
Tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan keluarga kita.
Happy reading guys ❤️
🌟🌟🌟🌟
Dokter mulai mengerakkan alat USG diperut Jessie, Jessie yang anaknya tidak bisa menahan geli. Selalu bergerak, menggerakkan perutnya dan cekikikan.
"Jess, diam jangan bergerak terus. Pusing anak kita didalam sini" kata Rodrick.
"Geli mas Rosay" ujar Jessie.
Mendengar Jessie memanggil Rodrick dengan Rosay.
Sembari sibuk dengan alat USG, mulutnya bertanya kepada pasangan yang yang sangat ramah ini.
"Rosay? kenapa dipanggil Rosay?" tanya dokter penasaran.
"Rodrick sayang Bu dokter" kata Jessie.
"Itu panggilan kesayangan" jawab Rodrick.
"Kalau bapak manggil ibu apa ?" tanya dokter.
"Jesay, itu reader yang kasih Bu dokter. Author tinggal comot saja" beritahu Jessie sambil tertawa kecil.
"Hahaha!" dokter tertawa melihat pasangan muda yang sangat friendly dengan orang sekitarnya.
"Keren ya, ada nama kesayangan. Saya juga mau. Nama suami saya Musa, kalau ditambah say. Menjadi Musay, hih..koq lucu ya. Bisa-bisa nanti suami saya di panggil Musang" ujar Dokter.
Dalam ruangan mereka menjadi tertawa ngakak, yang tadinya Jessie nervous. Sekarang tidak lagi.
"Lihatlah Pak,Bu. Ternyata disini ada dua benih Rosay dan mungkin juga Jesay kecil" beritahu dokter.
"Maksud dokter?" tanya Rodrick dan menatap wajah dokter dengan intens.
"Ada apa Dok?" tanya Jessie.
Belum mengerti Rodrick dan Jessie, apa yang dikatakan oleh dokter.
"Ibu mengandung baby twins" ucap dokter.
"Twins? dua bayi?" tanya Rodrick dengan menunjukkan dua jarinya.
"Iya Pak, dua bayi. Ibu hati-hati ya, usia ibu juga masih muda ya" ingatkan dokter kepada Jessie.
"Bapak jaga ibunya ya Pak, jangan dibawa yang enak-enak dulu. Bapak harus tunggu dulu jika ingin berkunjung ketempat ibu " kata dokter.
Rodrick menuntun Jessie bangkit dari ranjang, dan menuntunnya untuk duduk.
"Dokter, maksudnya bagaimana? berkunjung tempat ibu. Saya itu tinggal dengan ibu saya, setiap hari saya bertemu. Maksud dokter berkunjung ke ibu istri saya?" tanya Rodrick.
"Yang sering berkunjung ketempat ibu saya itu, saya ini dokter. Kalau mas Rosay sesekali, jika menjemput saya" kata Jessie.
Dokter menepuk jidatnya, dan senyum kecil.
"Maksud saya ini Pak,Bu. Kunjungi Dedek didalam perut" kata dokter dengan tersenyum.
"Maksudnya itu ya Dok, ah..ah...!" ngekeh Jessie.
"Ya..ya..itu " sahut dokter.
"Tenang Dok, saya berkunjung. Hanya didepan pintu saja, tidak sampai didalam" kata Rodrick.
"Hih..mas Rosay, sampai depan pintu. Mana mungkin, pasti bablas. Alasannya terpleset masuk rumah" ujar Jessie membalas Rodrick.
Suster dan dokter saling pandang, mereka tersenyum sendiri mendengar perkataan Rodrick dan Jessie yang nyeleneh.
Selesai Rodrick dan Jessie, Dama dan Vely masuk kedalam ruangan praktek dokter.
Pesan dokter kepada Vely dan Dama, sama dengan apa yang disampaikan oleh dokter kepada Rodrick dan Jessie.
Vely sangat dikasih wanti-wanti super ketat oleh dokter, karena usia kehamilan Vely memasuki 6 Minggu. Sama dengan usia kehamilan Rodrick. Dan usia Vely yang baru memasuki delapan belas tahun. Dan baby-nya juga twins.
"Tapi tidak apa-apa kan Dok?" tanya Dama.
"Tidak apa-apa Pak, semua kehamilan itu mengandung resiko. Mau usia tua, muda sama saja. Mengandung resiko, makanya harus di jaga. Makan makanan yang sehat, jangan makan makanan yang mentah. Dan yang dibakar juga ya Pak,Bu" ingatkan dokter.
"Sama sekali tidak boleh dok?" tanya Vely.
"Sesekali bolehlah Bu, asal jangan setiap hari" kata dokter.
"Dok, apa betul. Bayi saya kembar?" tanya Dama tidak percaya, karena dia tidak ada keturunan kembar. Hanya dari pihak keluarga Vely yang ada keturunan kembar.
"Betul Pak, lihatlah. ini satu kantung, dan dibawah ini ada satu kantung" dokter menunjukkan dua kantung yang masih samar-samar.
"Saya tidak ada keturunan kembar Dok" kata Dama.
"Faktor keturunan tidak mutlak mendapatkan anak kembar Pak,Bu" kata dokter.
"Faktor keturunan kembar itu hanya memperbesar peluang untuk mendapatkan anak kembar" sambung dokter itu.
"Istri saya ada keturunan kembar dokter"
"Iya dokter, saya punya kakak kembar tiga" kata Vely.
"Iya" sahut Vely.
"Kalau pihak istri yang punya keturunan kembar, lebih mungkin punya peluang baby kembar. Karena hamil kembar ini terjadi karena pembelahan sel telur yang berasal dari istri" beritahu dokter.
"Oh begitu ya Dok" kata Vely dan Dama berbarengan.
"Senang ya, punya saudara akur. Hamil bersamaan, bisa saling menjaga" kara suster.
"Suster Rinda, juga banyak saudara kan?" kata dokter.
"Banyak dokter, tapi tidak seakrab keluarga ibu ini" kata suster yang bernama Rinda.
"Ini saya berikan resep vitamin ya Bu, sebenarnya. Kalau ibu kuat makan dan tidak mual, tidak perlu vitamin. Cukup konsumsi buah-buahan dan sayuran, ikan. Sudah cukup" kata dokter.
🌟🌟🌟
Kegembiraan terjadi, begitu mengetahui Dama dan Rodrick akan memiliki anak kembar.
"Selamat boy, kau hebat. Kau memberikan Papa mu ini dua sekaligus cucu, Keane. Kau juga hebat, Cucuku jadi tiga. Hemm.. tidak! jadi Lima. hahaha!" David tertawa kesenangan.
"Selamat mas besan, keluarga kita bertambah ramai. Selama ini, keluarga ku hanya aku seorang. Lahir Dama dan Mada, sekarang Dama menambahkan keturunan Syailendra bertambah banyak. Ini semua berkat keturunan kembar dari mas besan" sambung David sedikit emosional, terlihat dari matanya yang berkaca-kaca.
"Kau juga hebat besan tengil" kata Richard.
"Kita sama-sama hebat!" seru David dengan gembira, dia tidak perduli. David memanggilnya dengan besan tengil.
"Sudah cukup gembiranya, sekarang kita harus menjaga papa mama muda ini. Ingat, didalam perut kalian ada baby. Jaga kesehatan, dan makanan yang sehat. Dan minum susu" usai berkata, Neneng datang dengan membawa tiga gelas susu.
"Kenapa tiga?" tanya Mayang.
"Yang hamil tiga kan ?" ucap Neneng.
"Rodrick dan Jessie pulang dari rumah sakit langsung ketempat mertuanya" kata Aisha.
"Lah ini untuk siapa satu lagi?" diatas nampannya ada segelas susu coklat.
"Vely tidak mau lagi, sudah kenyang" ujar Vely seraya menggelengkan kepalanya.
"Mada juga, cukup!"
"Sini, Alana yang minum. Semoga Alana hamil" ujarnya sebelum meneguk habis susunya.
"Kenyang!" seru Alana dan menjulurkan lidahnya disekitar bibirnya.
🌟🌟🌟
Kediaman mertua Rodrick, dokter Rafa dan dokter Yuni. Kegembiraan juga terjadi, mendengar Jessie hamil dan hamil kembar.
"Ma, Jessie hamil. Mama harus sehat ya, karena Jessie butuh Mama untuk mengajari Jessie" ujar Jessie kepada mamanya.
"Mama tidak akan kemana-mana, mama akan melihat cucu Mama lahir" kata Mama Jessie.
"Jessie ingin makan apa? biar Mama masak kan" kata mamanya.
"Jessie tidak ingin apa-apa ma, Jessie hanya ingin tidur didekat Mama saja" Jessie merebahkan tubuhnya disisi mamanya, tangannya memeluk tubuh Mamanya yang semakin kurus. Sejak menjalani kemoterapi, badan mamanya terlihat semakin kurus.
keduanya saling berpelukan, sehingga tidak menyadari pintu kamar terbuka. Dua pasang mata melihat dari pintu terbuka.
"Tidur pa" kata Rodrick.
"Bangunkan saja"
"Tidak usah Pa, biarkan saja. Mungkin Jessie kangen tidur dengan Mama" kata Rodrick.
"Kalian tidur disini"
"Ya Pa" sahut Rodrick.
**
Ngidam para istri tidak merepotkan para suami, ketiganya merepotkan Richard sang Opa. Setiap hari, ketiganya selalu ngintilin Richard kekantor. Mungkin sang calon cucu tahu, dulu sang Opa sempat melarang para mommy mereka untuk mengandung saat masih muda.
Sekarang, orok ingin mengerjai Opa Richard.
🌟🌟🌟🌟
**Bersambung guys ❤️
Like
Like
Vote
Vote
Terima kasih atas dukungannya ❤️*
Promosi cerita baru guys 👇👇👇👇