Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 56 Kutunggu jandamu


Hai semua..


Cerita ini menceritakan tahap demi tahap ya.


Tahap pertama, menceritakan tentang tokoh-tokoh dan permasalahannya didalamnya. dan kemudian tahap selanjutnya sekarang ini, pernikahan Aisha dengan Richard. Apa yang terjadi dalam pernikahan mereka, apakah akan langgeng. Atau akan ada perpisahan dalam rumah tangga Richard dan Aisha. karena awal mereka menikah tidak ada rasa cinta.


Apa yang terjadi dengan Larasati, Gaby dan Alana. Dan Mayang.


Happy reading guys..


****


Kita lihat Gaby yok guys, apa yang dilakukannya saat ini.


Gaby mendapatkan hukuman dari papanya Anto Wiguna, tetapi lagi-lagi. Gaby selalu berhasil mengelabui kedua orangtuanya, saat orang tuanya tidak berada dirumah. Disitulah kesempatan Gaby untuk keluar dari rumah.


"Hai ! sudah lama tidak datang ?" tanya Mark kepada Gaby yang tiba-tiba muncul di club seven.


"Big boss marah, aku kena hukuman. Tidak boleh keluar," kata Gaby dan menghempaskan bokongnya kekursi, dan langsung mengambil gelas minuman bersoda masih berisi penuh diatas meja. Dan sekali teguk minuman beralkohol tersebut langsung masuk kedalam lambungnya.


"Hei..Non, jangan main teguk saja ," ujar Mark, saat melihat Gaby meneguk minuman tersebut dengan sekali teguk.


"Ah..berisik, diam. Nikmati saja!" Gaby mengikuti irama musik dengan menggoyangkan badannya.


"Ayo turun, badanku sudah kaku sudah lama tidak goyang ," ucap Gaby dan langsung turun kelantai dansa untuk bergoyang sesukanya.


Didekatnya, ada dua pasang mata yang menatap kearahnya dengan tatapan mata yang tidak berkedip.


"lihat liukan tubuhnya, aku ingin rasanya menariknya keranjang," ucap yang seorang kepada temannya.


"Gila kau, apa kau tidak takut dengan apa yang dikatakan Mark. Dia itu cewek yang berbahaya ," kata temannya.


"Jika dia tidak sadar begitu, dia tidak akan tahu apa yang terjadi kepada dirinya ," ujar temannya sambil tertawa dan terlihat semirk disudut bibirnya sambil menatap Gaby dengan tatapan mata yang penuh dengan mesum.


"Ingat Andy, dia itu anak anggota dewan." ingatkan Mario.


"Anggota dewan juga manusia," kata Andy kepada Mario.


"Gini kalau sudah mabuk kepayang, tidak bisa diingatkan." Mario menghentikan menceramahi Andy, dan dia sibuk Kembali dengan gadis penghibur yang berada disampingnya.


****


Aisha dan David duduk di gazebo, Janah diperintahkan nenek untuk mengawasi Aisha dan David. Dia tidak ingin nanti ada permasalahan yang terjadi dengan Richard, jika mengetahui bahwa Aisha bertemu dengan David hari ini. Karena sebelum Richard kembali, mereka berdua berbicara dari hati-hati dengan cukup serius.


*Flashback*


Richard membawa Aisha duduk ditepi kolam sebelum dia kembali kekota.


"Ais, besok ada supir yang menjemput kesini," kata Richard.


"Untuk apa ?" tanya Aisha yang bingung mendengar ucapan Richard.


"Untuk membeli semua perlengkapan pernikahan, apa kita menikah hanya memakai baju seperti ini. Walaupun pernikahan ini kesannya secara mendadak tapi kita harus mempersiapkan nya sebagus mungkin," kata Richard.


"Apa tidak terlalu cepat, apa tidak kita undurkan dua bulan lagi," kata Aisha, yang berharap pernikahannya diundurkan.


"Ais, bagaimana dengan kuliah, apa mau cuti ?" tanya Richard.


"Nenek, tidak akan mengizinkan Aisha kembali kekota." sambung Richard lagi.


Aisha mengingat, pernikahannya dipercepat agar dia bisa melanjutkan kuliahnya. Yang sudah hampir satu bulan ditinggalkannya.


"Ya sudahlah ," ucap Aisha dengan suara yang yang lirih.


"Oh ya, ingat. Aisha sudah punya tunangan, jangan dekat-dekat dengan para laki-laki. Hanya Wisnu yang boleh dekat ," kata Richard.


"Apa Aisha tidak boleh bicara dengan David lagi, Alana tadi mengirimkan gambar Aisha memakai cincin tunangan ?" tanya Aisha dengan menatap Richard dengan wajah yang masih malu-malu.


"Dia, apa Aisha suka dengan dirinya ?" tanya Richard.


"Tidak, dia teman Aisha Om."


"Om? siapa Om?" tanya Richard.


"Apa dia amnesia ." monolog dalam benaknya Aisha.


"Ais, jangan panggil saya dengan Om. Apa nanti kata orang, saya menikahi gadis dibawah umur. Saya belum terlalu tua, Alana memanggil saya Om. Karena dia anak kakak saya, kamu akan menjadi istri saya. Panggil yang mesra sedikit ," kata Richard.


"Panggil apa ? apa mas ?"


"No, saya bukan tukang baso. Yang dipanggil mas-mas," ujar Richard yang gemes melihat Aisha yang malu-malu memandang dirinya.


"Lalu apa ?"


"Panggil saja sayang ." goda Richard.


"Sayang..! nggak mau ." tolak Aisha, dan wajahnya bersemu merah merona.


"Belajar panggil sayang, Ok !" kata Richard.


"Dasar, Om-om karatan. Main perintah saja." dalam benaknya Aisha.


"Saya tidak main perintah saja Ais, itu juga demi kebaikan," ujar Richard dengan memperhatikan mimik wajah Aisha.


"Apa dia bisa baca pikiranku, kenapa dia bisa tahu apa yang kupikirkan ?" Aisha heran, karena Richard tahu apa yang dipikirkannya.


"Sudah saya balik dulu, jangan nakal ya. Jangan ngelawan nenek dan ibu ." ucap Richard sembari mengucek-ngucek pucuk kepala Aisha.


" Huh... dikiranya aku anak kecil," ujar Aisha dan memperbaiki rambutnya yang kusut akibat perbuatan tangan Richard.


*Flashback end*


David duduk bersama dengan Aisha, terlihat wajah David yang kusut. Kantung matanya terbayang dibawah bola matanya, terlihat bahwa dia tidak memejamkan matanya semalaman.


"Ais, aku kecewa. kenapa kau tidak memilih diriku," ujar David.


Aisha menundukkan kepalanya, jemari tangannya saling meremas. Dia tidak bisa melihat wajah David yang terluka.


"Maaf." hanya itu ucapan yang keluar dari bibirnya.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi Aisha, aku menghargai keputusan yang kau ambil dalam kehidupanmu Aisha. Semoga keputusan mu itu yang terbaik yang kau pilih."


"David, diluar sana. Pasti ada gadis yang terbaik yang akan diberikan Tuhan kepadamu," kata Aisha.


"Mungkin, mungkin saja dia lagi jalan-jalan diluar sana. Seperti yang dikatakan Dony," ucap David dan terlihat tawa kecil dibibirnya.


"Mungkin saja ." Aisha juga tertawa.


"Kita masih bisa berteman kan ?" tanya David.


"Tentu, kita tetap akan bersahabat," jawab Aisha.


"Ais, jika Gaby masih menganggu dirimu. Beritahu saja, akan aku beri pelajaran dia," kata David.


"Terimakasih David," jawab Aisha.


"Mungkin itu tidak perlu, karena kau sudah ada yang akan melindungi dirimu dari siapa saja yang menganggu" kata David yang mengingat bahwa Richard pasti akan melindungi Aisha.


"Ais, aku akan menunggu jandamu." bisik David dengan suara yang pelan.


"Hih..kamu..! aku belum nikah, kamu sudah nunggu jandaku." ngedumel Aisha.


"Ha...ha.. sepertinya, aku bersemangat kembali. Mungkin saja Om Richard tiba-tiba kena serangan jantung, dan dia tidak datang. Aku yang akan menggantikan nya didepan tuan Kadi," ucap David yang mempunyai pikiran yang konyol mengenai Richard.


"David..!" Aisha berdiri dari duduknya, dan berkacak pinggang berdiri didepan David yang tertawa terbahak-bahak.


"Sorry... sorry ! tapi aku mengharapkan itu terjadi." ngekeh David.


"Pikiran jahat tidak akan pernah dikabulkan Tuhan." Aisha mencebikkan bibirnya.


"Ais, jangan kau tunjukkan wajah imutmu. Aku tidak bisa move on nanti ," ucap David sambil meremas rambutnya.


"Hei, apa yang kalian tertawakan ?" Dony menghampiri mereka setelah melihat Aisha dan David tertawa.


"Mau tahu saja," jawab David .


**Bersambung...


Jangan lupa tekan like ya trims 🥰**