dan minuman.
"Ini ." Dama menyerahkan popcorn dan minuman kepada Vely, dan Dama kepada Mada.
"Mana tiketnya kak ?" tanya Vely kepada Keane.
"Ini dikantong," jawab Keane.
"Mana, apa benar tiket film yang ingin kami lihat kak Keane beli" kata Vely merasa curiga.
"Benar, untuk apa kami bohong," kata Dama.
"Ayo ." Dama meraih tangan Vely, dan menariknya untuk masuk kedalam bioskop.
Dama menarik tangan Vely, sedangkan Keane menarik Mada.
"Kak, kenapa kakak menarik tanganku !" seru Mada, berusaha melepaskan pegangan tangan Keane.
"kalau tidak tanganmu tangan siapa kakak pegang?" tanya Keane dan terus memegang tangan Mada.
"Tangan Vely," kata Mada.
"Nanti dikira orang Vely kekasih kakak." jawab Keane santai.
"Apa ?" Mada tidak mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Keane.
"Tidak apa-apa! awas gelap ." ingatkan Keane, begitu memasuki ruang dalam bioskop. Film sudah mulai dan suasana sudah gelap.
"Kak Dama, kita duduk di mana ?" tanya Vely.
"sini ." Dama menunjukkan kursi nomor dua dari belakang.
"Kak Keane dan Mada mana ?" tanya Vely seraya meletakkan bokongnya.
"Mereka tidak dekat dengan kita," kata Dama.
Tiba-tiba sound music Film bergema keras, membuat mata Vely melihat kelayar didepan.
"Kak Dama! film apa ini ? sepertinya bukan film yang ingin kami lihat?" tanya Vely, matanya menatap kearah depan.
"Aww...!" suara teriakan bergema didalam ruangan, bukan hanya Vely yang berteriak histris. Hampir semua penonton berteriak, karena tiba-tiba muncul wajah yang sangat mengerikan di layar.
"Kak Dama...!" Vely loncat dan menempelkan wajahnya ke dada Dama.
Terlihat smirk disudut dibibir Dama, tangannya merengkuh tubuh Vely. Sehingga Vely berada dalam pelukannya.
"Kak kenapa film ini yang kita lihat?" tanya Vely dan wajahnya masih nemplok di dada Dama.
"Film yang ingin kalian lihat tadi, tiketnya sudah habis " kata Dama.
"Kalau sudah habis, tidak perlu kita nonton kak. Bisa kapan-kapan nontonnya," ujar Vely.
"Ini hukuman untuk tadi malam, Vely pura-pura pingsan kan ?" tanya Dama.
Vely menarik tubuhnya untuk menjauhi badan Dama, tetapi suara musik film sangat mengerikan. Membuat Vely kembali memeluk Dama dengan erat.
"Takut?" goda Dama.
"kak Dama jahat !" Vely mencubit dada Dama dengan gemas.
Dama tertawa, melihat tingkah Vely yang menutup telinganya. Agar tidak mendengar suara musik yang membuat orang mendengarnya menjadi merinding.
Seperti Vely, Mada juga mengalami apa yang dialami oleh Vely. Mada anak yang penakut, begitu mendengar suara dan melihat sosok setan muncul. Mada teriak dan popcorn yang dipegangnya tumpah menerpa badannya, untung minuman yang dibawanya sudah diletakkannya. Kalau tidak tadi, Mada sudah mandi minuman dan popcorn.
"Ahh..!" teriak Mada.
Keane ngekeh melihat, rambut dan baju Mada dijatuhi popcorn.
"kak Keane jahat !" tangannya memukul lengan Keane .
"Apa salah kakak, yang pegang Popcorn siapa ?" tanya Keane dan bibirnya tersenyum.
"salah kakak! kenapa beli film setan begitu, kami mau lihat film romantis!" ujar Mada sembari membersihkan sisa-sisa popcorn dibajunya.
"Ayo pulang, Mada nggak mau lihat film setan !" Mada bangkit dari duduknya, tetapi tangan Keane menariknya saat ingin melewati tempat duduk Keane. Sehingga Mada jatuh keatas paha Keane, dan posisi Mada duduk dipangkuan Keane.
"Kak Keane !" kaget Mada, begitu mendarat diatas paha Keane .
"Hei..! katanya ingin keluar, kenapa minta dipangku. Bilang saja tadi, kakak mau koq mangku Mada. Seperti saat kecil dulu." tangan Keane memeluk pinggang Mada.
"Hih.. lepas!" seru Mada.
"Huss..! jangan ribut, nanti orang-orang terganggu." bisik Keane ditelinga Mada.
Merasakan hembusan nafas Keane ditelinganya, membuat pipi Mada merona. Tapi karena gelap, Keane tidak melihat wajah merah Mada.
"Sudah disini saja, nanti takut. Lihat! setannya mau keluar," ujar Keane.
Begitu Keane selesai bicara, suara teriakan bergema. Bukan dari dalam mulut Mada saja, semua penonton berteriak.
Mada langsung memeluk Keane dan menutup telinganya, Mada tidak malu-malu lagi memeluk Keane dengan erat.
"Kak Keane, ayo keluar. Mada mau pipis ," ucap Mada masih menyembunyikan wajahnya di dada Keane.
"Apa?" tanya Keane karena tidak mendengar apa yang dikatakan Mada.
"Mada sebentar lagi ngompol, kalau terus berada didalam," kata Mada.
"Hei.. tunggu dulu, jangan ngompol di celana kakak. Ayo!" Mada turun dari pangkuan Keane .
Begitu tiba diluar, ternyata Dama dan Vely sudah berada diluar duluan.
"Kakak jahat !" seru Vely, begitu melihat Keane keluar dari dalam.
"Apa salah kakak ?" tanya Keane, pura-pura tidak bersalah.
"Kenapa film setan yang kita lihat, kami mau nonton film romantis. Bukan film pocong!"
"Film romantis sudah tidak ada tiket, nanti kita lihat film yang romantis ya ," ujar Keane kepada Vely.
"Nggak mau nonton dengan kakak lagi !" ketus Vely.
"Vely, ayo ke toilet. Aku sudah kebelet." keduanya bergegas menuju toilet.
*
*
*
Bersambung 😘...