Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 145 Jangan minta, terima saja


**Tetap jaga kesehatan, tetap ikuti protokol kesehatan. Virus itu nyata !


Happy reading guys ❤️**


***


Hari ini terjadi kehebohan dirumah Mayang, karena pagi-pagi sekali. Mayang sudah merasakan mulas yang berlebihan, sejak malam. Mayang sudah merasakan mulas, tapi Mayang tidak mengatakannya kepada David. Saat pagi Mayang tidak dapat menahannya lagi.


"Mas Dav..mas...!" Mayang membangunkan David.


"Hemhh.." suaranya.


"Sepertinya, aku akan melahirkan ," kata Mayang, sambil meringis menahan sakit yang sering datang tiba-tiba.


"Melahirkan ? lahirkanlah !" kata David dengan mata masih terpejam.


"Apa !?" teriak David, begitu tersadar apa yang dikatakan oleh Mayang.


David langsung berdiri dan memandang wajah Mayang.


"Sudah lahir ?" David menyibakkan selimut, Mencari-cari sesuatu dibawah selimut.


"Cari apa ? Mayang mau melahirkan !" keras suara Mayang, karena jengkel melihat kelakuan David yang aneh.


"Belum keluar, mas kira sudah keluar ," ujar David.


"Hih..antar Mayang kerumah sakit !" seru Mayang.


"Oh..iya..iya ..!" David dengan gugup langsung mengangkat Mayang, tanpa mengganti baju terlebih dahulu.


David memasukkan Mayang ke jok belakang, dan kemudian kembali masuk kedalam rumah kembali dan membawa tas yang sudah terlebih dahulu disiapkan okeh Mayang.


Saat mau keluar, maid yang melihat kehebohan David bertanya.


"Ada apa Pak ?" tanya Bi Mah.


"Mayang mau melahirkan Bi ," jawab David sambil berjalan keluar rumah.


Bi Mah mengikuti majikannya keluar rumah.


David memasukkan tas yang dibawanya ke jok depan dan kemudian David masuk ke jok belakang, duduk bersama dengan Mayang di kursi belakang.


"Masih sakit ?" tanya David, tangannya mengusap-usap perut Mayang.


"Sabar ya Baby, sebentar lagi kita sampai ," kata David, tangannya terus mengusap perut Mayang.


Bi Mah mengetuk-ngetuk pintu jendela mobil.


"Ada apa ?" tanya David.


"Kenapa belum jalan Pak ?" tanya Bi Mah.


"Mas ! siapa yang bawa mobil? kalau mas duduk disini ?" tanya Mayang.


" Ah... kenapa aku lupa! Pak Asep lagi cuti !" David keluar dari dalam mobil bagian belakang dan masuk kebagian pengemudi.


"Hih.. belum punya anak sudah pikun, cepat Mas ! anakmu sudah mau keluar ini !" teriak Mayang.


"Iya..iya..! jagoan Papi jangan keluar dulu ya !" seru David.


Karena hari masih pagi, sehingga jalanan masih lengang. Membuat David dan Mayang tiba dengan cepat kerumah sakit .


Skip


David hilir mudik di depan ruang bersalin, dan tidak lama kemudian Mama dan Papa nya datang.


"Bagaimana, sudah lahir ?" tanya Papa David.


"Belum tahu Pa" jawab David.


"Tenang Dav, Mayang tidak akan apa-apa ," kata Mama David.


Setelah menunggu selama setengah jam, akhirnya jagoan David keluar. Untuk menyapa Papi dan maminya.


Skip..


Aisha dan Alana datang mengunjunginya, setelah mendapatkan kabar. Bahwa Mayang sudah melahirkan dengan selamat.


"Selamat Mayang !" Aisha dan Alana berbarengan memeluk Mayang.


"Hei.. hati-hati Al, anakmu terjepit ditengah-tengah ," kata Aisha.


"Hih..aku tidak sabar menunggu tujuh bulan lagi ," kata Alana sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.


"Sabar ! nikmati saja ," kata Mayang.


"Nikmati apanya, aku tidak pernah merepotkan Dony dengan permintaan yang aneh-aneh. Aku ingin seperti wanita hamil lainnya dengan permintaan yang aneh-aneh," kata Alana.


"Syukurlah ! kau tidak ngidam yang aneh-aneh, anakmu baik budi ," kata Mayang.


"Anakku tidak baik budi ? maksudmu !" seru Aisha, yang teringat saat hamil dulu. Dia tidak bisa melihat makanan dari mahluk hidup didepannya.


"Hahaha..!" tawa Mayang.


"Ngidam mu juga merepotkan David, mencari mangga yang muda di waktu subuh. Dimana orang jual mangga pagi-pagi," kata Aisha.


"Ada ! pasar pagi sudah jualan ," sabut Mayang.


"Sudah...sudah ! cukup bahas ngidam, mana David ?" tanya Alana.


"Kebanyakan lihat sinetron !" ledek Alana.


"Siapa namanya ?" tanya Aisha.


"Belum tahu, biar urusan bapaknya buat nama ," kata Mayang.


"Ibumu sudah datang May ?" tanya Aisha.


"Makku nggak bisa datang, Nenekku tidak enak badan ," kata Mayang dengan perasaan yang sedih.


"Jangan sedih, kami ada disini bersamamu ," kata Alana.


Pintu terbuka, muncul David dengan Suster yang membawa baby dalam box.


"Baby !" Mayang gembira, melihat kedatangan baby-nya.


"Kenapa dibawa lagi ?" tanya Mayang, karena dirinya baru saja memberikan asi kepada baby-nya.


"Biar baby disini saja, aku takut disana nanti tertukar ," kata David.


"Tidak mungkin tertukar, ini ada tanda gelang ," kata Aisha.


"Sini tidak apa-apa, lusa kalau sehat semua sudah bisa pulang ," kata David.


"Baby..! mirip Mayang ya ?" begitu melihat babynya, Alana merasa babynya mirip dengan Mayang. Rambutnya yang ikal dan kulitnya yang coklat.


"Hemhh..! sepertinya mirip aku lah !" David memperhatikan dengan seksama.


"Iya! bawahnya, sama-sama laki-laki !" seru Alana.


"Betul-betul ," sahut Mayang.


"Aku capek mengaduk-aduk, masa tidak ada mirip dengan ku ?"David terus menatap putranya.


"Bawahnya ! sudah bagus itu !" cetus Alana.


"Siapa namanya ?" tanya Aisha.


"Al Dama ," jawab David.


"Al Dama ?" tanya Alana.


"Anak lelaki David Mayang ," kata David.


Kedatangan Richard dan Dony membuat suasana kamar menjadi ramai, Al Dama semakin anteng tidur . Suara ribut tawa canda didalam kamar, ditelinga Al Dama seperti music pengantar tidur.


"Siapa namanya ?" tanya Richard.


"Al Dama Syailendra ." beritahu David nama putranya dengan perasaan yang bangga.


"Anak kalian sudah lahir, tidak aku menunggu kelahiran baby boy ku ," kata Dony.


"Baby boy ? apa sudah tahu jenis kelamin nya ?" tanya Richard.


"Belum, baru tiga bulan ," jawab Dony.


"Kenapa kau katakan baby boy ?" tanya David.


"Aku pernah mimpi bertemu dengan anak laki-laki, dan anak itu memanggil aku dengan panggilan Papa. Aku yakin, anak yang dikandung Alana. Adalah baby boy." cerita David.


"Mimpi adalah bunga-bunga tidur, belum pasti kebenarannya ," kata Richard.


"Lihat saja, anakku pasti laki-laki !" kekeuh Dony.


****


Tiga Minggu kemudian, Aisha mendapatkan berita. Bahwa adiknya telah lahir dan berjenis kelamin laki-laki juga, membuat Sony sangat gembira. Di usianya yang sudah 51 tahun, dirinya baru merasakan menjadi seorang ayah.


"Mas..! kenapa semua melahirkan bayi laki-laki ?" tanya Aisha, setelah selesai berbicara dengan ibunya. Melalui sambungan telepon.


"Mana Mas tahu, mungkin tahun ini tahun anak laki-laki yang lahir ," jawab Richard asal.


"Mana ada tahun ini anak laki-laki, tahun besok anak perempuan !" Aisha mencebikkan bibirnya.


"Ayo kita buat adik untuk si kembar !" goda Richard.


"Sikembar baru berusia delapan bulan Mas ." gerutu Aisha.


"Ini jahitan belum sembuh, sudah mau buat baby lagi !" sambung Aisha.


"Mas bergurau Asay !" tangan Richard menangkup wajah Aisha dan melabuhkan bibirnya, kebibir Aisha.


"Hih..! mas, Keane melihat !" tangan Aisha menutup mata Keane yang sedang menyusu.


"Masih kecil Aish, tidak mungkin Keane tahu. Apa yang kita lakukan," kata Richard.


"Ya kan jagoan ?" tangan Richard menowel-nowel pipi Keane.


*


*


*


**Bersambung guys ❤️


Terima kasih sudah melakukan like dan memberikan bunga**..