
Cerita hanyalah untuk hiburan semata, happy enjoy guys..
***
Keluar dari dalam kamar mandi, Aisha hanya memakai jubah mandi. Karena saking terburu-buru kabur kekamar, untuk menghindari Richard.
"Ayo kita sarapan ," ucap Richard kepada Aisha yang baru selesai mandi.
"Mas say, mana ada sarapan menjelang sore begini ," ucap Aisha sembari melihat jam, yang menunjukkan waktu pukul 3.
"Hahaha..! anggap saja ini masih pagi ," kata Richard, dan memberikan coklat panas kepada Aisha.
"Mas say, selesai makan kita kemana ?" tanya Aisha.
"Mau keluar ?" tanya Richard.
"Kalau tidak keluar, kita ngapain didalam kamar saja mas !" bibir Aisha manyun, membuat Richard yang melihatnya menjadi gemas. Kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Aisha yang baru saja menyeruput coklat hangatnya.
"Manis ," ucap Richard.
"Mas say, main nyosor saja !"
"Habisnya, bibir ini meminta untuk disentuh." Richard mengerlingkan matanya.
"Ternyata mas say, orangnya mesum juga ." dalam benaknya Aisha.
"Mas ! kita keluar ya ?"
"Kita ngamar saja ya !" goda Richard.
"Mas !" Aisha mencubit lengan Richard.
"Buat penerus Hutama, mas mau mengejar ketinggalan ," kata Richard.
"Ketinggalan, apa ada barang mas say yang ketinggalan di pesawat ?" tanya Aisha .
"Bukan ketinggalan itu, tapi ketinggalan punya anak. Teman-teman mas semua sudah punya anak satu dua orang, sedangkan mas. Satu aja belum kelihatan ."
"Kenapa mas tidak cepat menikah !"
"Kalau mas cepat menikah, kita tidak akan ketemu !" ujar Richard.
"Mungkin Aisha akan menikah dengan David !" ucap Aisha spontan.
"Apa? ini Honeymoon kita! jangan sebut-sebut nama bocah tengil itu ." Richard menangkup wajah Aisha dan memberikan kecupan yang panjang kebibir Aisha yang baru saja menyebutkan nama David.
"Mas say..!" Aisha mendorong dada Richard dengan tangan kirinya, karena napasnya ngos-ngosan. Akibat kecupan panjang Richard.
"Hih..mas say, Aish nggak bisa napas ." bibir Aisha terbuka lebar, untuk meraup udara. Agar oksigen keparu-paru nya terisi kembali.
"Itu hukuman, karena berani menyebutkan namanya !" ujar Richard.
"Kalau Aish mau memanggilnya, harus dengan nama apa ?"
"Jangan panggil Dia, tidak boleh dekat-dekat dengannya!" rentetan pesan keluar dari mulut Richard.
"Aaa...!" bengong Aisha, mendengar ucapan Richard. Yang nyeleneh menurut Aisha.
"Tidak boleh dekat dengan dirinya, harus ada batas seratus langkah," ucap Richard.
"Makin nyeleneh mas say, masa Aisha harus menghitung langkah kaki. Baru bisa dekat dengan...." Aisha berhenti menyebutkan nama David, takut dengan ancaman Richard.
"Nah..sebut namanya, bibir ini akan meminta bayaran ." Richard memonyongkan bibirnya kearah Aisha.
"Apa orang yang lebih dewasa, seperti mas say dalam menjaga miliknya ?" pertanyaan dalam benaknya Aisha.
"Minta kecupan lagi ?"
"Nggak..!" Aisha kemudian menutup mulutnya dengan jemarinya.
Aisha berlari menuju balkon dan melihat langit London, sudah mulai gelap. Dan lampu-lampu sudah ada yang terang, membuat pemandangan dari balkon kamar yang mereka tempati semakin indah.
"Kalau kesini, hanya untuk berada didalam kamar. Lebih bagus dirumah saja ." gerutu Aisha, dan gerutuannya terdengar oleh telinga Richard yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Besok kita jalan-jalan ya, hari ini pasti Asay letih ," ucap Richard sembari membelitkan tangannya keperut ramping Aisha.
"Betul ya ?" ujar Aisha dengan mendongak melihat kearah Richard.
"Betul, hari ini kita ngamar saja ," ucap Richard.
"Ngamar ?" tanya Aisha dan melihat.
"Iya ngamar, mungkin kita bisa melanjutkan untuk mencetak generasi penerus keluarga Hutama ."
"Mas say !" cubitan kecil dan pukulan dari tangan Aisha mendarat keperut Richard.
"Aw..aw...ampun Asay !" seru Richard, dan kemudian mengangkat Aisha.
"Mas mau dibawa kemana Aish !" teriak Aisha.
"Mau buat yang enak..enak kita !" seru Richard dan kemudian meletakkan Aisha ketempat tidur.
Richard langsung melakukan mencetak generasi penerus keluarga Hutama, untuk oleh-oleh kepada keluarga Hutama dari honeymoon.
***
Hari ini, Alana berencana untuk mengunjungi kekasihnya Dony. Setelah semalam suntuk ia tidak bisa menghubungi Aisha dan juga Mayang.
"Mama ." Alana duduk disamping mamanya.
"Ada apa dengan putri kita ini maa ?" tanya papa Alana, saat melihat Alana yang muram.
"Nggak tahu paa, paling-paling ribut dengan Dony." tebak mama Alana.
"Mama ! Al itu baik-baik saja dengan Dony, yang nggak baik itu dengan Om Richard. Dia menculik Aisha maa ." rengek Alana.
"Masa Richard culik istri Al, kamu itu ada-ada saja!" ujar papa Alana dibarengi dengan tawa kecil.
"Iya paa, semalam itu. Aisha dan Alana sudah janji mau masuk kuliah lagi, Al nunggu-nunggu Aisha. Tetapi Aisha tidak datang, terus Alana kerumah Om Richard. huaa....!" Alana berhenti berkata, tetapi ia mengeluarkan suara tangisannya.
"Lah.. kenapa dengan Richard ?" tanya mamanya dengan perasaan khawatir, karena dia takut Richard sakit.
"Ada apa dengan Richard ?" tanya Papa juga.
"Al, kenapa Om kamu ?" tanya mamanya.
Alana menghentikan sesungukan nya.
"Om Richard membawa Aisha honeymoon, tanpa mengatakan apapun kepada Alana !" seru Alana.
"Honeymoon ! terus kenapa putri cantik papa nangis ? biasakan setelah menikah, pergi honeymoon ," ucap papanya.
"Tapi mereka tidak pamit dengan Alana paa, Aish teman Alana satu-satunya. Sedangkan Om Richard, Om kesayangan Al. Kenapa mereka tidak pamit mau pergi !"
"Mungkin mereka takut Al minta ikut !" ujar mamanya .
"Hahahaha!" Papanya tertawa lebar.
"Papa !" mata Alana mendelik menatap wajah papanya.
"Al, Aisha sudah menikah. Al harus mengurangi waktu bersama dengan Aisha ," kata mamanya.
"Al tidak ada teman ," jawab Alana.
"Mayang, sepertinya ia sudah kembali ?"
"Mayang kerja maa !"
"Carilah teman yang lain, masa teman hanya Aisha dan Mayang ," ucap papanya.
"Teman yang lain nggak seru paa, hanya Aisha yang bisa mengerti sifat nya Alana ."
"Bagaimana jika Al menikah juga seperti Aisha," ucap papanya.
"Paa, Al masih kecil !" ujar mama Alana.
"Maa, umur Al itu lebih tua tiga bulan dari Aisha. Aisha saja sudah menikah, ok paa. Al mau nikah, biar nanti honeymoon. Alana tidak bilang-bilang kepada Om Richard dan Aisha ."
"Mau nikah apa balas dendam, karena tidak diberitahukan Richard dan Aisha honeymoon ?" goda papanya.
"Nikah dan balas dendam ." Alana bangkit dari duduknya dan menghampiri mama dan papanya untuk Salim.
"Mau kemana ?" tanya mamanya.
"Mau kekantor calon mantu mama dan papa !" ujar Alana .
"Nggak kuliah Al ?" tanya mamanya.
"Nggak, Al mau melamar Dony !" seru Alana .
"Apa !"
"Mana ada wanita melamar dulu Al !" ingatkan papanya.
"Ada, Alana ."
"Bye.. Doa kan Al, biar sukses !" ujar Alana dan keluar menuju garasi mobil.
"Serius Al paa ?" tanya mama Alana.
"Mana papa tahu ." ujar papa Alana dan mengangkat bahunya.
'Hih..papa ini, kenapa tadi suruh Alana nikah. Nggak tahu itu anak ada nekatnya ."
"Biar saja maa, biar kita cepat dapat cucu ." tawa papanya.
**Bersambung....guys...
Terimakasih yang sudah ngasih like, vote and coment..lope..lope**..