
Bagaimana semua kakak-kakak reader, sehat selalu kan. Tetaplah jaga kesehatan keluarga dan selalu mematuhi protokol kesehatan.
Happy reading guys ❤️😘
***
Richard langsung berlari menuju kamar mandi, untuk mencuci wajahnya.
Vely tertawa kecil, bukan niat Vely untuk membuat kedua orangtuanya ribut. Tetapi hal kecil itu bisa menjadi besar, jika tidak diingatkan sekarang. Apalagi Vely melihat wanita yang nyosor Daddy-nya tadi sepertinya suka dengan Daddy-nya, dilihat dari cara Livi melihat Richard.
"Vely, bagaimana wanita yang nyosor Daddy tadi. Cantik ?" tanya Aisha seraya berpindah duduk disamping Vely.
"Hemhh..! cantik, tapi masih cantikan Asay !" seru Vely sembari memeluk mommynya.
"Asay..Asay..!" Vely suka sekali menggoda mommynya, dengan memanggil mommynya seperti Daddy-nya memanggil Aisha.
Richard yang sedang mencuci wajahnya, atas permintaan Aisha. Mendengar pertanyaan yang diajukan Aisha kepada Vely.
Richard tersenyum, melihat Aisha yang cemburu.
"Kenapa umur kita sudah menua, baru cemburu." gumam Richard.
Selesai mencuci wajahnya dan tanpa mengelapnya dengan handuk, Richard keluar dari dalam kamar mandi.
"Sudah bersih, tidak ada lagi virus dari wanita itu yang menempel di pipi ?" tanya Aisha.
"Asay, sudah bersih dari debu dan virus. Sabun pencuci wajah sudah habis mas buat di wajah ini ," kata Richard.
"Mas, bukan Aish sok ngatur ya. Ini Indonesia mas, kita harus memakai adat ketimuran ," kata Aisha.
"Jangan bilang Aisha berlebihan, baru cipika-cipiki. Sudah marah ," kata Aisha.
"Tidak Asay, mas suka. Apa yang Asay lakukan, hal ini membuat mas akan lebih hati-hati dengan para klien yang berjenis kelamin perempuan. Apalagi wanita tadi, baru pertama kali ketemu " kata Richard.
"Daddy, baru pertama bertemu? menurut Vely ini ya. Daddy harus hati-hati !" ingatkan Vely kepada Richard.
"Anak kecil, sok besar ." terdengar suara dari depan pintu.
"Rodrick !" ketiganya melihat keasal suara.
"Kenapa datang, apa kalian semua mau bekerja disini ?" tanya Richard.
"Hahaha..! tidak Daddy, Drick masih betah dengan klinik hewan," ujar Rodrick.
"Sudah makan Drick ? tadi mommy ngantarkan makan siang. Tapi kata asisten mu, kau keluar," kata Aisha.
"Ada pasien yang tidak bisa dibawa ke klinik, Drick mengunjunginya kerumah," kata Rodrick.
"Hei anak kecil, bicaramu tadi seperti orang dewasa saja ." tangan Rodrick mengacak-acak rambut Vely, sehingga Vely kesal.
"Kakak !" Vely bergeser sedikit menjauh dari tempat Rodrick duduk.
"Makan Drick ?" tawarkan Aisha.
"Sudah mom, sebelum singgah disini. Makan dulu ," jawab Rodrick.
****
Aisha sudah memejamkan matanya, sedangkan Richard masih berada diruang kerjanya bersama dengan Keane.
"Keane, bagaimana menurutmu kerja sama dengan perusahaan PT Nusantara itu ?" tanya Richard kepada Keane, yang baru selesai membaca file kerja sama dengan perusahaan yang dikelola oleh Livi.
"Pemiliknya yang dikerjain oleh Vely ?" tanya Keane.
"Iya, adikmu itu sangat nakal, apa Vely cerita ?" tanya Richard.
"Om Tony yang mengatakannya ," jawab Keane .
"Daddy tidak bisa mengelak ," kata Richard.
"Daddy harus menjaga jarak dengan wanita ini ." ingatkan Keane.
"Kenapa? apa ada yang perlu Daddy waspadai ?" tanya Richard.
"Dad, banyak rekan bisnis kita yang wanita. Tapi tidak ada yang main cium pipi pertama bertemu, wanita-wanita yang Keane temui tidak ada yang seperti wanita ini ." Keane meletakkan berkas perusahaan PT Nusantara yang dibacanya tadi.
"Dia mengatakan, pertemuan ini di adakan di hotel," kata Richard, tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengar pembicaraan mereka.
"Ini tidak bisa dibiarkan, Tante itu ingin menggoda Daddy !" gerutu Vely sembari menuju ke kamarnya.
Setelah mendengar pertemuan selanjutnya diadakan di hotel, Vely merasa bahwa wanita itu Ingin menggoda Richard. Walaupun sebenarnya, pertemuan diadakan di hotel, juga tidak buruk juga.
***
Hari ini Vely tidak ikut Richard kekantor, mobil Richard dan Keane keluar dari dalam pekarangan rumah. Vely melihat dari balkon kamarnya.
"Sebentar lagi kita beraksi ." pesan Vely kepada Mada.
"Ok " balas Mada.
"Misi menyelamatkan Daddy !" seru Vely dengan bersemangat.
***
Vely dan Mada pergi dengan naik mobil, setelah berdebat sedikit dengan mommynya. Karena keduanya ingin naik taxi, tapi tidak diizinkan oleh Aisha.
"Kalian berdua ingin kemana ?" tanya Aisha.
"Mau ke Mall mom, boleh ya ?" tanya Vely.
"Boleh, tapi diantar ya ," kata Aisha kepada keduanya.
"Kami naik taxi saja ," kata Vely.
"Tidak boleh! kalau mau pergi, harus diantar. Kalau tidak mau diantar, jangan pergi ." tegas Aisha.
Setelah berdebat kusir, akhirnya keduanya dapat pergi. Dengan diantar sopir, Vely minta Mamat yang ngantarkan. Karena Vely merasa kang Mamat bisa di ajak kerja sama.
Sebenarnya Mamat bukan seorang sopir, tetapi orang yang ditugaskan melihara hewan peliharaan Rodrick saat mereka masih kecil dulu. Vely dan kang Mamat sudah sangat akrab.
"Kang!" panggil Vely.
"Ya Non" jawab kang Mamat.
"Kita ini ada misi ." beritahu Vely kepada kang Mamat.
"Misi, seperti mau perang saja kita," ujar Mada yang sibuk dengan aksesoris yang melekat disekujur tubuhnya, dari atas kepala sampai kaki.
"Misi apa Non?" tanya Mamat sembari melirik ke arah kaca spion, melirik Mada yang memakai topi dan kacamata hitam.
"Menyelamatkan Daddy ." perkataan Vely membuat kang Mamat kaget, dan secara spontan merem mendadak. Sehingga keduanya yang tidak siap terdorong kedepan.
"Kang Mamat!!" seru Vely dan Mada.
"Maaf Non !"
"Kenapa ngerem nggak bilang-bilang !" sewot keduanya.
"Akang kaget Non, bagaimana mau bilang," sahut Mamat.
"Kaget kenapa kang Mamat ?" tanya Mada yang kembali memperbaiki dandanannya.
"Daddy Richard kenapa ?" kang Mamat sudah terbiasa ngikutin keempat anak-anak Richard memanggil Richard dengan Daddy, karena sedari kecil sudah ikut menjaga si kembar.
"Ada calon wanita penggoda !" beritahu Vely kepada kang Mamat.
"Apa!?" kaget kang Mamat.
"Hus..kang! jangan kenceng-kenceng teriakan nya, bobol gendang telinga Vely."
"Bakalan celaka Boss Daddy, dibuat Boss mommy ," ujar Mamat.
"Daddy tidak selingkuh, hanya ada calon peminat Daddy. Sudah kang, lajukan mobilnya." Vely menyebutkan alamat hotel yang didengarnya tadi malam kepada kang Mamat.
"Non berdua nyamar, akang nggak disuruh pakai begitu juga Non ?" tanya Mamat, melihat keduanya memakai topi dan kacamata hitam bertengger di hidung bangir Vely dan Mada.
"Akang bertugas di mobil saja, nanti akang standby. Jika ada kejadian yang tidak terduga, kita bisa kabur ." titah Vely kepada Mamat.
"Padahal kang Mamat ingin merasa jadi detektif ," kata Mamat.
"Nanti kalau Papa Mada ada yang menggoda, akang ikut ," kata Mada.
"Apa Papa David, puber kedua juga ?" tanya Mamat.
"Puber kedua ?" tanya Mada.
"Daddy puber kedua ?" Vely memandang Mada.
"Sepertinya Papa tidak puber kedua," kata Mada.
"Daddy juga tidak, yang nyosor Tante itu. Daddy tidak " kata Vely.
*
*
*
Bersambung 😘