
Jumpa lagi dengan author receh, happy reading guys.
****
Aisha membawa bonekanya, tidur bersama dengan dirinya dan Alana.
"Aish, kenapa bonekamu itu tidak ditidurkan di sofa saja ." protes Alana, karena tempat tidur menjadi sesak. karena boneka Aisha yang Hampir menguasai satu tempat.
"Nanti Kitty sedih Al, dia tidur sendiri ," ujar Aisha dan Kitty berada dalam pelukannya.
"What..! boneka juga bisa sedih." Alana menatap Aisha dengan tatapan yang heran.
"Aish, boneka itu benda mati. Mau kau cubit juga tidak protes, lagi pula apa istimewanya boneka ini. Warna pink yang membuatnya bagus saja ," ujar Alana, dan menarik kuping hello Kitty.
"Al..! jangan ditarik-tarik, nanti sakit." Aisha menjauhkan bonekanya dari tangan nakal Alana .
"Mana sakit Aish, ini hanya kain. kalau fosesif begini kelakuanmu menjaga hello Kitty, seharusnya tidak kukatakan pada Om Richard. Apa yang sangat kau sukai ." Alana mengerucutkan bibirnya.
"Kau yang bilang, aku sangat suka dengan boneka hello Kitty?" tanya Aisha sambil menatap Alana.
"Iya, kau kira Om Richard tahu dari mana. kau kira Om Richard dukun yang bisa tahu begitu saja," kata Alana.
"Terimakasih Al..!" Aisha memeluk Alana.
"Aish..! singkirkan dulu boneka jelekmu ini ." Aisha dan Kitty memeluk Alana sehingga Alana menjadi sesak.
Aisha melepaskan pelukannya.
"Al, aku sangat senang diberi boneka ini," kata Aisha.
"Kenapa ? itu hanya boneka, bisa kau beli sendiri. Seperti boneka hello Kitty yang kau beli sendiri," kata Alana.
"Tidak ada yang pernah memberikan aku boneka, saat kecil aku sering membayangkan. Ayahku datang dengan membawa boneka, tapi sampai aku sebesar ini. Apa yang ku inginkan tidak pernah terjadi ," ujar Aisha, dan tak terasa matanya sudah berkaca-kaca.
"Aish..! jangan sedih, sekarang ada orang yang akan membawakan boneka hello Kitty kepada mu setiap hari ." ledek Alana sembari memeluk sahabatnya tersebut.
"Al, jangan kencang-kencang meluknya. Kitty kecepit, nanti tidak bisa nafas !" Aisha melerai pelukan dengan Alana.
"Biar saja, nanti kita beri bantuan nafas ," ujar Alana dengan tertawa lebar.
"Aish, Om Richard romantis ya. Kau sudah menyukainya kan ?"
"Hemh.. ngak tahu ," Aisha menggelengkan kepalanya, sembari mengedip-ngedipkan matanya.
"Aisha..!" teriak Alana.
"Apa ?" terlihat senyum dibibirnya Aisha.
"Kau sudah ada rasa suka kepada Om Richard kan ?" tanya Alana lagi.
"Siapa yang tidak suka, jika ada orang yang memperhatikan dirinya ," kata Aisha.
"Kalau cinta..cinta ? sudah ada ?"
"Hih..! aku belum lama berkenalan dengannya, pergi bersama baru kali ini. Masa secepat itu aku jatuh cinta, om Richard juga pasti juga tidak mencintai aku. Al, apa pernikahan ini nantinya akan berhasil. Aku takut, kami berdua tidak akan bahagia."
"Kau harus percaya, Om Richard itu pria yang baik. Dia tidak akan mempermainkan dirimu, kalau Om Richard mempermainkan dirimu. Aku yang pertama akan memarahinya!" ucap Alana dengan semangat.
"Apa Om Richard tidak punya kekasih ? masa pria yang matang seperti Om Richard tidak punya pacar ?" tanya Aisha.
"Dulu Om Richard pernah punya kekasih, tetapi kekasihnya itu berselingkuh. Dan Om Richard kabur keluar negeri," kata Alana.
"Hanya karena wanita ? pasti Om Richard sangat mencintai gadis tersebut, sehingga dia pergi mengadu nasib diluar negeri," kata Aisha.
"Om Richard kerja apa diluar negeri ?" tanya Aisha.
"Itu kau tanyakan pada Om Richard," ujar Alana sambil menampilkan senyum tipis.
"Kenapa kau tersenyum, kerja apa Om Richard disana. Apa dia menjadi artis diluar negeri ?" tanya Aisha yang penasaran.
"Kau tanyakan pada Om Richard, sudahlah. Aku mau tidur." Alana membaringkan tubuhnya, dan memunggungi Aisha.
"Al !"
"Tidur Aish, kau tanyakan saja nanti pada Om Richard. Good night ." Alana memejamkan matanya.
"Hih..Alana, rahasia sekali. Apa Om Richard seorang mata-mata ?" gumamnya.
"Good night ." Aisha ikut membaringkan tubuhnya, dan boneka hello Kitty menjadi gulingnya.
***
Kita intip Gaby guys, apa yang dilakukannya. Saat orang sedang larut dengan mimpi indahnya.
Seperti biasa, orangtuanya sibuk dengan tugasnya. Gaby juga sibuk dengan kegiatan malamnya.
Begitu malam tiba, saat kedua orangtuanya sudah masuk kedalam mimpi indahnya. Gaby mulai beraksi, Dia mengendap-endap keluar dari dalam kamarnya. Agar mama dan papanya tidak mendengarkan suara mobilnya, Gaby keluar dengan cara mendorong mobil dengan dibantu satpam rumahnya. Begitu keluar pagar, Gaby langsung tancap gas menuju tempat mangkal favoritnya.
Dalam perjalanan, begitu sudah menjauh dari kediaman orangtuanya. Gaby menghidupkan music dalam mobilnya, dengan suara yang nyaring Gaby mengikuti lagu yang diputarnya. Setelah mendekati tempat mangkal, sohip dunia malamnya sudah menunggunya.
"Girl, bisa juga kabur dari penjara ?" tanya Mark, begitu Gaby keluar dari dalam mobilnya.
"Gaby Lo..!" ujar Gaby bangga, karena sudah berhasil keluar malam lagi. Tanpa berpengetahuan kedua orangtuanya.
"Gaby, kapan mau bertobat ?" tanya Mark.
"Saat kau juga bertobat," jawab Gaby sembari tertawa.
"Aku laki Gaby ."
"Aku setengah laki ." gurau Gaby sambil melenggang masuk kedalam club yang sudah penuh dengan bermacam ragam gaya orang-orang yang menikmati dunia malam.
"Gaby, kau jangan terlalu dekat dengan kedua orang itu ." ingatkan Mark terhadap kedekatan Gaby dengan Andy dan Mario .
"Siapa ?"
"Andy dan Mario, mereka orang tidak benar," kata Mark.
"Kau seperti orang yang benar saja ." ledek Gaby.
"Terserahlah, yang penting aku sudah ingatkan kau Gaby ," kata Mark.
***
Hari ini Josh sekeluarga sudah bersiap-siap berangkat ke Indonesia, setelah mendapatkan balasan dari temannya Adam Sulistyo.
Adam Sulistyo menyarankan agar Josh mempercepat keberangkatannya ke Indonesia, membuat Josh heran kenapa Adam memaksa dirinya untuk dengan segera datang ke Indonesia.
"Dad, kenapa teman Daddy memaksa kita dalam Minggu ini juga sampai ke Indonesia ?" tanya Edward saat dalam perjalanan menuju ke Indonesia.
"Daddy juga tidak tahu, Daddy sudah tanya. Tapi dia tidak mau mengatakan apapun juga, katanya sebagai kejutan ," kata Josh kepada Edward.
"Apa mungkin dia tahu mengenai Larasati ?" kata Evelyn.
"Apa mungkin ?" mata Josh menatap Evelyn.
"Semoga ." tangan Evelyn memegang tangan Josh untuk memberikan semangat.
"Thanks ." bisik Josh kepada Evelyn yang mendukung dirinya untuk mencari keberadaan Larasati.
****
Hari masih gelap, suara kukuk ayam pagi hari belum terdengar. Tetapi kesibukan sudah terasa dikediaman keluarga Sastro wardoyo, karena hari ini untuk pertama kalinya keluarga Sastro wardoyo mengadakan perhelatan besar. Yaitu pernikahan cucu Sastro wardoyo.
"Bu, apa makanan sudah selesai semua ?" tanya Larasati yang gugup.
"Tenang Larasati, makanan semua sudah diurus warga sini. Jangan khawatir ," ujar nenek.
"Laras takut Bu, walaupun acara ini secara sederhana. kan tidak mungkin kita tidak menjamu undangan suka hati saja," kata Larasati.
"Sudah beres semua, kamu itu, sana mandi. masa nanti ibunya Aisha kusut begini," kata nenek dengan memandang Larasati yang masih memakai daster.
"Yang jadi Ratu nanti Aisha Bu, untuk apa Larasati dandan."
"Mana tahu ada yang mau nikahi kamu Laras ," ujar nenek.
"Ibu ! Laras sudah tua, sudah pantes ngemong cucu saja ," kata Larasati.
"He..he.. sudah sana mandi ," ujar nenek.
Bersambung..
Apa terjadi ??