
Tetap semangat dan selalu menjaga jarak aman, apapun yang kita hadapi. Tetap terima dengan pikiran yang terbuka.
Happy reading guys ❤️
***
Kehidupan sebagai anak bungsu, membuat Vely seperti terikat. Apa yang dilakukan, selalu harus selalu dibawah pengawasan kedua orangtuanya. Dan ketiga kakaknya.
Seperti hari ini, Vely sudah ngotot ingin pergi sendiri ketempat dia akan tinggal selama menempuh pendidikannya di bangku kuliah. Tapi sampai urat leher Vely kaku, keinginannya itu tidak juga terpenuhi. Bukan hanya Daddy dan Mommynya yang ikut mengantarkannya, tetapi Ketiga kakaknya juga secara sukarela libur dari rutinitas sehari-hari. Untuk melihat kondisi kost adik bungsunya.
"Daddy dan mommy mana kak ?" tanya Vely, karena tidak melihat wujud dari keduanya. Begitu mobil mereka tiba didepan rumah kost.
"Lagi nemuin induk semang." beritahu Keane.
"Untuk apa, kunci sudah ditangan Vely ini !" tangan Vely memegang kunci kamarnya.
"Daddy ingin minta izin, untuk masang CCTV didepan kamar Adik ," jawab Keane.
"CCTV!?" terbelalak mata Vely, mendengar Daddy ingin memasang cctv didepan kamarnya.
"Kenapa Dek ?" tanya Rodrick.
"Daddy ingin masang CCTV didepan kamar kost Vely, apa tidak kurang kerjaan itu?" beritahu Vely pada Rodrick.
"Kenapa kurang kerjaan? itu satu keamanan Dek. Sering kita lihat diberita, rumah kost rawan kejahatan," kata Kenway.
"Apa yang mau dicuri dirumah kost kak! kolor !" seru Vely dengan perasaan yang kesal.
"Mungkin juga ." Rodrick tertawa mendengar perkataan Vely.
"Ih.. kakak semua nyebelin!" .
Akhirnya pemasangan cctv juga terlaksana, bukan hanya didepan kamar Vely. depan gerbang depan dipasang, karena pemilik kost mengatakan. Anak kost pernah kehilangan sepeda motor saat memarkirkan kendaraan didepan.
Sepertinya pemilik kost memanfaatkan keluarga Vely, untuk memasang cctv bukan hanya didepan kamar Vely saja. Bukannya Richard tidak tahu dia di manfaatkan oleh pemilik kost, tetapi demi keamanan putrinya. Sehingga Richard tidak mempermasalahkannya, lagi pula CCTV saat ini bukan barang yang mahal. Ratusan ribu saja sudah bisa mendapatkan cctv untuk keamanan.
**
Sudah seminggu Vely tinggal dirumah kost, setiap pagi agar bisa bangun pagi. Mommynya selalu menghubungi Vely, melalui sambungan telepon. Karena hari pertama Vely masuk kuliah, Vely telat masuk. Apalagi hari itu adalah OSPEK, hingga Vely kena hukuman disuruh berlari keliling lapangan kampus.
"Hei.. kenapa kau terlambat ?" seorang kakak senior bertanya kepada Vely.
"Maaf kak, saya telat bangun ," sahut Vely dengan suara yang pelan.
"Dasar anak manja !" ketus suara kakak senior kepada Vely.
"Apa yang harus kita lakukan kepada anak ini ?" tanya kakak senior kepada rekan-rekannya.
"Nai, suruh saja lari keliling lapangan!" titah rekannya yang terus menatap Vely.
"Siapa namamu anak manis ?" tanya orang yang menyuruh Vely untuk berlari keliling lapangan.
"Sudah Roy, jangan tebar pesona! apa kau ingin menambah koleksimu lagi ?" ujar temannya.
"Kalau dia mau, kenapa nolak. Iya kan adik manis !" laki-laki yang bernama Roy mendekati Vely, dan jemari tangannya menowel pipi Vely.
Tangan Vely dengan sigap menepiskan tangan Roy, dan mundur selangkah. Mata Vely menatap Roy dengan perasaan yang kesal.
"Apa yang kalian lakukan!" suara keras terdengar, membuat laki-laki yang bernama Roy kaget.
"Alvian! kau mengagetkan aku saja!" Roy memegang dadanya.
"Alvi ." Naila berjalan mendekati Alvian.
"Kenapa dengannya?" tanya Alvian.
"Dia telat ." beritahu Naila.
"Terus! kenapa tidak kalian kasih hukuman, kenapa kau memegang pipinya tadi ?" tanya Alvian kepada Roy.
"Sorry Alvi, anaknya sangat cute. Mau kubawa pulang ," jawab Roy.
Wajah Vely jutek memandang kearah Roy.
"Cute..cute! mau bawa pulang, belum tahu kalian dengan ketiga bodyguard ku ." gerutu Vely dalam hatinya.
Tidak jauh dari tempat Vely berada, ada sepasang mata yang menatap Vely sedari tadi.
"Awas kalian, jika menganggu Lovely Hutama," ujar Dama yang berada di lapangan parkir kampus.
Karena ketiga kakaknya tidak bisa mengawasi Vely OSPEK, Richard minta Dama yang tidak sibuk untuk memantau Vely.
Drrrt...
Dama melihat siapa yang menghubunginya, melihat nama Keane. Dama menjawab panggilan dari Keane.
Dama : "Iya Keane.
Keane : " Bagaimana Vely ?"
Dama : " Dia terlambat, dan sepertinya Vely akan terkena hukum"
Keane " Hukuman?"
Dama : Iya, tapi aku tidak tahu. Apa hukuman yang akan diterimanya"
Dama : Keane, sepertinya. Vely disuruh lari keliling lapangan.
Keane : Lari ? pantau Dam, jangan sampai Vely sakit .
Dama : " Oke .
Dama memutuskan sambungan teleponnya, dan fokus menatap kearah Vely yang sudah berlari keliling lapangan. Sambil berlari, Vely diharuskan berteriak dengan menyebutkan. Vely anak jelek.
Karena sudah biasa joging, Vely tidak merasa letih disuruh keliling lima putaran. Ketika selesai, Vely terlihat masih segar bugar. Membuat Naila jengkel, karena tidak berhasil mengerjain Vely.
Dama sampai Vely selesai Ospek, baru meninggalkan area kampus. Begitu Vely pulang bersama dengan temannya, mobil Dama meninggalkan area parkir kampus.
"Seperti mobil kak Dama ?" gumamnya, ketiga melihat belakang mobil Dama meninggalkan gerbang kampus.
"Ada apa Love ?" tanya teman barunya.
"Panggil Vely ya, jangan Love ," ujar Vely kepada temannya.
"Love kan bagus ," ujar Julia.
"Iya Love, daripada Vely ." sahut temannya Alina.
"Terserah ." Vely pasrah dipanggil Love.
"Love, lihat ! sepertinya kakak senior itu terus memandangi dirimu ," kata Julia.
Vely melihat kearah mata Julia, dan melihat Roy duduk diatas kap mobilnya.
Melihat Vely memandang kearahnya, Roy melambaikan tangannya dan turun dari atas kap mobilnya.
"Hai..adik manis, tunggu !" panggil Roy.
"Ada apa kak ?" Alina membuka suaranya.
"Kalian mau kemana?" tanya Roy, dan senyum genit diarahkannya kepada Vely.
"Perasaan keren ini orang." batin Vely.
"Pulang kak " sahut Julia.
"Ayo kakak antar, mobil kakak itu baru. Pasti nyaman, kalau kalian mau naik. kakak mau antar kalian mau kemana saja ," ujar Roy.
Julia memandang wajah Vely, kemudian wajah Alina.
"Aku mau pulang, kakiku sakit. Tadi keliling lapangan." selesai berkata, Vely beranjak meninggalkan kedua temannya dan Roy.
"Maaf ya kak, Love tidak mau!" seru Alina dan berlari mengejar Vely, yang sudah semakin jauh.
Julia juga mengikuti Alina dan Vely.
"Ayolah Love!" panggil Roy.
Vely tidak mendengarkan, langkahnya makin jauh meninggalkan Roy.
"Kenapa? apa mobil barumu tidak berhasil menarik mahasiswa baru itu ?" tanya Alvian dari belakangnya.
Roy berbalik menghadap Alvian.
"Kau tahu Alvian, yang sulit itu sangat menantang. Lihatlah, seminggu ini. Cewek itu sudah menjadi pacarku !" seru Roy seraya masuk kedalam mobilnya.
"Semoga kau tidak kecewa!" ledek Alvian.
Mobil Roy berhenti didekat Alvian.
"Taruhan kita, jika dalam waktu seminggu aku tidak berhasil menjadikan Lovely sebagai pacarku. Aku akan memberikan kau satu motor koleksiku, kau tinggal pilih." lalu mobil Roy meninggalkan Alvian.
"Kau akan kalah !" seru Alvian.
**
Setelah lama tidak berkumpul, tiga sahabat berkumpul dirumah Aisha.
"Tante kecil !" suara Alana terdengar nyaring, mencari keberadaan Aisha.
"Al, kau itu tidak pernah berubah ya. Kau selalu teriak begitu datang kerumah!" kata Aisha.
"Apa kalian tidak kangen dengan suaraku ?" tanya Alana, yang hampir sebulan berada dirumah Mamanya. karena rumahnya lagi renovasi.
"Untuk apa kami kangen, hampir setiap hari. Kau itu video call ," kata Mayang.
*
*
*
Bersambung 😘
Pasti ada yang mengatakan, kenapa Richard terlalu posesif kepada anak gadisnya 😀.
Bukan hanya didunia halu, dunia nyata orang tua seperti Richard dan Aisha itu ada.
Sebenarnya sifat Richard ini mirip dengan orang yang Author kenal🤭. dia terlalu takut anaknya kenapa-kenapa. Sampai-sampai, saat anaknya masuk kuliah. Dia cuti kerja sebulan, untuk menemani anaknya.