
Hai..
Jumpa dengan author receh, semoga suka dengan cerita ini. Yang nggak suka ya nggak pa-pa, nggak maksa kamu suka dengan cerita ini๐ฅฐ๐
***
"Kalau Om tu...ups..." David hampir keceplosan mengucapkan Om tua dihadapan Richard.
"Apa ?" tanya Richard kepada David yang menghentikan ucapannya.
"Itu.. Om, kalau Om sibuk. Biar kami yang membawa Alana kerumah Aisha Om ," kata David, karena dia mengharapkan Richard membatalkan niatnya untuk kerumah Aisha.
"Saya tidak sibuk, kenapa ? apa kamu keberatan." mata Richard menatap raut wajah David ddt tatapan mata yang tajam.
"Tidak Om..tidak, silahkan jika Om mau ikut," ucap David yang grogi melihat tatapan mata Richard yang tajam menatap dirinya.
"Gila nih Om tua, matanya seperti mau menerkamku saja. Dikiranya aku takut ." bisik David kepada Dony.
"Sudah diam, dia Om kesayangan Alana. Jangan sampai Alana membenci kita ," ucap Dony dengan berbisik juga.
"Kau harus membantu aku untuk mendapatkan Aisha, ingat aku juga turut berjasa menyatukan mu dengan Alana kembali ," kata David.
"Iya..iya..," jawab Dony.
Terdengar suara sepeda motor memasuki pekarangan rumah Alana, dan terlihat sepeda motor yang biasa dikendarai Mayang berhenti didekat mereka berada.
"Sial..! datang musuh untuk mendapatkan Aisha ." gumam David, saat melihat kedatangan Mayang dengan sepeda motor kesayangan gadis tersebut.
"May, kau bisa ikut ?" tanya Alana dengan gembira, saat melihat kedatangan temannya tersebut.
"Aku cuti hari ini ," jawab Mayang sambil melengos kearah David yang menatapnya.
"Dasar cewek jutek," ucap David, karena melihat Mayang melengos menatap dirinya.
"Ayo kita berangkat ." Alana bangkit dari duduknya.
"Mana kursi rodamu ?" tanya Mayang, saat dilihatnya Alana hanya menggunakan kruk diketiaknya.
"Tuh.." tunjuk Alana dengan mulutnya.
"Masukkan kebelakang Tony," ucap Richard.
"Richard, kau harus jaga gadis-gadis ini ," ucap mama Alana.
"Tenang Tante, tenaga kami masih kuat. Untuk menjaga mereka berdua, kami masih muda Tante," ucap David yang membanggakan jiwa mudanya.
"Diam kau David ." Dony menyikut lengan temannya tersebut.
Mayang mendekati David dan bicara dengan pelan.
"Kau menyindir Om Richard kan ?" tanya Mayang.
"Nggak, untuk apa. Aku akan bersaing secara sehat, kalian berdua tidak berpihak kepadaku ," ucap David dan kemudian berlalu dari hadapan Mayang untuk masuk kedalam mobilnya.
"Al, kamu ikut mobil sini ya ," kata Dony kepada Alana yang bimbang harus naik mobil siapa, mobil Om nya atau mobil Dony.
"Tidak ! Alana naik mobil ini." Richard menuntun Alana untuk naik kedalam mobilnya.
"Biar aku menjadi peneman kalian ," ujar Mayang dan kemudian masuk kedalam mobil David.
"Hei.. kenapa kau naik mobil ini ?" David memperotes, melihat Mayang naik kedalam mobilnya.
"Pelit sekali, apa kau menyuruh seorang gadis naik motor menuju daerah yang begitu jauh. Bagaimana jika aku diculik seperti yang dialami Aisha ?" cemberut Mayang menatap David yang duduk dikursi pengemudi.
"Siapa yang mau menculik cewek jutek seperti dirimu, mereka sebelum menculik dirimu berpikir dulu dengan pikiran yang matang. Badanmu itu tidak ada bagus-bagusnya ." ledek David kepada Mayang.
"Kau...kau..cowok menyebalkan, awas kau ya.." tangan Mayang menceking leher David dari belakang.
"Aw..kau ingin membunuhku, lepas..!" David berusaha melepaskan cekikan tangan Mayang.
"Iya..aku akan membunuhmu, biar kau mati dan menjadi hantu penasaran ," ucap Mayang.
"Apa yang kalian lakukan ?" Dony Melihat keduanya sedang saling tarik menarik.
"Dia mau membunuhku Dony," ucap David setelah berhasil melepaskan cekikan tangan Mayang.
"Dasar Cemen, baru begitu saja sudah minta tolong. Untung aku tidak setuju kau dengan Aisha, kau itu cowok lemah. Sedangkan Om Richard hemm.. sangat macho," kata Mayang, sehingga David semakin jengkel.
"Turun kau Nona ," perintah David.
"Mereka sudah pergi, kenapa tidak kau beritahukan ." dengan cepat David melajukan mobilnya, untuk mengejar ketinggalannya dari mobilnya Richard.
"Kebut.! biar kita tidak sampai kekampung Aisha, kita akan berakhir dirumah sakit. Dengan kaki dan tangan di gibs." ucapan Mayang membuat David memperlambat laju kendaraannya.
"Kenapa kau ribut terus, ngidam apa ibumu saat mengandung dirimu ?" tanya David kepada Mayang yang duduk di jok belakang.
"Ngidam mercon, puas..!"
"Pantes.."
"Apa tidak bisa kalian berdua berdamai sebentar saja ?" tanya Dony sambil melirik kedua temannya tersebut.
'Tidak..!" jawab Mayang dan David secara bersamaan.
"Hahaha..sepertinya kalian berdua jodoh. Menjawab saja bersamaan ."
"Hih...males dengan cowok lemah seperti dia ," ucap Mayang.
"Aku juga malas dengan cewek jutek dan setengah jadi-jadian seperti dirinya. Nggak ada lembut-lembutnya." balas David .
"Apa kau bilang ? aku cewek setengah jadi-jadian ," mata Mayang mendelik sempurna, tapi David tidak melihatnya. karena pandangan matanya menatap kedepan.
"Sudahlah, jangan ribut. Aku ada kerjaan ini ." Dony membuka tablet yang ada didepannya dan membalas email yang masuk.
"Aku mau tidur ," ucap Mayang dan memejamkan matanya.
****
Selama dua hari Aisha selalu ditemani seorang psikiater, sehingga Aisha dikit demi sedikit sudah mulai mengenali orang sekitarnya. Tetapi jika malam tiba, Aisha masih mengalami mimpi buruk. Sehingga dia sering tidak tidur diwaktu malam.
"Ais.." sapa nenek yang datang mengunjunginya, tetapi Aisha tidak menjawabnya. Matanya hanya menatap sebentar dan kemudian kembali menatap keluar jendela, kebiasaan yang dilakukannya selama kesadarannya mulai pulih.
"Aisha, ayo makan ini. Nenek tadi kepasar dan nenek ada melihat orang menjual kue ini, ini kue kesukaan Aisha kan ." nenek menyodorkan kue tersebut dan Aisha menerimanya, tetapi dia hanya memandang dan tidak menyentuhnya.
Aisha meletakkan kue tersebut dan berjalan menuju ketempat tidur, dan kemudian Aisha berbaring.
Nenek memandang Aisha, dan kemudian duduk diranjang dan mengelus rambut Aisha yang terurai panjang.
"Aisha, lupakan semua itu. Anggap itu hanya mimpi buruk ya, Nenek rindu dengan Aisha nenek yang dulu. Yang selalu ceria," kata nenek.
"Apa salah Aisha nek ?" satu pertanyaan yang keluar dari mulut Aisha, tetapi tidak bisa dijawab oleh nenek.
"Apa salah Aisha ?" ulang Aisha lagi.
"Apa salah Aisha ?" pertanyaan ini terus berkecamuk dalam pikiran Aisha.
"Hush.. tenang sayang ." nenek memeluk Aisha yang menangis .
Pintu terbuka dan terlihat Larasati masuk.
"Kenapa Bu ?" tanyanya, saat melihat Aisha dan nenek menangis.
Nenek hanya memberikan tanda dengan menggelengkan kepalanya, agar Larasati tidak lanjut bertanya.
"Tenang sayang..tenang sayang.." usapan dirambutnya membuat Aisha tidur.
Nenek menghapus sisa-sisa air mata yang masih berada dipipi Aisha.
"Kenapa Bu ?" tanya Larasati.
"Aisha bertanya, kenapa dia mengalami hal ini ?" kata nenek.
"Iya Bu, itu juga pertanyaan yang ada dalam otak saya. Apa salah anak Laras Bu ?"
"Kita serahkan semua ini pada Allah, biar Allah yang membalas ini semua," kata nenek kepada Larasati.
"Kapan Bu ?"
"Tunggu saja, setiap kejahatan itu. Pasti akan ada balasannya ."
****
๐๐Bersambung๐๐
Dalam lingkungan masyarakat sekarang ini, kalau kita cantik juga jadi masalah. Ada yang cemburu, dan jika kita jelek juga jadi masalah.
kita harus jadi apa** ???