
Tidak henti author katakan, tetap jaga jarak. Virus masih merajalela, jaga kesehatan keluarga kita.
Happy reading ❤️
***
Semua sangat gembira menyambut kelahiran baby girl Richard dan Aisha.
Cucu keluarga Hutama bertambah lagi.
"Al, Oma nunggu lagi cicit darimu ya. Jangan ikuti jejak mamamu hanya punya satu anak ," kata Oma kepada Alana.
"Iya Oma, setiap malam. Sekarang bisa goyang tempat tidur, dulu Oma. Tempat tidur jarang goyang, tukang ngebor selalu pergi. Sekarang tiap malam ngebor ," kata Alana dengan tidak ada malu-malu nya, untung didalam kamar inap Aisha hanya ada wanita semua. Karena Opa dan ketiga cucunya sedang pergi keluar untuk mencari makanan.
Mendengar ucapan Alana, tidak ada yang heran. Karena mereka sudah biasa mendengar perkataan absurd yang keluar dari dalam mulut Alana.
"Sudah punya anak, masih tidak berubah," kata Mama Alana.
Alana hanya menunjukkan deretan gigi putihnya.
Pintu kamar terbuka, dengan kemunculan wajah cerah Richard. Dan seorang suster yang dengan mendorong box bayi.
"Ini anak hasil kolaborasi Richard dan Aisha, Lovely Hutama !" seru Richard.
"Kolaborasi ?" tanya Mama Richard.
"Iya Maa, Rich yang ngaduk-ngaduk. Akhirnya jadi Putri cantik ini ," kata Richard.
"Sakarep mu ," ujar Mama Richard.
"Nanti satu jam lagi, saya akan ambil baby-nya Pak ," kata suster kepada Richard.
"Tidak diambil juga tidak apa-apa suster ," jawab Richard.
"Tidak boleh Pak, babynya masih rentan. Ini juga kalau ingin mengendong harus cuci tangan dulu ya," kata suster.
"Iya suster ," sahut Aisha.
Semua mengerumuni box bayi, sedangkan si bayi masih tidur. Tidak terganggu dengan suara-suara disekitarnya.
"Aish, apa tidak diberi minum susu ?" tanya Mama Richard.
"Tadi sudah Maa ," kata Aisha.
"Mas tidak lihat ?" tanya Richard.
"Bagaimana mau lihat, masih lihat anaknya masih berdarah saja sudah pingsan ," kata Aisha.
"Asay ! jangan ledek mas lagi ya ," ucap Richard.
"Unyu..unyu.. suami Aish ini ternyata ada kelemahannya juga," kata Aisha sambil kedua tangannya menguyel-nguyel pipi Richard.
"Rich, siapa namanya ?" tanya Mama Richard yang tidak mendengar, saat Richard menyebutkan nama putrinya.
"Lovely Hutama," kata Richard.
"Apa ? Lovebird ?" tanya Alana.
"Hei..enak saja, nama anakku Lovely Hutama, bukan nama burung ," ujar Richard.
Semua tertawa, melihat Richard dan Alana seperti bersama dengan teman sebayanya berinteraksi.Tidak seperti Om dan keponakan.
"Mirip Om ." tawa Alana.
"Cantiknya, mirip Aish ya ," kata Mayang.
"Mana ?" Richard mendekati box bayi dan mengamati wajah putrinya dengan insten.
"Nggak mirip Ais, mirip Daddy-nya gitu ," kata Richard.
"Mas ! anak kita semua mirip mas, masa tidak ada yang mirip Aish ?" bibir Aisha ngerucut.
"Anak kelima nanti, baru mirip Aish," kata Richard.
"OMG! Om ingin anak Lima ?" tanya Alana.
"Kalau dikasih lima, terima. Kalau dikasih enam terima ," jawab Richard.
"Mas enak saja, Aish yang bawa bola. Yang capek !"
"Ini jahitan belum kering, sudah mau nambah anak lagi ." sambung Aisha.
" Tidak Caesar, kenapa di jahit ?" tanya Richard.
"Makanya, jangan pingsan tadi. Biar tahu ," kata Mama Richard.
"Mama, Richard juga tidak ingin pingsan. Tapi bagaimana lagi ," kata Richard.
"Anak kamu terlalu gede, terpaksa di gunting ." kata Mama Richard.
"Apa yang di gunting ?" Richard bingung.
"Sini mas ." panggil Aisha.
Aisha membisikkan sesuatu ketelinga Richard.
"Aaa..! apa mereka menjahitnya tidak salah Aish, nanti Mas tidak bisa berkunjung lagi ," ujar Richard.
Mendengar ucapan Richard, semua tertawa terbahak-bahak. Sampai Richard malu sendiri.
"Dasar kamu ini !" seru Mama Richard.
Richard hanya mengaruk-garuk tengkuknya yang gatal atau tidak, hanya Richard yang tahu.
***
"Drick, adik masih kecil jangan bawa hewannya kedalam kamar ya ," kata Aisha, karena Rodrick membawa iguana untuk diperlihatkan kepada baby Vely.
"Adik tidak takut Mommy ," kata Rodrick.
"Karena adik belum tahu, rasa takut dan senang ," kata Aisha.
"Kalau adik sudah besar boleh mommy ?" tanya Keane.
"Tunggu adek sebesar kalian ya ," kata Aisha.
"Kalau adek sebesar kami, kami sudah tinggi mommy," kata Kenway.
"Iya, kalian harus jadi kakak yang baik ya. Kepada adik ."
"Oke.." jawab ketiganya.
***
Setelah selesai menyusui baby Vely, Aisha keluar dari dalam kamar. Untuk melihat ketiga jagoannya dalam belajar.
Aisha membuka pintu dan melihat ketiga masih asik dengan kesukaannya masing-masing.
Keane menggambar gedung-gedung pencakar langit, Kenway menggambar pesawat. Sedangkan Rodrick menggambar binatang.
"Ayo susun buku dan alat-alat tulisnya, besok cepat bangun. Biar tidak telat kesekolah," kata Aisha.
"Mom, besok Sabtu. Dan setiap hari Sabtu kami libur sekolah." ingatkan Keane, bahwa besok mereka libur sekolah.
"Oh iya ! mommy lupa ." Aisha menepuk jidatnya.
"Mommy lupa, seperti Miss Mia ," kata Keane.
"Siapa Miss Mia ?" tanya Aisha, karena baru sekali ini Aisha mendengar Keane menyebutkan namanya.
"Itu Miss yang mengajar disekolah mommy ," kata Kenway.
"Bukannya Miss Arini ," kata Aisha.
"Mommy, Miss Arini sudah tidak mengajar lagi ," kata Rodrick.
"Mommy lupa, maaf ya ." Aisha mencium satu persatu putranya.
"Mommy, Daddy belum pulang ?" tanya Keane .
"Daddy hari ini lama pulang, sekarang tidur ya ." Aisha.
"Kami mau nunggu Daddy Mom ," kata Kenway, yang belum naik keatas tempat tidurnya.
"Nanti, kalau Daddy pulang. Daddy pasti datang kesini ," kata Aisha.
"Sekarang tidur, mommy keluar. Jangan ada yang turun dari ranjang ," kata Aisha.
"Mommy, bagaimana mau kekamar mandi ?" tanya Rodrick.
"Itu pengecualian ," jawab Aisha.
"Good night ," kata Aisha.
"Good night mommy ," sahut ketiganya.
Aisha menghidupkan lampu tidur sebelum keluar dari dalam kamar ketiga putranya.
Begitu masuk kedalam kamar, Aisha melihat Richard selesai mandi. Sedang mengeringkan rambutnya.
"Katanya pulang malam Mas ?" tanya Aisha.
"Pekerjaan selesai cepat, apa Vely rewel ?" tanya Richard, yang mengetahui bahwa pagi tadi Aisha membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan imunisasi.
"Nggak Mas ," jawab Aisha.
Selesai mengeringkan rambutnya, Richard menghampiri box bayi dan mengelus pipi Vely yang semakin bulat.
"Putri cantik Daddy semakin berisi ," kata Richard.
"Mas, anak-anak nunggu mas tadi. Datangi, sebelum mereka tidur mas ," kata Aisha.
"Satu hari ini mas belum ada bertemu dengan ketiga jagoan," kata Richard.
"Mas kekamar mereka dulu ya, jangan tidur dulu. Sudah lama puasa , hari kita buka bersama ya ." Richard mengerlingkan matanya, membuat Aisha tersenyum simpul.
"Ini belum bulan puasa Mas say! tidak bisa buka bersama ." Aisha pura-pura tidak tahu apa yang di maui oleh Richard.
"Buka puasa kita beda, tunggu ! jangan tidur ." Richard keluar kamar, menuju kamar ketiga jagoannya.
Aisha melihat ke box putri kecilnya, dan memperbaiki posisi tidurnya. Baru Aisha naik keatas ranjang.
Pintu terbuka dari luar, dengan kedatangan Richard.
"Cepat sekali Mas ?" tanya Aisha, karena belum dua menit Richard sudah kembali.
"Mereka sudah tidur, ayo kita buka puasa !" tanpa menunggu persetujuan Aisha, Richard langsung menangkap buruannya. Dan akhirnya Richard buka puasa bersama.
*
*
*
*
Bersambung 😘