
Moga review lancar kali ini, happy reading guys..
***
Dony menunjukkan gambar yang dikirimkan Alana kepada David, begitu melihat gambar tersebut. David langsung oleng dan jatuh terduduk dilantai dan kemudian pingsan.
"Heii..Bro ! jangan main pingsan saja, kalau mau pingsan di sofa wow..!" seru Dony dengan menggunjak-gunjakkan tubuh David.
"Lah..! benar-benar pingsan, jadi cowok Cemen sekali. Baru ditinggal tunangan juga sudah pingsan," ucap Dony.
Dony dengan sekuat tenaga mengangkat tubuh David.
"Badan besar, tapi Cemen. Wow..bangun. Capek nih..!" Dony mengangkat David dengan ngedumel.
"Ah.. akhirnya..!" Dony menghela nafas, setelah berhasil memindahkan tubuh David ke atas sofa.
"Aduh..!" Dony menggeliatkan pinggangnya yang terasa letih.
"Dav..! bangun wow.." Dony menepuk pipi temannya tersebut, dan mengambil minyak dan menciumkan minyak tersebut kehidungnya.
"Ah...!" David beriaksi setelah, mencium minyak gosok.
David bangkit dan duduk, tangannya memijat-mijat kepalanya.
"Kenapa, apa kepalamu pusing? apa kita perlu ke rumah sakit ?" tanya Dony yang melihat David masih memijat keningnya.
"Gambar itu ?" tanya David kepada Dony.
"Gambar Aisha," jawab Dony.
"Kenapa dia memakai kebaya ?" tanya David.
"Alana mengatakan, hari ini Aisha sudah bertunangan dengan Richard ," kata Dony dengan ragu-ragu, dia takut David pingsan kembali.
"Sial..! aku sudah ditikung orang tua itu, aku tidak terima. Aku akan kerumah Aisha, kenapa dia memilih orang tua itu," ucap David sambil berjalan hilir-mudik didepan Dony.
"Dav, mungkin jodohmu bukan Aisha," kata Dony.
"Siapa kalau bukan Aisha ? kau tahu aku menyukai Aisha sejak pertama kali aku melihat dia dikampus, begitu orang tua itu datang. Dia langsung mengambil Aisha !" seru David dengan suara yang keras.
"Bro, sabar. Mungkin jodohmu masih jalan-jalan diluar sana ," kata Dony.
"Jalan-jalan, kau kira jodohku lagi liburan ," kata David dengan matanya setengah mendelik.
"He..he..!" candaan Dony makin membuat David sewot.
"Aku harus ketemu dengan Aisha, aku tidak rela dia menikahi orang tua itu," ujar David.
"Kenapa kau terus bilang Om Richard orang tua, umurnya dengan kita hanya beda delapan tahun," kata Dony.
"Aku tidak perduli, umur kita hanya selisih delapan tahun. Kalau sudah diatas 30, itu sudah tua ," ucap David.
"Ayo Dony, kita kerumah Aisha ," kata David.
"Kau sudah tidak waras, ini sudah jam berapa? Kita akan tiba disana sudah malam ," kata Dony.
"Aku tidak perduli, aku harus bertemu Aisha ," ujar David yang tidak menggubris apa yang dikatakan Dony.
"Aku perduli, apa kata keluarga Aisha nanti. Kita malam-malam datang," kata Dony.
"Ahhh...!" teriak David dengan kesal.
"Besok kita kesana, jangan sekarang. Kau masih emosi begini, tidak bagus untuk bertemu Aisha. Apalagi jika kau bertemu dengan keluarga Richard disana, aku merasa serba salah. Kau itu sahabatku, sedangkan keluarga Richard adalah calon mertua ku," kata Dony.
Dony kembali duduk dan menyandarkan kepalanya ke sofa.
"Kenapa Aisha memilihnya, apa aku tidak layak untuk Aisha ?" tanya David kepada Dony.
"Bukan tidak layak, kalian itu tidak berjodoh. Seperti yang kukatakan tadi, jodohmu masih berkeliaran di luar sana. Tunggu, satu saat dia pasti muncul dihadapanmu ," kata Dony.
David duduk sambil bertopang dagu, dia mencerna apa yang dikatakan oleh Dony.
"Besok aku ingin bertemu dengan Aisha, untuk yang terakhir kalinya. Mungkin saat dia sudah menikah nanti, aku tidak akan bisa dekat dengan dirinya lagi ," ucap David dengan suara yang pelan.
'Semangat Bro, wanita bukan hanya Aisha saja di dunia ini. Masih banyak wanita di luar sana yang lebih-lebih dari Aisha." Dony menepuk pundak David, untuk memberikannya semangat.
"Tapi aku hanya suka dengan Aisha," kata David.
"Semoga ," jawab David dengan menundukkan kepalanya.
"Ayolah..! semangat, kau itu ganteng. Pasti tidak sulit untuk mendapatkan seorang gadis ," kata Dony kepada David yang masih belum bersemangat.
****
Acara pertunangan Aisha hanya dihadiri oleh keluarga Richard yang datang bersama dengan dirinya tadi, dan keluarga Aisha hanya dihadiri tetangga yang sudah dianggap sebagai kerabat oleh nenek Aisha.
"Ais, akhirnya. Dua Minggu lagi kau akan menjadi Tante ku ," kata Alana, dan terlihat sumbrigah wajah Alana.
"Apa yang kulakukan ini, apakah sudah betul?" tanya Aisha, yang kurang nyakin dengan keputusan yang diambilnya.
"Sudah betul Ais, kau bisa kembali ke bangku kuliah. Dan Gaby tidak bisa menganggu dirimu lagi, Om Richard tidak akan tinggal diam jika kau di ganggu perempuan sundal itu," kata Alana.
"Ais, jalani saja dengan hati yang gembira. Kau pasti bahagia, dan jika nanti Om Alana buat ulah. Jangan takut Mayang ada di belakangmu ," kata Mayang.
"Hei.. Om Richard itu pria terbaik, Om Richard tidak akan pernah menyakiti Aisha. Jika Om Richard menyakiti Aisha, aku nomor satu dulu yang akan menghajarnya ?" seru Alana dengan bersemangat.
"Siapa yang ingin kau ajar Alana ?" tanya Richard yang sudah berada dibelakangnya, dan merangkul bahu Alana.
"He..he.. Om, itu tadi ada orang yang mau isengin Alana ," ujar Alana dengan berbohong.
Aisha dan Mayang tertawa melihat Alana.
"Oh.ya, sepertinya. Tadi Om ada dengar, ada yang ingin menghajar Om ," kata Richard.
"Tidak ada, Om salah dengar itu. Mungkin pendengaran Om sudah sedikit tuli karena faktor usia ," ujar Alana.
"Apa? Alana bilang Om sudah tua, Om bukan tua. Tapi dewasa , iya kan Aisha?" Richard melepaskan rangkulannya kebahu Alana, dan beranjak mendekati Aisha.
Aisha grogi, saat Richard beranjak mendekati dirinya.
"Aisha, saya ingin bicara ." Richard meraih jemari Aisha dan langsung membawanya menjauhi Alana dan Mayang.
"Om, Ais. Mau kemana ?" tanya Alana .
'Om ada perlu dengan teman kalian ini," kata Richard.
"Ikut Om ," kata Alana .
Richard tidak menanggapinya, dia terus membawa Aisha menuju halaman belakang.
"Hiih..!"
"Al, mereka ingin berdua saja. kalau kau ikut nanti jadi bertiga, apa kau mau menjadi setan?" kata Mayang.
"Buset..!"
"Sudah Non, kasih kesempatan untuk orang yang baru bertunangan berdua saja ," kata Mayang.
"May, aku tadi ngirim gambar kita bertiga kepada Dony. Dan dia menunjukkan gambar tersebut kepada David, dan kau tahu apa yang terjadi kepada David ?"
"Apa ?" tanya Mayang penasaran.
"David pingsan, dan begitu tersadar. Dia ingin langsung kesini ," kata Alana.
"Kasihan David ," kata Mayang, walaupun dia jika bertemu dengan David selalu ribut. Tetapi dia merasa iba juga kepada David.
"Karena dia patah hati, bagaimana jika kau saja bersama dengan dirinya," ujar Alana tiba-tiba.
"Gila ! kau kira hati itu bisa dipaksakan ," kata Mayang.
"Kau dekati saja, lama-kelamaan hatinya pasti beralih kepada dirimu ," ujar Alana.
"Jangan ngaco!" kemudian Mayang meninggalkan Alana.
"Kok..ngaco, mereka berdua sama-sama singel. Aku akan menjodohkan mereka berdua." sudut bibir Alana menampilkan senyum kecil.
**Bersambung...
Jangan lupa kasih like ya guys.
Trims**..