
Mundur sedikit dari jadwal rencana tamat, tapi tetap tamat. Ntar reader bosan .
***
Dengan ditemani Neneng, Rodrick mengubur cacing yang dibawanya tadi. Setelah menguburnya, Aisha menyuruh Neneng untuk memandikan Rodrick.
Aisha mendaratkan bokongnya di samping Alana dan mengambil Aldo untuk duduk dipangkuannya.
"Al, nanti jangan seperti Om drick ya ," kata Aisha kepada Aldo.
"Iya Oma kecil ," jawab Alana.
"Hihh.. cepat sekali aku jadi Oma !" tawa Aisha.
"Oma muda !" nyengir Alana.
"Dama disini ?" tanya Alana.
"Iya, tadi pagi dititipkan Mayang," jawab Aisha.
"Mayang dirawat ?" tanya Alana.
"Belum ada kabar ," jawab Aisha.
"Cepat sekali Mayang hamil lagi, sepertinya David betul-betul ingin anak perempuan ," kata Alana.
"Ingin, tapi jika belum rezeki bagaimana ?"
"Terus berusaha, laki lagi. Coba lagi..coba..coba... sampai membuat kesebelasan !" tawa keduanya lepas.
"Semoga, yang ini sesuai dengan keinginannya ," kata Aisha.
"Tante kecil, kapan nambah lagi ?" tanya Alana.
"Cukup ! aku nyerah, ketiga ini saja aku pusing. Yang dua tidak buat pusing, Rodrick..! ngibarkan bendera putih aku. Jika mau nambah, tunggu mereka sudah berusia 10 tahun ," kata Aisha.
"Om Richard, apa tidak ingin anak cewek ?" tanya Alana.
"Nggak terlalu ngarep, Mas say juga tidak menyuruh Aish hamil lagi. Mungkin Mas say juga repot menghadapi ketiga jagoannya."
****
Setelah ketiga jagoan Richard tidur, Aisha dan Richard keluar dari dalam kamar. Dan terlebih dahulu menghidupkan lampu tidur.
Aisha langsung menuju ke kamar mandi, untuk melakukan ritualnya sebelum menuju ke tempat tidur.
Setelah selesai, Aisha mengambil buku. Untuk dibacanya sebelum tidur.
Saat ini Aisha, membaca buku tentang pendidikan anak diusia dini.
"Baca apa ?" tanya Richard, saat melihat Aisha begitu fokus membaca dan sesekali keningnya mengerut.
"Ini ." Aisha menunjukkan buku yang dibacanya.
"Kenapa baca buku ini? apa ada masalah dengan putra-putra kita ?" tanya Richard sembari merebahkan tubuhnya disisi Aisha.
Richard mengambil buku yang dibaca Aisha.
"Rodrick mas, kenapa berbeda sifatnya dengan saudaranya. Rodrick selalu melakukan apa yang disukainya, apa yang kita larang. Itu yang disukainya," kata Aisha kepada Richard.
"Apa lagi yang dilakukannya hari ini?" tanya Richard.
"Hari ini, Rodrick kembali berulah mas. Dia keluar dari pagar, dan bermain di selokan. Aish nggak tahu dengan anak-anak mana Rodrick berteman ." cerita Aisha.
"Apa yang dilakukannya ?" tanya Richard sambil membaca buku yang tadinya dibaca Aisha.
"Pulang-pulang ! itu anak penuh dengan lumpur mas, ditanya. Katanya perang lumpur, yang lebih menjijikkan lagi. Rodrick bawa pulang cacing. Hih..!" bergidik Aisha membayangkannya.
"Hahahaha..!" Richard tertawa, membayangkan wajah Rodrick saat itu.
"Itu nurun dari mommynya dan kakaknya ," kata Richard.
"Kenapa nurun dari Aish Mas ?" Aisha mencebikkan bibirnya.
"Ingat! siapa yang kecebur kesawah. Dan wajahnya belepotan lumpur ?" tanya Richard.
"Itu kan tidak disengaja ," jawab Aisha.
"Sengaja, dan tidak sengaja. Yang pasti kalian berdua itu sama dengan Rodrick, Nakal !" Richard meletakkan buku yang dipegangnya keatas Nakal.
"Ayo tidur ." Richard menarik Aisha kedalam dekapannya.
"Aish..!" bisik Richard.
"Hemh.." sahut Aisha.
"Sudah lama ya ," kata Richard.
"Sudah lama apa Mas?"
"Main sodok ," jawab Richard.
"Ihh..! baru dua hari yang lalu Mas !" seru Aisha.
"Main ya ."
Tanpa menunggu persetujuan Aisha, Richard langsung melakukan apa yang ingin dilakukannya.
Sampai pagi menjelang, keduanya masih dalam keadaan polos. Mereka terbangun begitu mendengar suara ribut dan tangisan Rodrick.
Richard langsung loncat dari ranjang, Richard mencari baju yang dilemparkannya tadi malam.
"Ada apa Mas ?" tanya Aisha yang masih malas untuk membuka matanya.
"Mas dengar Rodrick nangis ," kata Richard.
Mendengar ucapan Richard, Aisha langsung bangkit dari ranjang. Dia tidak menyadari bahwa tubuhnya masih polos tanpa selembar kain melapisi tubuhnya.
"Mau kemana ?" tanya Richard.
"Mau lihat, kenapa Rodrick nangis Mas ! pasti ada yang terjadi, karena Rodrick tidak pernah menangis ," kata Aisha.
"Tidak usah, biar mas saja yang melihatnya. Asal suara tangisannya dari kandang peliharaannya, Aish. Pakai dulu bajunya !" kata Richard kepada Aisha yang berdiri di atas ranjang, dan kemudian keluar dari dalam kamar.
Aisha melihat ke tubuhnya, wajahnya memerah. Begitu menyadari bahwa tubuhnya masih polos.
"Hih.. kenapa belakangan ini aku sering lupa, tidak menggunakan baju juga tidak menyadarinya." gumam Aisha.
Aisha mencari-cari bajunya, untung. Ketiga putranya tidak pernah pagi-pagi berlari kedalam kamar Daddy dan Mommynya.
Richard bergegas menuju halaman belakang, dan melihat Keane, Kenway dan Rodrick sedang melihat kearah satu tempat.
"Ada apa Boys ?" tanya Richard, begitu dekat ketempat ketiga putranya.
"Katak adek mati Daddy ," Kenway yang menjawab.
"Kenapa mati ?" tanya Richard dan jongkok disamping putra bungsunya.
"Di makan ," sahut Rodrick.
"Dimakan ? siapa yang makan ?" tanya Richard.
Richard melihat kedalam kandang, dan melihat ular tidur didalam kandang si katak.
"Di makan Dad..!" Rodrick menangis.
Tidak pernah Richard melihat Rodrick menangis, Richard memeluk putra bungsunya tersebut.
"Mamat !" Panggil Richard.
Seorang laki-laki tanggung berlari, begitu Richard panggil.
"Kenapa ularnya bisa masuk kedalam kandang katak ?" tanya Richard.
"Maaf Pak, saya juga tidak tahu. Semalam sudah saya kunci semua kandang, tidak mungkin bisa berkeliaran ," jawab Mamat, yang bertugas mengurus peliharaan ketiga putranya.
"Sudah! jangan nangis lagi, nanti kita beli lagi katak yang lebih bagus ." bujuk Richard.
Richard membawa ketiganya untuk masuk kedalam rumah, dan menyuruh ketiganya untuk mandi.
Ketiganya masuk kedalam kamar, Rodrick berjalan dengan tidak bersemangat.
Richard kembali masuk kedalam kamar, dan Aisha sudah selesai mandi.
"Kenapa Rodrick nangis Mas ?" tanya Aisha.
"Katak nya, di makan ular ," jawab Richard.
"Tuh.. kan Mas ! kenapa ularnya bisa lepas ? Kenapa dulu di izinkan pelihara ular, bagaimana kalau ularnya lepas dan masuk kedalam rumah !" Aisha mengomel panjang lebar.
"Ular itu tidak berbahaya, ular punya Rodrick. Hanya pemakan katak dan sejenisnya, ular itu tidak berbisa ," kata Richard.
"Nggak berbisa, yang namanya ular tetap menakutkan !" bergidik Aisha mendengar ular peliharaan Rodrick lepas .
"Bujuk Rodrick untuk melepaskan ularnya Mas ," kata Aisha.
"Biarkan saja, mereka anak laki-laki. Biarkan mereka menentukan kesukaan mereka ." Richard memegang bahu Aisha.
"Jangan khawatir, peliharaannya masih yang wajar-wajar saja. Kalau Rodrick minta ular piton baru kita larang ," ucap Richard dengan tertawa.
****
David merasa gembira, karena Mayang mengandung anak yang kedua. David berharap, bahwa anaknya yang kedua ini berjenis kelamin perempuan.
Mayang turun dari ranjang, karena sepulang dari rumah sakit David melarang Mayang untuk turun dari ranjang. Setelah mengalami flek, dan Dokter menyarankan Mayang untuk bed rest. David begitu posesif.
David juga menyuruh Mayang untuk resign dari pekerjaannya di rumah sakit.
*
*
*
*
*
**Bersambung 😘
Rencana mau tamat, terpaksa mundur guys.
Mungkin beberapa episode lagi ya, nggak janji juga.. tiba-tiba ide muncrat lanjut 😀✌️**