
Happy.. happy reading guys ❤️
****
Selesai berpakaian Aisha hanya menyisir rambutnya, tanpa menyentuh bedak dan lipstik. Atau pun pelembab bibir.
"Mana mas say ?" Aisha tidak melihat keberadaan Richard didalam kamar.
Aisha turun dan melihat Richard sedang berbicara dengan beberapa orang tukang untuk membuat lift.
"Ais, Richard mau buat apa ?" tanya ibu kepada Aisha.
"Mau buat lift Bu, mas say aneh-aneh saja ," kata Aisha.
"Baguslah, jadinya tidak perlu pindah kamar ," kata Ibu Aisha.
"Bu, Aisha masih sanggup berjalan turun naik tangga. Untuk apa pasang lift, buang-buang uang!"
"Sekarang Aish bisa bilang begitu, nanti sudah lima bulan. Itu perut bukan bawa satu baby, tapi tiga !" seru ibu Aisha.
"Apa begitu sulit mengandung Bu ?" tanya Aisha.
"Sangat sulit, makanya. Harus sayang kepada ibu yang sudah mengandung dan membawa-bawa baby selama sembilan bulan didalam kandungan," kata ibu Aisha.
"Maafkan Aisha ya Bu, jika selama ini Aisha nakal dan tidak menurut kepada ibu ." Aisha memeluk ibunya dan memberikan kecupan dikedua pipi ibunya.
"Ada apa ?" tanya Richard yang melihat Aisha memeluk ibunya.
" Ibu hamil lagi sensitif," ujar ibu Aisha.
"Ayo, jadi ikut ?" tanya Richard.
"Jadi !" seru Aisha dengan perasaan gembira.
"Ibu ikut ya ?" ajak Aisha.
"Nggak ah..! tadi dokter Sony bilang mau datang ," kata ibu Aisha.
"Ehemmm.. dokter Sony !" goda Aisha.
"Sudah sana cepat pergi, dan cepat kembali. Besok kita harus cepat Ketempat Alana ." ingatkan Laras tentang pesta pernikahan Alana besok.
"Oh iya, kenapa Aish lupa. Mas kita nggak kerumah kak Chintya?" tanya Aisha.
"Tidak usah, semua sudah beres ," kata Richard.
"Betul mas? nanti Alana marah mas. kita tidak kesana hari ini ," kata Aisha.
"Hari ini Alana tidak boleh menerima sesiapapun juga, dia hari ini mau mempercantik penampilan ," kata Richard.
"Sudah cepat pergi dan cepat kembali, jangan lama di Mall ." ingatkan ibu Aisha.
****
Alana berbaring telungkup, punggungnya sudah dibalurin dengan lulur.
"Maa, untuk apa dipakaikan beginian?" tanya Alana yang merasa bosan, karena hampir sudah dua jam dirinya berada diruangan ini.
"Tadi diberi uap, Al disuruh ngangkang. Nih panas ini Alana, awas ya kalau nanti aset berharga Alana hangus, bulu-bulu nya berguguran kena uap panas. Dan jadi gundul !" ngedumel Alana sambil berbaring.
"Ini mulut, nggak ada filternya ." tepukan tangan mamanya mendarat di lengannya.
Mbak-mbak yang memberikan lulur ketubuh Alana menjadi tersenyum.
"Mama, kenapa Alana dipukul ?"
"Mulut kamu ini Al, harus disaring dulu ya sebelum dikeluarkan. Nanti dikira mertua kamu itu, mama tidak pernah mengajari kamu itu sopan santun !" kata mamanya.
"Hehe..mama, mulut Alana ini hasil cetakan mama dan papa. Mungkin waktu pembagian mulut Alana telat datang !" gurau Alana.
"Ah.. pusing mama, mbak tolong pijatkan kepala saya ya mbak ," kata mama Alana, dan sekarang berbalik. Tadi punggung Chintya yang dipijat. Sekarang bagian depan.
"Mbak, bokong saya dibuat semok ya. Biar suami saya nanti merem belek melihatnya !" kata Alana.
Plok..
Lemparan bantal mengenai punggung Alana.
"Apa itu mbak ?" tanya Alana yang tidak mengetahui, bahwa mamanya yang melemparkan bantal kepada dirinya.
"Mbak, sekarang beri masker kewajahnya ya. Biar anak saya itu diam sebentar ," kata Chintya.
***
Richard membawa Aisha menuju ke toko buku, untuk membeli buku-buku tentang kehamilan kembar.
"Banyak sekali mas buku nya ?" tanya Aisha, melihat buku-buku tebal yang dibeli Richard.
"Semua ini bermanfaat, nanti jika ada waktu. Asay baca ya ," kata Richard.
"Ini semua ?" ngeri Aisha melihat buku-buku yang dibeli Richard, buku yang berbahasa Inggris. Dan tebal.
"Suruh baca buku begitu tebal, bisa-bisa anak-anak ku nanti begitu keluar sudah memakai kaca mata ." bergidik Aisha melihat buku-buku tersebut.
Setelah selesai membayar buku yang dibelinya, Richard membawa Aisha untuk masuk kerumah makan yang ada didalam Mall tersebut.
Ketika melewati tempat permainan anak-anak, Aisha menatap dengan penuh minat.
"Mas say..!"
"Ada apa, apa mau beli baju ?" tanya Richard.
"Nggak ! bukan baju, Aish ingin main mandi bola ." tunjuk Aisha kearah kolam yang berisi bola-bola kecil.
Aisha menampilkan wajah yang muram dan bibirnya manyun.
"Nanti kita cari tempat yang tidak begitu ramai ," kata Richard.
"Betul mas !" wajah Aisha terlihat gembira, mendengar Richard akan membawanya untuk ketempat mandi bola yang tidak ramai.
"Iya, sekarang makan dulu. Biar kita pulang," kata Richard.
"Mandi bolanya kapan ?" tanya Aisha.
"Hari Minggu ," jawab Richard.
"Aish mau makan apa ?" tanya Richard.
"Aish mau makan salad buah saja," jawab Aisha.
"Hanya itu ?"
"Iya, Aish nggak mood makan yang lain "
Menunggu pesanan, Aisha melihat buku-buku yang dibeli Richard. Sedangkan Richard sibuk dengan ponselnya.
Aisha menyimpan buku kembali kedalam plastik dan mulai memakan salad buah yang dipesannya.
"Enak mas, coba ." Aisha menyuapkan sepotong buah melon kedalam mulut Richard.
"Enak, habiskan. mau pesan yang lain lagi ?" tanya Richard.
"Nggak !"
"Richard ! apa kabar ?" suara menyapa Richard.
Richard dan Aisha mendongak melihat kearah orang yang menyapa mereka.
"Sarah." gumam Aisha, saat melihat wajah orang yang bersama dengan orang yang menyapa Richard.
"Boleh kami duduk disini, semua kursi penuh ," kata Rika.
Tanpa menunggu persetujuan dari Richard, Rika langsung duduk di samping Richard dan Sarah duduk disamping Aisha.
"Kamu teman Alana kan ?" tanya Sarah kepada Aisha.
"Iya ," jawab Aisha.
"Bagaimana keadaannya, apa dia cacat ?" pertanyaan Sarah membuat raut wajah Richard merah.
"Tidak, besok mereka akan menikah." ucapan Aisha membuat Sarah kaget, karena dia mengira telah berhasil memisahkan Dony dengan Alana.
"Mereka akan menikah ." gumam Sarah.
"Kalian hanya berdua ? apa kau keponakan Richard ?" tanya Rika.
"Aisha istriku !" kata Richard.
"Istri ? kau sudah menikah ?" kaget Rika.
"Apa kau istri Richard ?" tanya Rika kepada Aisha, karena tidak percaya dengan perkataan Richard.
"Iya Tante, Aish istri mas say. Dalam sini ada Dedek bayi kembar tiga," kata Aisha sembari tersenyum.
"Anak, kau akan punya anak ?" tanya Rika tidak percaya.
"Hih..Tante ngeyel, nih..lihat !" Aisha mengeluarkan buku-buku tentang kehamilan kembar yang dibeli Richard keatas meja.
Richard tersenyum melihat tingkah laku Aisha, yang selama hamil berubah. Biasanya Aisha pendiam, tetapi saat hamil. Aisha terkadang cerewet, dan terkadang cengeng.
Pandangan mata Aisha teralihkan dari wajah Rika yang duduk disamping Richard, saat seorang anak kecil lewat dengan membawa gulali berwarna pink. Aisha menelan saliva nya.
"Mas ! mau itu !" Aisha menunjuk kearah anak yang membawa gulali.
"Itu makanan anak kecil," kata Richard.
"Anakmu yang tiga ini yang mau makan itu mas say !" Rengek Aisha.
Begitu Aisha menyebutkan anak kembarnya, Richard langsung mengikuti keinginan Aisha.
"Ayo ." Richard bangkit, dan diikuti oleh Aisha.
"Permisi Tante ." Richard meraih jemari Aisha dan beranjak dari tempat mereka duduk tadi.
"Kak Rika, apakah pria tadi mantan kakak itu ?" tanya Sarah.
"Iya ," jawab Rika.
"Kesempatan kakak untuk kembali sudah tidak ada, lihatlah. Istrinya sudah hamil, kembar tiga lagi. Pria yang hot yang kakak lepaskan, untuk mengejar lelaki tua seperti mantan suami kakak itu ." tertawa Sarah.
"Diam ! ayo pulang, aku nggak mood untuk makan lagi ." Rika bangkit dan pergi meninggalkan Sarah yang menertawainya.
*
*
*
*
*
Bersambung 😘
Cerita ngidam yang di alami Aisha, author ambil dari cerita teman author yang saat ngidam ingin main-main bola di Mall. ini memang ada terjadi.