Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 117 Berusaha


**Cerita hanyalah hiburan semata, dan masih banyak typo. Maklum, author bukan penulis profesional.


Mungkin ada yang merasa kenapa part Alana banyak diawal, Sepertinya nggak lah. Setiap cerita itu kan berhubungan dengan tokohnya, disini Alana termasuk tokoh utama juga selain Aisha. Karena dia makcomlang Aisha dengan Richard.


Ada yang protes judul beda dengan isi, banyak juga judul novel yang tidak menggambarkan isi cerita..😀


Yang mau cerita lucu, silakan baca. Dan yang tidak suka silakan out.


Terimakasih kepada reader yang sudah beri komentar dan like ya❤️**.


****


Aisha memukul Richard, karena ucapannya yang dianggap Aisha mesum.


"Mas say, lama-kelamaan menjadi seperti Alana. Mulutnya tidak bisa dijaga !" seru Aisha.


"Namanya Om dan keponakan, pasti ada kemiripannya." balas Richard.


"Huh..!" Aisha mencebikkan bibirnya.


"Ada satu tempat yang belum dicoba untuk tempat ehemm.. ehem !" mata Richard memberikan kerlingan jahil.


"Nggak ! Aish sudah isi mas, Aish nggak mau !" seru Aisha, yang mengetahui arah pembicaraan Richard.


"Mungkin, setelah lahir yang ini. Kita bisa mencetak generasi kedua penerus Hutama ." ngekeh Richard.


"Ini saja belum lahir, sudah merencanakan mencetak generasi penerus kedua !" gerutu Aisha.


"Hahaha..mas ingin punya anak yang banyak ." gurau Richard.


"Mas saja yang buat !" mendelik Aisha.


"Memang mas yang buat adonannya, yang memixer. Aish hanya tenang sebagai wadahnya dibawah ." gurau Richard kembali, membuat wajah Aisha bersemu merah merona.


"Ehemmm.." Richard berdehem, sembari menaik-turunkan alisnya.


"Sudah ! makin ngaco mas say !" Aisha memejamkan matanya.


Tiba-tiba Aisha merasakan ada benda kenyal berada diatas bibirnya, Aisha kaget dan ingin protes.


Tetapi lidah Richard, menerobos kerongga mulutnya. Membuat Aisha tidak bisa mengeluarkan suara.


Eksplore lidah Richard berhenti, ketika tiba-tiba ada tangan yang menjewer telinganya. Dan pukulan tangan mendarat di punggungnya.


"Aw....!" teriak Richard, dan melihat tangan siapa yang telah menghentikan permainan bibirnya.


"Mama !" teriak Richard.


Begitu juga dengan Aisha, begitu matanya terbuka. Karena bibir Richard tiba-tiba terlepas dari bibirnya dan suara teriakan Richard yang keras membuat matanya terbuka.


Dua pasang mata menatap Richard dan Aisha.


"Istri lagi beristirahat, kamu masih juga menganggunya !" ucap mama Richard dengan mata yang mendelik.


"Mama, hanya bibir !" Richard mengelus telinganya yang sakit.


"Baru bibir, kalau kami tidak keburu datang. Mungkin kalian berdua sudah viral, bercinta dirumah sakit ," kata mamanya.


Aisha hanya tertunduk malu, selimut rumah sakit sudah hampir menutupi sebagian wajahnya. Hanya tertinggal hidung yang belum tertutupi.


Papa Richard tertawa duduk di sofa, melihat istrinya. Menceramahi putranya.


"Sudah maa, maklum masih muda ," kata papa Richard.


"Muda? yang muda itu Aisha, kalau ini sudah bangkotan !" tunjuk mama Richard kepada Richard yang nyengir.


"Kenapa mama dan papa cepat datang ?" tanya Richard sambil meletakkan bokongnya disamping papanya.


"Kenapa ? tidak boleh ?" tanya mama Richard dengan jutek.


"Boleh maa, Richard. kira malam baru datang ," kata Richard.


"Menantu mama, bagaimana. Sudah tidak lemas lagi ?" tanya mama Richard dengan suara yang lembut, berbeda saat berbicara dengan Richard.


"Tidak lemas lagi maa, cuma Aisha tidak berselera makan maa. Aisha ingin makan tempe saja ," ucap Aisha dengan suara yang pelan, takut didengar oleh Richard.


"Tempe !" ucap mama Richard dengan suara yang keras, sehingga Richard mendengar dan langsung perut Richard mual.


Richard langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, dan memuntahkan cairan yang bening.


"Rich! kenapa ?" tanya mamanya keget, melihat Richard muntah tiba-tiba.


"Kenapa boy ?" papa Richard menunggu Richard didepan pintu kamar mandi.


"Maa, jangan sebut-sebut tempe didepan mas Richard. Mas Richard akan langsung muntah ," kata Aisha.


"Apa ! kenapa? Richard sangat suka tempe ," kata mama Richard.


"Aish juga tidak tahu maa, sebenarnya maa. Aisha sangat tidak suka dengan tempe, tetapi sekarang Aisha sangat suka tempe ," kata Aisha.


"Sepertinya, kalian berdua ngidam. Kalian bertukar kesukaan ," ujar mama Richard.


"Maa, jangan sebut-sebut lagi nama itu ya. Rich mual mendengarnya ," kata Richard, dan kembali duduk.


"Ini minum " Papa Richard menyerahkan minuman hangat.


"Masih mual ?" tanya Mamanya.


"Tidak lagi maa, asal jangan mendengar nama itu saja " kata Richard.


"Bagaimana ini, Aisha tidak bisa makan jika tidak ada itu. Sedangkan Richard mendengar namanya saja langsung muntah ," kata Papa Richard.


"Hanya ada satu cara, Aisha tinggal bersama kita ," kata mama Richard.


"Tidak boleh !" seru Richard, langsung mendekati Aisha dan menggenggam tangannya.


"Mas say ," ujar Aisha.


"Terus bagaimana lagi, apa biarkan saja Aisha tidak makan. Apa kau ingin Aisha pingsan lagi, karena lemas ?" tanya mamanya.


"Dari pada pisah rumah dengan Aish, lebih bagus Rich muntah saja maa," kata Richard.


"Rich, hanya sementara ," kata Papa nya.


"Bagaimana jika ngidamnya sampai sembilan bulan. Apa selama itu Richard tidak bertemu istri dan anak Rich maa!" kata Richard.


"Tidak mungkin sampai sembilan bulan Rich!" ujar Papa Richard.


"Tidak ada yang tidak mungkin paa," kata Richard.


"Maa, paa. Aish juga tidak ingin pisah rumah dengan mas Richard, selama ini Aish kalau makan itu juga didapur. Aisha pingsan bukan karena tidak makan itu, cuma beberapa hari ini. Nafsu makan Aish berkurang " kata Aisha.


"Aish ingin makan apa, biar mama masakkan ?" tanya mama Richard.


"Mama mau masak, bisa-bisa calon anak Richard keracunan " ujar Richard.


"Ini anak.."


bugh...


pukulan mendarat dilengan Richard.


"Aduh..maa ! kenapa sih mama suka sekali memukul Richard ?"


"Karena mulutmu tidak di jaga, awas pulang besok. Mama bawa Aisha langsung kerumah !"


Perdebatan mereka berhenti, ketika wajah Alana. Dony, David dan Mayang muncul dari pintu yang terbuka.


"Mama muda sudah bangun !" Alana memeluk dan memberikan kecupan dipipi Aisha.


"Al, jangan peluk kencang-kencang. Nanti anak Om sesak napas," kata Richard.


"Om, peluk begini tidak mungkin sesak " balas Alana.


Selamat ya Aish " kata Dony.


"Selamat Aish ," kata Mayang.


"Selamat ya Aisha " kata David.


"Mas besan selamat ya, apa calon baby nya ?" tanya David.


"Siapa mas besan ?" tanya mama Richard.


"Om Richard Oma " jawab Alana.


"Begini Oma, anak David akan berjodoh dengan anak mas besan " kata David.


Papa dan Oma tertawa mendengarnya.


"Jangan harap !" ketus Richard.


"Bagus juga, tapi apa istrimu sudah hamil ?" tanya Oma kepada David.


"Insyaallah, segera Oma " jawab David.


"Semoga anak kita sama-sama laki-laki " kata Richard.


"Aku akan terus mencetak mas besan, sampai kita berhasil menjadi besan " gurau David.


"Sudah mas say, David itu hanya menggoda mas say saja " kata Aisha kepada Richard yang bete melihat David.


*


*


*


**Bersambung guys.


Maaf, banyak typo ya. mata author sudah minta ganti lensa, min sudah nambah😭.. sering salah huruf 🙏**