
Happy reading guys ❤️
❤️❤️❤️❤️
Rumah Richard seperti sekolah taman kanak-kanak, karena anak Mayang dan Alana lebih sering berada dirumah Aisha. Bermain dengan tiga jagoan Richard.
Seperti hari ini, setelah menonton film kemerdekaan Indonesia di televisi. Mereka melakukan main perang-perangan.
Anak-anak berhenti bermain, saat melihat pintu gerbang terbuka. Dan terlihat mobil Richard masuk.
"Daddy..!" Rodrick senang melihat Daddy-nya pulang.
Keane, Kenway. Rodrick, Dama dan paling kecil Aldo menghentikan mainnya. Mereka berbaris menunggu Richard turun dari dalam mobil.
Pintu mobil terbuka, Richard turun dan di ikuti oleh dua pria asing.
"Dad..!" seru Rodrick, dengan mata yang bulat sempurna.
"Mommy... mommy...!" Rodrick lari masuk kedalam rumah dengan diikuti oleh Keane, Kenway dan Dama. Hanya Aldo yang masih berdiri menatap Opa Richard.
"Mommy..!" seru Ketiga putranya, dengan suara yang nyaring.
"Hei.. jangan berisik, adik baru tidur ," kata Aisha yang baru saja meletakkan baby Vely kedalam box, yang ada diruang keluarga.
"Mommy ! ada penjajah !" kata Rodrick dengan penuh semangat, begitu juga dengan Keane dan Kenway.
"Kalian, terlalu meresapi nonton film," kata Aisha, sembari menepuk-nepuk paha baby Vely. Yang terbangun mendengar suara saudaranya.
"Betul ada orang yang di televisi ." Dama juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Rodrick.
"Di televisi itu, hanyalah film. Kejadiannya sudah lama terjadi, mommy juga belum lahir ," kata Aisha.
"Ada penjajah mommy..!" seru Rodrick.
"Drick, tahu apa itu penjajah ?" tanya Aisha.
"Hai sister..!" terdengar sapaan dari belakang Aisha, yang suaranya sudah sering didengarnya melalui sambungan telepon.
Aisha memutarkan badannya, dan melihat wajah Edward .
"Edward..!" Aisha kaget, karena Edward tidak mengatakan bahwa dirinya akan datang ke Indonesia..
"Penjajah mommy !" tunjuk Keane kearah Edward, sedangkan Rodrick. Kenway dan Dama bersembunyi di belakang badan Aisha.
"Penjajah ?" Aisha melihat kearah anak-anak yang memandang kearah Edward.
"Hahaha...!" Aisha tertawa, dan mengerti. Kenapa Rodrick menyebutkan ada penjajah, karena rambut Edward yang pirang dan tinggi besar.
"Ada apa ?" Edward heran melihat Aisha tertawa.
Aisha menceritakan apa yang dikatakan oleh anak-anak tentang Edward.
"Keponakanku sungguh lucu ."
"Sister ." Edward merentangkan tangannya untuk memeluk Aisha, dan Aisha menyambut pelukan saudara seayahnya itu.
Selama ini Edward dan Aisha sering berhubungan tanya kabar melalui sambungan telepon seluler saja.
Saat mereka berpelukan, terdengar suara tongkat. Mata Aisha melihat dibelakang Edward, Richard masuk bersama dengan Josh yang mengunakan tongkat untuk membantunya berjalan.
Aisha melerai pelukannya dan menatap kedatangan Daddy-nya, yang selama ini hanya bisa dilihat. Jika Edward menelpon dirinya.
Sejak pertemuan pertama mereka lima tahun yang lalu, Aisha sudah membuka hatinya untuk menerima keberadaan Josh sebagai orangtuanya. Apalagi setelah melihat ibunya saat ini sudah berbahagia dengan keluarga barunya.
Aisha mendekati Josh dan memeluknya, mendapatkan pelukan dari putrinya. Josh sangat bahagia.
"Terima kasih ! Aisha sudah mau menerima kedatangan Daddy, jika saat ini Tuhan memanggil Daddy. Daddy sudah senang, karena sudah mendapatkan maaf dari putri Daddy ini ," kata Josh.
"Dad, Ed belum menikah. Daddy tunggu Ed menikah dan punya anak baru Daddy bisa pergi ," kata Edward.
Josh memegang tangan Aisha dan juga tangan Edward, terima kasih. Kalian sudah membuat hari-hari Daddy sangat gembira.
Richard yang masuk bersama Josh turut senang, karena memberikan kejutan kepada Aisha dengan kedatangan Daddy dan adik Aisha. Dan sungguh disayangkan, Evelyn tidak bisa ikut. Karena usaha mereka yang tidak bisa ditinggalkan.
"Mana cucu-cucu Daddy yang ganteng dan cantik ?" tanya Josh.
"Boys !" panggil Richard, tetapi Ketiga tidak mau menghampiri Richard.
"Ini adalah Daddy mommy, bukan penjajah seperti yang kalian lihat di televisi ." beritahu Aisha.
"Penjajah ?" tanya Richard.
Aisha menceritakan apa yang terjadi disekolah dan dirumah, sehingga ketiganya salah paham.
Akhirnya semua tertawa terbahak-bahak, melihat kelucuan cucu dan keponakannya.
"Ayo salam grandpa ." titah Richard kepada anak-anak.
Kemudian Keane memberikan salam, disusul oleh Kenway. Dan Rodrick, juga Dama. Sedangkan Aldo sudah terlebih dahulu memberikan salam.
"Mana cucu princess grandpa ?" tanya Edward.
Aisha membawa Josh dan Edward melihat ke box bayi yang ada diruang keluarga.
Selama seminggu, Josh dan Edward berada di Indonesia. Mereka tidak bisa berlama-lama, karena usaha penyewaan kapal yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama. Hanya ada Evelyn yang menangani sendiri.
***
Kebahagiaan melingkupi keluarga besar Richard, karena ulang tahun ketiga jagoan dihadiri oleh keluarga semua. Dan dihari ulang tahun kelima, Richard melaksanakan niatnya untuk mengadakan khitanan ketiga jagoan. Dan niat Richard diikuti oleh David dan Dony.
Drama khitan terjadi, dimana Aisha merasa anak-anak masih terlalu kecil.
"Sayang, mereka sudah besar. Tidak mungkin mereka sudah dewasa baru di khitan, bisa-bisa pisaunya putus ," kata Richard dengan tertawa.
"Ih...mas ini !" Aisha mencubit perut Richard.
"Lagipula, itu tidak menyakitkan," kata Richard.
"Mas saja yang di khitan ." manyun bibir Aisha.
"Kalau punya mas dipotong lagi, tambah pendek. Nanti Aish tidak puas, mau ." goda Richard, membuat wajah Aisha bersemburat merah.
"Ya..sudah khitan..khitan !" Akhirnya Aisha menyerah.
"Daddy nggak disuruh khitan lagi kan mommy ?" goda Richard.
"Punya Daddy, mommy saja yang potong. Kalau Daddy nakal diluaran sana!" ancam Aisha.
"Ancaman mengerikan, Daddy tidak akan lihat kiri kanan. Daddy akan memakai kacamata kuda ," kata Richard.
***
Hari khitanan tiba, ketiga Papa yang mempunyai putra jagoan berangkat ke rumah sakit. Sedangkan Mama-mama nya menunggu dirumah dengan perasaan yang cemas.
"Aish ! kenapa aku khawatir ya, apa Aldo tidak akan menangis. Aldo masih kecil, baru tiga tahun ," kata Alana, yang hilir-mudik didepan Aisha dan Mayang duduk.
"Bukan kau saja Al, aku juga khawatir. Walaupun Keane, Kenway dan Rodrick sudah besar. Aku juga takut, mereka kesakitan," kata Aisha.
Sedangkan Mayang hanya duduk manis, dan diam. Tidak mengeluarkan sepatah kata pun juga. Hanya kukunya berada didalam mulutnya.
"Hei Nyonya, awas habis tanganmu ," kata Alana kepada Mayang.
"Apa habis ?" kaget Mayang, melihat kearah kedua temannya. Aisha dan Alana.
"Tuh .kuku, jangan habis di gigit ," kata Aisha.
Kebiasaan Mayang, jika khawatir. Selalu mengigit ujung kukunya.
Suara gerbang terbuka dan suara mobil masuk kedalam rumah.
Aisha, Mayang dan Alana. Segera berhambur keluar rumah, menyambut kedatangan anak-anak mereka.
Rodrick turun dengan raut wajah yang cemberut, disusul oleh Keane dan Kenway.
Begitu juga dengan Dama yang turun dari dalam mobil David, dan disusul oleh Dony dengan mengendong Aldo yang tidur dalam dekapannya .
*
*
*
Bersambung 😘