Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
211 Apa yang terjadi


Happy reading guys โค๏ธ๐Ÿ˜˜


***


Mada dan Paula masuk kedalam mobil Leo, tanpa diketahui oleh Mada. Mobil Keane masuk kedalam area kampus, sedangkan mobil yang dikemudikan oleh Leo. Keluar dari lingkungan kampus.


Mata Keane sempat melihat keberadaan Mada didalam mobil Leo.


"Mau kemana dia ." Dengan cepat Keane mengikuti mobil Leo, sesekali dia kehilangan jejak kendaraan Leo. Tetapi jalanan yang macet membuat dia berhasil melihat kendaraan yang membawa Mada.


Ditengah jalan, Mama Paula menghubunginya. Sehingga Paula tidak bisa menemani Mada untuk ikut kerumah Leo.


"Maaf ya Mada, mamaku minta ditemani kerumah kerabat ku ," kata Paula.


"Tidak apa-apa," sahut Mada.


Di dekat halte yang mereka lewati, Paula turun.


"Sorry ya Mada," ucap Mada, begitu sudah keluar dari dalam mobil.


"Nggak pa-pa," sahut Mada.


Mobil kembali melanjutkan perjalanan, menuju rumah Leo.


"Nggak apa-apa, Paula tidak ikut kan ?" tanya Leo.


"Ayo cepatan, biar aku bisa belajar." titah Mada kepada Leo.


"Maaf ya, aku lupa membawa buku yang aku pinjam ," kata Leo.


Mada tidak menjawab, karena dia sibuk membalas pesan dari Mamanya, Mayang.


"Kau marah ?" tanya Leo lagi, karena tidak mendengar suara keluar dari bibir Mada.


"Mada !" panggil Leo, lagi-lagi Mada mengabaikan ucapan Leo.


"Heii..Apa ?" Mada mengangkat matanya dari ponsel, menatap kearah Leo.


"Apa yang penting sekali diponsel mu itu? sampai kau tidak mendengar apa yang kukatakan," ujar Leo.


"Aku membalas pesan mamaku, aku harus cepat pulang. Mau ke butik," kata Mada.


"Oh iya, kakakmu akan menikah ya. Apa tidak terlalu muda untuk menikah?" tanya Leo.


"Kalau sudah ada jodohnya, untuk apa ditunggu lagi ," sahut Mada.


"Kami juga sudah kenal dekat dengan calon kak Dama." sambung Mada lagi.


"Apa kau juga akan menikah muda juga?" Leo melirik sekilas kearah Mada.


"Tidak tahu ," sahut Mada.


Mobil Keane terus mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Mada, sampai dilampu merah. Mobil Leo melaju dan mobil Keane terjebak lampu merah.


"Shit..shit...!" Keane memukul stir mobil dengan emosional.


Keane keluar dari dalam mobilnya, dan melihat kearah mana mobil Leo.


"Mobil masuk kedalam perumahan itu." Keane kembali bergegas masuk kedalam mobil, dan lampu mereka telah berganti.


Dengan cepat, Keane masuk kedalam perumahan.


"Bagaimana aku mencarinya, awas saat ketemu nanti Mada. Om David akan mengurungmu ," ucap Keane, seraya menjalankan mobilnya. Dan mencari mobil Leo.


Leo menghentikan mobilnya didepan rumah yang cukup besar.


"Ayo." Leo turun, diikuti oleh Mada.


Leo membuka pagar rumah, masuk kedalam.


"Kau tinggal sendiri Leo?" tanya Mada.


"Tidak ! ada abangku. Tapi begitulah, abangku jarang tinggal dirumah ," jawab Leo.


"Aku hanya tinggal dengan pembantu, sedangkan Mama dan Papa ku. Mereka sering keluar kota, memantau usaha restoran yang disana," kata Leo.


"Kenapa pintu terbuka?" melihat pintu depan terbuka, Leo kaget.


"Masuk Mada, duduk dulu. Biar aku ambil buku dikamar, apa kau mau minum?" tanya Leo.


"Tidak usah, aku juga mau cepat," sahut Mada.


"Tunggu ya ," kata Leo.


Keane terus menyusuri jalan perumahan untuk mencari keberadaan mobil Leo.


"Dimana rumah anak itu? apa aku harus keliling ." gumam Keane.


Keane melihat petugas keamanan perumahan, lalu dia menghentikan mobilnya. Dan berinisiatif untuk bertanya kepada petugas keamanan.


Keane keluar dari dalam mobil.


"Permisi Pak" sapa Keane.


"Iya Pak, ada apa," sahut petugas keamanan.


"Saya mau tanya. Apa bapak tahu dimana rumah Leo ?" tanya Keane kepada petugas keamanan tersebut.


"Leo? Leo apa namanya Pak? disini banyak nama Leo," ucap petugas tersebut.


Keane menyebutkan ciri-ciri Leo.


"Masih muda ya Pak, nama orang tuanya siapa? disini yang dikenal biasanya, nama orang tuanya." beritahu petugas.


"Kalau begitu sulit mencarinya, apa bapak tahu plat nomor kendaraannya?" tanya petugas keamanan itu.


"Ada pak." Keane mengeluarkan ponselnya, dan tadi dia sempat mengambil gambar mobil Leo dengan kamera ponselnya.


"Ini Pak." Keane menunjukkan gambar mobil Leo.


"Oh..ini mobil anak Pak Armando, pengusaha kuliner itu," ujar petugas keamanan.


"Bapak tahu dimana rumahnya?" wajah Keane cerah, setelah mendengar petugas keamanan itu mengetahui mobil Leo.


"Tahu Pak, tapi ada urusan apa ya Pak? karena saya petugas keamanan disini. Saya harus tahu, jangan nanti ada masalah. Saya yang kena tegur," ujar petugas keamanan.


Keane menceritakan kepada petugas, bahwa adiknya dibawa oleh Leo kerumahnya.


"Oh.. begitu ya Pak, orang tua Leo itu sangat jarang dirumah. Leo hanya tinggal dengan pembantu, dia ada Abang. Tapi Abangnya itu, ah... nggak bisa katakan Pak." cerita petugas keamanan.


"Pak, bisa cepat tunjukkan. Dimana rumahnya." Keane tidak sabar, perasaan khawatir menghinggapi pikirannya.


"Ayo Pak, ikuti saya."


Petugas keamanan naik sepeda motor, Keane mengikutinya dari belakang.


Dirumah Leo.


Leo meninggalkan Mada diruang tamu, sedangkan Leo menuju kelantai atas. Dimana kamarnya berada.


Leo sontak kaget, melihat kamarnya terbuka. Karena pagi tadi, saat dia berangkat kuliah. Dia mengunci pintu kamarnya.


"Kenapa terbuka?" Leo membuka pintu kamarnya, Leo melihat sosok Abangnya berada didalam kamarnya. Abangnya sedang berusaha untuk membuka lemarinya.


"Apa yang Abang lakukan?" tanya Leo.


Nando kaget, mendengar suara Leo dari belakang badannya.


"Aku mau pinjam uang mu," ucap Nando dengan santainya, dia tidak merasa gugup dan khawatir. Karena ketahuan membuka pintu lemari Leo.


"Abang mau pinjam uang, tetapi kenapa berantakan begini kamar? apa Abang mau mencuri dirumah sendiri!" tuduh Leo.


"Apa kau bilang? aku mau mencuri?" raut wajah Nando semburat merah, Nando marah. Karena dituduh mencuri oleh Leo.


"Kalau tidak mencuri, apa yang Abang lakukan dikamarku? semua berantakan semua?" pandangan mata Leo mengitari sekeliling kamarnya.


"Mana uang? aku butuh uang." tangan Nando meraih tas ransel Leo.


"Aku tidak ada uang!" Leo mempertahankan tasnya.


Nando tidak tinggal diam, dia terus menarik tas Leo. Sehingga terjadi tarik menarik, tiba-tiba Nando melepaskan pegangannya pada tas Leo. Membuat Leo terhuyung jatuh kebelakang, dan kepalanya terbentur sisi nakas.


Melihat Leo jatuh tidak bergerak, Nando dengan cepat keluar dari dalam kamar Leo.


Tiba dibawah, Nando melihat Mada yang sedang duduk menunggu kedatangan Leo membawa bukunya.


Mada tidak menyadari kedatangan Nando, karena dianya asik memainkan ponselnya.


Nando bersiul melihat Mada, dan berjalan mendekatinya.


"Swit..swit.. sungguh beruntung, ada gadis cantik !" senyum genit terlihat dibibirnya.


Mada mendongak menatap Nando.


"Mana Leo?" tanya Mada sembari berdiri, dia waspada terhadap pergerakan Nando.


"Leo, hemhh..! dia tidur diatas ," jawab Nando.


"Tidur?" Mada menatap wajah Nando dengan waspada, dia tahu dengan Nando. Karena Leo sering menceritakan tentang Abangnya yang nakal.


Dan Nando juga mahasiswa yang drop out, karena nakal.


Tiba-tiba, Nando loncat dan mencekram tangan Mada. Dan membawa Mada kedalam pelukannya.


"Lepas!" Mada sontak kaget dan berteriak.


Tetapi tidak ada yang datang, karena pembantu dirumah. Sudah disuruh Nando pergi, sebelum dia mengacak-acak kamar Leo. Sedangkan Leo belum diketahui apa yang dialaminya didalam kamarnya.


"Ayo manis..! kita menuju surga." Nando mendorong tubuh Mada ke sofa dan langsung menindih tubuh mungil Mada.


"Tidak....!!!"


*


*


*


*


Bersambung ๐Ÿ˜˜


Kakak reader yang cari cerita sudah tamat dan tidak ada pelakor. ceritanya kocak..


mampir ke cerita kakak


๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Yudhi Nita :


๐ŸŒŸTerjebak pernikahan dan lanjut season kedua Cintai aku๐ŸŒŸ


Bacanya ngakak terus..