Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 154 Kesal


Terus semangat, dan tetap dalam keadaan sehat selalu semua.


Happy reading guys ❤️


❤️❤️❤️


Jeslyn masuk kedalam dan mencari Aisha, Jeslyn membuka pintu kamar yang biasa Aisha tempati jika pulang kampung.


Cklek...


Pintu terbuka, Aisha melihat kearah pintu dan senyum lebar menghiasi bibirnya.


"Kak Jeslyn ." Aisha ingin bangkit dari ranjang, tetapi Jeslyn mencegahnya.


"Baring saja, pasti pinggang mu letih kan ?" Jeslyn naik keatas ranjang dan meletakkan baby Wiratara ke ranjang.


"Baby Wira ." Aisha menyamping agar dapat melihat baby Wira yang tidur, tangannya masuk kedalam mulutnya.


"Ih..ngedot baby Wira ." Aisha menowel-nowel pipi ngembul Wira.


"Bagaimana kehamilan yang ini ?" tanya Jeslyn kepada Aisha.


"Beda dengan kehamilan sikembar kak, kalau yang ini bawaannya malas terus. Dan ingin mandi terus, kalau sikembar. Malas mandi ," kata Aisha.


"Kakak dulu, ingin makan ubi rebus terus. Sampai-sampai mas Wisnu takut, kakak akan melahirkan baby yang akan buang angin terus ." ngekeh Jeslyn, begitu juga dengan Aisha.


"Aisha, apakah kalian berencana punya anak banyak ?" tanya Jeslyn kepada Aisha, yang sedang mengelus pipi baby Wira.


"Terserah rezeki saja kak, hamil ini juga tidak di rencanakan. Aisha minum obat, tapi kebobolan juga. Mungkin sudah rezekinya, terima saja. Kan dikatakan banyak anak banyak rezeki ," kata Aisha.


"Kalau kak Jeslyn ?" tanya Aisha.


"Ingin punya anak cewek, biar ada teman ke salon. Kalau Wira tidak mungkin dibawa ke salon ," kata Jeslyn.


"Kak Jeslyn betah tinggal di desa yang jauh dari segalanya ?" tanya Aisha.


"Betah! tinggal disini sangat menyenangkan, apalagi disibukkan dengan kegiatan Yayasan, di Yayasan sekarang lagi ada pelatihan untuk perempuan-perempuan korban kdrt ." beritahu Jeslyn.


"Apa kak ?"


"Kami mengajar mereka kecantikan, saat mereka sudah bisa dilepas. Mereka bisa mencari uang dengan membuka salon dan sebagai MUA," kata Jeslyn.


"Wah..hebat kak ," kata Aisha.


"Itu juga ide dari ibu Aish ," kata Jeslyn.


*****


Setelah kelahiran baby Mada, David selalu bergembira. Dan sering membawa baby Mada Selfi dan menguploadnya ke media sosial, sampai-sampai Mayang protes karena sepertinya. David lebih sayang dengan Mada.


Sebenarnya tidak, itu semua karena Al Dama. Tidak suka di foto, kalau difoto. Dama menunjukkan wajah jutek, sehingga David mengatakan bahwa dirinya seperti membawa anak orang untuk berfoto dengan dirinya.


Sedangkan Mada cukup anteng untuk dibawa foto, David lupa bahwa baby Mada masih baby sehingga tidak protes saat dibawa foto.


"Mada..! smile..!" pulang dari restoran, David langsung membawa Mada Selfi.


"Mas Dav, apa tidak bosan ambil gambar terus ?" tanya Mayang yang sedang memberikan Dama makan, tidak seperti hari biasa. Dama makan sendiri, kali ini Dama ingin bermanja-manja dengan Mamanya.


"Kak, kenapa tidak makan sendiri?" tanya David kepada putranya yang pendiam, karena lebih sering bergaul dengan Keane yang pendiam juga.


"Malas ," jawab singkat padat Dama.


"Tidak boleh malas, tahun ini kakak sudah masuk sekolah. Tidak mungkin Mama ikut kesekolah, untuk menyuapi kakak makan," kata David kepada puteranya.


"Masih lama ," jawab Dama singkat.


"Kenapa putera kita seperti ini Yang, irit bicara. Ini karena selalu bergaul dengan Keane, kak jangan dengan Keane saja. Bergaul dengan Rodrick dan Kenway biar nular lincahnya, dan saat nanti mengambil alih bisnis kita akan berguna " kata David.


Perkataan Papanya tidak direspon oleh Dama, Dama terus makan dengan disuap oleh Mayang.


"Anak kecil diajak bicara yang berat, mana mengerti ," ujar Mayang.


"Dari kecil kita didik Dama untuk mulai mengerti tentang bisnis keluarga ," kata David .


"Mas Dav, usia Dama baru mau empat tahun. Mau bicara bisnis apa ? apa mau cerita tentang cabe, bawang dan bumbu resep masakan yang mas gunakan di restoran ?" tanya Mayang.


"Biarkan Dama bermain untuk sekarang ini Mas Dav, ada waktunya Dama akan mengerti apa yang mas mau kan ," kata Mayang.


David duduk didekat Dana, dan melihat wajah anaknya.


"Yang, kita buat adik untuk Mada lagi ya ," ujar David .


"Nggak! lahir Mada saja mas Dav sibuk dengan kerjaan ." gerutu Mayang.


"Adik Mada nanti, Mas akan hadir standby ." janji David.


"No..no..!" Mayang mengangkat Dama kedalam gendongannya, dan meninggalkan David sendiri.


"Yang...!"


"Anak masih baby, pikirannya sudah mau nambah anak lagi ," gerutu Mayang.


***


Dony baru saja sampai dirumah, setelah kembali dari mengunjungi beberapa negara untuk mengembangkan usaha wisata yang yang digelutinya sejak Dony belum menikah.


Mendengar suara Papanya, Aldo yang sedang bermain dengan hobby barunya memelihara ayam kate. Sepertinya Aldo sudah kena pengaruh Rodrick.


"Hai.. ganteng !" Aldo mengangkat Aldo kedalam pelukannya, dan memberikan ciuman dipipinya Aldo.


"Papa rindu sayang !"


"Kalau rindu pulang Mas Don ," kata Alana.


"Ini Mas pulang ," jawab Dony.


"Pulang, dah gitu pergi lagi. Lama-lama Aldo tidak kenal Papanya ," ujar Alana.


"Apa Aldo akan lupa Papa ?" tanya Dony kepada Aldo.


Aldo hanya menatap wajah Papanya.


Skip


Saat bersantai di ruang keluarga, Dony mengutarakan niatnya untuk membuat cabang biro perjalanan wisata di negara Belanda, karena banyak wisatawan dari Belanda Ingin mengunjungi Indonesia.


"Kalau buka cabang disana, Mas Don akan sering kesana ?" tanya Alana.


"Mas ingin..." berat Dony ingin mengutarakan maksudnya.


"Ingin apa Mas ?" tanya Alana.


"Bagaimana jika kita pindah kesana ?" tanya Dony kepada Alana.


Degh...


Alana memandang wajah Dony, Alana mencari, apa Dony sungguh-sungguh dengan perkataannya.


"Serius mas ingin pindah ke Belanda ?" tanya Alana.


"Iya " jawan Dony dan menganggukkan kepalanya.


"Mas saja, Alana tinggal disini saja ." Alana meninggalkan Dony.


"Al, tidak mungkin Mas pergi sendiri. Kalian tinggal sendiri disini !" Dony mengikuti Alana yang masuk kedalam kamar.


"Kenapa tidak bisa, sekarang ini saja. Al ini seperti tidak punya suami, anak sakit Al sendiri membawa ke dokter. Mas tidak tahu berada di negara mana !" selama ini Alana diam, karena memikirkan bahwa Dony sedang mengembangkan biro perjalanan wisata.


"Al, maaf ." Dony memeluk Alana.


"Al sudah biasa sendiri, Al sudah biasa jika butuh pertolongan ada Aisha. Ada Om Richard. Dan ada David dan Mayang, Aldo juga sudah menganggap mereka seperti Papa nya ," kata Alana.


Dony sedih, mendengar ucapan Alana. Karena kesibukan membuat dirinya jauh dengan putra satu-satunya.


Alana melepaskan pelukan Dony dan naik keranjang, kemudian merebahkan tubuhnya disisi Aldo yang selalu tidur bersama dengan dirinya.


Dony melihat kesedihan dipelupuk mata Alana.


"Apa yang harus kulakukan, aku tidak mungkin meninggalkan Alana dan putraku disini ."


***


Mulut manyun Rodrick terlihat, saat melihat diatas meja makan ada beberapa ekor ikan goreng.


"Ini ikan Drick ?" tanya Rodrick kepada Papanya.


"Bukan Drick, ikan yang Drick pegang tadi ada di dalam bak. Besok kita akan bawa pulang." beritahu Richard.


Baru terlihat cerah wajah Rodrick.


Saat makan, semua makan ikan goreng. Rodrick hanya makan tempe.


"Drick makan ikan ." tawarkan Larasati kepada cucunya.


"Banyak duri ." alasan Rodrick.


Laras melihat Aisha, dan Aisha tahu ibunya heran.


"Rodrick trauma makan ikan Bu ," kata Aisha.


"Kenapa ?" tanya Nenek.


"Pernah duri ikan nyangkut di tenggorokannya.


*


*


*


*


*


**Bersambung 😘


Jangan lupa tekan like dan tanda bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 trims**