Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
269 Drama bumil


Jumpa lagi dengan author receh, dengan cerita recehan. Semoga bisa menghibur saat nunggu anak dan Paksu.


Happy reading guys ❤️.


***


Selama kehamilannya, Vely diwajibkan oleh Dama dan Richard untuk cuti kuliah.


"Cuti? kapan Vely tamat? jika cuti. Cuti hamil sembilan bulan, cuti melahirkan lagi. Teman-teman Vely sudah naik tingkat, Vely masih tingkat dasar terus!" seru Vely, bibirnya ngerucut.


"Vely, didalam perut itu ada dua calon baby" kata Aisha.


"Kenapa kalau ada dua baby mommy, Vely akan hati-hati " kata Vely.


"Dengarkan kami, kami tidak ingin ada apa-apa dengan baby dalam kandungan. Dengarkan kami ya " ujar Richard dengan lembut.


"Mada juga ambil cuti" kata Aisha.


"Love, kami sayang denganmu dan baby" kata Dama.


"Baiklah" akhirnya Vely mengalah.


***


Tiba-tiba terdengar suara tangisan yang kencang dari ruang keluarga, membuat siapa saja yang mendengarnya sontak berlari menuju asal suara tangisan.


"Asay, ada apa?" Richard yang saat itu lagi berada diruang gym, lebih awal tiba ditempat Aisha berada.


"Mommy, ada apa?" tanya Rodrick.


"Mommy sakit?" tanya Vely yang datang dengan tergesa-gesa.


"Vely, jangan lari-lari!" teriak Vania yang berada dibelakangnya.


"Lihatlah, ada pesawat kecelakaan. Jangan-jangan itu pesawat Kenway" ucap Aisha sembari menangis terisak-isak.


"Kak Kenway!" teriak Vania sambil berlari menuju ketempat Aisha duduk.


"Pesawat jatuh ?" terkejut Richard, badannya lemas seketika.


"Kenway!" Rodrick terduduk di sofa.


"Tidak! kak Kenway tidak akan meninggalkan kita !" seru Vania, air mata mengucur deras dikedua belah pipinya.


Jessie mendekati Vania dan membawanya untuk duduk.


"Ada apa?" tanya Mada yang baru kembali dari rumah mamanya.


"Pesawat kak Kway jatuh" beritahu Vely.


"Apa!?" lemas Mada, dengan tergesa-gesa Mada duduk disamping Vania.


"Van, kak Kway tidak akan kena apa-apa" ujar Mada.


"Mom, siapa yang kasih kabar?" tanya Keane, setelah bisa menenangkan diri.


"Ada berita di televisi." jemari tangan Aisha menunjuk kearah televisi yang sedang breaking news.


Semua mata memandang kearah televisi, puing-puing pesawat yang masih berasap terlihat didalam televisi.


Keane beranjak mendekat kearah televisi, dia membaca teks dibawah. Rodrick juga mengikuti Keane, kedua berdiri didepan televisi. Dam kemudian Keane dan Rodrick saling bertukar pandangan, kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dan.


"Mommy!" Keane memutar badannya, menghadap kearah Aisha.


Rodrick juga, dengan dada bersedekap didada.


"Bagaimana? apa yang dikatakan televisi?" tanya Richard tidak bersemangat.


"Dad, lihatlah. Dan dengarkan" Keane dan Rodrick bergeser dari depan televisi, agar semua bisa melihat apa yang dikatakan pembawa berita di televisi.


"Di luar negeri?" tanya Richard.


"Ya, ini kejadiannya di Rusia" kata Rodrick.


"Kenway, terbang ke Bali semalam" kata Vania.


"Ini bukan pesawat yang diterbangkan Kenway" kata Keane.


"Itu bukan pesawat Kenway?" tanya Aisha.


"No!" ucap semua orang, sambil menatap kearah Aisha yang sedang menghapus air matanya.


"Kak Kway tidak apa-apa? pesawatnya tidak jatuh?" tanya Vania.


"Tidak kakak ipar, mommy salah lihat" sahut Vely.


"Maaf" ucap Aisha dengan menampilkan wajah yang sangat bersalah.


"Mommy tidak usah nonton berita, mommy gabung saja dengan Vely diatas nonton Drakor " kata Rodrick.


"Apa mommy lupa, Kenway itu tidak bekerja diluar negeri lagi?" kata Keane.


"Mommy tidak lupa, tapi begitu melihat berita pesawat jatuh. Mommy langsung lupa, dan nama Kenway yang langsung muncul. Maaf, Vania. Maafkan mommy ya" kata Aisha.


Semua menarik napas lega, apa yang mereka takutkan tidak terjadi. Kenway baik-baik saja.


🌟🌟🌟


Usia kehamilan Vely sudah memasuki dua bulan setengah , karena Vely hamil kembar. Perutnya sudah sangat kelihatan, begitu juga dengan Jessie. Kehamilan Jessie sudah memasuki tiga bulan.


Sedangkan Mada, anteng-anteng saja. Karena tidak mengandung baby kembar. Belum terlihat.


🌟🌟🌟


Mobil yang membawa Richard sudah berhenti didepan gedung perusahaan, Richard turun dengan mengandeng tangan baby Julio. Sejak ketiga bumil ikut kekantor, pagi tadi. Baby Julio juga ikut merengek minta ikut.


Dibelakang mobil Richard, ada mobil Keane. Dari mobil Keane turun Mada, Vely dan Jessie.


Begitu tiba didalam gedung perusahaan, banyak pasang mata memandang kearah mereka. Walaupun mereka sudah sering terlihat di perusahaan, tapi melihat Richard menggandeng baby Julio baru hari ini.


Mereka yang mengetahui siapa baby Julio tidak merasa heran, dan yang tidak mengetahui siapa baby Julio saling ghibah sesama pegawai yang tidak tahu. Ada yang mengira, Richard punya baby lagi.


Sampai ditingkat atas, Vely dan Jessie ikut masuk kedalam ruangan Richard dan langsung duduk di sofa. Sedangkan Mada ikut keruangan Keane.


"Dad, ada pekerjaan yang bisa kami bantu?" tanya Vely.


"Apa kalian bisa menggambar?" tanya Richard.


"Tenang Dad, menggambarkan itu sangat menyenangkan" kata Vely, dan Jessie mengiyakan.


Begitu seterusnya, selama seminggu berturut-turut. Ketiga bumil ikut kekantor, dan minta pekerjaan yang bisa mereka kerjakan. Richard merasa senang saja, karena Richard merasa. Bahwa calon cucu-cucunya akan mengikuti jejaknya, sebaliknya dengan. Merasa jengkel, Mada dan Vely tidak ada yang mau mengunjungi restorannya. Dan setiap mau pergi ke restoran, keduanya selalu merasa mual dan muntah.


🌟🌟🌟


Hari ini tidak seperti biasanya, sudah dua hari para bumil mogok ikut kekantor. Para bumil punya kebiasaan baru, yaitu hobby merajut. Walaupun hasil rajutannya belum dapat digunakan, tapi keempatnya tidak patah semangat.


"Lihatlah, sepertinya lucu ya" Vely menunjukkan hasil rajutannya.


"Kenapa tangannya panjang sebelah?" tanya Mada, begitu melihat jaket hasil rajutan Vely.


"Hehehe..!" Vely sadar dan tertawa melihat jaket kecil buatannya.


"Sudah malam, istirahat" titah Aisha.


"Sedikit lagi Mom" sahut Vely.


"Vely, jangan terlalu lama duduk. Nanti sakit pinggang" kata Aisha lagi.


"Masuk kamar, rebahkan badan" sambung Aisha lagi.


Ketika semua orang sudah terlelap dalam mimpi indahnya, tidak begitu dengan Vely.


Vely hanya berbolak-balik, bangkit. Kemudian duduk lagi.


Dama yang sudah tertidur, menjadi terbangun.


"Kenapa tidak tidur, apa ada yang sakit?" tanya Dama.


"Vely ingin makan kedondong" ucap Vely.


"Kedondong?"


Vely menganggukkan kepalanya.


Dama bangkit dari ranjang.


"Mau kemana?" tanya Vely.


"Keluar, katanya mau makan kedondong. Mungkin dilemari pendingin ada buah kedondong" kata Dama.


"Jangan lama-lama" kata Vely.


"Hemm"


Dama keluar dari dalam kamar, menuju lemari pendingin yang dulu berada didalam kamar Richard saat Aisha hamil. Kini sudah berada didepan kamar Vely, Mada dan Jessie.


Begitu Dama tiba didekat lemari pendingin, disana sudah ada Keane yang berdiri didepan lemari pendingin.


"Cari apa?" tanya Dama.


Keane menoleh kearah Dama.


"Strawberry, kau ?" tanya Keane.


"Kedondong" beritahu Dama.


"Kosong, dalam lemari hanya ada mangga. Pir dan manggis.


"Bagaimana ini? jika tidak ada buah yang mereka inginkan, bisa nangis satu malam ini" kata Keane.


"Ayo kita pergi kepasar pagi, disana ada" kata Dama.


"Betul, apa kita tidak ke Mall saja" kata Keane.


"Ini sudah jam satu, Mall sudah tutup. Hanya pasar pagi yang buka" kata Dama.


"Apa yang kalian ributkan?" Rodrick juga keluar dari dalam kamarnya.


"Jessie ingin makan apa?" tanya Dama langsung.


"Duku" beritahu Rodrick.


"Tidak ada, ayo kita kepasar pagi" kata Dama.


"Kita pamit dulu"


Ketiga masuk kedalam kamar, berganti baju.


Ketiganya masuk kedalam mobil, ketika mobil ingin keluar. Terdengar suara teriakan Kenway.


"Hei tunggu!" panggil Kenway seraya lari.


"Ada apa? kami mau ke pasar pagi" kata Rodrick.


"Ikut, Vania ingin makan sate. Apa ada sate" kata Kenway sambil masuk kedalam mobil.


"Vania ngidam?" pertanyaan yang keluar dari mulut ketiganya secara bersamaan.


"Sepertinya kita quadruplets saja, isi otak kalian sama" kata Kenway, karena pertanyaan dari dalam mulut Keane. Dama dan Rodrick yang sama.


"Apa ada kabar gembira?" tanya Rodrick.


"Belum tahu, tapi beberapa hari ini. Vania sensitif sekali, ada saja yang membuat dia bad mood" kata Kenway.


"Coba periksa" kata Keane.


🌟🌟🌟🌟


**Bersambung 😘


Like


Like


Like**