Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 262 Kejutan


Jumpa lagi dengan keluarga bahagia, salam cup.. cup untuk semua yang sudah mau mampir 🤗.


Happy reading guys ❤️


***


Para suami pergi mencari uang, para istri menghabiskan uang dirumah.


Renovasi kamar Mada sudah hampir selesai, begitu juga dengan Rodrick. Kalau Mada tidak ada yang ikut nimbrung dalam memilih apa yang akan rubah didalam kamar, berbeda dengan Rodrick dan Jessie. Keduanya sering berdebat untuk membahas warna kamar dan juga warna tirai jendela.


"Mas Rosay! masalah tirai jendela, serahkan pada wanita. Pihak laki-laki tidak akan mengerti itu !" seru Jessie kepada Rodrick.


"Hei..aku mengerti mengenai itu ya! Pak warna tirai buat warna ini " Rodrick menunjuk satu majalah yang berisi tentang gambar tirai dan warna.


"Sudah pasti Pak, Bu. Biar saya bicarakan dengan Boss" ujar pria yang mengawasi renovasi.


"Pasti Pak" sahut Rodrick.


"Mas Rosay!" Jessie tetap berupaya agar pemilihan warna tirai ia yang memilih.


"Jesay ! istriku sayang, warna cat kamar sudah mengikuti keinginan istri cantikku kan. Dan sekarang, please..tirai biar ahlinya yang pilih. Oke.." ucap Rodrick seraya memegang kedua bahu Jessie.


"Baiklah, tapi jangan jelek ya. Terus jangan transparan, bagaimana jika malam-malam ada melihat kita dari jendela. Matanya merah, lidahnya menjulur panjang seperti ini" kata Jessie sembari menjulurkan lidahnya.


"Ternyata, otakmu ini penuh dengan imajinasi" ujar Rodrick, dan menyentil jidat Jessie.


"Sakit !" seru Jessie.


"Sorry nyonya dokter" nyengir Rodrick.


Vely bukan hanya merenovasi kamar Dama saja, dia juga merenovasi kamarnya sendiri.


"Ma, apa kamar mama tidak mau sekalian kita renovasi? biar mendapatkan suasana baru" kata Vely kepada Mama Mayang.


"Boleh juga, kamar Mama sudah lama tidak di renovasi. Tapi dibuat seperti apa ya?" Mayang bingung.


"Seperti ini saja ma, kalau malam kita tidur seperti melihat bintang diatas plafon" Vely menunjukkan kamar yang langit-langitnya terlihat bintang-bintang bertaburan.


"Boleh, berapa lama siap ya ?" tanya Mayang kepada orang yang mengerjakan kamar Dama dan Vely.


"Tidak lama Bu, ini semua wallpaper. Kami banyak pekerja"


"Kalau ibu sudah deal, besok bisa kita kerjakan"


"Bagaimana ma? begitu Papa pulang nanti, Papa pasti gembira. Lihat kamarnya dengan nuansa baru" kata Vely.


"Baiklah Pak, kerjakan" kata Mayang.


"Dama sudah kasih kabar, kapan mereka pulang?" tanya Mayang.


"Belum ma, papa tidak ada beritahu ma?" tanya Vely.


"Belum pasti katanya, mereka mau mampir kemana gitu katanya. Mama lupa nama tempat yang ingin mereka kunjungi," kata Mayang.


"Vely, apa kau yakin dengan warna wallpaper kamarmu ini? apa ini tidak terlalu mengerikan untuk tidur disini ?" tanya Mayang.


Mayang berdiri didepan pintu dan melihat kearah dalam kamar.


"Ini sangat cantik mama, lihatlah. Warnanya membuat aku ingin terus berada didalam kamar ini" ucap Vely dengan raut wajah senang.


"Ingin terus berada didalam kamar, apa terlalu lama belajar masak dengan Dama. Membuat otakmu bermasalah?" dengan tatapan mata memicing, Mayang menatap wajah Vely dengan dalam.


"Hahaha!" Vely tertawa lebar.


"Kamar dirumah mommy, warna apa Vely?" tanya Mayang.


"Sedikit mirip dengan ini, tetapi ada kombinasi warna lain " beritahu Vely.


"Apa Dama tahu, kamar ini berubah jadi warna ini?" tanya Mayang.


"Kak Dama sudah menyerahkan pemilihan warna kepada Vely " sahut Vely.


"Baiklah, mama pergi dulu," kata Mayang.


"Mama mau kemana?" tanya Vely.


"Selama Papa dan Dama pergi, Mama disuruh untuk mengawasi restoran" beritahu Mayang.


"Mama perlu Vely temani?" Vely menawarkan diri untuk menemani Mayang.


"Tidak usah, Vely awasi ini saja" kata Mayang.


***


Akhirnya renovasi kamar keseluruhan selesai, hanya Kenway dan Richard yang tidak merenovasi kamarnya. Karena Kenway merasa kamarnya masih sangat bagus, karena baru direnovasi. Begitu juga dengan Aisha.


Hari ini Dama dan David kembali.


"Akhirnya, sampai dirumah!" seru David dengan gembira.


David dan Dama turun dari dalam mobil, didepan pintu. Mayang sudah berdiri menyambut anak dan suaminya.


"Yang, aku rindu!" David langsung memeluk Mayang.


"Hih.. Papa lebay," ucap Dama.


"Haiss..! ada yang jengkel, tidak disambut" ledek David.


"Pergi dengan Mada, beli bahan kue. Sekarang ini, Vely suka berada di dapur" kata Mayang.


"Untuk apa? apa dia kelaparan?" tanya David.


"Masuk dulu, masa kita ngobrol didepan pintu" kata Mayang sembari berjalan masuk, diikuti David dan Dama.


"Dama kekamar ya, pegal badan semua" kata Dama.


"Mas, Mayang ada kejutan" kata Mayang.


"Kejutan apa? apa kau hamil ?" tanya David dengan mata bulat sempurna.


"Hih..malas hamil lagi"


"Terus apa? kita mau punya cucu?" tebak David.


"Ayo."


Mayang menarik tangan David menuju kamar mereka dilantai bawah. Begitu mau membuka pintu kamarnya, terdengar suara teriakan Dama dari lantai atas.


"OMG...!!" teriak Dama, begitu terbuka. Dia melihat kamarnya.


Begini penampakkan kamar Dama, sehingga membuat Dama kaget.



Ekspresi kaget Dama seperti ini guys.



Mendengar teriakkan Dama dari lantai atas, Mayang dan David sontak kaget. Dan batal membuka pintu kamarnya.


"Ada apa? kenapa dia berteriak sekeras itu?" tanya David sambil berlari menuju lantai atas.


"Aku tidak tahu" sahut Mayang.


Begitu tiba dilantai atas, David dan Mayang melihat Dama terpaku didepan kamarnya.


"Dam, ada apa? kenapa kau berteriak seperti ingin melahirkan saja?" tanya David.


"Ada apa Dam?" tanya Mayang.


Dama tidak bersuara, hanya jemari tangannya menunjuk kearah dalam kamarnya.


"Ada apa dalam kamar mu? apa ada setan?" tanya David.


David melongo melihat kearah dalam kamar Dama, seperti Dama. David juga sontak kaget.


"OMG! kenapa kamarmu berubah angker begitu?" tanya David.


David memandang Dama, kemudian beralih kepada Mayang yang menutup mulutnya yang tertawa geli. Melihat ekspresi wajah anak dan suaminya.


"Ini, Vely yang melakukannya?" tanya David.


"Ya" sahut Mayang.


"Kau sudah izinkan Dam?" tanya Mayang.


"Iya ma, tapi kenapa warna begini?"


"Yang, apa kamar kita kau renovasi juga?" tanya David.


"Iya" jawab Mayang.


"Apa warna hitam atau merah kau buat?" tanya David lagi.


"Lihat sendiri" kata Mayang.


David memutar badannya, dan bergegas turun kelantai bawah. Untuk melihat kejutan apa yang menantinya dibalik pintu kamarnya.


David ingin membuka pintu kamarnya, tetapi dia ragu. Dia takut, kejutan seperti yang Dama terima yang menunggunya di dalam.


"kenapa mas ?" Mayang tahu, David takut untuk masuk kedalam kamar.


"Jangan khawatir mas, kamar kita tidak seperti kamar Dama. Kita sudah tua, kita tidur harus mendapatkan ketenangan" kata Mayang.


Mendengar perkataan dari Mayang, David membuka pintu kamarnya.


David masuk kedalam kamar, dan melihat suasana kamarnya sangat menyejukkan hati dan matanya.


Penampakan dalam kamar David.



"Bagaimana?" tanya Mayang.


"Fantastis!" seru David, begitu dia berada ditengah-tengah kamarnya. Dan menatap kearah plafon kamar.


🌟🌟🌟🌟


Bersambung dulu guys ❤️❤️.


Jangan lupa **like like like like like


Terima kasih atas dukungannya**.