Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 96 Akhirnya.


Happy reading guys ❤️


***


Gerombolan ibu-ibu keluar dari dalam rumah .


Mayang dibawa keluar, sudah memakai baju kebaya warna biru.


"Hih..aku tidak bisa meloloskan diri, aku akan menikah dengan pria tengil itu. Makk..anakmu mau dinikahkan !" seru Mayang dalam benaknya.


"Bagaimana bisa menikah, waliku siapa? " pertanyaan berseliweran didalam pikiran Mayang.


Sedangkan David tertegun, begitu melihat Mayang keluar dari dalam rumah.


"Lihatlah, aku putus asa untuk dan mencari segala cara untuk menggagalkan pernikahan ini. Dia seperti orang bodo berdiri disana ." omel Mayang, begitu melihat David berdiri tidak jauh dari tempat Mayang berada.


"Sungguh gadis yang sangat menggemaskan." guman David.


"Lihatlah terus, aku congkel mata mesum mu itu. Laki-laki tengil!" dalam benaknya Mayang, dengan bibir yang ngerucut kedepan.( ngerucut kedepan Thor, mana ada ngerucut kebelakang 🤭)


Kemudian David berteriak dengan tiba-tiba, membuat banyak pasang mata melihat kearahnya.


"aku jatuh cinta !!" teriak David, sembari merentangkan tangannya.


Mayang menjadi malu melihat kekonyolan David yang absurd.


"Gila..! memalukan saja !" Mayang mengalihkan pandangannya.


David berjalan menghampiri Mayang dengan langkah panjang dan tegap, mirip jalan tentara.


"Lihatlah Mayang, aku sudah tidak sabar ingin menikah !" seru David.


"Kau tidak sabar, aku juga sudah tidak sabar. Ingin membunuhmu !" Mayang membuat gerakan tangan seakan-akan ingin mencekik leher David .


ketika melihat para tetua adat datang, Mayang ingin segera kabur. Tetapi sepertinya para ibu-ibu yang berada didekatnya tahu dengan niatannya. Ibu-ibu tersebut memegang tangan Mayang.


"Dav, aku tidak bisa menikah tanpa diketahui oleh keluarga ku ," kata Mayang.


Ucapan Mayang didengar oleh ketua adat.


"Tenang, keluarga kalian berdua sudah mengetahui pernikahan ini. Dan keluarga pihak wanita sudah menunjukkan ketua adat sebagai wali dari pihak wanita.


"Sial..!"


"Dav, pernikahan ini hanya pernikahan pura-pura ." bisik Mayang.


"Lagi-lagi tetua adat mendengar apa yang dikatakan Mayang.


"Tidak ada pernikahan pura-pura, jika kalian melakukan pernikahan pura-pura. Kalian berdua akan kena azab ," kata terus adat.


"Hih.. sepertinya, masyarakat sini. Suka melihat drama ikan terbang, apa-apa azab!' gerutu Mayang .


Ketika Mayang ingin protes kembali, David menghentikannya.


"Tapi pak, saya ingin pernikahan saya dihadiri oleh ibu dan nenek saya. Hanya mereka keluarga saya pak ." alasan Mayang, agar pernikahan digagalkan.


"Jangan khawatir, bawa kesini ." titah tetua adat kepada beberapa pemuda yang sudah rapi dan memakai baju adat Desa Telaga, seperti yang dipakai oleh David.


Beberapa pemuda membawa keluar, proyektor dan meletakkannya belakang tempat tetua dan anggotanya duduk.


"Duduklah ." titah kedua adat kepada David dan Mayang.


"Ayo baby, kawin..kawin..kawin..!" terdengar nyanyian dari mulut David, yang membuat Mayang ingin mencekiknya.


"Kawin...kawin ! kau kawin aku males !" dengus Mayang.


Begitu mereka duduk, proyektor menyala.


"Apa kita akan menonton layar tancap ?" bisik Mayang kepada David, yang masih dengan senyum lebar. Yang hampir sampai kemata .


"Mungkin mereka akan menunjukkan, apa yang harus kita lakukan setelah pernikahan kita nanti. Kalau soal itu, mereka tidak usah mengajarkannya. Aku sudah pakar ," ucap David dengan sedikit sombong.


"Kau ! ternyata aku dapat barang sisa, kau sudah expired !" ketus Mayang.


"No Mayang, aku masih Ting tong. aku baru belajar dari situs-situs !" ngekeh David.


Layar proyektor menyala, dan terlihat orang-orang dalam proyektor terlihat berbincang-bincang.


"Mak...!" teriak Mayang, Begitu melihat wajah maknya dan neneknya.


"Mama...papa..anakmu akan kawin !! seru David dengan gembira.


"Selamat putraku, ternyata kau memang putraku. Karena cara menikah kita sama !" ucap papa David dari dalam proyektor.


Begitu mendengar suara anak-anak mereka, orang tua mereka masing melihat kearah depan.


"Iting..! tolong cucumu ini, mau dinikahkan paksa dengan orang gila!" teriak Mayang dengan keras.


"Terima saja kempu(cucu) ku lihat ganteng suamimu itu !" ujar iting Mayang sembari memegang sontel dibibirnya.


"Iya nak ku, ganteng calon suami mu itu. Apa kau mau mak nikahkan dengan si Purba ?" ancam Mak Msyang.


"Oh...no !!" bayangkan wajah si Purba yang gendut. Walaupun putih, Mayang tidak akan mau.


Sudah berusaha Mayang kabur ke kota, menghindari Purba. Masa harus pulang kampung lagi.


"May, kenapa mulut nenek mu merah begitu ?" bergidik David melihatnya.


"Tradisi keluarga kami, setiap bulan ngemil daging ular," jawab Mayang, biar David jijik dan takut untuk menikahinya.


"Hih..apa kau ikut juga melaksanakan tradisi itu ?" tanya David sambil menatap wajah Mayang dengan insten.


"Nggak..!"


"Alhamdulillah..." David memegang dadanya dan menarik napas lega.


"Aku nggak daging ular, tapi aku daging manusia. Bulan depan, aku akan mencoba badan suamiku ," ujar Mayang dan menunjukkan giginya kepada David.


"Hi.hh...!" David menatap Mayang dengan ngeri.


"Kenapa mereka bisa tahu keluarga kita, dan nenek ku dikampung. Dipuncak gunung Sibayak bisa diketemukan juga?" pertanyaan berkecamuk di dalam pikirannya Mayang.


"Nenekmu tinggal dipuncak gunung ?"


"Iya, keluarga kami itu penunggu gunung. Makanya kita tidak boleh menikah ." lagi-lagi Mayang berusaha untuk menggagalkan pernikahannya.


"Tidak apa-apa, aku juga ingin tinggal di puncak gunung ," jawab David.


"Ah.. tidak ada lagi yang bisa kulakukan, iting dan makku penghianat. Aku nggak mau pulang lagi ke gunung Mak..!"


"Syarat-syarat sudah lengkap, bisa kita laksanakan pernikahan ini ?" tanya tetua adat.


"Pak ! tunggu saya pingsan dulu !" seru Mayang dengan mengangkat tangannya.


"Silakan nak Mayang, ayo nak David ." tangan tetua adat memegang tangan David.


"Pak..pak.. saya betul-betul mau pingsan ini !" ancam Mayang.


"Silakan nak Mayang, kami nikahkan dulu kalian ya."


Mayang sudah lemas tak bertenaga lagi untuk menggagalkan pernikahannya.


Begitu mendengar suara SAH..


Tubuh Mayang lunglai jatuh kesisi David.


"Istriku...!" David merengkuh tubuh Mayang yang lunglai.


"Tenang, istrimu tidak apa-apa. Dia merasa gembira saja ." ucap tetua adat.


"Lah..May, jangan pingsan. kenapa kita senasib May, aku juga pingsan waktu mendengar Aisha mau menikah. Sedangkan kau pingsan karena gembira kita sudah menikah ?" gembira David.


"Bawa istrimu kedalam kamar." titah tetua adat.


"Kami sudah boleh ehemm..ehem pak ?" pertanyaan nyeleneh David.


Pletak..


"Biar sadar dulu istrimu !"


Tetua adat pergi meninggalkan David, karena mendapatkan laporan. Ada sepasang lagi pasangan yang mengalami nasib seperti Mayang dan David.


***


Tengah hari, pasangan yang baru pulang honeymoon pergi kerumah papa dan mama Richard. Karena setiap hari Minggu mereka selalu berkumpul di rumah orangtuanya.


Begitu tiba dirumah orangtuanya, berbarengan dengan kedatangan Alana dan kedua orangtuanya.


"Aisha...Tante kecil !" Alana berhambur memeluk Aisha, begitu Aisha turun dari dalam mobil.


"Alana..! aku kangen !" keduanya saling berpelukan, dan loncat-loncat.


"Hei.. jangan loncat-loncat, nanti calon anak kita berguguran ." tegur Richard, saat melihat Aisha dan Alana loncat-loncat saking gembiranya.


"Aish, ada suara apa itu ? kenapa orangnya tidak kelihatan !" Alana pura-pura tidak melihat Richard.


Bersambung guys.....