Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 95 Masih nikah free


Jumpa dengan pasangan heboh guys.


***


Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya Richard dan Aisha tiba di Indonesia.


Asisten Richard Tony, menunggu kedatangan boss nya di bandar udara dengan terkantuk-kantuk.


"Selamat datang boss, Nyonya boss !" ucap Tony begitu melihat kemunculan wajah Richard dan Aisha.


"Terimakasih pak Tony," jawab Aisha.


"Bagaimana perusahaan, masih ada ?" tanya Richard, karena selama honeymoon. Dia tidak ingin menerima pembahasan mengenai perusahaan.


"Aman terkendali pak !"


Dalam perjalanan menuju rumah, mata Aisha kembali ingin terpejam. Tetapi ditahannya, dengan melihat keluar jendela.


"Akhirnya, sampai juga ." Aisha merasa senang, telah kembali kerumahnya yang selalu dirindukannya.


Begitu tiba dirumah, Aisha bergegas menuju kedalam kamarnya. Dan celingukan mencari sesuatu.


"Kitty.. Kitty how are you ," ujar Aisha.


"Kenapa kau disini?" Aisha melihat boneka hello Kitty nya, berada didalam walk in closet.


Aisha membawa bonekanya keatas tempat tidur dan memeluknya.


Cklek..


Richard masuk kedalam kamar.


"Asay, kenapa langsung tidur. Ayo bersihkan badan dulu !"


"Ngantuk mas say ."


"Mau mas mandikan, atau mandi sendiri ." ancam Richard.


"Mandi sendiri !" Aisha langsung loncat dari tempat tidurnya, dan melesat menuju kamar mandi.


"Hahaha.. begitu takutnya dia, tenang Aish. Selama dua hari akan libur, tetapi setelah dua hari kita mulai mencetak penerus Hutama. Jika cetakan yang di Inggris tidak jadi ." guman Richard.


Selesai mandi, Aisha terasa segar. Dan matanya tidak bisa terpejam, karena waktu dalam pesawat. Aisha dalam keadaan tidur.


Aisha turun kebawah, dan merasakan suasana yang sepi.


"Kemana semua orang ?" Aisha melirik kearah jam dinding.


"Baru jam tiga, orang belum bangun ," ucap Aisha, begitu sadar jam menunjukkan pukul tiga pagi.


"Mana mas say ?" Aisha mengarahkan langkah kakinya menuju ruang kerja Richard, Aisha melihat pintu terbuka.


Aisha berdiri di depan pintu, dan melihat Richard berbicara sembari berjalan hilir mudik. Sedangkan Tony duduk dikursi depan meja kerja Richard.


Aisha masuk kedalam, ingin menawarkan kopi. Tetapi melihat Tony, Aisha tidak bisa menahan tawanya.


"Mas say, Pak Tony. Sepertinya tidur !" ucap Aisha.


"Apa ?" Richard melihat Tony tidur dengan posisi duduk.


"Aku ngoceh sendiri, Dia asik tidur !" ujar Richard dengan jengkel.


"Tony ! maling !!" teriakkan Richard, membuat Tony kaget.


"Mana..mana maling !" ujar Tony dengan gelagapan.


"Sudah pergi, karena mendengar suara dengkuran mu ."


"Maaf boss, saya ngantuk ." Tony menutup mulutnya, karena menguap.


"Sudah sana tidur, jangan pulang. Tidur saja di sini ."


"Terimakasih boss ." kemudian Tony keluar dari ruang kerja Richard, untuk melanjutkan mimpi indahnya. Yang terhenti tadi.


"Asay, kenapa tidak tidur ?" tanya Richard.


"Nggak ngantuk mas, tadi mau nawarin kopi," kata Aisha.


"Boleh, mas juga tidak ngantuk lagi. Mas tunggu di ruang kerja ya ." Richard kembali membuka laporan dari Tony, Aisha pergi ke dapur.


Aisha tidak hanya membuatkan kopi, tapi memasakkan mie rebus.


Selesai memasak mie dan membuat kopi, Aisha membawanya masuk kedalam ruang kerja Richard.


"Mas ini ." Aisha meletakkan mie dan kopi diatas meja.


"Hrmhh..! harum apa ini ?" Richard menutup laptopnya, dan berjalan menuju sofa.


"Ini, Aish masak kan mie rebus," kata Aisha.


"Harum sekali, pasti enak ." Richard langsung duduk dan menarik mie rebus kehadapannya.


"Mie rebus biasa saja mas, mie rebus anak kost," kata Aisha.


"Nggak, dengar cerita teman saja."


Richard memulai makan mie rebus buatan Aisha.


"Enak ." puji Richard.


"Betul mas, jangan bohong. Jangan hanya untuk menyenangkan hati Aish saja ."


" Sungguh ! yummy, ini pertama sekali Asay masak untuk mas. Ini sangat enak ."


Aisha jadi ingat, bahwa dia belum pernah memasak untuk Richard. Selama mereka bergelar suami istri.


"Maaf mas say, Aisha belum pernah masak untuk mas say ."


"Bukan belum pernah karena tidak inginkan, karena Asay belum ada kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya dalam memasak ," kata Richard.


"Besok Aish akan masuk dapur ," kata Aisha .


"Jangan terlalu capek ya, kita mau cepat punya baby ," kata Richard.


Pipi Aisha merona merah, diingatkan Richard mengenai punya baby.


****


Di desa Telaga, dimana Mayang dan David besok dinikahkan. Ada gadis yang tidak bisa memejamkan matanya, gadis itu adalah Mayang yang bolak-balik seperti strika.


"Aaaarghhh.....!" teriak Mayang.


Kritt....


Pintu terbuka dari luar, begitu suara teriakan Mayang terdengar ditengah malam.


"Ada apa ?" segerombolan ibu-ibu masuk kedalam kamar yang dihuni Mayang.


"Ada apa ?" tanya Mayang kembali kepada ibu-ibu tersebut.


"Kenapa teriak ?" tanya kepala gerombolan ibu-ibu.


"Mau aja Bu ," jawab Mayang.


"Bu, tolong lepaskan saya. Saya nggak mau di nikahkan dengan orang itu ." Mayang berusaha membujuk ibu-ibu tersebut, dan menampilkan wajah yang sangat memelas.


"Tidak bisa, ini sudah keputusan pemuka adat di desa Telaga."


" Buuu..!" Mayang merengek.


"Kalau kami melepaskan kalian berdua, akan terjadi bencana di desa ini. Kalian sudah melanggar area hutan larangan ."


"Kami tidak tahu Bu, saya mau ke desa Babatan. Ada pasien saya disana ," kata Mayang.


"Kenapa kalian sampai ke desa Telaga, desa Babatan sangat jauh dari tempat ini ." seorang ibu menerangkan kepada Mayang.


"Dasar pria tengil, katanya tadi tahu lokasi Desa Babatan. Ternyata salah jalan ." ngedumel Mayang.


"Begini Bu, bagaimana jika ibu lepaskan saya. Nanti ibu..." Mayang membongkar isi tasnya, dan mencari-cari sesuatu didalam tasnya.


"Ini Bu, saya akan berikan ponselku ini untuk ibu." Mayang menggoyang-goyangkan ponselnya didepan para ibu-ibu tersebut.


"Ini mahal Bu, dengan ini ibu bisa lihat Drakor. Pemain Drakor ganteng-ganteng Bu ." Mayang berusaha untuk membujuk ibu-ibu tersebut.


"Apa itu sama dengan ini ." semua ibu-ibu itu mengeluarkan ponsel dari balik sarungnya masing-masing.


Mata Mayang melotot melihat merek ponsel yang berada ditangan setiap ibu-ibu tersebut.


"Apel tergigit !" teriak Mayang, dan melihat ponsel yang berada ditangannya. Hanya merek Neko-neko.


"Ini punya ibu ?" tanya Mayang dengan menunjukkan ponsel bekas gigitan tersebut.


"Iya, tapi kami tidak pakai. Anak-anak kami kalau kekota pulang-pulang bawa ini, padahal kami tidak membutuhkannya ," ucap ibu tersebut.


"Ah..sial ! desa apa ini ? guman Mayang.


"Jangan teriak-teriak lagi, calon suami kamu saja sudah tidur ," ucap ibu tersebut sebelum keluar dari dalam kamar Mayang.


Dikamar David, David sudah dalam keadaan tidur dengan pulasnya. Bibirnya terus tersenyum, ntah apa yang ada didalam dalam mimpinya. Yang pasti beda dengan yang didalam pikiran Mayang.


***


Pagi sekali Mayang sudah dibangunkan, no..! bukan dibangunkan. Karena Mayang tidak memejamkan matanya sedikitpun, kantung mata Mayang terlihat sempurna.


Berbeda dengan David yang bangun dalam keadaan segar bugar, begitu keluar dari dalam kamar. David langsung tebar pesona, kepada para gadis yang melintas didepannya.


"Indahnya, begitu bangun pagi. Langsung diberikan pemandangan yang sangat indah, hus..kenapa mulutku memuji para gadis. Bagaimana jika para tetua adat mendengar, jangan-jangan aku batal menikah dengan Mayang. Malah di nikahkan dengan gadis desa sini ." David bicara sendiri dengan suara yang pelan..


Mata David melotot, melihat seorang gadis keluar dari dalam rumah.


**Bersambung guys...


Terimakasih yang sudah kasih like dan komentar ❤️❤️❤️**