Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 179 Acting


Tetap semangat dan selalu menjaga jarak, agar keluarga kita akan selalu sehat.


Happy reading guys ❤️


***


Seperti Keane dan Dama, Aldo sudah mulai ikut terlibat dalam perusahaan keluarga.


Aldo dengan cepat keluar dari gedung universitas, sekarang ini Aldo tidak banyak lagi mengikuti mata kuliah.


Karena terburu-buru, Aldo tidak melihat jalan. Begitu keluar dari dalam ruang kuliah, tanpa sengaja Aldo menabrak seseorang yang mau masuk kedalam ruang perkuliahan. Saat Aldo ingin keluar.


"Aduh..!" seorang gadis jatuh terduduk didepan Aldo.


"Maaf...maaf !" seru Aldo, dan mengulurkan tangannya. Untuk membantu gadis tersebut untuk berdiri.


"Tidak apa-apa, aku juga salah. Tidak lihat-lihat saat mau masuk kedalam," ucap gadis tersebut.


"Aida, kau tidak apa-apa ?" tanya temannya, yang baru keluar dari dalam ruang perkuliahan.


"Aldo, kau kalau jalan itu. Lihat kiri kanan dan depan !" seru teman Aida.


"Alma, ini bukan salahnya. Aku juga salah, tidak hati-hati ," kata Aida.


"Maaf, sekali lagi aku minta maaf ," kata Aldo kepada Aida.


"Tidak apa-apa, ayo Alma kita kekantin ." Aida menarik tangan Alma.


Aldo berjalan menuju lapangan parkir.


"Siapa orang tadi Alma ?" tanya Aida.


"Itu Aldo, mahasiswa terpintar di fakultas kita. Sudah mau selesai kuliahnya ." cerita Alma.


"Aldo !" batin Aida.


"Hei kenapa ngelamun, apa kau naksir dengan Aldo? jangan harap bisa. Aldo itu tidak tersentuh, Mama Aldo galak ," ujar Alma.


"Galak ?" tanya Aida.


"Hehehe.. nggak, aku bohong."


"Hih..kau menakut-nakuti aku saja," kata Aida.


"Aku ingin cepat selesai, dan aku bisa punya kehidupan baru ." batin Aida.


*


*


Aisha sudah berada diruang kerja Richard, seperti biasanya. Aisha membawa makan siang untuk Keane, Rodrick dan Richard.


Aisha membaca majalah, selagi menunggu kedatangan Richard.


Pintu terbuka dengan kemunculan Richard.


"Asay." sapa Richard.


" Dari mana mas ?" tanya Aisha.


"Ketemu klien ," jawab Richard.


"Wanita itu ?"


"Tidak! urusan dengan wanita itu, mas serahkan pada Keane," kata Richard.


"Tadi Aish keruangan Keane, dia tidak ada ," kata Aisha.


"Mungkin belum selesai pertemuannya, Tony pergi bersama dengan Keane " kata Richard.


"Kalau ada Kenway, beban Keane berkurang," kata Aisha.


"Biarkan Kway dengan kesukaannya, Rodrick dengan hewan-hewannya," kata Richard.


"Keane juga ada kesukaannya mas, sepertinya dulu Keane ingin jadi pelukis ," kata Aisha.


"Perusahaan kita ini, sesuai dengan Keane. Disini juga Keane bisa mengeluarkan hobbynya ," kata Richard.


"Aish, mas lapar ." Richard mengusap perutnya.


Aisha mempersiapkan makanan untuk Richard.


"Kenapa Vely tidak ikut ?" tanya Richard.


"Aish pergi kesini, anaknya sudah keluar bersama dengan Mada ," kata Aisha.


"Kemana ?"


"Katanya ke Mall, Mamat yang ngantarkan. Tambah mas ?" tanya Aisha, melihat piring Richard sudah hampir kosong.


"Cukup! nanti Mas gemuk ," ujar Richard.


"Gemuk juga, Aish tetap cinta mas!"


"Apa..apa..?" tanya Richard.


"Apa ?" tanya balik Aisha.


"Itu kalimat terakhir ?" goda Richard, dan menaik turunkan alisnya.


"Sudah lewat! tidak bisa mutar lagi !"


Richard merengkuh pundak Aisha dan mendaratkan kecupan ke pipinya.


"Terima kasih Asay, sudah menjadi istri dan mommy untuk keempat anak-anak kita ." Richard memeluk Aisha.


"Terima kasih juga mas, karena telah mau menerima Aish. Pada saat Aisha terpuruk." balas Aisha.


*


*


Kepanikan terjadi dikeluarga David, saat Mada memberikan brosur universitas tempat Mada ingin melanjutkan pendidikannya.


"Papa, Mada ingin kuliah disini !" Mada memberikan brosur universitas yang berada di Inggris.


"Kuliah ke Inggris ?" tidak percaya David.


"Siapa yang mau ke Inggris ?" tanya Mayang, yang baru keluar dari dalam kamarnya.


"Mada ," sahut Mada.


"Inggris, luar negeri ?" tanya Mayang.


"Mama, Inggris luar negeri! bukan kunci inggris !" celetuk Mada.


"Kenapa harus ke Inggris, mau kuliah apa ke Inggris?" tanya Mayang, sedangkan David. Belum bisa berkomentar, David masih dalam keadaan terkejut.


"Mada mau sekolah masak ," kata Mada.


"Sekolah masak? kalau hanya sekolah masak, untuk apa sampai ke Inggris. Belajar masak saja sama Mang Udin, penjual ketoprak. Kalau tidak mau belajar dengan Papa ," kata Mayang.


"Mama! Mada bukan mau jadi tukang ketoprak !" gerutu Mada.


"Mama tidak setuju, anak Mama pergi sendiri keluar negeri ." tegaskan Mayang.


"Hihh... Mama! nggak asik !" bibir Mada ngerucut maju sesenti. 😀


"Papa tidak setuju ." selesai berkata, David langsung ambruk kelantai. Pingsan.


Mayang dan Mada kaget melihat David pingsan.


"Mas Dav...!" teriak Mayang dengan histeris.


"Papa...papa !" Mada menggoyang-goyangkan lengan David.


"Mada pergi kedepan ." titah Mayang kepada Mada, untuk memanggil Richard.


Secepatnya Mada lari kedepan, untuk meminta pertolongan.


Secepat pergi, cepat juga Mada kembali dengan membawa Richard dan Dony.


"Kenapa ?" terlihat Richard dan Dony panik melihat David pingsan.


"David pingsan mas Rich ," sahut Mayang sambil menangis.


"Panggil Dokter, ayo Dony. Kita bawa kedalam kamar ." titah Richard.


Tak lama kemudian dokter yang tinggal tidak jauh dari kediaman mereka datang.


"Bagaimana keadaan David ?" tanya Aisha yang baru saja datang bersama dengan Alana.


"Lagi diperiksa oleh dokter ," kata Richard.


"Kenapa bisa pingsan ?" Alana.


"Ini semua salah Mada Tante ," jawab Mada yang masih terisak.


"Apa yang terjadi Mada ?" tanya Aisha.


"Mada mau kuliah keluar negeri."


Mada kemudian menceritakan awal mulanya, sebelum David pingsan.


"Sabar ya Mada, mungkin Papa takut . Mada sendiri di negara orang, apalagi Mada itu anak perempuan. Papa pasti takut Mada kenapa-kenapa di negeri orang ," kata Aisha.


"Mada takut Tante, bagaimana jika Papa nanti.." Mada tidak melanjutkan ucapannya.


"Hus..! jangan pikirkan yang aneh-aneh, Papa Mada tidak akan kena apa-apa. Percayalah " kata Alana.


Dokter dan Mayang keluar dari dalam kamar, terlihat wajah Mayang yang cemberut.


"Permisi Bu, Pak ," ujar dokter yang kemudian pergi dari rumah David.


"Maa, bagaimana keadaan Papa ?" tanya Mada.


"Papa tidak apa-apa" sahut Mayang.


Mada langsung berlari menuju kedalam kamar Papanya.


"Apa tidak perlu dibawa kerumah sakit ?" tanya Richard.


"Kita bawa saja kerumah sakit, biar diperiksa secara lengkap. Mungkin jantung David bermasalah ," kata Dony.


"Jantung David tidak apa-apa, disuruh berlarian keliling komplek perumahan ini juga masih kuat ", sahut Mayang.


"Boleh kami melihatnya ?" tanya Richard.


"Masuk saja mas Rich ," kata Mayang.


Richard dan Dony masuk kedalam kamar.


Mereka melihat David tidur, dan Mada duduk disamping ranjang Papanya.


"Papa, Mada tidak jadi kuliah keluar negeri," kata Mada, tangannya memijat-mijat lengan David.


"Dony, lihatlah wajah David. Seperti tidak sedang sakit ya ," ucap Richard kepada Dony, dengan berbisik.


"Iya Om, apa ?"


"Apa pikiran kita sama ?" tanya Richard.


"David pura-pura pingsan." bisik Dony.


"Iya." balas Richard.


*


*


*


**Bersambung 😘


Maaf ya semua, cerita tentang anak-anaknya kita lanjutkan saja disini.


Karena cerita ini, menceritakan tentang Richard dan Aisha mengurus anak-anak saat sudah dewasa. Cerita ini akan berakhir sampai putra dan putri Richard, David dan Dony punya RT masing masing dan end**